<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367</id><updated>2012-01-27T23:21:36.093+07:00</updated><category term='Corporate'/><category term='Labor Union'/><category term='Human Capital'/><title type='text'>Comfort Area 01</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://comfortarea01.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-7702894297293904993</id><published>2009-03-21T16:03:00.001+07:00</published><updated>2009-03-21T16:04:47.702+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>KONSEP MODERNISASI PERUSAHAAN</title><content type='html'>PERUSAHAAN MODERN = &lt;br /&gt;PENGEMBANGAN SDM + SISTEM REMUNERASI + MENCIPTAKAN NILAI PERUSAHAAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan perusahaan modern dapat dilihat dari seberapa besar manajemen berhasil mencapai tujuan yang dibuat untuk perusahaan tersebut. Pada intinya, pendirian perusahaan bertujuan untuk menciptakan nilai yang tertinggi, karena penciptaan nilai perusahaan yang tertinggi ini juga akan berakibat positif bagi masyarakat secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya penciptaan nilai di perusahaan tidak terlepas dari sistem pendelegasian wewenang dan sistem remunerasi manajemen yang dikaitkan dengan keberhasilan perusahaan mencapai target finansial. Semestinya penciptaan nilai menjadi landasan bagi semua aksi yang dilakukan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan SDM&lt;br /&gt;Perusahaan akan akan berupaya memanfaatkan berbagai cara penciptaan nilai yang tersedia, yaitu melalui perbaikan internal, penjualan aset yang tidak sesuai lagi untuk perusahaan, akuisisi perusahaan yang bisa memberikan pertumbuhan, dan rekayasa keuangan dengan mencari struktur modal yang optimal untuk perusahaan. Terpenting dari semua upaya yang dilakukan perusahaan adalah mengembangkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang ada. &lt;br /&gt;Membicarakan kompetensi karyawan tidak terlepas dari upaya yang dilakukan manajemen untuk meningkatkan kualitas SDM sebagai human capital di perusahaan.  Hal itu bisa dimaklumi karena kualitas SDM merupakan salah satu jantung perusahaan. Hanya perusahaan yang mampu membangun sistem pengembangan SDM yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia  unggul, yang pada gilirannya akan menjadikan perusahaan menjadi perusahaan yang modern dengan tingkat peradaban tinggi. Sebaliknya, perusahaan dengan persoalan pengembangan SDM yang sangat ruwet dan sistem karir planning semrawut serta sistem remunerasi yang “Acak – acakan” bakal menghasilkan mutu SDM yang kalah bersaing dengan tingkat peradaban yang rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Remunerasi&lt;br /&gt;Sistem remunerasi di perusahaan ini adalah contoh yang semrawut itu. Tidak ada arah yang jelas. Ia bergantung kepada siapa yang berkuasa. Berganti pimpinan, berganti kebijakan, berganti pula pola test nya. Keruwetan yang terus-menerus memproduksi problema baru, bukan solusi. Kita mengharapkan hal ini tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang. Karena itu, kita tidak boleh bosan bersuara, mengkritik, dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasi keruwetan itu.  &lt;br /&gt;Adalah hal yang tidak mungkin bisa menaikkan mutu karyawan tanpa memperbaiki fasilitas pengembangan SDM dan mutu proses pengembangan SDM., bila gaji karyawan jauh di bawah standar gaji karyawan perusahaan sejenis dibandingkan dengan Singapura atau Malaysia.&lt;br /&gt;Buruknya sistem remunerasi  merupakan cermin buruknya pengembangan SDM. Yang jelas, kita tidak bisa hanya menaikkan standar gaji karyawan tingkat atas dan menengah saja tapi melupakan standar gaji karyawan di tingkat bawah yang masih jauh dari standar gaji perusahaan sejenis di tingkat regional.&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa menaikkan mutu karyawan ? bila semakin banyak karyawan yang hidup serba kekurangan. Kita patut mengapresiasi usulan – usulan yang masuk akal dan realistis. Tapi, jujur harus dikatakan, menaikkan standar gaji  bukan semata menaikkan angka dalam Struk gaji karyawan di tingkat atas. Di belakang angka itu juga terkait berbagai faktor sosial seperti kurangnya kesempatan karyawan untuk berkiprah dalam organisasi perushaaan. Terkesan banyak karyawan yg “tidak dikasih kerjaan”.   Ini terjadi karena kurangnya ‘kotak-kotak’ baru dalam struktur organisasi perusahaan.&lt;br /&gt;Pada prinsipnya dengan sebuah keputusan manajemen , bisa saja dapat dinaikkan seluruh gaji karyawan. Tetapi, tanpa disertai pembenahan banyak hal oleh manajemen perusahaan, angka itu hanya akan bagus di atas kertas. Angka gaji akan tinggi di atas SK , tapi angka itu tidak mencerminkan kualitas ‘Job Security’ dan ‘Career Security’ karyawan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Menciptakan Nilai Perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci dari keberhasilan perusahaan pada budaya penciptaan nilai, yaitu :&lt;br /&gt;Sistem Pendelegasian wewenang (empowerment), Sistem Pemberian insentif  (reward), Sistem Hukuman (punishment)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM PENDELEGASIAN WEWENANG  (Empowerment).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatutnya Pendelegasian wewenang di perusahaan memberikan kekuasaan kepada manajer divisi atau manajer cabang untuk mengambil keputusan proyek yang akan diambilnya beserta harga penawaran yang akan diajukannya. Dengan persetujuan pusat, manajer cabang juga menentukan rencana belanja modal kerja mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM PEMBERIAN INSENTIF (Reward).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan harus memiliki sistem insentif yang mengarahkan seluruh karyawan mencapai tujuan perusahaan. Sistem insentif yang berlaku harus membedakan antara karyawan yang berprestasi dengan karyawan yang tidak berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem insentif juga harus menekankan pada keberhasilan regu kerja. Alokasi insentif dimulai dari melihat keberhasilan regu kerja. Suatu regu kerja yang berhasil mencapai tujuan tertentu akan mendapatkan reward yang tinggi. Biasanya reward tersebut dihubungkan dengan keberhasilan pencapaian finansial berupa peningkatan laba ataupun penurunan biaya melampaui target yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM HUKUMAN (Punishment)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari pendelegasian wewenang dan insentif yang diberikan, perusahaan juga menuntut akuntabilitas dari karyawannya. Manajer divisi atau cabang, yang mengalami kerugian dua tahun berturut-turut, akan diberhentikan dari posisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menerapkan pendelegasian wewenang, insentif, dan hukuman yang tepat diharapkan perusahaan bisa menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk penciptaan nilai. Karyawan termotivasi karena target dan ukuran yang jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen seharusnya telah menetapkan rumus insentif terlebih dulu sehingga    karyawan seharusnya juga bisa mengukur besarnya bonus yang akan diperoleh bila karyawan dan kelompok kerjanya mencapai prestasi tertentu.  *****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Heri Susanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-7702894297293904993?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/7702894297293904993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/7702894297293904993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2009/03/konsep-modernisasi-perusahaan.html' title='KONSEP MODERNISASI PERUSAHAAN'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-9035503675568918227</id><published>2009-01-12T01:46:00.002+07:00</published><updated>2009-03-08T17:26:25.574+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>Mungkinkah Resolusi BUMN di Tahun 2009 Dapat terwujud ?</title><content type='html'>Mungkinkah di tahun 2009 Pemerintah dan DPR masa yang akan datang dapat membawa BUMN sebagai Perusahaan multinasional Indonesia yang fokus, memiliki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;core competence, &lt;/span&gt;dipimpin &lt;span style="font-style:italic;"&gt;CEO &lt;/span&gt;kelas dunia, menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the new Indonesia's carrier flag&lt;/span&gt; dan masuk dalam rangking utama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fortune 500 &lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-9035503675568918227?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/9035503675568918227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/9035503675568918227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2009/01/mungkinkah-resolusi-bumn-di-tahun-2009.html' title='Mungkinkah Resolusi BUMN di Tahun 2009 Dapat terwujud ?'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1629778017217214930</id><published>2008-12-07T21:10:00.002+07:00</published><updated>2008-12-07T21:20:37.070+07:00</updated><title type='text'>MENGAMATI WEBSITE</title><content type='html'>Gema lomba dalam rangka memberikan apresiasi kepada para karyawan semakin menggelegar di salah satu Perusahaan terkemuka di negeri ini. Terobosan yang inovatif dalam menyelenggarakan hajat ini patut diacungi jempol. Namun  inovasi yang menggunakan jejaring internet belum menandai azas transparansi yang sesungguhnya. ‘Pengelola&lt;span style="font-style:italic;"&gt; website&lt;/span&gt;’ dalam ajang ini masih tidak tahan kriktik atas komentar dan pertanyaan para karyawan yang mencermati ajang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘award’&lt;/span&gt; ini. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bila pekan lalu jumlah karyawan yang memberikan komentar  dan pertanyaan baru mencapai angka 6, pekan ini tidak melampaui angka 1. Bahkan kalau metode pengelola ini tidak interaktif, jumlah pesertanya jauh dari yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; ini sepatutnya adalah karyawan yang lebih inovatif dan informatif dibandingkan dengan para peserta ajang ini, bukan malah sebaliknya.  Ajang ini merupakan jawaban terhadap tuntutan perkembangan perusahaan yang lebih modern.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan harapan sebagian besar para karyawan yang menginginkan adanya media informasi yang interaktif, manajemen pengelola &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; tersebut justru menutup ruang interaktif dalam media itu. Pengeloa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Website &lt;/span&gt;hanya berani menampilkan komentar dan pertanyaan karyawan tanpa adanya jawaban. Terkesan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; tersebut hanya mementingkan kulitnya tanpa menguasai kaidah – kaidah jurnalistik dalam dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berkali-kali komentar dan pertanyaan yang mengkritisi ajang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Award”&lt;/span&gt; ini kencang disuarakan, tetapi lenyap tidak menentu. Lenyap karena pengelola &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; ini hanya berani menampilkan komentar dan pertanyaan yang bernada &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“ABS”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, lenyap karena ancaman, dan lenyap karena 'saling pengertian' yang tidak sama dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;understanding. &lt;/span&gt;Ada karyawan yang memaksakan pengertian dan ada pula yang rela menerima pengertian, walaupun tidak seluruhnya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar di dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; harus dilihat sebagai hak karyawan. Karena hak bisa digunakan, bisa juga tidak. Ketika sebuah hak dijamin dengan undang-undang, hak itu haruslah diabdikan bagi kebutuhan dan alasan yang sangat penting. Tidak bisa hak dipakai untuk sekadar memperoleh bargaining.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masing-masing memiliki hak, pengelola &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website &lt;/span&gt;berhak menjelaskan dan karyawan berhak bertanya, tidak perlu ada ketakutan sedikit pun terhadap pertanyaan dan komentar karyawan di dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; tersebut. Pengelola &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; tidak boleh takut menggunakan hak jawabnya. Dan manajemen, dalam hal ini pengelola website, tidak boleh takut menghadapi pertanyaan dari karyawan. Jadi kedua pihak harus sama-sama memiliki keyakinan untuk melihat komentar dan pertanyaan para karyawan sebagai hal yang biasa-biasa saja, bukan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen dalam hal ini "pengelola &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website"&lt;/span&gt; harus menghadapinya dengan santai. Tidak boleh, misalnya, menggagalkan komentar dan pertanyaan yang sudah di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;upload&lt;/span&gt; karyawan dengan tidak berani menampilkannya dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-sekali manajemen perlu memperlihatkan kepada karyawan secara langsung dalam sebuah tanya jawab yang cerdas dan benar. Sebab, karyawan yang vokal  bukan manusia sempurna yang memonopoli kebenaran. Mereka juga bisa salah membaca gejala dan persoalan. Penjelasan yang cerdas, benar, dan berani akan memperkuat citra bahwa manajemen berpihak pada kebenaran, bukan kepada kompromi-kompromi tentang kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula manajemen. Komentar dan pertanyaan kritis  yang terlalu sering dimatikan oleh “oknum manajemen” akan merusak citra manajemen juga. Bila terus berkompromi karena lobi politik kantor, lama-kelamaan karyawan yang vokal menobatkan dirinya sebagai alat kelengkapan manajemen yang keliru. Padahal karyawan yang vokal dan manajemen adalah sesama karyawan  di dalam perusahaan ini yang memiliki independensi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website &lt;/span&gt;pun demikian. Pengelola &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; ini akan mengubah dirinya sebagai corong kekuasaan yang sangat keliru bila setiap komentar dan pertanyaan dari karyawan dihadapi dengan penuh ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“karyawan yang vokal”&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“manajemen pengelola website”&lt;/span&gt; harus mengatakan dengan kepercayaan diri yang besar bahwa pertanyaan dan komentar yang kritis bukanlah hal yang sangat menakutkan. Karyawan tidak boleh takut bertanya dan memberikan komentarnya, dan manajemen pengelola &lt;span style="font-style:italic;"&gt;website&lt;/span&gt; tersebut tidak perlu takut menjawab.***** &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Walahualam bi shawab&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1629778017217214930?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1629778017217214930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1629778017217214930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/12/mengamati-website.html' title='MENGAMATI WEBSITE'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-7143006298013864454</id><published>2008-11-29T12:14:00.002+07:00</published><updated>2008-11-29T12:19:19.261+07:00</updated><title type='text'>KITA HARUS KONSOLIDASI</title><content type='html'>Visi PT. Jasa  Marga (Persero) Tbk untuk menjadi perusahaan yang modern dalam bidang pengembangan dan pengoperasian jalan tol, serta menjadi pemimpin (leader) dalam industrinya dengan mengoperasikan paling sedikit 50% panjang jalan tol di Indonesia serta memiliki daya saing yang tinggi di tingkat Nasional dan Regional. Berdasarkan UU No: 38/2004, Jasa Marga sebagai BUMN mengalami perubahan peran dari regulator menjadi hanya peran operator saja di bidang pengelolaan jalan tol. Dampak dari beralihnya fungsi perusahaan ini akan menciptakan tekanan luar biasa agar terus menghasilkan pendapatan yang lebih besar untuk ber-investasi dalam membangun ruas jalan tol yang baru. Ujung-ujungnya, tuntutan pertumbuhan tingkat Laba melampaui kapasitas kita untuk menghasilkannya, hal ini akan menciptakan tekanan luar biasa pada bisnis perusahaan  maupun pada para karyawannya &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menangani situasinya dengan lebih baik, kita harus membangun Budaya Korporasi yang unggul dengan Moto &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Research Makes The Difference”&lt;/span&gt;. Kita harus mengadakan survei dengan metode&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Variance Analysis&lt;/span&gt; terhadap sikap karyawan dan berbagai kebijakan perusahaan dengan mendirikan semacam Lembaga Polling &lt;span style="font-style:italic;"&gt;( Center for Values Research )&lt;/span&gt;. Tujuan dari membangun Budaya Korporasi adalah membangun Reputasi dan membangun Self Confidence terhadap arus perubahan yang nyata. Kita harus memulai Budaya Korporasi, seperti contohnya di mana dalam forum rapat dan dengar pendapat tentang Reenginering The Company, para karyawan  sebaiknya dipersilakan mengambil inisiatif serta memperlihatkan kualitas proaktifnya.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Kita dapat merubah tantangan menjadi peluang dalam hal Reenginering The Company dengan cara membangun budaya memfokuskan pada apa yang sungguh penting. Kita harus menciptakan Team yang terdiri dari para karyawan di seluruh organisasi dari semua tingkatan dan kita minta mereka untuk menciptakan rasa terarah ke sebuah Visi untuk menjadi Leader didalam membangun dan mengoperasikan jalan tol ditingkat nasional maupun regional, dan mewujudakan Misi Jasa Marga untuk menjadi perusahaan Global yang mempunyai Intangible Asset dan  mempunyai Corporate Image yang tidak bisa disaingi oleh siapa pun dibidang pengelolaan jalan tol. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kata kuncinya “Kita harus konsolidasi dalam pembinaan sumber daya manusia untuk menyikapi perubahan ini”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dulu, organisasi ini memuji para karyawan yang memadamkan api, tetapi saat ini kita ingin melampaui itu, kita ingin mendorong sikap proaktif, maka kita harus memberikan Reward dan harus mempromosikan para karyawan yang mencegah timbulnya masalah maupun para karyawan yang memadamkan apinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang paling penting adalah mengambil langkah proaktif  untuk mengetahui apa yang diinginkan para karyawan dari perusahaan, mendengarkan dan menindaklanjuti keluhan mereka . Kita harus menangani tugas ini dengan tegas, karena kita masih bekerja dalam lingkungan yang ragu-ragu, di mana para karyawan masih bersikap reaktif, mempertanyakan apakah kita atau mereka yang mempengaruhi masa depan ?&lt;br /&gt;Dalam hal ini kita harus melakukan perubahan-perubahan dengan hati-hati, selangkah demi selangkah, dan secara bertahap membangun keyakinan organisasi terhadap komitmen-komitmen serta memperlihatkan ketangguhan mental yang berdisiplin.**** &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-7143006298013864454?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/7143006298013864454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/7143006298013864454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/11/kita-harus-konsolidasi.html' title='KITA HARUS KONSOLIDASI'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-80519370112345590</id><published>2008-11-10T00:48:00.003+07:00</published><updated>2008-11-10T00:56:02.219+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Mencermati Komunikasi Para Manajer  ?</title><content type='html'>Mengelola suatu Perusahaan di mana pun membutuhkan komunikasi yang efektif. Ia berbanding lurus dengan sistem yang menaunginya. Bila komunikasi berjalan lancar, teratur, dan sehat, sistem komunikasi pun memiliki kemampuan respons yang tinggi terhadap tuntutan perubahan zaman. Dengan demikian, sistem komunikasi terbangun dengan andal dan mapan karena bisa mengembangkan kapasitas dan kapabilitasnya secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Model seperti itu biasanya ada di perusahaan – perusahaan modern. Aksi korporasi yang dilakukan pun lebih terarah dan terukur. Namun, model seperti itu belum terbangun di banyak Perusahaan. Jangankan membangun model sistem komunikasi yang andal, berkomunikasi dengan baik dan benar pun banyak manajer yang belum mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita jumpai dua pernyataan berbeda dari para manajer, ini menunjukkan buruknya komunikasi, Banyak manajer yang belum bisa membedakan apakah pernyataannya sebatas opini pribadi atau membawa nama lembaga. Tidak sedikit pula manajer memiliki basis data yang saling berbeda. Akibatnya, pernyataan antara satu manajer dan manajer lain kerap berbeda, bahkan bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui komunikasi di hampir seluruh elemen ini masih buruk, baik secara vertikal maupun horizontal. Karena itu, pentingnya ada koordinasi yang solid antar manajer. Sebuah pendapat pribadi yang belum menjadi keputusan sebaiknya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;'disimpan'&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dulu. Jangan diumbar di depan publik. Sebab, akan sangat membingungkan kita semua. Padahal, mereka punya tugas menyelesaikan persoalan. Bukan malah bikin persoalan.&lt;br /&gt;Jadi jangan heran jika Perusahaan Anda selalu ribut masalah komunikasi yang tidak nyambung. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Walahualam bi shawab***&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-80519370112345590?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/80519370112345590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/80519370112345590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/11/bagaimana-mencermati-komunikasi-para.html' title='Bagaimana Mencermati Komunikasi Para Manajer  ?'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-6470554152788615862</id><published>2008-11-01T20:02:00.011+07:00</published><updated>2009-03-08T17:36:29.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>APAKAH DIREKSI  BUMN HARUS ORANG DARI DALAM. ?</title><content type='html'>Seperti selebriti, isu pergantian direksi di BUMN selalu menarik perhatian. Wajah-wajah segar muncul di sela nama-nama lawas. Manakah yang lebih baik, “orang dalam” atau “orang luar”? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarik-ulur direksi BUMN seperti tak ada habisnya. Menentukan siapa sosok terbaik yang pantas memimpin perusahaan pelat merah selalu menjadi polemik berkepanjangan. Entahlah, mungkin muatan politis terlalu kental menyelimuti setiap pergantian direksi BUMN. Asal-usulnya pun kerap menjadi persoalan. Apakah berasal dari orang dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(internal cycle)&lt;/span&gt; atau justru mengundang orang luar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(external cycle)&lt;/span&gt;? Aroma persaingan pun terasa pekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tak ada rumusan baku tentang persoalan ini. Hanya, memang, fakta membuktikan sebagian besar direksi BUMN merupakan eksekutif karier. Namun, dalam sejumlah kasus, ada juga yang berasal dari BUMN lain, atau malah berasal dari eksekutif swasta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip Direksi berasal dari orang dalam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara prinsip, tak ada aturan yang mengharuskan direksi BUMN berasal dari orang dalam. Begitu pula sebaliknya. Sebagian kalangan berpendapat direksi BUMN berasal dari orang dalam kan lebih baik. Hal ini, katanya, akan membuat efektivitas proses manajemen menjadi lebih cepat. Alasannya “Direksi baru tidak perlu waktu terlalu lama untuk masa bulan madu atau masa penyesuaian” .  Ia bisa segera bekerja karena persoalan di perusahaan telah dipahaminya. Ia bisa pula segera membuat keputusan strategis tanpa perlu menelaah ulang masalah satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini masuk akal. Pasalnya, dengan kondisi sekarang, direksi BUMN harus mampu membuat langkah strategis dengan cepat. Kalau direksinya berasal dari luar, ia cenderung membutuhkan waktu lama untuk penyesuaian. Selain harus mengenali karakteristik dan jiwa perusahaan, waktunya banyak terbuang untuk sekadar menginventarisasi masalah. Boleh jadi, ide-ide solusi yang diterapkan tidak cocok dengan bisnis yang dipimpinnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip Direksi berasal dari orang Luar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan berbeda pun cukup masuk akal, seperti prinsip direksi BUMN dari orang luar.  Sebagian kalangan melihat banyak hal positif jika direksi baru BUMN berasal dari luar. Sebab, orang luar biasanya justru mampu melihat persoalan secara objektif. Mereka bisa melakukan perubahan paradigma sesuai kebutuhan pasar. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Hanya, persoalannya, membawa orang luar, belum tentu bisa bekerja sama dengan tim yang berasal dari dalam,” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya berpendapat, tidak mempermasalahkan kalau direksi baru BUMN diambil dari dalam perusahaan. Namun, saya melihat ada kecenderungan orang dalam susah melakukan perubahan signifikan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kecuali orang dalam tersebut, benar-benar professional dan mempunyai etika dan memahami hukum secara mendalam. Saya melihat banyak professional dari dalam BUMN yang mempunyai kemampuan seperti itu. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Unsur Politis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan dreksi baru di BUMN tidak terlepas dari fakta yang selalu kental unsur politis. Pemerintah biasanya tidak hanya melihat kinerja sebagai satu-satunya aspek penting. Banyak pertimbangan lain yang turut menjadi prioritas. Misalnya, kerja sama dengan pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari orang dalam atau orang luar, tantangan direksi baru BUMN sungguh berat saat ini. Hal yang harus dicermati selama mereka menjabat sebagai Direksi BUMN haruslah terlepas dari praktek-praktek KKN secara nyata, bukan hanya retorika yang tertuang dalam Pakta Integritas. Direksi harus netral terhadap rumor yang dihembuskan oleh kelompok-kelompok karyawan yang bermain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"office politic"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; di dalam Perusahaan. Direksi juga harus bisa membuktikan bahwa mereka memang sosok yang pantas dipilih. Celakanya, tolok ukur keberhasilan mereka cukup banyak. Keberhasilannya tidak hanya dilihat dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;sisi keuangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, tetapi juga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;nilai tambah perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;efektivitas kerja sama dengan pemerintah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kerjasama ini juga sulit di definisikan karena banyaknya kepentingan yang bermain. Mana yang di dahulukan. Kepentingan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Departemen Teknis, Kementerian BUMN atau Regulator yang membidangi BUMN tersebut ? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mampukah mereka ? Biarkan waktu yang menjawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-6470554152788615862?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6470554152788615862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6470554152788615862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/11/prinsip-di-bumn-direksi-harus-orang.html' title='APAKAH DIREKSI  BUMN HARUS ORANG DARI DALAM. ?'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-4458663705012917595</id><published>2008-10-18T22:47:00.010+07:00</published><updated>2008-11-12T11:58:55.832+07:00</updated><title type='text'>REFORMASI SKJM UNTUK SIAPA ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalam reformasi terkandung tujuan akan lahirnya perubahan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan untuk sebagian besar pihak. Bila perubahan itu mengarah ke situasi sebaliknya, lahirlah berbagai pertanyaan, semisal ke arah mana sejatinya perubahan itu. Dan, untuk siapa perubahan itu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Unjuk rasa di Kantor DPP SKJM yang terjadi hari Selasa, 14 Oktober 2008 ini tidak bebas dari pertanyaan dan keraguan semacam itu. Unjuk rasa yang dilakukan oleh perwakilan karyawan dari 4 (Empat) Pengurus DPC SKJM sejabotabek telah membuat keputusan untuk mosi tidak percaya atas kepemimpinan DPP SKJM yang dianggap sudah tidak aspiratif lagi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perubahan itu jelas belum signifikan. Apalagi perubahan itu masih belum cukup untuk mengimbangi hak suara 6 (Enam) DPC SKJM yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, unjuk rasa yang dilakukan patut diperhatikan dan diberi apresiasi meskipun aksi unjuk rasa yang dilakukan hanya oleh 4 (Empat) DPC SKJM sejabotabek. Ini bertanda lahirnya babak baru demokrasi di SKJM yang lebih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, aksi unjuk rasa bukanlah segalanya. Apalagi bila perubahan di SKJM itu di masa depan diembel-embeli dengan kriteria yang akan membuat posisi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;shareholder &lt;/span&gt;utama yaitu seluruh lapisan karyawan  tidak diuntungkan.. Jangan sampai terjadi niat yang tulus dari teman-teman SKJM di tunggangi oleh oknum-oknum tertentu. Siapa lagi yang diuntungkan kalau bukan hanya para opportunis yang hanya mencari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"kesempatan dalam kesempitan" &lt;/span&gt;di perusahaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rumor yang mengemuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria seperti masa kerja yang hilang akibat sistem diskonto dan tidak adanya tabel masa jabatan membuat para karyawan kehilangan kompensasi masa baktinya selama ini. Para karyawan yang tidak terkena dampak dari sistem ini kian mapan dan para karyawan ditingkat bawah kian terpinggirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi itu jelas menguntungkan karyawan yang sudah telanjur besar gajinya, tetapi hanya memberikan kenaikan gaji yang tidak wajar  terhadap para karyawan dilapisan bawah dengan slogan sistem remuresi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Diskonto”&lt;/span&gt;.. Sementara itu, Manajemen dan DPP SKJM tetap mempertahankan system yang keliru ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga kriteria penyesuaian gaji karyawan akibat dampak kenaikan BBM berdasarkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;flat&lt;/span&gt; 8,8% yang terkesan punya misi subjektif. Semakin besar gaji karyawan maka semakin besar kompensasi yang diterima akibat kenaikan BBM ini. Namun, sebaliknya kenaikan BBM yang sangat memberatkan karyawan ditingkat bawah, tidak dimbangi kompensasi yang wajar dari perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, bila reformasi SKJM terus dilakukan dalam arah demikian, kemaslahatan SKJM menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;absurd&lt;/span&gt;. Dan seruan beberapa DPC SKJM untuk melakukan kongres Luar biasa memiliki basis justifikasi kuat. Terlebih saat SKJM gagal melakukan reformasi dalam sistem kaderisasi dan Sistem remunerasi yang adil dan bertanggungjawab. Hal ini terjadi  akibat terlalu memaksakan resep-resep yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;instant&lt;/span&gt; tanpa melibatkan unsur para tokoh-tokoh karyawan yang mumpuni di dalam bidang ini. Sistem yang keliru ini  menjadikan sistem remunerasi yang tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian menjadi penting bagi seluruh karyawan dan para pengurus DPC – DPC SKJM untuk terus melakukan perubahan. Perubahan yang menguntungkan seluruh anggota. Bukan perubahan yang membuat karyawan ditingkat bawah semakin  tidak berdaya dan karyawan menjadi terpecah belah.*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;*****Bersatulah....!!! Jadikan Perbedaan Sebagai Asset Organisasi SKJM.*****&lt;br /&gt;*****Dibalik Perbedaan, Pasti Lebih Banyak Persamaan Diantara Kita*****&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-4458663705012917595?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/4458663705012917595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/4458663705012917595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/10/reformasi-skjm-untuk-siapa.html' title='REFORMASI SKJM UNTUK SIAPA ?'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-6069145634042080056</id><published>2008-10-18T22:40:00.006+07:00</published><updated>2008-10-19T17:25:06.183+07:00</updated><title type='text'>BURUNG DENGAN SEBELAH SAYAP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SPo2W_7bLQI/AAAAAAAAAEs/WcJPWGEgif4/s1600-h/burung.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SPo2W_7bLQI/AAAAAAAAAEs/WcJPWGEgif4/s200/burung.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258575283654176002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat dengan potensi tinggi, mengeluh berat setelah pindah-pindah kerja di lebih dari lima tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tadinya, saya pikir ia mencari penghasilan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengarkan dengan penuh empati, SAHABAT ini rupanya mengalami kesulitan dengan lingkungan kerja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di semua tempat kerja sebelumnya, dia selalu bertemu dengan orang yang tidak cocok. Di sini tidak cocok dengan atasan, di situ bentrok dengan rekan sejawat, di tempat lain malah diprotes bawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau SAHABAT di atas berhobi pindah-pindah kerja, seorang SAHABAT saya yang lain punya pengalaman yang lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berganti istri sejumlah tiga  kali, dengan berbagai alasan yang berbau tidak cocok, ia kemudian merasa capek dengan kegiatan berganti-ganti pasangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengusaha berhasil punya pengalaman lain lagi. Setiap kali menerima orang baru sebagai pimpinan puncak,  ia senantiasa semangat dan penuh optimis. Seolah-olah orang baru yang datang pasti bisa menyelesaikan semua masalah. Akan tetapi, begitu orang baru ini berumur kerja lebih dari satu tahun, maka mulailah kelihatan busuk-busuknya. Dan ia pun mulai capek dengan kegiatan berganti-ganti pimpinan puncak ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh cerita di atas menunjukkan bahwa kalau motif kita  mencari pasangan - entah pasangan hidup maupun pasangan kerja adalah mencari orang yang cocok di semua bidang, sebaiknya dilupakan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin dari semua inilah, maka sering kali saya mendengar di depan lebih dari ratusan forum, bahwa fundamen paling dasar dari manajemen sumber daya manusia adalah manajemen perbedaan. Yang mencakup dua hal mendasar : menerima perbedaan dan mentransformasikan perbedaan sebagai kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya,&lt;br /&gt;kendati idenya sederhana, namun implementasinya memerlukan  upaya yang tidak kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bisa terjadi, karena tidak sedikit dari kita yang menganggap diri seperti burung yang bersayap lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa terbang (baca : hidup dan bekerja ) sendiri tanpa ketergantungan pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, meminjam apa yang pernah ditulis Luciano de Crescendo.&lt;br /&gt;Kita semua sebenarnya lebih mirip dengan burung yang bersayap sebelah&lt;br /&gt;Dan hanya bisa terbang kalau mau berpelukan  erat-erat bersama orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh berpendapat lain, namun pengalaman, pergaulan  dan bacaan  saya menunjukkan dukungan yang amat kuat terhadap pengandaian burung bersayap sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hampir tidak pernah saya bertemu pemimpin berhasil tanpa kemampuan bekerja sama  dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah saya temukan keluarga bahagia tanpa kesediaan sengaja untuk 'berpelukan' dengan anggota keluarga yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di tingkat pemimpin Negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang sehebat Nelson Mandela dan    Kim Dae Jung  bahkan mau ………   berpelukan bersama orang yang dulu pernah menyiksanya&lt;br /&gt;Lebih-lebih kalau kegiatan berpelukan ini dilakukan dengan penuh cinta.&lt;br /&gt;Ia tidak saja merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, mentransformasikan kegagalan menjadi keberhasilan, namun juga membuat semuanya  tampak indah dan menyenangkan&lt;br /&gt;Makanya, penulis buku Chicken Soup For The Couple Soul mengemukakan, cinta adalah rahmat Tuhan yang terbesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian besarnya  makna dan dampak cinta, sampai-sampai ia tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Rugi besarlah manusia yang selama hidupnya tidak pernah mengenal cinta. Ia seperti pendaki gunung yang tidak pernah sampai di puncak gunung. Capek, lelah, penuh perjuangan namun sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua, mendidik saya untuk hidup dengan pelukan cinta. &lt;br /&gt;Di pagi hari ketika baru bangun dan membuka jendela, saya senantiasa berterimakasih akan  pagi yang indah. Dan mencari-cari lambang cinta yang bisa saya peluk. Entah itu pohon bonsai di halaman rumah, ikan koi di kolam, atau suara anak yang rajin menonton film kartun. Begitu keluar dari kamar tidur, akan indah sekali hidup ini rasanya kalau saya mencium anak, atau istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat burung gereja yang memakan nasi yang sengaja diletakkam di pinggir kali , juga menghasilkan pelukan cinta tersendiri. Demikian juga dengan di kantor, godaan memang ada banyak sekali. Dari marah, stres, frustrasi, egois sampai dengan nafsu untuk memecat orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, begitu saya ingat karyawan dan karyawati ditingkat bawah yang bekerja penuh ketulusan, dan menghitung jumlah perut yang tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan. Energi pelukan cinta entah datang dari mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kembali ke pengandaian awal tentang burung dengan sebelah sayap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memang tidak pernah melahirkan manusia yang sempurna.&lt;br /&gt;Kita selalu  lebih di sini  dan  kurang di situ.    Atau sebaliknya.  Kesombongan atau keyakinan berlebihan  yang menganggap kita bisa sukses sendiri tanpa bantuan orang lain, hanya akan membuat kita bernasib sama dengan burung  yang bersayap sebelah, namun memaksa diri untuk terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintar dan sehebat apapun kita, tetap kita hanya akan memiliki sebelah sayap&lt;br /&gt;Mau belajar, berjuang, berdoa, bermeditasi atau sebesar dan sehebat apapun usaha kita, semuanya akan diakhiri dengan jumlah sayap yang hanya sebelah&lt;br /&gt;Oleh karena alasan inilah, saya selalu ingat pesan seorang sahabat untuk memulai kehidupan setiap hari dengan pelukan.&lt;br /&gt;Entah itu memeluk anak, memeluk istri, memeluk kehidupan, memeluk alam semesta, memeluk Tuhan atau di kantor memulai kerja dengan 'memeluk' orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-6069145634042080056?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6069145634042080056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6069145634042080056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/10/burung-dengan-sebelah-sayap.html' title='BURUNG DENGAN SEBELAH SAYAP'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SPo2W_7bLQI/AAAAAAAAAEs/WcJPWGEgif4/s72-c/burung.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-5824675031720424212</id><published>2008-09-25T01:11:00.003+07:00</published><updated>2008-09-27T16:04:05.851+07:00</updated><title type='text'>Menanti Lailatul Qadr </title><content type='html'>MALAM YANG DINANTIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam kedua puluh tujuh Ramadhan, pendapat ini lahir berdasarkan beberapa riwayat, di antaranya hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari 'Abdah dan 'Asim Bin Abi Najwad: keduanya mendengar Zur Ibnu Hubaisy berkata: "Aku bertanya kepada Ubay Bin Ka'ab ra tentang datangnya malam Lailatul Qadar" Kemudian aku meneruskan: "Sesungguhnya adikmu Ibnu Mas'ud pernah berkata: "Barang siapa yang bangun pada tengah malam selama setahun maka ia akan mendapatkan malam Lailatul Qadar?" Pada waktu itu Ubay menjawab: "Ia (Ibnu Mas'ud) tidak ingin manusia hanya beribadah pada malam itu saja, ia berkata seperti itu karena ia tahu bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, yaitu pada malam ke duapuluh tujuh, kemudian ia bersumpah bahwa malam Lailatul Qadar benar-benar jatuh pada malam ke dua puluh tujuh" Kemudian aku bertanya: "Apa dalil yang dapat membuktikan perkataanmu itu wahai Abu Mundzir?" Ia menjawab: "Dengan ciri-ciri yang pernah Rasulullah sebutkan, seperti terbitnya matahari dengan redup tanpa cacat,&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dari hadis tersebut kita dapat menilai bahwa para sahabat mampu melihat keberadaan malam Lailatul Qadar, akan tetapi kehati-hatian dalam beribadah telah menumbuhkan keimanan dan mengembangkan ketaqwaan dalam jiwa dan diri mereka, sehingga tertuanglah gerak ritmis ritual keagamaan menghiasi setiap malam mereka dengan sujud dan tafakur, berdzikir dan bertasbih tanpa mengenal lelah, hanya untuk menggapai ridlonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis Abdullah Bin Mas'ud di atas disebutkan: "Barang siapa yang bangun di malam hari selama setahun maka ia akan mendapatkan Lailatul Qadar". Hadis tersebut menghimbau seluruh manusia untuk tidak hanya mengkhususkan malam Lailatul Qadar sebagai satu-satunya tempat untuk beribadah, lebih dari itu ia menghimbau supaya manusia mengisi setiap detik dari malam-malamya dengan ibadah, dan jangan membiarkan malam-malam yang lain dalam tahun tersebut kosong tanpa diisi dengan ibadah, dzikir dan taubat kepada-Nya. Seandainya manusia mengetahui rahasia di balik malam Lailatul Qadar, malam yang jatuh pada malam dua puluh tujuh Ramadhan!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah disebutan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra tentang salah satu ciri datangnya malam Lailatul Qadar: "Kami mengetahui datangnya malam Lailatul Qadar dari Rasulullah SAW, ketika itu beliau bertanya: "Siapa diantara kalian yang pernah melihat bulan pada waktu malam muncul seperti retak tempurungnya?" Dari hadis tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa Lailatul Qadar datang pada akhir bulan Ramadhan, karena bulan dengan bentuk yang ditunjukkan Nabi tidak datang kecuali pada akhir bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah Bin Anas bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apakah kamu melihat malam Lailatul Qadar kemudian melupakannya? Allah telah memperlihatkan tanda-tanda kedatangannya kepadaku pada pagi harinya, sehingga akupun tersujud di tanah yang becek dan berlumpur" Kemudian beliau meneruskan "Hujan itu telah datang pada malam dua puluh tiga" Rasulullah pun salat bersama kami, kemudian pergi begitu saja, sekalipun tanah bercampur air masih tersisa di kening dan hidungnya, Abdullah Bin Anas berkata: "Dua puluh tiga (malam dua puluh tiga Ramadhan)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pendapat yang dianggap kuat adalah pendapat yang mengatakan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada hari ganjil sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan dari hari ganjil itulah terpilih malam dua puluh tujuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abdurrazik dari Ibnu Abbas ia berkata: "Umar memanggil para sahabat Rasulullah, kemudian menanyakan perihal malam Lailatul Qadar pada mereka, maka mereka sepakat bahwa malam tersebut jatuh pada malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Kemudian Ibnu Abbas berkata: "Ketika itu aku mengatakan kepada Umar: "Sesungguhnya aku tahu malam keberapakah itu" Kemudian umar bertanya: "Malam ke berapa?" Akupun menjawab: "Malam ketujuh pertama bulan Ramadhan atau malam ketujuh pada sepuluh terakhir bulan tersebut" Kemudian ia bertanya kembali: "Dari mana kamu mengetahui hal tersebut?" Maka aku-pun menjawab: "Allah telah menciptakan tujuh lapis langit, dan tujuh lapis bumi, tujuh hari, dan masa terus bergulir dalam tujuh perputaran, manusia terbentuk dalam tujuh bulan, bersujud sebanyak tujuh kali, begitu pula dengan thawaf melempar jumrah dan sebagainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting untuk selalu di ingat dan diperhatikan adalah bahwa malam ini adalah malam yang penuh dengan keutamaan, kedudukannya sangat mulia di sisi Tuhan, dimana seorang Muslim dianjurkan untuk mengisinya dengan ibadah dan memperbanyak do'a terutama do'a yang terdapat dalam hadis Aisyah RA: "Aku (Aisyah) berkata": "Wahai Rasulullah beritahukanlah kepadaku, apabila datang malam lailatul Qadar, do'a apakah yang harus aku baca?" Bersabda Rasulullah "bacalah: "Ya Allah, engkau adalah dzat yag maha pemaaf, maka maafkanlah semua dosa dan salahku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra, bahwasanya Nabi berkata: "Barang siapa yang bangun untuk beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mawas diri, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu" Maka ibadah yang ia lakukan pada malam itu sama pahalanya dengan ibadah seribu bulan, dan do 'a yang paling utama bagi seorang hamba pada malam itu adalah memohon ampunan dan maaf dari Allah Tuhan seru sekalian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Sowiy berkata dalam tafsirnya: "Dan do'a yang paling utama pada malam itu adalah memohon ampunan, maaf dan kesehatan kepada Tuhannya." Dan bagi orang yang membagi waktunya dalam sepanjang malam tersebut untuk memilih dan memilah bacaan yang banyak pahalanya, seperti Ayat kursi, ayat-ayat terakhir dari &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt; Al-Baqarah, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Al-Ikhlas, memperbanyak istigfar dan shadaqoh, dan disebutkan: "Barang siapa yang shalat Magrib dan Isya berjama 'ah maka akan mendapatkan pahala seperti pahala Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa orang yang mengerjakan shalat Isya berjama'ah maka ia dianggap telah mendirikan shalat malam, dan barang siapa yang mengerjakan shalat Subuh berjamaah maka ia seakan-akan mendapatkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barang siapa yang mengucapkan "laa ila ha illa Allah al Halim Al Karim subhanallah rabbu as Samawati as Sab'I wa Rabbu Al 'arsyi Al 'adzim" sebanyak tiga kali maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mendapatkan pahala Lailatul Qadar. Beribadah dan mengisi setiap malamnya dengan hati yang tulus, niat yang ikhlas, menyerahkan diri kepada Tuhan secara lahir dan batin, karena Allah akan menerima ibadah orang-orang yang bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Lailatul Qadar adalah malam yang ditunggu dan diharapkan kedatangannya dimana semua do'a akan diterima, dimana para maikat diturunkan ke bumi, dimana pintu rahmat dibukakan bagi mereka yang beriman dan beramal shaleh. Maka berbahagialah orang-orang yang dapat mensucikan dirinya dari rasa dengki dan menenggelamkan diri dalam shalat, shalawat, dalam dzikir dan do'a, memperbanyak membaca Al-Quran, dan memohon ampunan pada dzat yang maha pengampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Apabila datang Lalilatul Qadar, turunlah Jibril dalam barisan para malaikat, mereka mengucapkan salawat dan salam kepada hamba Tuhan (baik yang duduk maupun berdiri) yang selalu berdzikir kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul Qadar adalah hadiah yang Tuhan berikan untuk hambanya yang Mukmin, dan hanya orang memperbanyak taubat, dzikir dan do'a lah yang akan mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disunting dari al-Shiyâm fî 'l-Islam, karya Dr. Ahmad Umar Hasyim. Penyunting dan alih bahasa: Yessi Afdiani NA.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} -&lt;/style&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-5824675031720424212?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5824675031720424212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5824675031720424212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/09/menanti-lailatul-qadr.html' title='Menanti Lailatul Qadr '/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1571690474135699045</id><published>2008-09-25T01:03:00.009+07:00</published><updated>2008-09-27T02:02:17.914+07:00</updated><title type='text'>Zakat Fitrah : Demi Sempurnanya Pahala Ramadhan</title><content type='html'>Tahun 2 Hijriyah (624 M) menjadi momen penting bagi umat Islam. Untuk pertama kalinya, zakat fitrah dan zakat harta diwajibkan serta shalat hari raya ditetapkan. Pada tahun itu pula Nabi Muhammad SAW telah mendapat wahyu tentang perintah jihad. Zakat fitrah ini (hukumnya) wajib berdasarkan hadis (dari) Ibnu Umar RA, "Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri (pada bulan Ramadhan kepada manusia)." (HR Bukhari dan Muslim).&lt;span class="fullpost"&gt;="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama juga berpendapat bahwa zakat fitrah wajib juga atas janin di dalam kandungan, tetapi tidak ditemukan dalil akan hal itu, karena janin tidak bisa disebut sebagai anak kecil atau besar, baik menurut masyarakat maupun istilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Rasulullah, zakat fitrah dikeluarkan berupa satu gantang gandum, satu gantang kurma, satu gantang susu, satu ganang anggur kering atau salt (sejenis gandum yang tidak berkulit). Seperti hadis Abu Sa'id Al Khudri RA, "Kami mengeluarkan zakat (pada zaman Rasulullah SAW) satu gantang makanan, satu gantang gandum, satu gantang korma, satu gantang susu kering, satu gantang anggur kering." (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, seorang Muslim harus mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya dan seluruh orang yang di bawah tanggungannya, baik anak kecil maupun orang tua laki-laki dan perempuan, orang yang merdeka dan budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat fitrah tersebut tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya, mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadis Ibnu Abbas ra: "Rasulullah menegaskan zakat fithri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin." Sebagian ahlul ilmi berpendapat bahwa zakat fithri diberikan kepada delapan golongan, termasuk kepada mereka yang menangani zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu pernah Ibnu Umar mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan) untuk mengumpulkannya. Ibnu Umar mengeluarkan zakatnya satu hari atau dua hari sebelum Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun waktunya, zakat fitrah ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) melaksanakan shalat Ied, tidak boleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya, kecuali satu atau dua hari sebelum Ied. Apabila pelaksanaan zakat itu diakhirkan shalat maka dianggap sebagai sedekah berdasarkan hadis riwayat Ibnu Abbas RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewat-lewatkan pembayaran zakat fitrah sehingga selesai sembahyang hari raya hukumnya adalah makruh, kerana tujuan utamanya ialah untuk membahagiakan orang-orang miskin di hari raya. Sehingga apabila dilewatkan pembayaran pada waktunya maka hilanglah separuh kebahagian pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas RA meriwayatkan, "Rasulullah SAW telah menfardukan zakat fitrah bertujuan menyucikan orang-orang yang berpuasa dari kelalaiannya. Sesungguhnya ia adalah salah satu daripada sedekah. Oleh itu siapa yang melewat-lewatkan pembayarannya sehingga terlaksananya sembahyang hari raya hukumnya adalah makruh (tidak berdosa), tetapi sekiranya dilewat-lewatkan sehingga terbenamnya matahari, hukumnya adalah berdosa dan di anggap sebagai hutang kepada Allah SWT yang perlu disegerakan pembayarannya (qadha)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya, Allah SWT amat mewajibkan zakat fitrah sebagai penyucian diri bagi orang-orang yang berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin untuk mencukupi kebutuhan mereka pada hari yang fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban membayar zakat fitrah menjelang Idul Fitri juga merupakan bukti bahwa umat Islam harus hidup bertoleransi tanpa membedakan status ekonomi, keturunan, pendidikan, dan tingkat ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu salah satu fungsi zakat fitrah adalah untuk mengangkat ekonomi kaum papa, yaitu para fakir, orang miskin, amil yang menguruskan zakat, orang mualaf, hamba yang hendak memerdekakan dirinya, orang berhutang, dan orang yang dalam perjalanan dengan cara memperkecil jurang pemisah antara si kaya dengan si miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa zakat fitrah diwajibkan pembayarannya di bulan Ramadan dan tidak pada bulan-bulan yang lain? Padahal umat Islam pada waktu yang sama juga diwajibkan untuk membayar zakat harta (al-mal)? Ini tak terlepas karena Allah SWT. telah memberi keistimewaan Ramadhan sebagai `bulan toleransi ekonomi' antara si kaya dan si miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, zakat berfungsi sebagai amalan ibadat untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga menjauhkan manusia dari sifat mencintai dunia secara berlebihan dan melupakan hari akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecilnya jumlah zakat fitrah yang harus ditunaikan dan kewajiban menunaikannya yang setahun sekali, diharapkan dapat melatih dan memotivasi umat untuk membiasakan diri membayar zakat harta. Insya-Allah, setelah melatih diri membayar zakat fitrah, kesadaran untuk menunaikan kewajiban berzakat harta akan lebih mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, selain terjaminnya kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, pembayaran zakat fitrah, termasuk juga zakat harta, semoga mampu mensejahterakan ekonomi umat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1571690474135699045?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1571690474135699045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1571690474135699045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/09/zakat-fitrah-demi-sempurnanya-pahala.html' title='Zakat Fitrah : Demi Sempurnanya Pahala Ramadhan'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-4996100715815513158</id><published>2008-09-17T00:55:00.004+07:00</published><updated>2008-09-27T20:47:45.378+07:00</updated><title type='text'>Melihat Peluang Saham JASA MARGA DI MASA DEPAN</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pada kali ini saya ingin mengulas tentang peluang saham Jasa Marga di masa depan. Artikel ini sebagian di kutip dari blog Sdr Bahar Passa. www.ihedge.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAGAIMANA REALITA PERGERAKAN SAHAM JSMR SAAT INI ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meskipun secara fundamental kondisi keuangan JSMR sangat kuat  dan mempunyai prospek yang cerah dimasa datang namun hal ini tidak menjadi jaminan pergerakan sahamnya juga menguat. Malah terjadi anomali dalam hal ini. Beberapa hal yang menjadi faktor dominan merosotnya harga saham JSMR adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Krisis subprime Mortgage yang berawal dari USA merambat hingga pasar modal global termasuk di Indonesia.&lt;br /&gt;2.      Naiknya harga minyak dunia yang menembus harga psikologis diatas 100 dollar per barel.&lt;br /&gt;3.      Tidak tegasnya Regulator Jalan tol untuk penyesuaian tarif tol setiap 2 (dua) tahun yang telah dimanatkan UU No. 38/2004.&lt;br /&gt;4.      Kendala pembebasan lahan guna membangun jaringan jalan tol baru yang di kembangkan JSMR&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KILAS BALIK IPO JASA MARGA 2007&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;BURSA Efek Jakarta kembali akan kedatangan tamu. Kali ini giliran PT Jasa Marga (JSMR) yang mendatangi publik. Privatisasi Jasa Marga telah mendapatkan persetujuan dari Komisi XI DPR melalui surat No. KD.01/3406/DPR RI/2007. Jasa Marga telah menunjuk Scaden Arps, Slate, Meagher &amp;amp; Floam LLP sebagai konsultan hukum internasional penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) perseroan. Dengan penunjukan itu, berarti proses dokumentasi seperti pembuatan offering circular, media untuk menawarkan saham Jasa Marga kepada investor asing, dapat segera dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan pengelola jalan tol raksasa di Indonesia dengan panjang jalan yang sudah beroperasi : 470,95 kilometer, Sedang Membangun : 25,26 kilometer, menang tender 119 kilometer akan menawarkan 2.040 miliar lembar saham biasa seri B dengan nilai nominal Rp 5.00,- PT Jasa Marga (Persero) telah menetapkan harga (pricing)  Rp 1700 dalam proses IPO (Initial Public Offering) pada 27 Oktober 2007 di San Fransisco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagi investor yang berminat, saham JSMR sudah dijajakan mulai tanggal 8 – 26 Oktober 2007.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, pada tanggal 12 November 2007 saham ini sudah bisa ditransaksikan di lantai bursa. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, UBS Investment, Credit Suisse, Citigroup, dan Deutsche Bank. Road show BUMN operator jalan tol itu telah dilakukan di sejumlah negara di antaranya Amerika, Eropa, dan Singapura.Dengan melepas 2,04 miliar saham atau setara 30% modal disetor, Jasa Marga berhasil memperoleh dana segar sebesar Rp 3,4 triliun. Karena itulah, Jasa Marga mengerahkan tujuh penjamin pelaksana emisi (underwriter) sekaligus, yaitu Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, UBS Investment, Credit Suisse, Citigroup, dan Deutsche Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perolehan sebesar itu, IPO Jasa Marga akan menjadi salah satu IPO terbesar di Indonesia tahun 2007, setara dengan IPO PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). Namun, kalau hanya melihat nilai saham baru yang dilepas ke bursa, angka itu kalah dibanding dengan penerbitan saham baru PT Barito Pacific Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk yang masing-masing mencapai Rp 9,1 triliun dan Rp 4 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 September 2007, pemegang saham Jasa Marga juga menyetujui rencana program penjatahan saham karyawan dan manajemen (Employee and Management Stock Allocation/ESA). Program ini terdiri dari pemberian saham bonus dan penjatahan untuk membeli saham. Peserta akan menerima saham bonus saat penawaran umum perdana yang tak dapat dijual maupun dipindahtangankan selama tiga tahun (lock-up period), kecuali peserta tak lagi bekerja pada perseroan.Beban akibat adanya pemberian saham bonus yang jumlahnya maksimal satu kali gaji bulan Juni 2007, menjadi tanggungan perseroan. Peserta juga diberi kesempatan membeli saham jatah tambahan saat penawaran umum perdana tanpa periode lock-up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesediaan karyawan mengunci sahamnya (lock up), tidak boleh dijual sampai dengan tahun 2010,  memberi isyarat positif kepada calon investor. "Ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan pengelola jalan tol terbesar di Indonesia ini bagus. Kalau tidak, karyawan mana mau jatah sahamnya dikunci atau dipegang terus dan tidak akan dijual sampai tiga tahun”.&lt;br /&gt;Selain itu, harga saham untuk karyawan melalui program Employee and Management Stock Allocation (ESA) sama dengan harga saham yang dijual ke publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya hasil perolehan  dana initial public offering (IPO) ini, sekitar 90 persen akan digunakan untuk penyertaan modal pada ruas jalan tol Bogor Ring Road, Gempol-Pasuruan, Semarang-Solo,  JORR W2 Utara, dan ruas jalan tol lainnya yang akan digarap dalam waktu dekat.  Sedangkan sisanya, sekira 10 persen akan digunakan untuk peningkatan kapasitas ruas jalan tol yang beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lantas bagaimana peluang saham JSMR di bursa.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Animo investor internasional terhadap saham perusahaan JSMR cukup besar. Terbukti, pada range harga yang ditawarkan, total pesanan saham dari investor asing mengalami kelebihan permintaan hingga  8 kali lipat. Itu berdasarkan hasil road show yang dilakukan ke sejumlah negara, seperti Singapura, Eropa, dan Amerika. Kondisi oversubscribes tadi, kemungkinan, akan terus meningkat apabila pesanan dari investor lokal selesai dihitung.&lt;br /&gt;Tingginya animo investor asing ini, jelas, membuat manajemen JSMR kian optimistis. ”Manajemen berkeyakinan bahwa saham JSMR telah dinilai dengan wajar untuk mengakomodasi minat dari investor. Manajemen juga bisa mendapatkan investor-investor dengan profil yang baik dan kredibel”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemodal yang tertarik berinvestasi di saham ini, ada baiknya jika melihat kondisi fundamental JSMR. Berdasarkan prospektusnya, perseroan merupakan Operator dan Pengembang jalan tol yang menjadi panutan operator jalan tol lainnya. Jaringan jalan tol yang dimiliki meliputi 13 ruas jalan tol, Selain itu ada tempat istirahat yang dengan masa konsesi rata-rata ruas tol yang dikelola selama 45 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2007, Pendapatan Jasa Marga naik 15% dibandingkan dengan tahun 2006 serta menembus angka Rp. 2,6 Triliun dan Laba usaha perusahaan pada tahun 2007 sebesar Rp. 1,016 triliun atau meningkat sebesar 24% dibandingkan tahun 2006. Laba bersih perusahaan mencapai Rp. 277,9 milyar yang merupakan laba bersih murni dari hasil usaha Jasa Marga. Tanpa memperhitungkan keuntungan luar biasa dari penjualan saham CMNP pada tahun 2006 maka laba bersih perusahaan naik sebesar 273% (sumber: annual report Jasa Marga 2007).&lt;br /&gt;Laba bersih perseroan tahun 2008 diperkirakan dapat mencapai Rp582,05 miliar. Pada 2009, laba bersih Rp887,43 miliar, pada 2010 Rp739,70 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data  akhir tahun lalu, JSMR masih menjadi penguasa jaringan jalan tol di tanah air. Posisinya di atas CMNP dan MMS. Dalam risetnya, analis mengungkapkan, jaringan jalan tol yang dimiliki JSMR mampu menyerap semua segmen pasar pengguna jalan tol. Sebagai contoh, C-T-C,  mencakup segmen perkantoran dan industri. Sedangkan Cipularang lebih condong bermain pada segmen industri dan perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KRISIS SAHAM AKIBAT SUBPRIME MORTGAGE BERDAMPAK TERHADAP MEROSOTNYA HARGA SAHAM JSMR DAN HARGA SAHAM UNGGULAN LAINNYA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prime dan Subprime Mortgage&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mortgage yang kita bahas di sini adalah hutang untuk membeli properti di mana properti tersebut kemudian dipakai sebagai jaminan. Contohnya adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Peminjaman mortgage bisa dibagi menjadi prime mortgage dan subprime mortgage. Secara mudahnya, subprime mortgage adalah mortgage dengan resiko yang lebih tinggi. Prime mortgage biasanya diberikan kepada peminjam yang memiliki sejarah kredit yang bagus (misal tidak pernah bangkrut, tidak terlambat membayar bill, dll) DAN dapat menunjukan kapasitas untuk membayar kembali hutangnya (misal pendapatan besar, rasio dari loan terhadap nilai properti rendah, dll) . Subprime mortgage diberikan kepada peminjam yang tidak memenuhi kedua persyaratan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya industri subprime mortgage memungkinkan orang-orang yang tadinya tidak bisa membeli rumah menjadi bisa membeli rumah.&lt;br /&gt;Karena resiko subprime mortage yang lebih tinggi, maka bunga yang dikenakan kepada peminjam juga lebih tinggi. Sekarang Anda bayangkan: orang yang lebih susah membayar hutang harus membayar bunga yang lebih tinggi. Seperti yang kita duga, tingkat gagal bayar subprime mortgage (sekitar 7%) dalam sejarah rata-rata lebih tinggi dari prime mortgage (sekitar 1%).&lt;br /&gt;Pada tahun 2004, 2005, dan 2006, subprime mortgage merupakan 23.8%, 25.5%, dan 22.8% dari total pemberian pinjaman mortgage pertahunnya. (sumber: LoanPerformance estimates)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tingginya proporsi mortgage dalam aset bank komersial&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, proporsi mortgage dalam portfolio kredit bank komersial di AS juga terus meningkat pesat. Hal ini menunjukan semakin tingginya penggunaan mortgage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejak 2001, rendahnya suku bunga merangsang semakin besarnya aset mortgage&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun 2001 sampai akhir 2005, proporsi aset mortgage dari aset bank komersial terus meningkat. Tak heran jika pada periode tersebut tingkat pembangunan rumah di Amerika Serikat juga meningkat pesat: housing boom. Periode ini juga bertepatan dengan turunnya tingkat suku bunga AS sejak akhir tahu 2000. Maret 2000 adalah awal dari runtuhnya saham-saham teknologi: burst of internet bubble. Untuk mengurangi resiko resesi, bank sentral Amerika menurunkan target suku bunga secara agresif. Dengan suku bunga bank sentral yang rendah, maka suku bunga mortgage juga rendah. Tak heran bila mortgage terus meningkat, semakin banyak rumah dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fenomena 2/28&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi suku bunga yang rendah dan harga rumah yang terus naik, pemberi mortgage seolah melupakan resiko gagal bayar peminjam mortgage.&lt;br /&gt;Karena saingan yang ketat, berbagai strategi marketing pun dilancarkan. Salah satunya adalah 2/28: bunga yang harus dibayar peminjam selama 2 tahun pertama sangat rendah dan setelahnya (mungkin 28 tahun) bunga yang dibayar langsung melonjak naik. Jadi bunganya di-reset setelah tahun ke-2. Dengan iming-iming bunga rendah selama 2 tahun pertama, banyak orang yang mengambil mortgage. Dengan harga rumah yang terus naik, ada harapan sebelum tahun ke-2 rumah bisa dijual untuk membayar sisa mortgage.&lt;br /&gt;Tabel di samping menunjukkan jumlah mortgage yang akan di-reset untuk beberapa bulan mendatang (dalam miliar dollar). Perhatikan bahwa jumlahnya terus meningkat. Awal januari tahun depan, angkanya melonjak lebih dari 80 miliar dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan terjadi ketika suku bunga mortage di-reset, sebagian pasti tidak akan sanggup membayar bunga itu. Kalau sudah begitu, mortgage-nya akan dikategorikan gagal.&lt;br /&gt;Siapa yang biasanya akan gagal bayar ketika di-reset? Tentu subprime mortgage yang proporsinya lebih banyak gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat beban reset menjadi semakin berat? Paling tidak ada dua hal:&lt;br /&gt;Naiknya suku bunga. Hal ini terjadi karena sebagian suku bunga mortgage adalah floating. Artinya suku bunga mortgage = suku bunga referensi yang berlaku + x%. Kalau suku bunga referensinya naik, tentu suku bunga mortgage juga naik.&lt;br /&gt;Anjloknya harga rumah. Turunnya harga rumah membuat pengambil mortgage untuk tidak bisa menjual rumahnya untuk mengambil hutang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak bulan Agustus 2007 yang lalu, pasar finansial dunia mengalami koreksi yang sangat tajam. Untuk pasar saham, sebagian besar kenaikan yang sempat dicapai selama tahun 2007 hampir terhapus dalam tempo beberapa minggu saja. Hal ini bisa dilihat dari indeks rata-rata berbagai saham yang diperdagangkan di masing-masing negara. Bahkan untuk sebagian negara maju, return tahun ini telah masuk ke teritori negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari puncaknya pada 26 Juli 2007, IHSG telah turun -20% lebih sampai penutupan 16 Agustus lalu walaupun bila dilihat dari awal tahun, IHSG masih naik 5.7%.&lt;br /&gt;Sebagai manusia, kita selalu dituntut secara natural untuk mengetahui APA yang sedang terjadi dibalik semua itu. Meskipun pasti ada hal-hal penting yang luput dari pengamatan kita, tetap saja kita ingin tahu setidaknya sebagian dari ceritanya.&lt;br /&gt;Kalau Anda telah mendengarkan berita akhir-akhir ini, tentu telah mendengar Krisis Subprime Mortgage dan Housing Bubble di Amerika Serikat, Ambruknya beberapa hedge funds besar, Reassesment of risks, Unwinding of Yen Carry Trades, Injeksi likuiditas dari bank sentral AS (the Fed), Eropa (ECB), dan Jepang (BoJ).&lt;br /&gt;Trigger awalnya adalah sewaktu HSBC menyatakan harus mencadangkan US$ 1.76 Billion atas potensi kerugian yang terjadi di pasar subprime Amerika. Itu terjadi tanggal 6 Februari 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saat itu beberapa lembaga keuangan mulai menjauhkan diri dari sub-prime dan melikuidasi posisi — tetapi karena pasarnya tidak likuid - hanya bisa dilakukan secara perlahan. Alhasil, setelah mencapai titik kritis tertentu yang terjadi adalah panik dan fire-selling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan simpelnya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Penduduk Amerika Serikat dengan kredit rating yang relatif buruk membeli rumah melalui subprime mortgage. Terjadi transaksi individual antara peminjam dan pemberi mortgage (subprime lenders). Subprime lenders mengumpulkan berbagai mortgage dan menjual sekumpulan mortgage tersebut kepada bank komersial. Bank komersial kemudian menjual sebagian portfolio mortgage tersebut kepada investment bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subprime mortgage itu bisa juga dikumpulan dan dikemas ulang dalam bentuk Mortgage-Backed Securitites - MBS (projek akhir waktu kuliah dulu). MBS merupakan aset yang memiliki pendapatan: yaitu ketika pemimjam mortgage membayar bunga mortgage dan ketika mereka melunasi hutangnya. Pendapatan ini bisa dipilah-pilah menjadi beberapa tranches dengan tingkat senioritas yang berbeda. Semua bunga dari peminjam mortgage pertama kali akan dibayar sebagai bunga kepada pemilik MBS dengan senioritas paling tinggi. Kalau ada sisa, baru pendapatan itu masuk ke pemilik dengan senioritas lebih rendah. Demikian seterusnya. Bisa dilihat bahwa semakin rendah tingkat senioritasnya, semakin tinggi resiko dari MBS ini. Karena resikonya yang paling rendah, maka MBS paling senior harganya juga paling mahal.&lt;br /&gt;Rating agencies semacam Standard &amp;amp; Poor’s (S&amp;amp;P) memberikan rating terhadap MBS ini. Ternyata, rating AAA untuk MBS lebih besar resiko gagal bayarnya dibanding dengan surat hutang dengan rating AAA juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa MBS ini, bersama instrumen utang lainnya, kemudian dikemas ulang lagi menjadi Collateralized Debt Obligations (CDOs). Sama seperti MBS, CDO juga merupakan aset dengan berbagai sumber pendapatan: dari pendapatan MBS, dan dari pendapatan instrumen hutang lainnya. CDOs juga dipilah-pilah lagi menjadi beberapa tranches dengan tingkat senioritas yang berbeda. Diperkirakan ada 100 milyar dollar AS aset CDOs yang kalau dirunut balik dijamin oleh subprime mortgages (dari perkiraan total CDOs sebesar 375 milyar dollar AS).&lt;br /&gt;CDOs ini kemudian dijual ke berbagai bank, perusahaan asuransi, hedge funds, reksa dana (mutual funds), dll baik di Amerika Serikat maupun di luar. Jadilah resiko subprime mortgage tersebar ke mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAGAIMANA PROSPEK SAHAM JSMR SELANJUTNYA ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Meluncurnya saham JSMR di bursa dibayang-bayangi tingginya harga minyak dunia saat ini dan terjadinya krisis subprime mortgage akan mendorong turunnya mayoritas harga saham dunia. Pasalnya, kenaikan harga minyak pada umumnya dan krisis subprime mortgage (krisis financial dunia) akan mempengaruhi fundamental kinerja perusahaan termasuk menggerus laba dan juga makro ekonomi di tiap negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kondisi makro sudah tidak bagus, tidak ada lagi saham yang masih menarik." Pameo ini  terjadi juga pada saham JSMR yang merupakan saham blue chip yang mempunyai fundamental perusahaan yang kuat, meskipun saham JSMR pada akhirnya tetap akan menjadi rebutan para investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseroan memiliki bisnis yang cukup lengkap. Dan itulah yang membedakan JSMR dengan kompetitornya, semacam CMNP, MMS, ataupun Bosowa. Keunggulan tersebut di antaranya: merupakan pemain besar di industri jalan tol yang sedang berkembang, data tahun 2007 JSMR memiliki volume kendaraan per hari rata- rata 859.321.000 kendaraan. Perusahaan punya posisi bargain yang menguntungkan terhadap pengguna jalan tol, dan menjangkau seluruh segmen pasar .&lt;br /&gt;Namun, sebagai pemain utama di bisnis jalan tol, JSMR belum cukup diuntungkan oleh adanya ketidakkepastian penyesuaian tariff tol oleh pemerintah setiap 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu 2006-2007, pendapatan tol tumbuh rata-rata 15,2% per tahun. Di industri jalan tol, hasil pendapatan tol memang masih menjadi sumber pendapatan utama, yaitu sebanyak 24%.. Sebagai operator, JSMR memiliki lalulintas harian kendaraan (LHR) sebesar 859.321.000 Jumlah itu akan meningkat 5% s/d 10% setiap tahunnya. Dengan mengandalkan jaringan jalan tol yang ada, JSMR juga menargetkan menambah panjang jalan tol yang merupakan perpanjanagan jaringan jalan tol (existing) sebesar 115,7 km&lt;br /&gt;Saya berpendapat saham JSMR sangat layak dikoleksi. Dengan penguasaan 13 ruas jalan tol, perusahaan BUMN ini masih berpotensi untuk menguasai pasar industri jalan tol di tanah air dan di tatarn regional. Saya meyakini, ketika krisis keuangan dunia berakhir, harga saham JSMR bakal langsung meroket karena kinerja saham Jasa Marga diuntungkan oleh kondisi bursa yang sedang bullish (bergairah-red) menjelang January Effect. Terlebih, Jasa Marga bermain di infrastruktur, sektor primadona di samping pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari effect merupakan aksi para fund manager yang memborong kembali portofolio sahamnya setelah melepasnya saat menjelang tutup buku untuk menghindari pajak yang besar.. Tapi sampai sejauh mana kenaikan harganya, saya kesulitan untuk memperkirakan. ”Saya melihat sampai dengan berakhirnya krisis minyak dunia dan subprime mortgage, saham JSMR ini tetap banyak peminatnya” dan pada akhirnya “JSMR dapat melalui Badai ini”.                        &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Insya Allah…*****&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;HS 5258&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Terima Kasih untuk Sdr Bahar Passa artikelnya sangat bermanfaat)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-4996100715815513158?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/4996100715815513158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/4996100715815513158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/09/melihat-peluang-saham-jasa-marga-di.html' title='Melihat Peluang Saham JASA MARGA DI MASA DEPAN'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-6023660227673832762</id><published>2008-09-07T20:53:00.002+07:00</published><updated>2008-09-07T21:05:15.746+07:00</updated><title type='text'>RENUNGAN RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Assalamualaikum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hanya Ingin Mengingatkan ... &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.animationfactory.com/animations/school/miscellaneous/1168ea/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berpesan-pesanlah kepada kebenaran dan kesabaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali ... &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;*  Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-  Quran.&lt;br /&gt;*  Aku rumah yang gelap,maka terangilah aku dengan selalu sholat malam.&lt;br /&gt;*  Aku rumah penuh dengan tanah dan debu,bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.&lt;br /&gt;*  Aku rumah ular berbisa,maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.&lt;br /&gt;*  Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir,maka banyaklah bacaan&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;", supaya kamu dapat menjawab pertanyaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya ..... &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.animationfactory.com/animations/accents/misc/38a4d/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Dunia itu racun, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;zuhud&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; itu  obatnya. Apakah zuhud itu? Zuhud terumuskan dalam dua &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    kalimat Alquran. ''Supaya kamu tidak bersedih karena apa yang  lepas  dari tanganmu dan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;   tidak bangga dengan apa yang diberikan kepadamu.'' (QS Al-Hadid: 23).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Harta itu racun, zakat itu  obatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Perkataan yang sia-sia itu racun, zikir obatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Seluruh umur itu racun, taat itu  obatnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Seluruh tahun itu racun, Ramadhan itu  obatnya.   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Nabi Muhammad S.A.W bersabda: &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.animationfactory.com/animations/food/vegetables/8c318/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Ada 4 hal yang di pandang sebagai ibu, yaitu : &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Ibu dari segala  OBAT adalah SEDIKIT MAKAN. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Ibu dari segala IBADAH adalah TAKUT MEMBUAT DOSA. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kata renungan dari Qur'an &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang Yang Tidak Melakukan Sholat: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Subuh :&lt;/strong&gt; Dijauhkan cahaya muka yang bersinar &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Zuhur :&lt;/strong&gt; Tidak diberikan berkah dalam rezekinya &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ashar :&lt;/strong&gt; Dijauhkan dari kesihatan/kekuatan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Maghrib :&lt;/strong&gt; Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Isya :&lt;/strong&gt; Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kirimkan Untuk Rekan-Rekan Muslim Anda Yang Lain Sebagai Tanda Sahabatnya Sedang Mengingatikannya ....) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inya Allah bermanfaat&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-6023660227673832762?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6023660227673832762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6023660227673832762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/09/renungan-ramadhan.html' title='RENUNGAN RAMADHAN'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1336252728686309061</id><published>2008-09-05T02:31:00.001+07:00</published><updated>2008-09-05T02:35:11.194+07:00</updated><title type='text'>KINERJA, EFISIENSI, PROFESIONALISME = MUTU</title><content type='html'>Sering kali saya bertanya, apakah ukuran yang paling realistis dalam menilai keberhasilan BUMN yang telah &lt;em&gt;go public&lt;/em&gt; ? Mungkin jawabannya hanya tiga kata yaitu Kinerja, Efisiensi dan Profesionalisme. Namun, apa kaitannya dengan Mutu ? La..Iya.. Lah…pasti ada kaitannya dong. Sudah dapat dipastikan suatu BUMN yang mempunyai Kinerja ekselen dan mampu menciptakan dan mendorong efisiensi serta ditunjang oleh team work para karyawannya yang bekerja secara professional akan menghasilkan mutu yang ekselen pula,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagimana menciptakan  Mutu ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manajemen perusahaan wajib dilibatkan dalam pemeliharaan, perbaikan, dan pengembangan mutu. Dengan demikian, manajemen bertanggungjawab dalam mempertahankan &lt;em&gt;status quo&lt;/em&gt; sementara pada waktu yang sama menghancurkan &lt;em&gt;status quo&lt;/em&gt; tersebut. Pemeliharaan menjadi dasar semua kegiatan lainnya, sebab perbaikan dan pengembangan tidak akan mungkin kalau tidak diketahui &lt;em&gt;status quo&lt;/em&gt; yang menjadi dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar mutu yang ditentukan sebelum sebuah produk dibuat dan sifat-sifat mutu yang harus dimasukkan pada sebuah produk dalam proses pembuatan adalah sangat berbeda sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara terpisah karena standar praproduksi disebut mutu &lt;em&gt;desain&lt;/em&gt; sedangkan standar produksinya disebut mutu pembuatan. Mutu desain juga dikenal sebagai mutu standar atau mutu spesifikasi. Mutu pembuatan kerap disebut mutu konformasi karena dinilai menurut sejauh mana produk  itu sesuai dengan desain awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  sering berbicara mengenai mutu yang baik dan biaya yang rendah, tetapi ini hanyalah konsep abstrak dan perlu standar konkrit yang jelas. Kita tidak dapat memiliki mutu standar sampai kita selesai merumuskan apa yang  kita maksudkan dengan mutu yang baik dan biaya yang rendah itu. Demikian pula, tidak ada artinya menyebut standar internasional kalau kita tidak mengungkapkan dengan jelas secara tepat apa makna standar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mendefinisikan `mutu standar`, kita perlu mengingat bahwa mutu standar harus dirumuskan dalam kerangka kemampuan perusahaan kita sekarang ini. Terlalu sering perancang mendesain produk baru dengan sama sekali menghiraukan kemampuan produksi perusahaan kita. Ini bukanlah mutu desain yang baik. Ini merupakan `&lt;em&gt;mutu angan-angan`.&lt;/em&gt; Mutu standar harus jelas dibedakan dengan mutu sasaran penelitian dan pengembangan.**** &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Insya Allah bermanfaat*****HS5258&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1336252728686309061?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1336252728686309061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1336252728686309061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/09/kinerja-efisiensi-profesionalisme-mutu.html' title='KINERJA, EFISIENSI, PROFESIONALISME = MUTU'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-6261628797509644184</id><published>2008-08-29T16:34:00.005+07:00</published><updated>2008-08-29T21:38:28.805+07:00</updated><title type='text'>BULAN RAMADHAN DAN JALAN TOL</title><content type='html'>Pada hakikatnya Allah Swt Maha tahu kelemahan manusia dalam satu tahun. Rata-rata dalam setahun manusa hidup, akal dan nafsulah yang mempengaruhi manusia dalam beraktivitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menjadikan jiwa dan raga manusia itu rusak. Jika sudah rusak bertambah rusak. Memang kita dapat temui beberapa kerabat dan sahabat kita yang selalu merasa baik jiwa dan raganya selama setahun penuh, namun hal ini jarang kita menemukan jiwa dan raga manusia yang selama setahun penuh selalu merasa baik – baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit sekali kita temukan jiwa dan raga manusia yang sudah rusak bertambah baik. Jiwa dan raga yang baik seharusnya sewaktu bersih itu dikilapi sampai bercahaya. Jiwa dan raga yang sudah bercahaya seharusnya dikilapi hingga bertambah lagi pancaran cahayanya. Perkara ini jarang berlaku, ia berlaku pada sedikit golongan saja. Sebab itu Allah Swt ingatkan dalam Al Quran, "Hanya sedikit hamba-hambaKu yang bersyukur"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Definisi dari manfaat datangnya bulan Ramadhan yang dikutip dari sambutan Kepala Divisi Pemeliharaan pada saat acara makan siang dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang dihadiri oleh salah satu Direksi BUMN yaitu Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkati. Allah memerintahmu berpuasa.. Dalam bulan suci ini segala pintu Sorga dibuka (nah kamu jangan melakukan perbuatan yang dapat menutup pintunya yaaa....!). DikunciNYA segala pintu neraka ( oleh karena itu kamu jangan repot repot ngebukanya dengan perbuatan-perbuatan yang gak bener yaaa...! ). Dibelenggu segala Syetan (jangan coba-coba kamu membukanya dengan hal-hal yang membatalkan puasa). Didalamnya ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan. (Lihat di &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.hasan-pml.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;www.hasan-pml.blogspot.com&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah Swt sudah membuat ketetapannya untuk umat Islam dalam 12 bulan itu diadakan satu bulan untuk memperbaiki jiwa dan raga. Jiwa dan raga yang sudah di forsir selama 11 bulan dirusakkan oleh hawa nafsu. Maka dengan kasih sayang Allah Swt dijadikan sebulan dalam setahun itu, supaya jiwa dan raga manusia tidaklah di forsir selama-lamanya. Sebulan itu kita diberikan pelajaran, bagaimana tata cara memperbaiki jiwa dan raga. Bulan Ramadhan dipilih dengan keadilan dan kasih sayang Allah Swt untuk masa pemeliharaan jiwa dan raga manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat jalan tol yang sudah 11 bulan digunakan maka seluruh badan jalan tol tersebut perlu dibetulkan semua. Apalagi jalan tol tersebut menjadi urat nadi perekonomian bangsa ini yang setiap harinya dilintasi oleh jutaan kendaraan yang berbobot normal dan bertonase tinggi maka sebulan itu waktu proses pekerjaan untuk pelapisan ulang badan jalan tol &lt;em&gt;(srapping filling dan overlay).&lt;/em&gt; Setelah proses pekerjaan selesai maka jalan tol itu terasa nyaman dan aman untuk digunakan oleh para konsumennya.Seperti itulah manusia, Allah Swt Maha Tahu, kebanyakan manusia, dalam masa 11 bulan itu jiwa dan raga mereka mudah rusak. Bagaimanahawa nafsu dapat merusak jiwa dan raga manusia ? Allah Swt mengutus manusia sebagai khalifah di dunia ini untuk memberikan manfaat pada orang lain. Dengan hal ini timbulah jiwa yang senang menolong orang yang membutuhkannya terutama para fakir miskin . Akhirnya lahirlah kasih sayang antara satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ulang lagi, Allah Swt mengutus manusia sebagai khalifah di dunia ini dan menggunakan dunia untuk beribadah dan menolong orang lain.Allah Swt telah memberikan dalam jiwa manusia ada rasa Pengasih dan Penyayang. Tentunya, agar kita tidak berlaku curang antara orang kaya dan miskin, antara yang di atas dan yang di bawah, antara pemimpin dengan yang dipimpin. Allah Swt menginginkan kita untuk mendapat pahala agar tumbuh rasa kasih sayang, bukan untuk dicintai karena yang wajib dicintai hanya satu yaitu Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pemahaman tentang keberadaan manusia di dunia ini haruslah diingatkan secara terus menerus. Sebab selama ini sering kali kita sudah salah faham. Ada sebagian dari kita menganggap dunia ini adalah segalanya. ”Mereka” sering kali melupakan akhirat, tentunya, hal ini bukannya melahirkan kasih sayang dengan orang lain, sebab ”mereka” sudah jatuh hati dengan dunia. Bila jatuh hati apa yang terjadi? Ini akan menimbulkan hawa nafsu. Bila sudah jatuh hati, datanglah rangsangan, datanglah keserakahan. Itulah kerja hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa nafsu dapat didefinisikan terhadap harta, jabatan, kekuasaan, pangkat, derajat, pengikut yang banyak, nama, glamour, sex. Ini dunia. Jadi bila kita biarkan hawa nafsu berperan lebih besar dari pada Iman dan rasa takut kepada Allah Swt, akhirnya Allah Swt tidak dicintai atau ditakuti lagi, lalu manusia itu akan lebih mecintai hawa nafsu duniawinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi jika manusia lebih mencintai hawa nafsunya ? Jika hawa nafsunya tidak dapat mewujudkannya maka hati menjadi gusar. Terkadang sampai terlupa mengurus diri sendiri dan beribadah kepada Allah Swt. Manusia akan cenderung menghalakan segala cara sampai melupakan mana yang halal atau haram. Kemudian bila tidak dapat mewujudkan hawa nafsunya, datanglah penyakit hati yang lain yaitu rasa dengki dengan orang lain yang mendapatnya. Mungkin boleh jadi sampai bertindak lebih ekstrim lagi dengan sesamanya seperti memfitnah, menjatuhkan martabat orang lain atau tidak segan – segan pula membunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nilai keimanan manusia rendah bila sudah mendapatkan hawa nafsunya maka cenderung berubah jadi negatif. Datang perasan kikir, tamak, bakhil yang membuat manusia tidak mau berpikir lagi bagaimana mau berkorban dan berjuang di jalan Allah Swt untuk menegakkan kalimatullah. Maka itu berpuasalah untuk Tuhan mu agar kamu menjadi bertakwa dan dapat mengendalikan hawa nafsu mu. Insya Allah...........****5258&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-6261628797509644184?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6261628797509644184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6261628797509644184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/08/pada-hakikatnya-allah-swt-maha-tahu.html' title='BULAN RAMADHAN DAN JALAN TOL'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1929838594517171622</id><published>2008-08-19T11:17:00.011+07:00</published><updated>2009-03-26T19:57:24.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Labor Union'/><title type='text'>MALAPETAKA INFORMASI DAN DAGELAN YANG TAK LUCU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Usulan penyesuaian gaji yang dirundingkan antara SP salah satu BUMN dengan pihak manajemennya, sungguh merupakan ”Dagelan yang tak lucu”. Bayangkan, akibat kenaikan BBM tanggal 24 Mei 2008 yang berakibat inflasi tahunan (&lt;em&gt;year on year&lt;/em&gt;) Juni 2008 terhadap Juni 2007 bisa menembus level 10 persen. Manajemen telah mengusulkan penyesuaian gaji sebesar 15% untuk membantu perekonomian para karyawan karena dampak dari kenaikan BBM. Solusi dari usulan manajemen ini belum menuntaskan masalah karena beberapa DPC SP tidak menerima keputusan manajemen. Beberapa DPC SP tetap menuntut usulan kenaikan gaji sebesar 21,75%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang mulai bulan Juni 2008, pihak SP dan manajemen, sudah melakukan beberapa kali perundingan. Pihak SP yang semula mengusulkan beberapa opsi kenaikan gaji yang besarnya 30%, atau 21,75% atau 18%. Usulan SP yang semula telah melalui proses Rapim SP, ternyata dikemudian hari diperkeruh suasanannya oleh pemberitaan selebaran resmi pihak manajemen “info tol” yang merilis kenaikan gaji sudah ditetapkan manajemen menjadi 15%. Lazimnya suatu pemberitaan yang merilis informasi yang mempunyai kekuatan hukum tetap haruslah memuat nomor dari Surat Ketetapan tersebut. Namun, sayangnya redaksi info tol tidak melakukan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menimbulkan kekeliruan informasi, kebijakan pemimpin redaksi info tol menjadi cermin betapa main-mainnya manajemen ”info tol” dalam merumuskan kebijakan pemberitaan kepada para karyawan. Tanpa merasa melakukan kekeliruan, redaksi info tol tidak meralat kebijakan pemberitaan yang menyesatkan itu. Sampai dengan tulisan ini dibuat, Redaksi ”info tol” tidak pernah mau meralat dan mengakui adanya kesalahan dalam pemberitaan tentang penyesuaian gaji. Sebenarnya, redaksi info tol mau main-main, atau menguji sampai sejauh mana tingkat kebodohan para karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inkonsistensi yang ditunjukkan pemimpin redaksi ”info tol”, jelas menunjukkan sinyalemen itu. Akibat pemberitaan dari info tol, terkesan Direksi dan DPP SP asal-asalan dalam mengambil keputusan tanpa melibatkan DPC – DPC SP, lalu meralat jika menimbulkan perlawanan dari karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak habis pikir, usulan penyesuaian gaji sudah melalui proses Rapim SP dan Bipartit yang dihadiri seluruh DPC SP, tiba-tiba diekspos secara besaran-besaran oleh info tol tanpa diklarifikasi ke Direksi dan DPP SP. Selanjutnya akibat malapetaka informasi ini menimbulkan suasana yang tidak kondusif diantara DPP dan DPC SP. Sumpah, ini adalah malapetaka informasi dan dagelan yang tak lucu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di perusahaan maju, kenaikan gaji makin lama makin mudah dirundingkan oleh pihak manajemen dan SP apalagi perusahaan tersebut sudah &lt;em&gt;go public&lt;/em&gt;. Karyawan merupakan bagian dari pemilik dengan ditandai oleh kepemilikan saham karyawan atas perusahaan tersebut. Sepatutnya manajemenlah yang harus menyediakan seluruh data dan informasi yang berimbang dan tepat waktu. Para karyawan dan pengurus SP saat ini membutuhkan data tersebut untuk menyusun formula penyesuaian gaji yang realistis. Penyesuaian gaji yang di susun oleh pengurus SP sudah seharusnya dengan mempertimbangkan keberlangsungan usaha perusahaan dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesejahteraan karyawan seharusnya semakin baik karena setelah beberapa tahun, ruas jalan tol yang dioperasikan oleh perusahaan semakin banyak, keuntungan perusahaan semakin meningkat. Sungguh ironis, ketika saatnya menaikan kesejahteraan para karyawan, justru manajemen dan para pengurus SP &lt;strong&gt;&lt;em&gt;”eyel-eyelan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” tentang angka yang wajar. Akibat dari hal ini, terkesan manajemen dan para pengurus SP menunda penyesuaian gaji para karyawan di kelas jabatan 6, 7 dan 8 yang sangat membutuhkan penyesuaian gaji untuk &lt;strong&gt;&lt;em&gt;mempertahankan hidup&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Kenaikan gaji yang diberlakukan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;flat &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;untuk semua kelas jabatan hanya mendukung para karyawan ditingkat atas dalam &lt;strong&gt;&lt;em&gt;mempertahankan gaya hidup&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; tetapi menimbulkan kesenjangan sosial yang tidak wajar bagi para karyawan ditingkat bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatutnya manajemen dan pengurus SP dalam jangka pendek lebih fokus lagi dalam mempersiapkan Perjanjian Kerja Bersama 2008 – 2011, mengingat ada beberapa hal yang belum dapat diimplementasikan oleh manajemen pada Perjanjian kerja bersama 2005 – 2008. Dalam jangka panjang seharusnya manajemen dan SP mempersiapkan diri agar BUMN ini siap menjadi &lt;em&gt;Holding Company&lt;/em&gt;. Bukankah, Rencana jangka panjang BUMN ini akan menjadikan Cabang sebagai anak perusahaan ? Tentunya, dengan menjadi anak perusahaan yang mengelola &lt;em&gt;entitas&lt;/em&gt; sendiri akan berakibat berdirinya SP baru. Sudah siapkah para pengurus DPC SP mempersiapkan PKB baru di dalam anak perusahaan tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Akhirnya seluruh karyawan berharap agar perbedaan pendapat haruslah disikapi dengan hati yang dingin. Semoga persatuan dan kesatuan para karyawan tetap solid untuk memajukan perusahaan ini.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Walahualam bi shawab&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1929838594517171622?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1929838594517171622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1929838594517171622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/08/malapetaka-informasi-dan-dagelan-yang.html' title='MALAPETAKA INFORMASI DAN DAGELAN YANG TAK LUCU'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1521195693523819316</id><published>2008-08-19T01:05:00.000+07:00</published><updated>2008-08-19T01:08:21.600+07:00</updated><title type='text'>THINK</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;IF YOU THINK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you think you are beaten, you are.&lt;br /&gt;If you think you dare not, You don’t&lt;br /&gt;If You’d like to win, but you think you can’t&lt;br /&gt;It is almost certain you won’t&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you think you’ll lose, you’ve lost&lt;br /&gt;For out in the world we find&lt;br /&gt;Success begin with a fellow’s will&lt;br /&gt;It’s all in the state of mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you think you are out – classed, You are&lt;br /&gt;You’ve got to think high to rise&lt;br /&gt;You’ve got to be sure of yourself&lt;br /&gt;Before You can ever win a prize&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life’s battles don’t always go&lt;br /&gt;To the stonger or faster man, but sooner or later the man who wins is….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;THE MAN WHO THINKS HE CAN…..!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; ----------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;By Changing Your Thingking&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You change your beliefs; When you change your beliefs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You change your expectations; When you change your expectations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You change your attitude; when You change your attitude.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You change your behavior; When You change your behavior&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You change your performance; When You change your performance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;You change your life&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1521195693523819316?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1521195693523819316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1521195693523819316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/08/think.html' title='THINK'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-4491900470411279318</id><published>2008-08-05T13:05:00.002+07:00</published><updated>2008-08-08T22:45:59.288+07:00</updated><title type='text'>MENCERMATI MAKNA EFISIENSI DI BUMN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sudah satu bulan ini saya mencermati makna efisiensi dari salah satu BUMN terkemuka di negeri ini yang bergerak dalam industri jalan tol. &lt;i&gt;Learning by doing&lt;/i&gt;, dengan mengamati apa yang dikatakan dan dilakukan oleh pemimpin divisi yang mempunyai integritas dan tanpa ada kesan menggurui merupakan pengalaman yang unik dan jarang saya alami.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Learning by doing&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; bermula dari pemberian pinjaman buku yang berjudul &lt;i&gt;7 in 1 Strategy Toward Global Competitiveness &lt;/i&gt;karya Handito Hadi Joewono dan 12 Strategi Cina karya Wee Chou Hou, Lan Luh Luh. Buku yang luar biasa dengan &lt;/span&gt;&lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;gaya&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; bahasa dan study kasus yang mudah di pahami, habis saya baca dalam seminggu. Makna yang saya dapatkan dari isi buku tersebut adalah pentingnya berpikir dan bertindak efisien. Secara tersirat saya berpikir bahwa pemimpin divisi di BUMN tersebut ingin mengatakan pentingnya efisiensi guna mempersiapkan diri bersaing dalam tataran global.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Apa yang dimaksud dengan efisiensi ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kata efisiensi berasal dari bahasa Inggris &lt;i&gt;efficiency.&lt;/i&gt; Persamaan katanya adalah &lt;i&gt;“leverage&lt;/i&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;Kata &lt;i&gt;leverage&lt;/i&gt; sendiri berasal dari bahasa Perancis kuno &lt;i&gt;“lever”&lt;/i&gt; yang berarti “menjadikan lebih ringan”. Kenyataannya, memang makna kata ”menjadikan lebih ringan” inilah yang tercakup dalam kata efisiensi. Dengan menggunakan cara-cara tertentu, maka pekerjaan-pekerjaan yang sulit bisa dilakukan dalam waktu yang lebih singkat, tanpa mengeluarkan tenaga yang terlalu banyak. Itulah sebabnya mengapa dalam kata efisiensi terkandung makna ”menjadikan lebih ringan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;Sekarang coba anda bayangkan, betapa sulitnya kalau kita harus mengganti mesin mobil tanpa memanfaatkan efisiensi. Berapa laki-laki yang diperlukan untuk mengangkat mesin mobil anda ? Lima orang ? Sepuluh orang ? atau bahkan lebih banyak lagi ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;Sekarang, kalau anda ke bengkel mobil, maka kita akan melihat bahwa untuk melakukan hal yang sama, montir bisa mengerjakan dalam waktu yang singkat tanpa banyak mengeluarkan tenaga. Mula-mula montir akan menggantungkan katrol yang sudah diberi oli pada semacam tiang penyangga, tepat diatas mobil tersebut. Kemudian montir mengikat mesin mobil dengan rantai atau tambang yang sudah dihubungkan pada katrol tersebut. Kemudian, montir menghubungkan ujung tambang yang lain ke sebuah roda gila yang dijalankan oleh tenaga listrik. Kalau sudah begitu, cukup dengan menyentuh satu tombol saja mesin mobil akan terangkat dalam waktu beberapa detik saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;Analogi inilah yang digunakan pemimpin divisi pada BUMN tersebut untuk menggambarkan arti kata dari efisiensi. Efisiensi untuk meningkatkan produktifitas dengan memaksimalkan waktu, tenaga dan uang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;Hanya ada tiga kata &lt;i&gt;Think....Think...Think.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;Pada suatu ketika saya bertanya kepada pemimpin Divisi tersebut, bagaimana cara mengimplementasikan efisiensi di berbagai proyek pembangunan dan pemeliharaan jalan tol ? Jawabannya hanya ada tiga kata &lt;i&gt;Think....Think...Think....&lt;/i&gt;Jangan pernah berhenti berpikir&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Arial;"&gt;Dengan lugas diceritakan bahwa memimpin proyek haruslah berpikir cepat dan tepat dalam mengambil keputusan. Sampai tulisan ini di buat, BUMN ini sedang mengerjakan proyek elevated pada jalan tol bandara Soekarno – Hatta. Proyek ini membutuhkan &lt;span style="color:black;"&gt;11.000 titik tiang pancang yang saat ini harus dipasang pihak kontraktor&lt;/span&gt; seperti yang diberitakan oleh berbagai media cetak dan elektronik. &lt;span style="color:black;"&gt;Akibat permintaan yang besar dalam waktu singkat, membuat semua produsen tiang pancang kewalahan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan agar tidak sampai mengganggu pekerjaan mau tidak mau proyek harus mendatangkan tiang pancang dari seluruh penjuru negeri ini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:Arial;color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"   style="font-family:Arial;color:black;"&gt;Namun, pemimpin divisi tidak terlalu mengkhawatirkan kurangnya pasokan tiang pacang tersebut. Kuncinya adalah berfikir, berfikir dan berfikir. Inovasi dimulai dari berfikir. Misalnya, jumlah tiang pancang dapat dikurangi apabila bangunan (struktur) atas diperingan. Pemberian &lt;i&gt;stressing&lt;/i&gt; pada struktur atas atau lantai jembatan akan berdampak pada pengurangan jumlah tiang yang harus di pancang. Disinilah pentingnya berpikir &lt;i&gt;value engineering&lt;/i&gt; dan mengambil keputusan yang efisien guna menciptakan nilai perusahaan karena proyek dimana pun tidak menghendaki perkembangan yang minus atau &lt;i&gt;stagnan.&lt;/i&gt; Semuanya harus bergerak secara kolaborasi dan terpadu&lt;b&gt;&lt;i&gt;.*****&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"    style="font-family:Arial;font-size:10;color:black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-4491900470411279318?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/4491900470411279318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/4491900470411279318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/08/mencermati-makna-efisiensi-di-bumn.html' title='MENCERMATI MAKNA EFISIENSI DI BUMN'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-8261002784565344872</id><published>2008-07-17T16:55:00.002+07:00</published><updated>2009-03-10T21:40:59.177+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>KEPEMIMPINAN PROFESIONAL JASA MARGA</title><content type='html'>LATAR BELAKANG    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inefisiensi bukan monopoli negeri ini. Negara sekaliber Amerika pun pernah mengalami. Namun akibat persoalan ini dunia terasa berhenti. Seluruh aktivitas kegiatan kehidupan terganggu karena jalanan macet akibat berbagai proyek pembangunan ruas jalan tol yang baru tersendat, akibat kurang tegasnya sikap pemerintah BPJT dalam menangani pembangunan infrastruktur di negeri ini.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasa Marga sebagai salah satu perusahaan yang membangun dan mengelola jalan tol ke seluruh negeri ini harus memiliki manajemen yang solid untuk mengatasi kebutuhan ruas jalan tol yang diinginkan masyarakat. Antisipasi kerusakan dan perawatan serta potensi ketidaklancaran arus lalu lintas kendaraan di jalan tol wajib dilakukan. Sumber inefisiensi harus dimusnahkan sehingga laba Jasa Marga harus meningkat dan mampu menyediakan ruas jalan tol yang layak untuk masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek-proyek yang digarap harus “Accountable” dan berguna bagi kepentingan yang lebih luas. Semangat GCG dengan diterbitkannya SK. DIR 01/2007 tentang Pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan perusahaan. Kehadiran SK ini telah membuat “gerah” para “oknum” dan “rekanan” yang terbiasa main mata untuk mencari bocoran owner estimate untuk memenangi tender. Pada saat ini pola penerapan owner estimate diumumkan secara terbuka kepada seluruh rekanan pada saat aawyzing sehingga jual beli owner estimate menjadi dagangan yang tidak laku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandul etika bisnis telah bergaung kencang untuk mencegah terjadinya fenomena dugaan KKN yang terjadi pada masa lalu. Ada beberapa kejadian di proyek-proyek Jasa Marga ini di masa lalu yang sering menjadi ajang mencari untung pribadi, kalo perlu dibikin keliru dan dibatalkan sehingga dapat memainkan proyek baru. Praktek seperti ini , tidak akan terjadi lagi di Jasa Marga karena cerminan dari Transpransi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan kewajaran sudah terakomodasi dalam SK Dir 01/2007. Batasan kewenangan dari pejabat structural pun dibatasi dalam menetukan proses lelang dan tender. Mencermati SK ini sudah mencakup adanya system pendelegasian wewenang, Reward dan Punishment yang fair.  Jika Jasa Marga terus mengimplementasikan dengan konsisten dan persisten SK Dir 01/2007 maka dapat dipastikan akan menghapus inefisiensi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang harus segera dijawab adalah apakah Jasa Marga mampu mendeteksi dan menghapus inefisiensi proses bisnis di seluruh unit unit kerja ?  Mampukah menciptakan dan menjaga kebutuhan jalan tol untuk rakyat ???  Bagaimana sikap tegas Badan pengelola jalan tol dalam membuat aturan pembangunan ruas tol baru dan pengelolaan ruas tol yang ada ?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKP DAN KSO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa daftar Perjanjian Kuasa Penyelenggaraan (PKP) dan Kerja sama operasi (KSO) yang dapat dijadikan pelajaran berharga meskipun telah menyebabkan kerugian perusahaan secara nyata dibawah ini. Hal ini terjadi karena  kurangnya deteksi dini dan kemampuan telusur dari penanggungjawab masalah investasi di masa lalu yang kurang menguasai permasalahan hukum secara mendasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PT  Citra Bhakti Margatama Persada (CBMP)&lt;br /&gt;Perusahaann mengeluarkan  Surat No.  AA.02.1009, TANGGAL 25 Juli 2000 kepada CBMP mengenai pengakhiran PKP No. 96, tanggal 16 Desember 1995. Pengakhiran PKP tersebut mengakibatkan penyertaan Perusahaan pada perusahaan asosiasi ini tidak memiliki nilai ekonomis. Perusahaan mengakui adanya kerugian karena penurunan nilai yang bersifat permanen atas penyertaan saham pada perusahaan asosiasi ini sebagai beban pada tahun 2000 sebesar Rp 56.786.999.000 (Rupiah penuh)&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;2. PT  Citra Ganesha Marga Nusantara&lt;br /&gt;Perusahaan mengeluarkan Surat No. AA.HK01.1273, tanggal 25 Juli 2001 kepada CGMN mengenai pengakhiran PKP No.297 sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Republik Indonesia (Menkimpraswil) No. 417, tanggal 18 Juli 2001 mengenai pencabutan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia No. 321/KPTS/1994, tanggal 24 Oktober 1994 mengenai Pemberian Izin Kerjasama Penyelenggaraan Jalan Tol Cikampek – Padalarang kepada Perusahaan dalam bentuk usaha patungan dengan CGMN. Pengakhiran PKP tersebut mengakibatkan penyertaan Perusahaan pada perusahaan asosiasi ini tidak memiliki nilai ekonomis. Perusahaan mengakui adanya kerugian karena penurunan nilai yang bersifat permanen atas penyertaan saham pada perusahaan asosiasi ini sebagai beban tahun 2001 sebesar Rp 16.914.265.000 (Rupiah penuh).&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;3. PT  Marga Nujyasumo Agung (MNA)&lt;br /&gt;Perusahaan mengeluarkan Surat No. AA.HK.01.1274, tanggal 27 Juli 2001 kepada MNA mengenai pengambilalihan proyek yang dibangun oleh MNA dan melakukan pengahiran Perjanjian Kuasa Penyelenggaraan (PKP) No. 29, tanggal 5 Juli 1995 sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Menkimpraswil No. 418/KPTS/M/2001, tanggal 18 Juli 2001 mengenai pencabutan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 103/KPTS/1995, tanggal 31 Maret 1995, mengenai pemberian izin kerjasama penyelenggaraan jalan tol Surabaya – Mojokerto kepada Perusahaan dalam bentuk usaha patungan dengan MNA. Pengakhiran PKP ini mengakibatkan penyertaan Perusahaan pada perusahaan asasiasi ini tidak memiliki nilai ekonomis, sehingga Perusahaan mengakui adanya kerugian atas penurunan nilai penyertaan yang bersifat permanen sebagai beban pada tahun 2001 sebesar Rp 2.223.990.000 (Rupiah penuh).&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;4.    PT  Citra Mataram Satriamarga Persada (CMSP) &lt;br /&gt;Perusahaan mengeluarkan Surat No. AA.HK.02.820, tanggal 21 Juni 2000 kepada CMSP, mengenai pengambilalihan proyek dan pengakhiran PKP.  Penyertaan Perusahaan pada perusahaan asosiasi ini dinilai sudah tidak memiliki nilai ekonomis, sehingga  Perusahaan mengakui adanya kerugian atas penurunan nilai penyertaan yang bersifat permanen sebagai beban tahun 2000 sebesar Rp 4.724.999.000 (Rupiah penuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;5.     PT  Marga Nurindo Bhakti (MNB)&lt;br /&gt;Perusahaan mengeluarkan Surat No. AA.HK.02.1143, tanggal 11 Agustus 2000 kepada MNB, mengenai pengambil alihan proyek yang dibangun oleh MNB.  Pengambilalihan proyek ini mengakibatkan penyertaan Perusahaan dinilai sudah tidak memiliki nilai ekonomis dan mengakui kerugian atas penurunan nilai penyertaan yang bersifat permanen sebagai beban tahun 2000 sebesar Rp 9.499.999.000 (Rupiah penuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Marga Mawatinddo Esprit (MME)&lt;br /&gt;Berdasarkan Surat No.  001/SPK-DIR/2003, tanggal 6 Januari 2003, Perusahaan dan MME setuju dan sepakat untuk mengakhiri Perjanjian Kuasa Penyelenggaraan No. 58, tanggal 25 Pebruari 1998.  Pengakhiran PKP ini mengakibatkan penyertaan pada perusahaan ini tidak memiliki niali ekonomis, sehingga Perusahaan mengakui adanya kerugian atas penurunan nilai penyertaaan yang bersifat permanen sebagai beban tahun 2002 sebesar Rp 2.780.861.876 (Rupiah penuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja sama Operasi yang cenderung dapat merugikan Jasa Marga adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PT Bangun Tjipta Sarana-yang membangun proyek pelebaran ruas tol Cawang-Cibitung  dan Cibitung - Cikampek.&lt;br /&gt;2. PT Adhika Prakarsatama pada proyek pelebaran ruas jalan tol Kebun Jeruk-Tangerang Barat.&lt;br /&gt;3. CMNP bersedia membangun Harbour Road dengan lebar 3,5 m, namun realisasinya hanya 3,25 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Profesional Jasa Marga yang unggul harus memiliki tiga serangkaian kepemimpinan, yaitu Visi, Nilai, dan Berani mengambil keputusan. Sebagai pemimpin, tuntutan pertama yang harus dimilikinya adalah ia harus punya visi ke mana Jasa Marga akan dibawa-dan selanjutnya bagaimana strategi serta implementasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah visi itu ? Visi mencerminkan kedalaman dan keluasan pemahaman yang memungkinkan untuk mendeteksi dan membentangkan pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan di masa depan yang membimbing pemimpin untuk membawa Jasa Marga memasuki masa depan. Tanpa visi, maka Jasa Marga akan sampai di tempat yang keliru. Jika Jasa Marga dimasa depan mempunyai pemimpin yang tidak mempunyai visi maka Jasa Marga tinggal menunggu waktu untuk lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah nilai itu ? Nilai dari seorang pemimpin akan menentukan apakah ia dapat menjadi pemimpin yang efektif atu tidak. Sesungguhnya ada dua jenis nilai pemimpin, yaitu pemimpin yang berorientasi pada diri sendiri dan pemimpin yang berorientasi pada Jasa Marga. Pemimpin yang naik menjadi pemimpin karena hubungan kekerabatan, kolusi, suap, atau melalui proses yang “tidak wajar” cenderung menjadi pemimpin yang menguntungkan diri sendiri daripada perusahaan karena jabatan itu “dibeli” dan tidak “diamanahkan” kepadanya. Pemimpin yang naik melalui proses yang wajar-seleksi, kompetisi, valuasi, fit and proper-cenderung menjadi pemimpin yang lebih berorientasi pada perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian mengambil keputusan adalah inti dari kepemimpinan.  Tugas pemimpin adalah meminimalisir kerugian dari kesalahan dalam mengambil keputusan dan memaksimalisir keuntungan dalam mengambil keputusan. Setiap keputusan pasti mengandung kesalahan di dalam dirinya. Hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak pernah salah dalam membuat keputusan. Manusia-selama ia manusia-pastilah mempunyai sejumlah kelemahan. Pemimpin adalah manusia, dan harus sadar bahwa apa yang diputuskan ada unsur benar dan salahnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tantangan kepemimpinan bagi para CEO Jasa Marga di masa depan adalah mentransformasikan diri dari kepemimpinan yang birokratis menjadi kepemimpinan yang entrpreneurship. Kepemimpinan yang birokratis adalah kepemimpinan yang menjadikan aturan atau prosedur sebagai tujuan yang harus dicapai. Kepemimpinan entrpreneurship adalah kepemimpinan yang berpola kewirausahaan, semangat untuk mencari peluang  dan menggunakan aturan serta prosedur sebagai wahana, bukan tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses transformasi kepemimpinan ini tidak semata-mata didasarkan pada adanya proses fit and proper, melainkan pada proses pembelajaran untuk mengubah dari seorang pemimpin yang ada menjadi pemimpin profesional, yaitu pemimpin yang mengetahui di mana ia memimpin dan memimpin organisasi itu sesuai dengan karakter organisasionalnya. Jadi, bagi pemimpin Jasa Marga masa depan, ia harus memahami bahwa organisasi yang dipimpinnya adalah sebuah badan usaha dan bukan birokrasi. Oleh karena itu, jiwa kewirausahaan menjadi nilai yang “wajib” di dalam profesi kepemimpinannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan korporasi is a must, karena pada akhirnya leader matters. Pemimpinlah yang make things happen. Tantangan bagi manajemen adalah menemukan pemimpin-pemimpin korporasi yang mampu membawa Jasa Marga ke wahana korporasi kelas dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika dan Hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Profesional adalah kepemimpinan yang mempunyai etika di dalamnya. Ketika sebuah keputusan diambil, leadership judgement tidak berhenti di dalam kompetensi kepengambilan-keputusan, namun juga di dalam tingkat kebenaran etis dari sebuah keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika adalah pembimbing moralitas yang mengacu pada penghargaan yang tinggi terhadap kemanusiaan. Etika meletakkan nilai kehidupan dan kesinambungan hidup sebagai komitmen keberadaannya. Etika menjaga nilai keharmonisan dalam hidup, baik itu manusia maupun organisasi, karena etika membangun dan menguatkan nilai fairness (keadilan), khususnya dalam berkompetisi dan beraliansi. Bahkan, etika membangun dan menguatkan nilai kesantunan atas dasar nilai-nilai yang hidup di tengah-tengah masyarakat luas. Etika bersifat imperatif, atau menjadi kewajiban, bagi setiap anggota komunitas di mana etika tersebut dibuat. Tujuan keberadaan etika adalah membangun manusia yang seutuhnya dalam koridor keberadaan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaiman dengan hukum ? Jika etika adalah value, maka hukum adalah praktik dari value tadi. Bedanya, di dalam hukum, kita berhadapan dengan pihak lain tidak dalam posisi mencari kebaikan saja, namun lebih penting kebenaran. Di sini kita menemukan kebenaran lebih bersifat subjektif daripada kebaikan. Artinya, meskipun bagi kita tidak benar, namun jika pihak lain membenarkan perbuatannya, ia adalah kebenaran bagi pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pentingnya memahami hukum bagi pemimpin profesional Jasa Marga di era globalisasi ? Bukankah ia memiliki manajer hukum di perusahaan kita ? Bukankah ia dapat menyewa penasihat hukum ? Hal demikian benar adanya, namun jika ingin memilih menjadi pemimpin yang profesional, alangkah baiknya mempunyai salah satu kriteria dari organisasi yang profesional yaitu organisasi tersebut dipimpin oleh pemimpin profesional yang memahami praktik sampai ke detail, meski tidak usah melakukan sampai ke detail. Kepemimpinan profesional perlu memahami segi-segi legal dalam kegiatan kerja sehari-hari dalam melakukan tugas kepemimpinanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kaitannya antara etika dan hukum dalam kepemimpinan profesional di era globalisasi ? Etika dalam perusahaan kita bukan lagi semata-mata masalah moralitas, tetapi lebih menjadi masalah hukum. Hukum menentukan perbuatan yang dapat atau tidak dapat dilakukan oleh pelaku bisnis, sedangkan etika menuntut lebih dari itu. Hukum pada dasarnya mendasarkan diri pada etika. Prinsip etika yang diangkat menjadi norma hukum adalah asas itikad baik. Artinya asas itikad baik adalah biasanya digunakan untuk menggambarkan pikiran yang jernih, bebas dari keinginan menekan pihak lain, dan mengacu pada saling percaya pada tugas atau kewajiban masing-masing pihak. Asas ini tidak ada perumusannya dalam hukum positif, melainkan timbul dari ilmu hukum dan yurisprudensi. Asas ini merupakan asas yang paling mendasar dari segala perbuatan hukum. Hukum melindungi pihak yang beritikad baik dan tidak melindungi pihak yang tidak beritikad baik. Kepemimpinan Profesional yang beretika dapat dipastikan akan menolak persetujuan hukum yang tidak beritikad baik, termasuk jika klausul itu berasal dari pihaknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perusahaan juga sudah selayaknya memiliki komite-komite yang berada di komisariat. Komite-komite ini bertujuan untuk lebih menegakkan prinsip-prinsip good corporate governance yang terdiri dari : Komite audit, Komite nominasi, Komite remunerasi, Komite resiko, Komite privatisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas kepemimpinan profesional Jasa Marga di era globalisasi juga berkenaan langsung dengan hukum. UU No 1/1995 tentang Perseroan Terbatas pasal 90 ayat 2 menyebutkan dalam hal kepailitan perseroan yang terjadi karena kesalahan atau kelalaian direksi, dan apabila kekayaan perseroan tidak cukup menutup kerugian perseroan, maka setiap anggoata direksi secara tanggung renteng bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Dengan tanggung jawab ini, otomatis seorang pemimpin Jasa Marga yang profesional harus benar-benar memahami hukum secara mendalam. Semakin besar suatu perusahaan, semakin besar masalah hukum, dan semakin harus pula pemimpin Jasa Marga yang profesional di era globalisasi untuk belajar tentang hukum. Untuk menjaga agar perusahaan tetap Well Performed dan Well Managed maka Kepemimpinan profesional Jasa Marga dengan etika dan hukum di era globalisasi ini semestinya juga memberikan kepercayaan kepada karyawan yang mempunyai latar belakang pengalamannya dalam membangun dan memelihara ruas jalan tol untuk menjadi Direksi di Jasa Marga.. Paling tidak, Jasa Marga sudah harus mempersiapkan wacana untuk membentuk Direktorat Teknik guna mendukung Visi Perusahaan sebagai leader dalam memelihara dan mengembangkan jaringan jalan tol baru**** HS 5258&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan terjadi karena kita berani berbuat dan berani bertindak ke arah yang lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-8261002784565344872?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/8261002784565344872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/8261002784565344872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/07/kepemimpinan-profesional-jasa-marga.html' title='KEPEMIMPINAN PROFESIONAL JASA MARGA'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-3380770652040194233</id><published>2008-07-13T04:20:00.004+07:00</published><updated>2008-07-13T23:51:36.318+07:00</updated><title type='text'>Corporate Intelligence</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Arus globalisasi menuntut manajemen korporat agar melakukan pendekatan geocentric minimal regeocentric. Bahwa bumi yang dihuni manusia ini adalah satu pasar yang besar, yaitu pasar global. Dalam suatu pasar global yang membutuhkan produk global yang sama. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Teknologi komunikasi yang menjadi salah satu pendorong utama arus globalisasl makin lama makin menyusutkan kehadiran wilayah-wilayah yang semula tertutup seluruhnya atau sebagian. Hal ini mengharuskan korporat untuk piawai menggunakan informasi. Dalam menguasai informasi, diperlukan kegiatan dan lembaga yang bergerak dalam jalur intelijen perusahaan &lt;em&gt;(Corporate Intelligence)&lt;/em&gt; untuk memperoleh informasi dari para pesaing bisinis maupun untuk melindungi kerahasiaan informasi perusahaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Intelijen bisnis dan industri tidak hanya mengincar dokumen-dokumen serta formula teknologi mau pun strategi bisnis. Posisi keuangan suatu korporat juga merupakan sasaran, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri infrastruktur yang strategis seperti jalan tol. Industri ini merupakan industri yang mempunyai karakteristik sangat rentan terhadap perkembangan politik Negara mau pun bergejolaknya pasar &lt;em&gt;financial &lt;/em&gt;dunia. Peranan dari Intelijen bisnis dalam perusahaan yang bergerak dalam industri jalan tol tercermin dari kinerja Satuan pengawas intern (SPI) yang mampu mendeteksi secara dini kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi mau pun membaca peluang bisnis yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;SPI haruslah dapat mendeteksi berbagai kendala yang akan dihadapi perusahaan untuk negosiasi dengan perusahaan lain. Bahkan strategi pola kerja sama pada taraf lebih luas dan strategi korporat yang direncanakan, juga merupakan sasaran operasi intelijen bisnis bagi SPI yang mempunyai kinerja baik. Hal ini juga berkaitan dalam kemampuan untuk merenegosiasi beberapa kerja sama operasi (KSO) yang di duga terindikasi KKN di masa lalu. Dari KSO tersebut, di antaranya seperti Cawang - Cibitung, Kebon Jeruk - Tangerang Barat dan Cikunir - Cakung - Cilincing serta Cikampek - Padalarang. KSO itu perlu dicermati, mengingat potensi kerugian akibat terjadinya dugaan KKN jalan tol yang akan ditanggung pemerintah dan Jasa Marga cukup besar. Perjanjian Kuasa Penyelenggaraan Jalan Tol pada ruas tol tersebut harus dikaji kembali mengingat adanya perubahan sistem operasional jalan tol, setidaknya renegosiasi dapat menghapus pasal-pasal yang memberatkan Jasa Marga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Konsekuensi penghapusan pasal itu harus menguntungkan Jasa Marga, termasuk pemerintah. Sebab sebagai BUMN jalan tol yang telah go public haruslah mempunyai kinerja keuangan yang ekselen dengan suatu keharusan Jasa Marga untuk tidak lagi memiliki kewajiban menutup kerugian perusahaan-perusahaan yang terkait dengan KSO bila perusahaan tersebut dinyatakan &lt;em&gt;default &lt;/em&gt;akibat tidak bisa membayar hutangnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Renegosiasi dapat pula menghasilkan pengurangan masa konsesi bagi perusahaan yang terkait dengan KSO tersebut atau di sisi lain dapat pula melakukan koreksi biaya konstruksi sebagai akibat adanya perbedaan antara rencana dalam membangun lebar jalan dengan realisasinya di masa lampau. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Transformasi SPI.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dari uraian tersebut di atas maka kinerja yang baik dari SPI tidak terlepas dari pentingnya transformasi dalam merubah struktur SPI itu sendiri. Seorang Kepala Satuan Pengawas intern yang bertanggungjawab langsung kepada Direktur Utama, sebaiknya mempunyai beberapa Kepala Wilayah SPI. Kepala Wilayah SPI mempunyai tugas dan tanggungjawab dari beberapa Cabang dan Anak perusahaan mau pun Proyek. Satu Wilayah operasional SPI ini di pimpin oleh seorang Kepala wilayah SPI yang membawahi Kepala bagian SPI dan Kepala bagian SPI membawahi beberapa Kepala Sub bagian SPI. Kepala Sub bagian SPI membawahi beberapa Staf Audit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Transformasi ini penting dilakukan mengingat semakin kompleks dan luasnya wilayah cakupan perusahaan dalam mengelola industri jalan tol di negeri ini mau pun mengelola industri jalan tol di tataran regional di masa yang akan datang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tentunya setiap karyawan yang ditempatkan dalam SPI haruslah mempunyai ilmu yang mumpuni dan tidak kalah pentingnya haruslah pribadi yang mempunyai Visi, Nilai, Moral dan berani mengambil keputusan dengan standar etika yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam melaksanakan tugasnya SPI menjalankan fungsi sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mempunyai bakat dan kemauan dalam menjalankan fungsi sebagai seorang agen &lt;em&gt;corporate Intelligence&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memastikan bahwa Sistem Pengendalian Internal perusahaan telah memadai dan berjalan sesuai dengan ketentuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Merupakan mitra dalam penyempurnaan kegiatan pengelolaan perusahaan, memberikan nilai tambah melalui rekomendasi atas hasil audit yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Merupakan konsultan peningkatan penerapan manajemen resiko dan prinsip-prinsip &lt;em&gt;Good Coorporate Governance.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Semoga bermanfaat....*****&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-3380770652040194233?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/3380770652040194233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/3380770652040194233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/07/corporate-intelligence.html' title='Corporate Intelligence'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-5278652864013008937</id><published>2008-07-03T01:09:00.002+07:00</published><updated>2008-07-03T01:14:44.167+07:00</updated><title type='text'>KULTUM DAN PENGALAMAN SPRITUAL</title><content type='html'>Di siang hari yang terik, saya suatu saat mengikuti kultum yang diselenggarakan di suatu Masjid Perusahaan BUMN yang terkemuka di Negeri ini. Siang ini isi kultum yang disampaikan terasa sangat menyentuh spiritual yang sangat mendalam. Tanpa kesan menggurui Khotib yang menyampaikan kultum yang berjudul “Manusia bukanlah mahluk Tuhan yang mempunyai pengalaman spiritual namun sesungguhnya manusia adalah mahluk spiritual yang menjalani hidup sebagai manusia”.  Kalimat ini berulang kali saya renungkan untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya namun hal ini perlu di renungkan dengan hati yang bersih dan tenang. Sampai dengan di tulisnya artikel ini, saya baru memahami sedikit makna yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang sama khotib pun memberikan wawasannya dengan mempertajam artinya suatu makna hidup beragama yang sesungguhnya. Banyak di antara kita yang mengaku beragama tapi tidak menjalankan hidup sesuai apa yang diajarkan oleh agama tersebut. Beribadah hanyalah suatu hal rutinitas saja karena sebagian dari kita masih mempunyai perspektif bahwa Tuhan akan menyiksa kita jika kita melakukan dosa atau tidak menjalankan ibadah. Hal ini benar sesuai dengan yang terkandung di dalam kitab suci. Namun di sisi lain khotib pun menjelaskan bahwa Tuhan adalah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tuhan akan memberi apa yang hambanya minta dan Tuhan melarang hambanya untuk berputus asa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah ada suatu hal yang menarik dari sifat Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang perlu kita amalkan bersama. Ternyata semua manusia jika memberi sesuatu kepada sesamanya pasti merasakan kebahagiaan spiritual, hal ini bisa kita lihat dalam dunia nyata. Contohnya, Nabi Muhamad Saw tidak akan sayang terhadap harta mau pun kekuasaannya untuk memberikan kesejahteraan untuk umatnya. Ternyata dalam dunia yang modern saat ini masih ada juga tokoh terkemuka di dunia yang mencontoh kebiasaan yang mulia dari Nabi Muhamad Saw  seperti misalnya Bill Gates, AA Gym, Nelson Mandela dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memberikan sesuatu kepada sesamanya justru merasakan kebahagiaan, dengan sifat pengasih dan penyayang yang mereka miliki, justru tidak merasakan harta dan kekuasaannya berkurang. Disinilah mereka sudah mencapai fase dimana pengalaman spiritual ternyata lebih penting dari pada harta atau kekuasaan. Ternyata, mereka malah dimuliakan hidupnya di dunia dan Insya Allah di akhirat pula. Namun di sisi lainya dalam realitas sehari –hari disekeliling kita, justru ada sebagian di antara para penguasa yang mempersulit hidup sesamanya, malah terkadang kekuasaan hanya untuk mempermainkan orang – orang kecil yang di bawah kekuasaannya. Pertanyaannya, apakah mereka para pejabat perusahaan BUMN yang hadir di Kultum tersebut mau dan mampu menyerap nalar yang disampaikan khotib tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Walahualam bi shawab&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-5278652864013008937?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5278652864013008937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5278652864013008937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/07/kultum-dan-pengalaman-spritual.html' title='KULTUM DAN PENGALAMAN SPRITUAL'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1285566918690220786</id><published>2008-06-18T23:39:00.005+07:00</published><updated>2009-01-17T22:11:21.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>NEOLIBERALISME DAN PERAN BUMN SEBAGAI PENDORONG REFORMASI DI DALAM ISU KEBANGSAAN</title><content type='html'>Neoliberalisme sebagai perwujudan baru faham liberalisme saat ini dapat dikatakan telah menguasai sistem perekonomian dunia. Neoliberalisme bertujuan mengembalikan kepercayaan pada kekuasaan pasar atau perdagangan bebas (pasar bebas), dengan pembenaran mengacu pada kebebasan. Neoliberalisme yang juga dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi ekonomi-politik yang mengurangi atau menolak campur tangan pemerintah dalam ekonomi domestik. Faham ini memfokuskan pada metode pasar bebas, pembatasan yang sedikit terhadap perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi. Dalam kebijakan luar negeri, neoliberalisme erat kaitannya dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politis, menggunakan tekanan ekonomi, diplomasi, dan/atau intervensi militer. Pembukaan pasar merujuk pada perdagangan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, disinilah diperlukan sebuah peranan negara agar agenda-agenda Neoliberalisme dapat diterapkan di sebuah sistem ekonomi suatu negara. Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan negara,seperti organisasi secara umum, adalah untuk memudahkan anggotanya (rakyat) mencapai tujuan bersama atau cita-citanya. Keinginan bersama ini dirumuskan dalam suatu dokumen yang disebut sebagai Konstitusi, termasuk didalamnya nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh rakyat sebagai anggota negara. Dalam bentuk modern, negara terkait erat dengan keinginan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan cara-cara yang demokratis. Bentuk paling kongkrit pertemuan negara dengan rakyat adalah pelayanan publik, yakni pelayanan yang diberikan negara pada rakyat. Terutama sesungguhnya adalah bagaimana negara memberi pelayanan kepada rakyat secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Namun seluruh konsep negara di atas, seakan-akan sudah tidak berlaku lagi ketika sistem Neoliberalisme telah dianut oleh suatu pemerintahan. Kondisi yang menyengsarakan rakyat dapat berlangsung lama dikarenakan akibat peranan sebuah negara. Negara dijadikan sebagai alat untuk mempertahankan penindasan yang dilakukan melalui Neoliberalisme terhadap rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum kita membahas tentang peran negara dalam ekonomi sistem Ekonomi Neoliberlisme, ada baiknya bila kita juga mengetahui tentang sejarah pembentukan negara. Karena dari sanalah kita akan lebih jelas dapat melihat tentang peranan negara dari awal mulanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peran Negara dalam Sistem Ekonomi Neoliberalisme&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di atas telah disebutkan bahwa tanggung jawab negara adalah memenuhi keinginan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan cara-cara yang demokratis. Negara bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan publik. Negara juga memiliki kewenangan penuh terhadap politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya yang diatur oleh pemerintah dalam wilayah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kewenangan itulah negara akhirnya “didekati” oleh perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional untuk mengembangkan usahanya di wlayah tersebut. Perusahaan multinasional dan transnasional memiliki dana yang sangat besar untuk mengembangkan usahanya di berbagai negara. Untuk mengembangkan usaha dan memperoleh keuntungan yang besar maka tidak aneh bila perusahaan-perusahaan ini juga memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagi para politisi dan juga sumber finansial yangsangat berkecukupan untu relasi masyarakat dan melobi politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak aneh bila kondisi penghisapan yang dilakukan oleh para kapitalis dapat berlangsung sedemikian lamanya. Alat untuk mempertahankan penindasan terhadap masyarakat yang digunakan oleh para kapitalis adalah negara. Kita sering didengungkan oleh kampanye pemerintahan yang berpihak kepada kapitalis bahwa mereka mewakili semua orang, yang kaya dan yang miskin. Tetapi sebenarnya, sejak masyarakat kapitalis yang didasarkan atas kepemilikan pribadi atas alat produksi, serangan apapun terhadap kepemilikan kapitalis akan dihadapi dengan kekerasan dari pemerintahan kapitalis. Melalui kekuatan tentara, Undang-Undang, hukum, pengadilan dan penjara, negara telah berfungsi menjadi “anjing penjaga” dari keberlangsungan sistem kepemilikan pribadi yang menguntungkan kelas kapitalis. Kelas yang berkuasa secara ekonomi – yang memiliki alat-alat produksi – juga berkuasa secara politik.&lt;br /&gt;Negara terwujud untuk menjalankan keputusan-keputusan dari kelas yang mengontrol pemerintah. Dalam masyarakat kapitalis negara menjalankan keputusan-keputusan dari kelas kapitalis. Keputusan-keputusan tersebut dipola untuk mempertahankan sistem kapitalis dimana kelas pekerja harus bekerja melayani pemilik alat-alat produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal yang aneh, bila saat ini banyak sekali para pengusaha di Indonesia mulai terjun ke dunia politik untuk tetap menguasai kepemimpinan nasional. Karena hanya dengan jalan inilah para kapitalis dapat tetap mendominasi kekuasaan dan kenikmatan yang mereka alami selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Negara dalam Sistem Neoliberalisme&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah disebutkan diatas maka sejak naiknya pemerintahan orde baru dibawah pimpinan Soeharto, Indonesia telah masuk dalam cengkeraman kerakusan kaum modal. Semua pemerintahan yang berkuasa dari masa Soeharto hingga masa SBY-JK adalah pemerintahan nasional yang menjadi agen kepentingan kaum modal. Situasi politik pasca reformasi mei 1998 boleh jadi sangat hiruk pikuk dengan pertarungan politik, pemerintahan telah berganti-ganti sebanyak 4 kali, tetapi hiruk-pikuk politik tersebut tidaklah berarti menganggu kepentingan kaum modal di Indonesia, yang artinya adalah bahwa para elite tersebut bertarung tetapi mereka semuanya tunduk kepada tuan yang sama yaitu para pemilik modal&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua agenda kaum modal diimplementasikan dengan cukup baik dan sigap oleh pemerintahan selama ini, termasuk juga kebijakan yang di negara asalnya sendiripun hal tersebut masih enggan dilaksanakan oleh mereka (liberalisasi pertanian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh penerapan sistem ekonomi Neoliberalisme yang didukung oleh pemerintah Indonesia, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Privatisasi atau penjualan BUMN kepada pihak perusahaan swasta. Mayoritas BUMN ini sebenarnya cukup menguntungkan secara ekonomi bagi pemerintah, tetapi karena ada desakan dari perjanjian antara Indonesia dan IMF maka Indonesia harus melaksanakan privatisasi pada BUMN-BUMN nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;·   Pencabutan subsidi terhadap pelayanan publik dilakukan secara pasti oleh pemerintah yang berkuasa pasca reformasi. Pencabutan subsidi ini dilakukan agar perusahaan-perusahaan transnasional atau multinasional dapat bersaing dengan perusahaan negara. Contoh yang paling terlihat dampaknya adalah masuknya Perusahaan Shell dari Belanda dan Petronas dari Malaysia dalam bisnis penjualan bahan bakar untuk kendaraan. Bila subsidi untuk BBM tidak dicabut, maka harga-harga BBM akan tetap murah dan tentu saja perusahaan asing tersebut tidak dapat bersaing dengan harga yangditerapkan oleh pemerintah dengan adanya subsidi. Maka agar perusahaan asing tersebut dapat melakukan penjualaan di Indonesia, pemerintah harus menyetarakan terlebih dahulu harga BBM yang berlaku di Indonesia dengan mencabut subsidi dengan harga penjualan perusahaan asing tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;·   Liberalisasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah, misalnya dalam pertanian. Negara memilih kebijakan impor beras dari negara asing dengan dalih persediaan beras nasional tidak mencukupi, tetapi sebenarnya impor beras ini dilakukan agar beras-beras yang diproduksi oleh negara-negara lain dapat masuk ke Indonesia dan bersaing dengan beras nasional yang diproduksi oleh petani. Hal ini jelas mematikan usaha para petani karena mereka akan kesulitan untuk menjual hasil produksinya dikarenakan harga pasaran beras akan sangat murah. Dampak dari murahnya harga beras produksi petani nasional maka akan menambah angka kemiskinan di Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penguasaan sumber daya alam Indonesia oleh perusahaan asing yang diterapkan oleh pemerintah melalui kebijakannya tentunya akan berdampak pada keuntungan yang semakin sedikit yang diperoleh oleh Indonesia untuk mensejahterakan rakyatnya. Pemerintah lebih memilih untuk melindungi para investor asing agar nyaman mengeruk hasil bumi Indonesia, dan yang jelas hal tersebut tidak ada manfaatnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Hampir tiap bulan ada pembukaan tambang batu bara baru untuk wilayah Kalimantan dan semuanya itu untuk kesejahteraan kaum modal semata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Utang Luar Negeri yang selama ini diterapkan oleh pemerintah ternyata telah menjadi alat untuk melemahkan dan membuat ketergantungan Indonesia kepada lembaga donor atau negara asing. Pembayaran utang tersebut tentu saja dibebankan kepada rakyat Indonesia dengan mewajibkan pembayaran pajak bagi rakyat Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Regulasi investasi yang diterapkan oleh pemerintah sebenarnya untuk membuat investor nyaman berinvestasi seperti intensif pajak, membangun iklim investasi yang kondusif yang berarti keamanan yang terjamin, serikat buruh yang “ramah” serta sistem tenaga kerja yang fleksibel tidak jarang hal ini dikuti dengan pola reprsesif Pemerintah dengan cara pembungkaman aktifis Serikat Pekerja mau pun pemberangusan serikat Pekerja yang vocal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari hal-hal tersebut diatas, maka jelas terlihat bahwa pemerintah sangat berpihak pada para pemilik modal. Negara sangat berperan dalam menjaga kondisi sistem ekonomi Neoliberalisme yang sangat menyamankan para pemilik modal. Selama negara masih didominasi oleh para elit politik dan pengusaha, maka kondisi yang menindas rakyat Indonesia akan tetap terjaga. Para elit politik dan pengusaha pun berusaha sekuat tenaga agar kondisi ini tidak berubah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Reformasi BUMN Untuk Siapa di Jaman Neolibelarisme ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ringkasan Undang – undang No. 19/2003 tentang BUMN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tanggal 19 Juni 2003. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mensahkan UU No. 19/2003 tentang BUMN. Undang-undang terakhir tentang BUMN adalah UU No. 9/1969 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1/1969 No. 1/1969 tentang Bentuk-bentuk Usaha Negar menjadi Undang-Undang.Pada UU No. 9/1969, BUMN dibagi menjadi tiga, yaitu Perusahaan Jawatan (perjan), Perusahaan Umum (Perum), dan Perseroan (Persero). Pada penjelasannya, UU No. 9/1969 telah memberikan ancangan kedepan, bahwa bentuk BUMN kelak hanya Perum dan Persero. Amanat ini dilaksanakan oleh UU No. 10/2003 dengan menegaskan bahwa bentuk BUMN adalah Perum dan Persero.Persero BUMN adalah perusahaan yang modalnya terbagi ke dalam saham yang minimal 51% sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dengan tujuan mencari keuntungan, sementara Perum adalah BUMN yang mempunyai misi pentyediaan barang dan jasa untuk kemanfaatan umum dan mencari keuntungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Disamping itu, terdapat empat hal yang dapat dinilai sebagai dukungan terhadap BUMN Persero, yaitu :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, dinyatakan : Terhadap Persero berlaku Undang-undang No. 1/1995, tentang Perseroan Terbatas, dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Persero adalah RUPS. Kebijakan ini memberikan arah pada Profesionalisasi pengelolaan BUMN.Catatan :(UU No. 1/1995 sudah di ganti dengan UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedua,&lt;/strong&gt; tidak secara spesifik disebutkan Menteri BUMN melainkan hanya Menteri yang ditunjuk dan/atau diberi kuasa mewakili pemegang saham. Dengan demikian, ideal pengelolaan BUMN dapat dicapai, di mana pada suatu masa, ketika BUMN sudah mempunyai pengelolaan yang profesional, baik dalam arti penerapan prinsip-prinsip korporasi yang termuat dalam UU No. 1/1995, juga dalam arti telah mengalami privatisasi, dapat juga lembaga kementerian BUMN tidak cukup relevan lagi keberadaannya. Kebijakan ini memungkinkan bagi peniadaan lembaga kementerian BUMN, karena misi dari kementerian ini memang mempersiapkan BUMN untuk menjadi korporasi kelas dunia yang dikelola secara profesional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketiga,&lt;/strong&gt; secara khusus pada pasal 64 (1) dan 65 (1) pada intinya menekankan bahwa perombakan BUMN yang bersifat mendasar, baik dalam bentuk penggabungan, peleburan, pengambilalihan, dan pembubaran, diatur dengan kebijakan di tingkat Presiden, yaitu Peraturan Pemeritah. Dengan demikian, kebijakan ini mengacu pada makna keberadaan BUMN sebagai badan usaha milik negara sehingga perubahan yang mendasar dilakukan oleh Kepala Negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keempat,&lt;/strong&gt; dicanangkannya sisi-sisi teknis yang penting bagi peningkatan kualitas pengelolaan BUMN. Pertama adalah dalam hal penerapan prinsip Good Corporate Governance ( Tata Kelola Perusahaan yang Baik) dengan dicantumkannya Satuan Pengawasan Intern dan Komite Audit. Kedua, pencatuman cara peningkatan performa BUMN dengan metode restrukturisasi, yaitu upaya penyehatan, dan metode privatisasi, yaitu pelepasan kepemilikan negara kepada privat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Reformasi BUMN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini beberapa perusahaan BUMN masih signifikan untuk memberikan kontribusi di dalam memberikan sumber pendapatan APBN dan multiplier effect bagi bergeraknya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Apalagi jika mengingat bahwa dengan adanya gagasan cemerlang Pemerintah dalam infrastructure summit untuk mencapai ekspektasi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 – 7% maka dibutuhkan biaya sebesar + 1500 Trilyun untuk pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat memberikan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keterbatasan kemampuan pembiayaan investasi infrastruktur dari dana internal perusahaan – perusahaan BUMN yang bersumber dari capital expenditure maupun dari money market dan capital market akan memberikan peluang bagi masuknya investasi luar negeri untuk terlibat di dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perubahan paradigma penyelenggaraan infrastruktur yang tidak lagi sebagai hak eksklusif BUMN seperti selama ini yang di kenal berdasarkan amanah Pasal 33 UUD 1945 dan perubahan berbagai regulasi yang sangat ekstrem sehingga sektor swasta dalam dan luar negeri dapat berkiprah dalam penyelenggaraan bisnisnya. Perubahan paradigma inilah sebagai salah satu cara untuk memberikan stimulan agar investor luar negeri mempunyai gairah untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Mulailah kita memasuki liberalisme dan kesetaraan baik di dalam regulasi maupun kesempatan antara BUMN dan swasta (equality before the law dan equality the opportunity).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas nama bangsa pula akhirnya BUMN juga memberikan keikhlasan dan ketulusannya untuk memberikan privelage yang dimilikinya untuk maksud yang mulia. Padahal privelage yang dimilikinya itu merupakan kompensasi dari paradox mission yang diemban oleh BUMN yaitu antara company/corporate mission (pendekatan profit oriented) dan social mission (tidak semata-mata mengejar keuntungan.). Untuk itu pelaksanaan liberalisasi pengelolaan usaha oleh BUMN apapun tentunya jangan dikemas melalui justifikasi globalisasi dan tekanan pasar internasional tetapi juga memperhatikan keberlangsungan usaha BUMN, dampak ekonomi pemerintah daerah serta keadaan internal BUMN pasca liberalisasi. Kajian ini harus dibuat yang terkait dengan tanggung jawab pihak ketiga, Pay Service Liability dan lainnya, Analisa ini harus diperhitungkan akibat adanya liberalisasi usaha seperti jalan tol, migas, listrik, bandar udara, pelabuhan, telekomunikasi dan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;LIBERALISASI PENGELOLAAN USAHA OLEH PERUSAHAAN BUMN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksanaan liberalisasi berbagai sektor usaha yang selama ini di kelola BUMN melalui perubahan kran regulasi tentunya harus membawa suasana kompetisi yang fair dengan tidak mengorbankan keberlanjutan usaha yang saat ini dikelola oleh BUMN. Pelaksanaan privatisasi sebagai ibu liberalisasi tidak menghasilkan anak rasionalisasi di kalangan pegawai yang akan menimbulkan keresahan.Liberalisasi nantinya juga tidak boleh menjadikan BUMN yang dianggap produktif menjadi rebutan pemilik modal khususnya kapitalisme asing yang semata-mata mengejar keuntungan sehingga kepentingan publik dan peran BUMN akan semakin termarginalisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERGANTIAN DIREKSI DAN KOMISARIS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengelolaan BUMN harus dilakukan secara professional dalam prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), hal ini harus dilakukan untuk mengeliminir kebuasan akibat dari liberalisasi. BUMN jangan dijadikan sapi perah untuk kepentingan partai politik tertentu dan praktek-praktek kotor yang selama ini disinyalir banyak dilakukan sehingga berdampak terjadinya pembusukan secara sistematis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemilihan dan penempatan direksi dan komisaris perusahaan di bumn sudah seyogyanya tidak diletakkan dalam ranah politik dan penempatan isu atau berita tidak menimbulkan sentimen pasar yang negatif serta ketidakjelasan alat ukur yang jelas dalam bentuk balance score card ataupun fit and proper test tidak lantas menjadi fee and property cash.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian juga adanya inpres 8 dan 9 dengan adanya Tim Penilai Akhir semakin menambah kerunyaman dan ketidakjelasan di lapangan dalam tataran pragmatis cukup menghambat adanya reposisi di organ direksi dan komisaris karena semakin banyaknya jalur birokrasi yang harus dilalui serta dalam konteks yuridis tidak memenuhi kaidah prinsip-prinsip perseroan terbatas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PROGRAM PENYELAMATAN PERUSAHAANDI LINGKUNGAN BUMN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sungguhpun demikian adanya paparan angka yang sangat menakjubkan dan membikin keterpanaan sesaat adanya asset BUMN di atas 1300 Trilyun serta laba diatas 25 Trilyun sangat ironis dengan keadaan di beberapa BUMN yang berada dalam kondisi sekarat misalnya PPD, Soda, Garam, Iglas, Damri, Merpati dan lainnya sementara tidak ada penanganan yang bersifat cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tahapan pemberdayaan BUMN.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlunya upaya pemberdayaan BUMN secara optimal dan merespon positif adanya peningkatan dan perluasan kemampuan memperluas ketersediaan prasarana infastruktur yang dikelola oleh BUMN melalui upaya kemampuan BUMN secara mandiri untuk mengelola tanpa harus menyerahkan asset dan usaha yang menjadi hak privelege kepada modal asing dan pemilik modal yang tidak jelas dananya (money laundry). Adapan pemberdayaan tersebut yaitu dengan memberikan relaksasi kredit pendanaan di dalam perluasan investasi dan usaha melalui sinergi lintas BUMN.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harus adanya proteksi yang berkeseimbangan dan proporsional terhadap BUMN yang mempunyai paradox mission (antara company mission versus public service ) karena di dalamnya ada komponen biaya penugasan, public service obligation dan stabilitas ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Liberalisasi yang di dalamnya adalah privatisasi agar dicari skema yang paling menguntungkan bagi BUMN ybs melalui pengumpulan atau mobilisasi dana masyarakat dari sekedar menjual kepada partikelir maupun asing, baik dalam privatisasi di bidang jalan tol, pembangkit listrik dan lainnya.Kementerian BUMN agar mempunyai greget dan bargaining position di dalam upaya yang bersifat feed back dan two way traffic di dalam pembahasan mengenai perubahan regulasi yang bersifat membuka kran pengelolaan usaha yang selama ini dikelola oleh BUMN dan di dalam pemberdayaan BUMN serta menjauhkan usaha BUMN yang dipolitisir, menciptakan peraturan yang terang dan jelas dari sekedar peraturan abu-abu serta tidak menjadikan BUMN sebagai sasaran tembak aparat hukum sehingga pengelolaan BUMN menjadi tertatih-tatih karena harus menghadapi masalah hukum yang belum jelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Khusus mengenai peningkatan akselerasi pemberdayaan BUMN.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya percepatan pergantian direksi dan komisaris BUMN secara definitif bagi yang sudah habis masa waktunya, atau mereka yang menjadi kareteker karena adanya status demisioner atau transisi di beberapa BUMN.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adanya Inpres 8 Tahun 2005 diharapkan tidak adanya duplikasi dan overlapping terhadap kewenangan Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham sehingga proses akselerasi pergantian manajemen di BUMN dapat segera terealisir dengan memperhatikan adanya fit and proper test (bukan fee and property cash), moral obseravation, sosiologis, reward and punishment, balance score card dan key performance indicator, data intelijen, feed back dari serikat pekerja masing-masing dan memperhatikan kebutuhan dalam perusahaan serta career planning dari pekerja masing-masing perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harus dibentuk semacam lembaga recovery yang bertugas untuk menyediakan funding, restrukturisasi, penyertaan modal dimana dana tersebut diambil dari sekian persen laba BUMN secara holistik untuk penyembuhan BUMN-BUMN yang berada dalam kondisi tidak sehat sehingga ada upaya yang bersifat URC (unit reaksi cepat) dalam bentuk pemberian dana talangan, cross funding dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menuntut adanya ketegasan Master Plan BUMN tahun 2005-2009 tentang adanya stand alone, focus holding dan roll-up di lingkungan BUMN sehingga tidak menimbulkan keresahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlunya bereaksi dan menuntut adanya ketegasan Kementerian BUMN agar segara mempunyai sikap yang jelas terhadap nasib BUMN-BUMN yang berada dalam kondisi kritis baik dalam bentuk pemberian transfusi atau amputasi dengan kompensasi yang paling baik bagi kepentingan karyawan perusahaan BUMN yang bersangkutan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya reformasi BUMN adalah untuk kesejahteraan bangsa ini dengan menghasilkan produk yang terjangkau oleh masyarakat dan yang tidak kalah pentingnya " janganlah menjual BUMN entah kemana yang hanya mengejar setoran APBN tanpa memikirkan keberlangsungan BUMN yang bersangkutan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari berbagai sumber dan http://www.wikipedia.com, dengan sedikit perubahan dan penyesuaian yang tidak mengurangi inti yang ingin disampaikan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1285566918690220786?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1285566918690220786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1285566918690220786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/06/neoliberalisme-dan-peran-bumn-sebagai.html' title='NEOLIBERALISME DAN PERAN BUMN SEBAGAI PENDORONG REFORMASI DI DALAM ISU KEBANGSAAN'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-768626431985593571</id><published>2008-06-15T23:57:00.011+07:00</published><updated>2008-06-16T23:34:42.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>ANTARA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sering kali kita mendengar ungkapan yang berbunyi &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Segala sesuatu berawal dan berakhir pada kepimimpinan”.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Kemenangan kecil bisa saja diperoleh seorang diri. Namun kemenangan besar yang pada akhirnya menghasilkan kesuksesan, tidak akan pernah bisa Anda peroleh sendiri. Untuk mencapainya, Anda harus melibatkan orang lain. Dan bila anda hendak melibatkan orang lain untuk mencapai tujuan Anda, Anda harus benar – benar paham tentang kepemimpinan ini. Pada intinya kepemimpinan bukan membentuk suatu kekuasaan akan tetapi memberi kuasa kepada orang banyak.. Ukuran seorang pemimpin ditentukan oleh dalamnya keyakinan, Visinya yang luas, serta cita- citanya yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Kepemimpinan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah sebenarnya definisi dari kepemimpinan itu ? Seorang pemimpin adalah seseorang yang benar-benar mewujudkan pandangannya menjadi kenyataan, namun Anda juga harus melibatkan unsur penting lainnya yaitu &lt;strong&gt;&lt;em&gt;orang lain&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Seorang pemimpin membuat Visinya menjadi kenyataan tidak hanya dengan usaha-usahanya sendiri, tapi juga melalui usaha-usaha orang lain. Siapa pun yang menganggap dirinya seorang pemimpin namun tak seorang pun yang menjadi pengikutnya, hanyalah isapan jempol belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kamus &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Webster&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; : Kepemimpinan berarti kemampuan untuk mempengaruhi atau kedudukan atau pedoman seorang pemimpin; kemampuan untuk memimpin. Namun, pada prakteknya definisi ini tidak dapat banyak membantu. Dalam kenyataannya definisi tersebut sering menimbulkan kesalah-pahaman mengenai kepemimpinan. Banyak karyawan di perusahaan swasta mau pun BUMN yang cenderung percaya bahwa pimpinan mendapatkan kekuasaannya berkat kedudukan atau gelar kesarjanaan yang disandangnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka beranggapan bahwa seorang atasan bisa memimpin karena ia memiliki kedudukan, dan seorang manajer karena ia memiliki gelar sarjana. Namun, bukan itu pengertian kepemimpinan yang sebenarnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menurut pendapat saya yang disarikan dari berbagai artikel yang di tulis di dalam blog Pak Adityawarman, Pak Djoko Dwijono dan Pak Hasanuddin.&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Seseorang yang tidak dapat melakukan lebih jauh selain memimpin berdasarkan kedudukannya, bukanlah seorang pemimpin sejati. Pada hakekatnya follower bukan mengikuti program, tapi mengikuti para pemimpin yang memberi inspirasi pada mereka”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setelah banyak mengamati dan mencermati apa yang tertulis dalam blog tersebut di atas maka saya mendapatkan definisi kepemimpinan terbaik yang selama ini saya pahami yaitu :&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi. Seorang pemimpin sejati ialah seseorang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk menjadi pengikutnya. Ia mampu mengajak mereka untuk bergabung dan bergerak bersamanya. Ia selalu membesarkan hati orang – orang yang disekitarnya, agar keberhasilan untuk mencapai Visi dan Misi menjadi lebih luas. Dan ia juga mengusahakan agar para &lt;strong&gt;&lt;em&gt;follower&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;-nya pun berhasil. Kepemimpinan berawal dari sifat dan Visi seseorang, intinya orang yang mawas diri sebagai seorang manusia ciptaan Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin – pemimpin yang baik adalah orang – orang yang terus berkembang, meningkat dan belajar. Mereka berani mengambil resiko atas kepemimpinannya. Mereka rela mengorbankan apa pun yang dibutuhkan agar diri mereka terus bekembang, Visi mereka makin luas, kecakapan mereka makin meningkat, dan potensi mereka tercapai. Melalui usaha – usaha mereka, mereka menjadi orang – orang yang dikagumi orang lain. Orang – orang yang jujur dan humanis serta berbudi luhur lebih memungkinkan untuk menjadi pemimpin yang bijaksana, daripada orang – orang yang ahlaknya kurang terpuji. Namun, sifat –sifat luhur itu sendiri belum cukup untuk membuat mereka menjadi pemimpin sejati. Sifat – sifat itu harus dilengkapi dengan kemampuan berinteraksi dengan orang lain secara positif. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin sejati harus selalu berpikir positif dan menjalin hubungan baik dengan seluruh &lt;strong&gt;&lt;em&gt;follower&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;-nya dengan cara memperhatikan mereka dan menjalin komunikasi serta memotivasi mereka untuk menuju keberhasilan bersama. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemimpin yang memotivasi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga hal yang membuat roda dunia terus berputar yaitu : adanya ide yang cemerlang, mengajak orang – orang untuk menyukainya, serta membuat ide itu berjalan lancar. Anda pasti telah mengerti makna dari ide. Ide muncul dari cara berpikir yang positif, visi yang luas serta penyusunan target. Anda pasti juga sudah mengetahui pentingnya orang lain. Dengan Anda dapat berkomunikasi kepada orang lain, bukan berarti Anda pasti bisa meyakinkan mereka untuk menyukai ide – ide Anda. Disinilah kemampuan untuk memotivasi orang lain memegang peranan penting. Motivasi adalah suatu seni mengajak orang lain untuk melakukan apa yang kita inginkan karena mereka ingin melakukannya. Tidak seorang pun bisa menjadi pemimpin yang hebat bila segalanya dikerjakan seorang diri atau karena ingin mendapatkan sekedar pujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Motivasi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah makna dari “memotivasi seseorang ?” Kamus &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Webster&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; menjelaskan bahwa kata memotivasi berarti “ memberi dengan atau mempengaruhi suatu alasan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(motive).”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Sedangkan kata &lt;strong&gt;&lt;em&gt;motive&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; artinya “suatu kekuatan batin, dorongan hati, suara hati, atau pun kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu.” Jadi memotivasi seseorang erat hubungannya dengan suatu yang ada di dalam dirinya yang menyebabkan ia melakukan suatu tindakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya sebagian karyawan swasta mau pun BUMN hanya berharap agar kekuatan dari luarlah yang menggerakan mereka dan orang – orang disekitar mereka untuk mencapai tujuan. Namun setiap kali kekuatan dari luar yang menggerakan mereka itu datang, gerakan tersebut sifatnya hanya sementara. Ini seperti perbedaan antara mobil yang ada bensinnya dengan yang tanpa bensin . Bila mobil kehabisan bensin, ia harus didorong agar dapat berjalan. Begitu berhenti didorong, mobil itu langsung kehilangan daya gerak dan segera berhenti. Namun bila tangki bensin mobil tadi terisi, bensin yang ada di dalamnya akan mampu membuat mobil itu terus melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula halnya dengan manusia dan motivasi. Tanpa motivasi, berat bagi kita untuk terus melangkah maju, dan tidak mungkin menciptakan daya gerak. Tapi jika seseorang digerakkan oleh motivasi secara terus menerus ia akan mampu untuk terus melaju tanpa kenal lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran untuk menjadi pemimpin yang berhasil, inilah&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;yang harus Anda pelajari &lt;strong&gt;:&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;memotivasi orang lain dan lakukanlah dengan sunguh-sungguh.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Anda harus bisa “mengisi tangki bensin mereka.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada intinya, motivasi yaitu mengerti apa yang membuat orang – orang merasa dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka. Jika Anda tidak bisa memotivasi orang lain, anda tidak akan mampu memimpin mereka. Dan jika Anda tidak bisa memimpin orang lain, berarti Anda harus mengerjakan sendiri semua yang ingin Anda peroleh. Betapa terbatasnya ruang gerak Anda jadinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kata kunci dari artikel ini adalah " Anda tidak mungkin bisa memotivasi orang lain bila diri Anda sendiri tidak termotivasi"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana cara seseorang untuk mulai memotivasi orang lain ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia harus bisa memotivasi dirinya sendiri. Anda tidak mungkin memotivasi orang lain, bila anda sendiri tidak termotivasi. Orang - orang tidak akan yakin pada seseorang yang dirinya sendiri tidak terilhami.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Terima Kasih untuk Ibu Betti Alisjahbana, Pak Adityawarman, Pak Djoko Dwijono dan Pak Hasanudin yang artikelnya telah banyak memberikan inspirasi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-768626431985593571?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/768626431985593571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/768626431985593571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/06/antara-kepemimpinan-dan-motivasi.html' title='ANTARA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1503092750327016141</id><published>2008-06-14T08:12:00.004+07:00</published><updated>2008-06-14T08:54:17.532+07:00</updated><title type='text'>SEMANGAT PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI INDUSTRI JALAN TOL</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.1 Latar Belakang &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sejak didirikan pada tahun 1978, Jasa Marga menjalankan tugas pemerintah untuk membangun dan mengoperasikan jalan tol di Indonesia. Hal ini ditegaskan pada UU No. 13/1980 bahwa Jasa Marga mempunyai wewenang tunggal dalam menyelenggarakan jalan tol. Namun pada akhir tahun 1980-an, sebagian besar jalan tol pembangunannya diserahkan pemerintah pada swasta yang kemudian atas nama pemerintah, Jasa Marga dijadikan lembaga otorisator sehingga terjadi benturan kepentingan dengan Jasa Marga sebagai perusahaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Tahun 2004 dikeluarkan perundangan baru oleh pemerintah yaitu UU No. 38/2004 yang menegaskan Jasa Marga berubah peran dari Regulator menjadi Operator saja dan pelaksanaan otorisasi jalan tol dilakukan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sehingga untuk memperoleh pembangunan jalan tol baru Jasa Marga harus bekompetisi dengan pihak swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, perubahan peran ini akan berdampak pada bertumbuh kembangnya perusahaan yang berujung kepada timbulnya berbagai tuntutan masyarakat terhadap kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar jalan tol. Hal ini telah di akomodasi oleh perusahaan dalam program kemitraan dan bina lingkungan. Program ini dalam dunia usaha sering kali menggunakan istilah (corporate social responsibility/CSR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perubahan peran tersebut menimbulkan dampak yang sangat besar bagi kelangsungan hidup perusahaan dan untuk tetap menjadi leader dalam industri jalan tol, Jasa Marga harus memiliki daya saing yang tinggi dengan mengutamakan efisiensi, layanan yang bermutu serta SDM yang berpengetahuan dan memiliki keterampilan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.2 Permasalahan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sesuai dengan SK Direksi Nomor. 27/KPTS/2006 tentang Struktur Organisasi Cabang type A dan B, Sub Bagian Pengembangan Usaha dan Program Kemitraan dan Bina Laingkungan mempunyai fungsi pokok , yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan usaha, antara lain :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Periklanan, pemanfaatan lahan sekitar tol, pendayagunaan tempat istirahat dengan memperhatikan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan, agar Perusahaan mendapatkan nilai tambah dari asset yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Menyelenggarakan kegiatan kemitraan dan bina lingkungan, meliputi: &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Pembinaan usaha kecil dan koperasi serta melakukan pembinaan lingkungan social dengan memperhatikan program kerja dan ketentuan yang telah ditetapkan, agar Perusahaan dapat menjalankan kebijakan Pemerintah dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program kemitraan ini dilaksanakan melalui pemanfaatan dana dari sebagian laba PT JASA MARGA (PERSERO) TBK sesuai Keputusan Menteri BUMN No.KEP-236/MBU/2003 tentang program kemitraan dengan Usaha kecil dan Program Bina Lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring berjalannya perkembangan perusahaan yang telah &lt;em&gt;Go Public&lt;/em&gt; maka program PKBL ini harus memberikan keuntungan sosial dalam jangka panjang terhadap perusahaan sesuai yang di amanatkan dalam &lt;strong&gt;&lt;em&gt;UU No. 19/ 2003 tentang BUMN.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan disahkannya UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas yang baru, persoalan tanggung jawab sosial perusahaan &lt;em&gt;(corporate social responsibility / CSR)&lt;/em&gt; saat ini semakin menjadi perhatian di kalangan masyarakat umum, terutama pada dunia bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan istilah &lt;em&gt;CSR&lt;/em&gt; juga sering kali digunakan dengan istilah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;corporate citizenhip, corporate ethics, dan corporate sustainability.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Meski demikian, sebenarnya beberapa pengistilahan tersebut memiliki makna dan pengertian yang hampir sama. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Pada dasarnya, &lt;em&gt;CSR&lt;/em&gt; merupakan sebuah mekanisme humanisasi perilaku kalangan bisnis. Sebagaimana layaknya seorang individu manusia, perusahaan dalam hal ini juga dituntut untuk memiliki tugas moral, seperti berlaku jujur, mematuhi hukum, menjunjung integritas, dan tidak korup. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Melalui CSR, ditekankan bahwa perusahaan mesti mengembangkan etika bisnis yang &lt;em&gt;sustainable&lt;/em&gt; baik secara ekonomi, sosial, ataupun aspek lingkungan. Karena itu, tidak mengherankan apabila dalam perkembangannya, &lt;em&gt;CSR&lt;/em&gt; sering kali dinilai sebagai salah satu jawaban atau &lt;em&gt;counter&lt;/em&gt; atas perilaku bisnis perusahaan dalam tugasnya mengakumulasikan keuntungan.. Namun, pada saat bersamaan, tidak dapat dipungkiri &lt;em&gt;CSR &lt;/em&gt;sering kali dianggap sebagian perusahaan sebagai beban yang mengganggu proses akumulasi modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mencermati masalah &lt;em&gt;CSR&lt;/em&gt;, setidaknya ada satu persoalan mendasar yang harus dipahami. Persoalan itu adalah perkembangan dari dinamika persaingan ekonomi global yang berdampak besar dalam persaingan antar perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam perkembangannya, sesungguhnya tekanan terbesar bagi perusahaan dalam konteks &lt;em&gt;CSR&lt;/em&gt; justru berasal dari&lt;em&gt; stakeholder&lt;/em&gt; tradisional. Persaingan yang ketat di dalam pasar menuntut sejauh mana tiap-tiap perusahaan itu bisa memberikan nilai tambah atas produk-produk yang mereka hasilkan. Meski demikian, berbagai hal yang menjadi kekhawatiran para kelompok masyarakat madani sebenarnya juga penting. Sebab pada akhirnya, berbagai persoalan yang dibawa mereka menjadi bagian dari &lt;strong&gt;&lt;em&gt;differentiation of product. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dengan kata lain, &lt;em&gt;CSR&lt;/em&gt; pada praktiknya telah terinternalisasi didalam proses produksi dan itulah yang menyebabkan mengapa pada beberapa kasus, &lt;em&gt;CSR &lt;/em&gt;justru menjadi beban dan pada akhirnya akan meningkatkan ongkos produksi serta tentunya harga dari produk yang dihasilkan. Realitas itu terjadi di banyak negara di dunia dan tidak hanya dinegara berkembang. Namun, yang terpenting sebenarnya adalah yang terjadi pada perusahaan-perusahaan multinasional yang selanjutnya terus berkembang dan meluas ke berbagai negara berkembang lainnya. Hal itu terjadi seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan arus perdagangan serta investasi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kontribusi yang diberikan PT Jasa Marga (Persero) Tbk di antaranya melaksanakan penugasan &lt;em&gt;Public Service Obligation (PSO&lt;/em&gt;) dan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) yang bisa dirasakan masyarakat sebagai kontribusi nyata. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Oleh karena itu jika PKBL tidak dilaksanakan secara langsung secara operasional oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, masyarakat maupun pemerintah daerah tidak melihat ada peran PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi. Ini dapat memunculkan antipati masyarakat yang akhirnya dapat berakibat terganggunya kelangsungan operasional PT Jasa Marga (Persero) Tbk di daerah tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Program kemitraan yang dilaksanakan PT Jasa Marga (Persero) Tbk sejatinya memiliki keunggulan dari sisi teknis operasional, yaitu dilaksanakan dengan &lt;em&gt;prinsip social motive&lt;/em&gt; bukan &lt;em&gt;profit motive&lt;/em&gt;, yaitu beban biaya pelaksanaan program seluruhnya atau sebagian besar ditanggung PT Jasa Marga (Persero) Tbk. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Hingga kini, jaringan kerja PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah tersebar di berbagai wilayah cakupan operasional jalan tol di Indonesia, hal ini memungkinkan distribusinya menjangkau masyarakat tingkat bawah. Pelaksanaan secara langsung oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan menghemat biaya operasional serta menghilangkan birokrasi yang panjang dan berbelit. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengacu pada aturan perundang-undangan, PKBL dilaksanakan dengan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Kewajiban,&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;PT Jasa Marga (Persero) Tbk diwajibkan melaksanakan PKBL yang dibiayai dari penyisihan sebagian laba bersih perusahaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tugas sosial,&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pelaksanaan PKBL merupakan tugas sosial dan bertujuan bukan untuk mencari keuntungan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. &lt;em&gt;Accountable&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;PT Jasa Marga (Persero) Tbk wajib melakukan pembukuan tersendiri atas pelaksanaan PKBL atau terpisah dari pembukuan perusahaan dan menyampaikan laporan berkala triwulan dan tahunan. Kemudian diaudit oleh &lt;strong&gt;&lt;em&gt;auditor independen.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. &lt;em&gt;Corporate action&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Pelaksanaan PKBL merupakan aksi korporasi sehingga selain organ PT Jasa Marga (Persero) Tbk pihak lain dilarang campur tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.1. Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Program kemitraan dan bina lingkungan merupakan salah satu fokus utama perusahaan modern di era globalisasi. Tentunya, program ini haruslah di tata dengan sedemikian rupa sehingga program ini dapat menjadi bagian dari pendorong perusahaan agar terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuh dan berkembangnya industri jalan tol akan berdampak pula terhadap tumbuhnya perekonomian daerah yang akan berujung pula terhadap tumbuhnya perekonomian bangsa. Hal ini akan berdampak kepada semakin kompleknya permasalahan sosial yang di hadapi perusahaan dan semakin kritisnya masyarakat di lingkungan wilayah operasional Jasa Marga yang menuntut adanya kepedulian sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar jalan tol.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dipandang dari konsepsi Perusahaan yang modern maka moderinisasi Jasa Marga haruslah mengikuti perkembangan dunia usaha yang selalu cepat berubah mengikuti perkembangan yang &lt;em&gt;up to date&lt;/em&gt;. Modernisasi ini haruslah diikuti oleh perkembangan kemampuan sumber daya manusia yang handal dalam mengelola program kemitraan dan bina lingkungan di PT Jasa Marga (Persero) Tbk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.2. Saran&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Program kemitraan dan bina lingkungan ini dapat terwujud dengan program jangka pendek dan jangka panjang sebagai berikut : &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Program Jangka Pendek :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Menyusun petunjuk pelaksanaan (juklak) tentang SOP PKBL&lt;br /&gt;2. Menyusun penilain kinerja program pembinaan usaha kecil dan koperasi.&lt;br /&gt;3. Membuat Standar Operasional dan Prosedur terhadap kasus tunggakan dari mitra&lt;br /&gt;binaan dan koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Program Jangka Panjang :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Membangun &lt;em&gt;website &lt;/em&gt;PKBL &lt;em&gt;online,&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;2. Pemetaan potensi atau produk unggulan usaha kecil binaan Jasa Marga &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;3. Membentuk asosiasi mitra binaan usaha kecil dan koperasi seluruh Indonesia yang &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;menjadi mitra binaan&lt;br /&gt;4. Optimalisasi penyaluran dana PKBL, dan program kemitraan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1503092750327016141?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1503092750327016141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1503092750327016141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/06/semangat-program-corporate-social.html' title='SEMANGAT PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DI INDUSTRI JALAN TOL'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-5101022923699760944</id><published>2008-06-13T21:01:00.002+07:00</published><updated>2008-06-13T21:06:01.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>ANTARA PEMIMPIN DAN MANAJER</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Menyimak perilaku para pemimpin dan manajer di perusahaan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya mereka para manajer di perusahaan swasta sering kebingungan, jika ditanya tentang siapa-siapa saja yang layak menjadi calon manajer untuk masa depan di perusahaan. Hal ini memberikan indikasi bahwa sebagai perusahaan yang telah go public , ternyata ”mereka” sering lupa untuk mempersiapkan kaderisasi. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di benak kebanyakan karyawan yang duduk sebagai manajer, baik disadari atau tidak, ternyata punya "anak buah" lebih penting dari pada punya "kader". Gejala ini ternyata merambah juga ke kalangan manajer Perusahaan BUMN. Bila para manajer ditanya satu persatu siapa saja yang punya “kader” maka gelengan kepala jawabnya. Tapi bila ditanya siapa saja ”anak buah” mereka, maka berhamburanlah nama-nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beberapa hal yang membedakan antara manajer dengan Pemimpin, yaitu :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jika manajer hanya berorientasi kepada &lt;strong&gt;&lt;em&gt;”anak buah”.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Setiap manajer cenderung menggunakan sumber daya manusia anak buahnya untuk kepentingan target yang ditetapkan manajer yang bersangkutan namun Pemimpin selalu berorientasi kepada &lt;em&gt;&lt;strong&gt;follower&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Setiap Pemimpin pasti akan menyiapkan &lt;em&gt;follower&lt;/em&gt; untuk dijadikan sebagai kader penggati para pemimpin untuk regenerasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jika manajer cenderung mempunyai anak buah karena keadaanlah yang memaksa anak buah untuk masuk dalam struktur organisasi Perusahaan dimana sang manajer itu ditugaskan maka anak buah pun bekerja menjadi &lt;strong&gt;cenderung paksa rela&lt;/strong&gt; namun Pemimpin mempunyai &lt;strong&gt;&lt;em&gt;follower &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;karena &lt;strong&gt;&lt;em&gt;trust &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;dengan demikian para kadernya akan bekerja dengan &lt;strong&gt;suka rela.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-5101022923699760944?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5101022923699760944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5101022923699760944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/06/antara-pemimpin-dan-manajer.html' title='ANTARA PEMIMPIN DAN MANAJER'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-5805231856577595070</id><published>2008-06-12T22:50:00.002+07:00</published><updated>2008-06-12T23:00:56.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'> Mewujudkan Karyawan Jasa Marga Untuk Menjadi “Partner in profit and progress”</title><content type='html'>Saya sering kali mengamati cara para manajer mendidik para pemimpin masa depan di Jasa Marga. Sebagian dari “Mereka” ada yang cenderung masih menggunakan pola atasan - bawahan atau dengan gaya guru - murid. Seharusnya dengan makin berkembangnya Jasa Marga maka para manajer harus dapat mengkombinasikan pola &lt;em&gt;experimental-experiential-explorential&lt;/em&gt; gaya bebas yang mengacu kepada daya serap &lt;em&gt;skill, knowledge, dan wisdom&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika pola ini yang tersebut di atas didukung dengan akses internet berkecepatan tinggi dan password untuk membuka kunci pengetahuan yang membayar, bukan gratisan.  Sebuah angkatan kerja dengan &lt;em&gt;“three lever”&lt;/em&gt; yang lengkap mulai dari pendidikan formal yang andal, pendidikan keterampilan di perusahaan yang berkesinambungan, dan pendidikan inisiatif sendiri dengan akses internet dan kolaborasi global yang &lt;em&gt;“instan”.&lt;/em&gt; Hasilnya, Karyawan Jasa Marga profesional yang sangat kompeten di setiap jenjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyawan Jasa Marga dengan kompetensi seperti itu tentu tak gampang diajak demonstrasi berhari-hari hanya untuk menuntut kenaikan gaji sebesar dampak dari kenaikan BBM. Tak mudah diperintah dengan sebuah kata pembuka &lt;em&gt;“Pokoknya lakukan”&lt;/em&gt;. Tak mudah diperdaya dengan perbedaan skala gaji yang tertinggi dan terendah sampai puluhan kali. Tak gampang dibuai dengan bonus akhir tahun yang besar untuk melakukan jungkir balik pembukuan yang terkesan menimbulkan laba, atau merekayasa mata anggaran agar terlihat adanya efisiensi . Tak gampang menerima uraian panjang lebar tentang promosi yang tak berdasarkan kompetensi. Interaksi antarpribadi dalam lingkungan kantor yang didefinisikan sebagai sebuah ruangan dengan empat tembok menjadi makin  pudar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, gaya kepemimpinan dalam SDM Jasa Marga sudah harus berubah drastis. Karyawan Jasa Marga bukan sekadar &lt;em&gt;human resources, human capital, atau knowledge worker,&lt;/em&gt; tetapi harus menjadi &lt;em&gt;“partner in profit and progress”.&lt;/em&gt; Sebuah  kerja sama antar - dan &lt;em&gt;intermitra &lt;/em&gt;yang saling bergantung dan memiliki ketergantungan tinggi.  Pengelolaan atas mitra ini memiliki karakteristik kepemimpinan yang amat berbeda dengan yang sekarang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama, organisasi harus menjadi makin flat  karena mengandalkan kolaborasi antar mitra&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;dalam proses dan has&lt;/strong&gt;il.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web organization akan menjadi pola standar. Dengan &lt;em&gt;multiskill partner&lt;/em&gt;, pembagian tugas akan makin beragam dan disatukan dengan IT system yang terintegrasi. Fungsi pemimpin menjadi kolaborator dan motivator bukan untuk jegal menjegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, karena anggota organisasi adalah mitra, maka budaya yang dibentuk adalah Jasa Marga Ready to serve with smile&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya ini berdasarkan &lt;em&gt;“love”&lt;/em&gt;, dan bukan &lt;em&gt;“fear”,&lt;/em&gt; seperti layaknya suami-istri dan anak-orang tua.  Prinsip “&lt;em&gt;management by love&lt;/em&gt;” akan membentuk komunitas mitra, dan bukan dalam konteks organisasi dengan definisi lama.  Dalam bahasa John Mackey disebut sebagai &lt;em&gt;“community working together to create value for other people”. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, basic organizational unit, bukan departemen, tetapi kelompok kecil yang langsung berhubungan dengan customer atau proses.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah komunitas yang memiliki &lt;em&gt;responsibility and authority&lt;/em&gt; tunggal karena menganut asas otonomi. Misalnya, dalam Divisi, Biro atau Organisasi di tingkat Cabang, yang menentukan apa yang harus dilakukan, sumber daya apa yang harus ditambah, sampai apa perlu menambah karyawan untuk diputuskan dalam komunitas sel di unit tersebut. Ini secara sistem akan mempercepat keputusan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dalam arti luas . Koridor tetap harus dijaga untuk kepentingan pengembangan SDM, tetapi dalam rangka penyelarasan, bukan kontrol ketakutan terjadinya &lt;em&gt;power abuse.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Keempat, kompensasi didasarkan atas bagi hasil untuk seluruh anggota kelompok&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rentang perbedaan gaji tertinggi-terendah menjadi makin kecil, dari TUJUH PULUH LIMA  menjadi puluhan dan dalam jangka panjang hanya akan berkisar 25 kali. Malah John Mackey menetapkan rentang hanya 14 kali. Bahkan, karena berprinsip Karyawan Jasa Marga adalah mitra, masing-masing mitra bisa tahu gaji rekan sejawat dalam satu kelompok. Tak ada hal siluman soal gaji. Transparan karena kompetensi terukur rapi. &lt;em&gt;“Fit and proper”&lt;/em&gt; dalam kompetensi dilakukan secara &lt;em&gt;“online and real time”&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan empat fenomena tadi, memimpin bidang SDM menjadi lebih sederhana dan bisa fokus  pada aspek &lt;em&gt;inovasi,&lt;/em&gt; baik &lt;em&gt;inovasi product, process, people (3P),&lt;/em&gt; termasuk di dalamnya &lt;em&gt;inovasi strategik&lt;/em&gt; dan manajemen yang mengatur interaksi ketiganya bukan pada hal normatif dan administratif yang seakan sudah menjadi tanda dagang seorang manajer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita sempat berselancar lewat internet, kita akan heran, apa iya ? Migrasi konsep ini akan cepat ditangkap oleh karyawan Jasa Marga, dan kalau mereka menuntut hal yang sama, apakah para manajer sudah siap?&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-5805231856577595070?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5805231856577595070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5805231856577595070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/06/mewujudkan-karyawan-jasa-marga-untuk.html' title=' Mewujudkan Karyawan Jasa Marga Untuk Menjadi “Partner in profit and progress”'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-8370510598975219272</id><published>2008-06-08T15:44:00.008+07:00</published><updated>2008-06-10T23:48:07.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>AIR MENERJANG, TANGGUL MENGHADANG, JASA MARGA MERADANG</title><content type='html'>Pemerintah pada Mei 2008 seharusnya telah menyesuaikan tarif dua ruas tol Jakarta - Cikampek yang sudah diumumkan minggu lalu, sementara tol Sediyatmo (Bandara) masih akan melihat dahulu pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM) PT Jasa Marga dalam mengendalikan banjir akibat pasang laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah melihat kemampuan tanggul penahan banjir di Tol Sediyatmo dalam dua hari ini sesuai perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) puncak pasang laut tertinggi terjadi Selasa sampai Rabu (3-4/6). Pembangunan saat ini diprioritaskan di sisi Utara berbatasan dengan laut untuk mengantisipasi pasang yang menurut BMG puncaknya diperkirakan terjadi 3 - 6 Juni 2008, serta rencananya sisi sebelah Selatan juga akan dibangun untuk mengantisipasi banjir karena hujan.Mencermati berita yang di rilis oleh berbagai media cetak dan elektronik, jelas terlihat Jasa Marga sudah berupaya untuk memenuhi SPM yang disyaratkan oleh BPJT. Namun, untuk memenuhi SPM yang berbiaya mahal ini disinyalir hanya akan menyelesaikan masalah dalam 5 – 10 tahun saja banjir akibat air pasang dan banjir akibat curah hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah utama dari banjir di jalan tol bandara adalah tidak tersedianya sarana untuk saluran air yang layak akibat adanya perumahan elit pantai indah kapuk dan kawasan pergudangan di sisi kanan – kiri jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapa yang bertanggungjawab ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mensikapi siapa yang bertanggungjawab akibat banjir di jalan tol Bandara Soekarno –Hatta tidak terlepas dari carut marutnya penataan kota oleh Pemerintah Pusat dan Pemda DKI di sekitar jalan tol bandara.Dampak dari hal ini terjadi bukan karena Pemerintahan saat ini saja namun hal ini karena akumulasi dari kekeliruan dari kebijakan Pemerintah masa lalu. Kebijakan yang kurang memperhatikan analisa dari dampak lingkungan merupakan biang keladinya. Hal ini terjadi karena kurangnya SDM yang di miliki oleh Pemda DKI yang memahami ekologi dan drainase pesisir pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hidden Agenda&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan Politis dan ekonomi kepada Jasa Marga untuk mengatasi masalah banjir di bandara tidak terlepas dari &lt;em&gt;Hidden agenda&lt;/em&gt; dari berbagai pihak untuk menjadikan Jasa Marga sebagai sapi perahan. Tentunya, bukan hal yang adil, jika beban dari biaya untuk mengatasi banjir ini hanya dibebankan kepada Jasa Marga. Setidaknya Pemerintah Pusat dan Pemda DKI harus pula bertanggungjawab karena telah memberikan berbagai ijin pengadaan lahan untuk perumahan Pantai Indah Kapuk dan beberapa kawasan pergudangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaan hidden agenda ini terungkap dari pembangunan tanggul penahan banjir yang menelan dana sampai Rp 40 miliar di luar perkiraan yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP 2008). Tanggul permanen yang dibangun Jasa Marga tersebut berupa lembaran beton (sheet pile) diisi tanah yang ditanam ke tanah sampai kedalaman tiga meter, sementara tinggi tanggulnya sendiri tiga meter dari muka jalan menyesuaikan dengan pasang tertinggi di kawasan tersebut.Wajar saja jika sebagian masyarakat pemerhati jalan tol menaruh kecurigaan berbagai pihak untuk memeras Jasa Marga dengan dalih pemenuhan SPM ini akan berlanjut kepada SPM - SPM yang lainnya. Apalagi BPJT yang selama ini di kenal sebagai regulator tidak ada kemauan dan kemampuan untuk menuntut para pihak yang telah nyata – nyata merugikan Jasa Marga. Ambil saja contoh tentang ruas jalan tol yang hilang akibat lumpur Lapindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beberapa pertanyaan yang acapkali timbul dari sebagian masyarakat adalah :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama.&lt;/strong&gt; Mengapa BPJT tidak berani memperjuangkan kompensasi jalan tol pengganti untuk Jasa Marga akibat lumpur Lapindo ? &lt;strong&gt;Kedua.&lt;/strong&gt; Berapa sudah potensi pendapatan jalan tol yang hilang akibat ruas jalan tol di Surabaya yang tidak dapat digunakan lagi ? &lt;strong&gt;Ketiga.&lt;/strong&gt; Mengapa setiap usulan kenaikan tarif tol yang telah diamanatkan Undang-undang selalu di persulit oleh BPJT dengan alasan klasik pemenuhan SPM ? &lt;strong&gt;Keempat,&lt;/strong&gt; Bukankah setiap proyek untuk pemenuhan SPM selalu tekait dengan Biaya ? &lt;strong&gt;Kelima,&lt;/strong&gt; Siapa yang mendapatkan proyek dari pemenuhan SPM ? &lt;strong&gt;Keenam, &lt;/strong&gt;Apakah Pemenang Tender dari berbagai Proyek SPM hanya pesanan dari para penguasa di negeri ini ? &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Tentunya hal ini akan berbenturan oleh manajemen Jasa Marga yang sangat selektif terhadap penawaran harga dari rekanan mau pun konsultan dalam penerapan GCG guna menentukan kualitas yang sewajarnya.) &lt;/em&gt;Ketujuh,&lt;/strong&gt; Sampai kapan Jasa Marga meradang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, jika Jasa Marga meradang maka semakin kecil deviden yang diberikan untuk negara.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;wallahu alam bishawab&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-8370510598975219272?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/8370510598975219272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/8370510598975219272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/06/air-menerjang-tanggul-menghadang-jasa_08.html' title='AIR MENERJANG, TANGGUL MENGHADANG, JASA MARGA MERADANG'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1634732010562449008</id><published>2008-06-01T17:00:00.006+07:00</published><updated>2008-06-01T17:47:16.325+07:00</updated><title type='text'>UPAYA MEMBANGUN GOOD CORPORATE CULTURE UNTUK MENDUKUNG JASA MARGA SELALU MENJADI LEADER DALAM INDUSTRI JALAN TOL</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mencermati Usia Perusahaan yang telah berkiprah selama 30 (Tiga Puluh) Tahun dalam industri jalan tol dan perkembangan Jasa Marga sebagai Perusahaan Publik. Hal ini pada akhirnya mejadikan Jasa Marga menjadi Perusahaan yang terbuka, dimana dituntut kinerja karyawan yang lebih professional dan mengharuskan Organisasi Jasa Marga membangun &lt;em&gt;Good Corporate Culture (GCC)&lt;/em&gt; secara konsisten disamping penerapan &lt;em&gt;Good Corporate Governance (GCG) &lt;/em&gt;di Jasa Marga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengamati Jasa Marga setelah 7 (Tujuh) bulan menjadi Perusahaan Terbuka mempunyai makna sebagai sarana bagi kita semua untuk melakukan telaah secara kritis terhadap perjalanan organisasi dan menjadikannya momentum bagi kita semua untuk menata organisasi ini menjadi lebih baik, serta meningkatkan pemahaman kita bersama terhadap makna dari hubungan kerja yang sinergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi Organisasi, kita perlu meningkatkan lagi kinerja Organisasi Jasa Marga agar kita dapat lebih mengupayakan kinerja seluruh sumber daya manusia yang saling mendukung secara utuh dan tidak saling melemahkan. Hal ini dapat kita capai dengan meningkatkan pemahaman kita semua terhadap fungsi dan peran dari tiap-tiap bagian dari Organisasi Jasa Marga sehingga terwujud tatanan kerja yang lebih teratur dan terarah dalam semangat peningkatan kinerja yang seiring dan sejalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan pemaparan yang bermakna sangat penting dalam momentum bersejarah bagi Jasa Marga menuju Jasa Marga yang kompetitif maka saya pada kesempatan ini menyajikan artikel yang berjudul &lt;strong&gt;“Upaya membangun &lt;em&gt;Good Corporate Culture&lt;/em&gt; untuk mendukung Jasa Marga selalu menjadi &lt;em&gt;leader &lt;/em&gt;dalam industri jalan tol”.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari artikel ini untuk memberikan urun rembug dan cakrawala pemikiran kita bersama dalam mengantisipasi Jasa Marga menjadi leader industri jalan tol untuk domestik dan tataran regional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu meningkatkan pemahaman terhadap fungsi dan peran Jasa Marga sebagai &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perusahaan terbuka agar kita dapat menyiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap perubahan-perubahan yang akan terjadi. Semoga Artikel ini bermanfaat bagi kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENGERTIAN &lt;em&gt;GOOD CORPORATE CULTURE (GCC)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Good Corporate Culture (GCC)&lt;/em&gt; atau yang lebih populer dikenal sebagai Budaya korporasi/budaya Jasa Marga yaitu berkenaan dengan pengembangan Jasa Marga yang “berbudaya”, dan kemudian “berbudaya kuat”.&lt;br /&gt;Untuk menjadi Perusahaan kelas dunia, tidak cukup hanya dengan berbekal manajemen profesional, melainkan budaya yang unggul. Banyak contoh Perusahaan kelas dunia yang menunjukkan keunggulannya karena di samping kepiawaian manajemennya juga menjaga budaya Perusahaannya secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budaya korporat yang kuat, hampir semua manajer menganut seperangkat nilai-nilai dan metode menjalankan bisnis yang relatif konsisten.&lt;br /&gt;Atas dasar keadaan tersebut, para karyawan dapat mengadopsi nilai-nilai ini dengan sangat cepat. Apabila kesadaran budaya telah sangat mendalam, dapat terjadi seorang eksekutif akan dikoreksi oleh bawahannya, selain juga oleh atasannya, jika dia melanggar norma-norma organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan dengan budaya yang kuat biasanya dinilai dan dirasakan oleh pihak lain yang telah memiliki gaya tertentu, misalnya &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“cara melakukan segala sesuatu”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; pada Procter &amp;amp; Gamble , Toyota, Samsung, Johnson &amp;amp; Johnson. Mereka sering menjadikan nilai-nilai yang dianut bersama itu semacam kredo atau pernyataan misi dan secara serius mendorong para manajer mereka untuk mengikuti pernyataan tersebut. Selanjutnya, gaya dan nilai-nilai suatu budaya yang kuat cenderung tidak banyak berubah walaupun ada pergantian &lt;em&gt;CEO&lt;/em&gt; karena akar-akarnya sudah mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Good Corporate Culture (GCC)&lt;/em&gt; merupakan sesuatu yang berbanding lurus dengan &lt;em&gt;Good Organization Culture&lt;/em&gt; maka jika kita membangun &lt;em&gt;Good Corporate Culture (GCC)&lt;/em&gt; di Jasa Marga berarti kita juga harus membangun &lt;em&gt;Good Organization Culture&lt;/em&gt; . Keberhasilan membangun &lt;em&gt;Good Organization Culture&lt;/em&gt; (Budaya Jasa Marga ) merupakan kunci keberhasilan Jasa Marga untuk &lt;em&gt;survive&lt;/em&gt; di era Globalisasi dan penerapan &lt;em&gt;Good Corporate Governance (GCG)&lt;/em&gt; serta &lt;em&gt;Clean Governance&lt;/em&gt; pada semua lini di Jasa Marga kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I. MEMBANGUN BUDAYA JASA MARGA &lt;em&gt;(Good Organization Culture)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap organisasi, sebagai lazimnya institusi, mempunyai nilai budaya yang baik di dalamnya. Apabila nilai-nilai budaya ini dibiarkan tenggelam, dan dikalahkan oleh nilai-nilai yang negatif maka proses transformasi sebesar apa pun akan mengalami kendala yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasa Marga memerlukan Budaya Jasa Marga &lt;em&gt;(Organization Culture)&lt;/em&gt; untuk menjadikannya kuat dalam menghadapi perubahan dan mendukung setiap upaya transformasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini Jasa Marga belum mendeklarasikan Budaya Perusahaan melainkan hanya peraturan Perjanjian Kerja Bersama antara Karyawan dan Manajemen Perusahaan yang terdiri dari penggabungan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Visi – Misi – Strategi organisasi Perusahaan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang berpola &lt;em&gt;Top-Down,&lt;/em&gt; dan kemudian dijadikan sebagai aturan main bersama yang bersifat formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dari membangun Budaya Jasa Marga adalah upaya menggabungkan nilai-nilai kehidupan bersama antara seluruh karyawan Jasa Marga kemudian disemaikan ke dalam setiap sel organisasi Jasa Marga yang harus muncul dalam bentuk perilaku formal dan informal setiap karyawannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Budaya Jasa Marga hendaknya secara konsisten mendorong seluruh karyawan Jasa Marga mengimplementasikan nilai-nilai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1. Profesionalisme&lt;br /&gt;2. Spirit&lt;br /&gt;3. Proaktif&lt;br /&gt;4. Team Work&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1. Profesionalisme&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Profesionalisme adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh karyawan yang memenuhi syarat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Science Competence&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; : mengharuskan karyawan untuk menguasai ilmu yang akan menjadi titik berpijak kegiatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Technical Competence&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; : menuntut karyawan untuk mampu melaksanakan ilmu yang dikuasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Experience Competence&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; : menuntut karyawan untuk memecahkan problema yang dihadapi karena pengalamannya yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dedicatif dan Consistent&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; : Kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya sampai dengan berhasil secara tekun, konsisten dan ikhlas. Independence : suatu sikap untuk bertindak secara obyektif disertai Integritas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2. Spirit&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Spirit atau semangat adalah perilaku yang melekat pada setiap tindakan yang akan diambil setiap karyawan Jasa Marga. Tanpa adanya semangat setiap upaya untuk membangun Budaya Jasa Marga tak akan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;3. Proaktif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa yang akan datang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Stephen Covey)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karyawan Jasa Marga yang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan karyawan lain. Karyawan Jasa Marga melakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik – kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas - dan menggunakan pendekatan dari dalam ke luar untuk menciptakan perubahan. Karyawan Jasa Marga bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan yang paling mendasar yang bisa diambil setiap karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya Jasa Marga mengembangkan budaya proaktif kepada karyawannya secara konsisten dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berakronim &lt;strong&gt;&lt;em&gt;SMILE. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Kaidah-kaidah ini diusulkan untuk menjadi bagian dari Motto Perusahaan yang selama ini belum sempat dideklarasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Moto Perusahaan dengan akronim SMILE yang mempunyai makna sebagai berikut : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Satisfaction, Moral, Integrity, Leadership, Entrepreneurship,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Satisfaction &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;merupakan kredo simbol pelayanan yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan jalan tol dengan memberikan keamanan (safety), kenyamanan (comfortability) dan kelancaran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Moral&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; merupakan komitmen perusahaan untuk membangun karakter Jasa Marga yang menjunjung tinggi aspek kejujuran, kebenaran.dalam menjalankan bisnisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Integrity&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; merupakan aspek kepribadian Jasa Marga yang utama, yang mengutamakan kemuliaan di dalam segala aspek pencapaian tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Leadership&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah kredo bahwa Jasa Marga adalah pemimpin dalam industrinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Entrepreneurship &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;adalah kredo bahwa bisnis harus dilakukan berdasarkan semangat wirausaha yang mandiri, tangguh dan tanggap terhadap tuntutan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sehingga motto perusahaan berbunyi sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;READY TO SERVE WITH SMILE&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;****Gagasan dan penjabaran Motto Perusahaan &lt;em&gt;READY TO SERVE WITH SMILE&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;dari R Adityawarman, SH****&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Akumulasi dari Budaya Jasa Marga di Jasa Marga diharapkan dapat menghasilkan sebuah lingkungan publik yang berbudaya. Pada saat ini Jasa Marga memiliki kurang lebih 5,823 karyawan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Annual Report 2004),&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; artinya ada potensi bagi Jasa Marga untuk membangun budaya pada 5,823 warga Indonesia. Jumlah yang cukup signifikan untuk menciptakan critical mass dalam membangun Indonesia yang berbudaya dan mengelola total asset Jasa Marga untuk tumbuh dan berkembang sebesar Rp. 7,969,740,000,000,00 (Annual Report 2004) bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;5. Team Work&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Team Work&lt;/em&gt; atau kerjasama adalah suatu bentuk komitmen bersama antar karyawan Jasa Marga dalam membangun Budaya Perusahaan. Bentuk kerjasama yang handal adalah dengan tercerminnya perilaku transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan kewajaran dalam setiap kebijakan yang diputuskan oleh Manajemen Jasa Marga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. KEKUATAN BUDAYA PERUSAHAAN DI JASA MARGA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jasa Marga harus memiliki budaya sendiri yang sifatnya spesifik karena pada umumnya setiap organisasi mempunyai kepribadian yang khas. Budaya dapat sangat stabil sepanjang waktu, tetapi budaya juga tidak pernah statis.&lt;br /&gt;Perubahan peran Jasa Marga menjadi operator murni jalan tol yang diamanatkan UU No: 38/2004, mendorong Jasa Marga untuk mengevaluasi kembali beberapa nilai-nilai atau perangkat praktis. Tantangan-tantangan baru dapat mengakibatkan Jasa Marga menciptakan cara-cara baru untuk melakukan segala sesuatu agar dapat bertahan dan unggul dalam persaingan yang makin kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Jasa Marga adalah perekat bagi setiap karyawan di dalam Perusahaan. Tanpa keberadaan Budaya Perusahaan, maka Jasa Marga akan mengalami proses pertumbuhan dan pemekaran tetapi tanpa diimbangi oleh &lt;strong&gt;&lt;em&gt;integrasi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;reintegrasi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Oleh karena itu, tantangan dari setiap karyawan Jasa Marga adalah &lt;strong&gt;pertama&lt;/strong&gt; memahami arti penting keberadaan Budaya Jasa Marga; &lt;strong&gt;kedua&lt;/strong&gt;, membangun Budaya Jasa Marga dengan metode yang dapat diterima secara keilmuan, kemanusiaan dan konteks keorganisasian; dan &lt;strong&gt;ketiga&lt;/strong&gt;, senantiasa memelihara dan memperkuat budaya Jasa Marga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika tentang cara kekuatan budaya berhubungan dengan kinerja meliputi tiga gagasan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Kotler dan Hessket, 1992&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;), yaitu : &lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, dalam sebuah organisasi dengan budaya yang kuat, karyawannya cenderung berbaris mengikuti penabuh genderang yang sama. &lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, budaya yang kuat sering dikatakan membantu kinerja bisnis karena menciptakan suatu tingkatan yang luar biasa dalam diri para karyawannya. &lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, budaya yang kuat membantu kinerja karena memberikan struktur dan kontrol yang dibutuhkan tanpa harus bersandar pada birokrasi formal yang kaku dan yang dapat menekan tumbuhnya &lt;strong&gt;&lt;em&gt;motivasi dan inovasi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhnya budaya yang kuat dalam Jasa Marga ditandai dengan : &lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, perilaku para karyawannya dibatasi oleh kesepakatan bersama dan bukan karena perintah atau karena ketentuan-ketentuan formal. &lt;strong&gt;Kedua,&lt;/strong&gt; dampak budaya yang kuat terhadap perilaku para karyawannya berdampak besar ditandai dengan menurunnya keinginan karyawannya yang pindah berkarya di organisasi lain. &lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, budaya yang kuat berarti akan makin banyak karyawan organisasi yang menerima keterikatannya pada norma-norma dan sistem nilai-nilai organisasional yang berlaku, dan makin meningkatnya komitmen karyawannya terhadap keberhasilan penerapan norma-norma dan sistem nilai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. FUNGSI BUDAYA PERUSAHAAN DI JASA MARGA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Budaya Perusahaan di Jasa Marga yang efektif tercermin pada kepercayaan, keterbukaan komunikasi, kepemimpinan yang mendapat masukan (&lt;em&gt;considerate&lt;/em&gt;) dan didukung oleh bawahan &lt;em&gt;(supportive&lt;/em&gt;), pemecahan masalah oleh kelompok, kemandirian kerja, dan pertukaran informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Perusahaan yang kuat mempunyai empat fungsi dasar, yaitu : &lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, perasaan identitas dan menambah komitmen organisasi. &lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, alat pengorganisasian karyawan &lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, menguatkan nilai-nilai dalam organisasi. Keempat, mekanisme kontrol atas perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya yang kuat meletakkan kepercayaan-kepercayaan tingkah laku, dan cara melakukan sesuatu, tanpa perlu dipertanyakan lagi. Oleh karena berakar dalam tradisi, budaya mencerminkan apa yang dilakukan, dan bukan apa yang akan berlaku. Dengan demikian, fungsi dari Budaya Perusahaan di Jasa Marga adalah sebagai perekat sosial dalam mempersatukan karyawan-karyawan dalam mencapai tujuan organisasi berupa ketentuan-ketentuan atau nilai-nilai yang harus dikatakan dan dilakukan oleh para karyawan. Hal tersebut dapat berfungsi pula sebagai kontrol atas perilaku para karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling penting dalam pelaksanaan &lt;em&gt;Good Corporate Governance&lt;/em&gt; adalah spirit dan konsistensi untuk melakukannya, bukan hanya memenuhi kata-kata yang ada dalam peraturan. Sebaiknya pula Jasa Marga membangun &lt;em&gt;Good Corporate Culture (GCC)&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Good Organization Culture&lt;/em&gt; Jasa Marga (Budaya Perusahaan) secara konsisten disamping penerapan &lt;em&gt;Good Corporate Governance&lt;/em&gt; &lt;em&gt;(GCG)&lt;/em&gt; di Jasa Marga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bisnis pengelolaan jalan tol bisa membuat karyawan cepat lelah, maka Budaya Perusahaan di Jasa Marga yang kuat dapat membantu para karyawannya membangun harga diri mereka dan rasa memiliki dalam komunitas yang lebih besar. Itu baik untuk karyawan dan baik untuk Jasa Marga, dan percayalah, ini juga baik untuk kita semua. *****&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terima Kasih untuk Pak R. ADITYAWARMAN, SH yang telah memberikan insprirasi dan gagasan untuk motto Perusahaan &lt;em&gt;READY TO SERVE WITH SMILE&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Insya Allah&lt;/em&gt;…bermanfaat untuk kita semua. &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1634732010562449008?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1634732010562449008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1634732010562449008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/06/upaya-membangun-good-corporate-culture.html' title='UPAYA MEMBANGUN GOOD CORPORATE CULTURE UNTUK MENDUKUNG JASA MARGA SELALU MENJADI LEADER DALAM INDUSTRI JALAN TOL'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-8116153844762707787</id><published>2008-05-31T11:45:00.002+07:00</published><updated>2008-05-31T11:52:04.539+07:00</updated><title type='text'>JANGAN RAGU LAWAN KORUPSI</title><content type='html'>&lt;strong&gt;TATA CARA PENGADUAN KASUS KORUPSI KE KPK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Landasan Hukum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mungkin memberantas korupsi tanpa bantuan dari segenap komponen bangsa, terutama dari masyarakat.Menurut UU No.30/2002 , pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TPK) adalah serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas TPK melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan, dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku (pasal 6). Dalam melaksanakan tugasnya, KPK berwenang melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi yang:&lt;br /&gt;§       Melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara;&lt;br /&gt;§       Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat; dan/atau&lt;br /&gt;§       Menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 ( Satu Milyar Rupiah).( Pasal 11)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus peran serta masyarakat tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.71 tahun 2000 , tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TPK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tindak Pidana Korupsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Tidak Pidana Korupsi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;UU No. 31/1999 jo UU No.20/2001 , menyebutkan bahwa pengertian korupsi setidaknya mencakup segala perbuatan :&lt;br /&gt;§       Melawan Hukum, memperkaya diri, orang/badan yang merugikan keuangan /perekonomian negara (pasal 2).&lt;br /&gt;§       Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan/perekonomian Negara (pasal 3).&lt;br /&gt;§       Kelompok delik penyuapan (pasal 5, 6 dan 11)&lt;br /&gt;§       Kelompok delik penggelapan dalam jabatan (pasal 8, 9 dan 10)&lt;br /&gt;§       Delik pemerasan dalam jabatan (pasal 12)&lt;br /&gt;§       Delik yang berkaitan dengan pemborongan (pasal 7)&lt;br /&gt;§       Delik Gratifikasi ( pasal 12B dan 12C)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peran Serta Masyarakat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang, organisasi masyarakat &amp;amp; LSM berhak mencari, memperoleh dan memberikan informasi adanya dugaan TPK, serta menyampaikan saran dan pendapat kepada penegak hukum (Kepolisian dan Kejaksaan) atau KPK.&lt;br /&gt;Informasi, saran, atau pendapat dari masyarakat harus dilakukan secara bertanggung-jawab ( PP No. 71/2000 Pasal 2 ayat 2) , dan disampaikan secara tertulis dan disertai dengan :&lt;br /&gt;§       Nama dan alamat pelapor, pimpinan organisasi masyarakat, atau pimpinan LSM dengan melampirkan fotokopi KTP atau identitas diri lainnya, dan..&lt;br /&gt;§       Keterangan mengenai dugaan pelaku TPK dilengkapi dengan bukti-bukti permulaan. ( PP No.71Tahun 2000 Pasal 3 ayat 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tata Cara Penyampaian Pengaduan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Format penyampaian pengaduan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya pengaduan disampaikan secara tertulis. Walaupun peraturan yang ada menyebutkan bahwa pengaduan dapat dilakukan secara lisan, tetapi untuk lebih meningkatkan efektifitas tindak lanjut atas suatu perkara, maka pengaduan yang diterima masyarakat hanya berupa pengaduan tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Identitas pelapor/pemberi informasi pengaduan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Untuk memudahkan tindak lanjut, dan jika diperlukan adanya penjelasan lebih dalam, maka wajib disertakan identitas diri pelapor. Identitas yang perlu disampaikan dalam pelaporan, mencakup:&lt;br /&gt;Nama, Pekerjaan, Alamat rumah dan Tempat bekerja, Telepon yang dapat dihubungi, serta identitas lain yang dianggap perlu.&lt;br /&gt;Pengaduan melalui telpon, Fax, e-mail, dan SMS akan ditindak-lanjuti apabila telah disusulkan dengan data lengkap, sesuai dengan PP No.71/2000 pasal 2 dan 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengungkapan Materi Pengaduan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Laporan setidaknya mengungkap jenis penyimpangan, fakta/proses kejadian, penyebab dan dampak (kerugian negara yang ditimbulkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alat dan barang bukti&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika ada, laporan dapat disertai alat bukti, Pasal 184 ayat (1) KUHP merujuk beberapa alat/barang bukti berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat, dan petunjuk. Sedangkan didalam UU No. 20/2001 tentang perubahan atas UU No.31/1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada pasal 26A , dikenal juga bukti lain (dan tidak terbatas pada) informasi/data yang diucapkan, dikirim, diterima, atau disimpan baik secara biasa maupun elektronik atau optik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perlindungan Hukum pelapor/ pemberi informasi pengaduan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;KPK mempunyai kewajiban untuk melindungi identitas pelapor tersebut (PP No.71 Tahun 2000, Bab.II Pasal 6 ayat 1) dan apabila diperlukan , atas permintaan pelapor, KPK atau Penegak Hukum dapat memberikan pengamanan fisik terhadap pelapor maupun keluarganya. (PP No.71/ 2000, Bab.II Pasal 6 Ayat 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kepada setiap orang, organisasi masyarakat atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang telah membantu upaya pencegahan atau pemberantasan TPK dapat diberikan penghargaan berupa Piagam atau Premi, setelah putusan pengadilan yang mempidana terdakwa memperoleh kekuatan hukum tetap (PP No.71/2000, bab III pasal 7 s/d 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengaduan dapat disampaikan melalui :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;PO.BOX : Kotak Pos 575, Jakarta 10120&lt;br /&gt;Email : &lt;a href="mailto:pengaduan@kpk.go.id"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="mailto:pengaduan@kpk.go.id"&gt;pengaduan@kpk.go.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Telepon : (021) 2557 8389&lt;br /&gt;Fax : (021) 52892454&lt;br /&gt;SMS : - 0811 959 575 (baca 0811 959 KPK ) 0855 8 575 575 ( baca 0855 8 KPK K PK)&lt;br /&gt;Web : &lt;a href="http://www.kpk.go.id/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kpk.go.id/" target="_blank"&gt;www.kpk.go.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-8116153844762707787?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/8116153844762707787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/8116153844762707787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/jangan-ragu-lawan-korupsi.html' title='JANGAN RAGU LAWAN KORUPSI'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-3744805373920788349</id><published>2008-05-31T01:22:00.002+07:00</published><updated>2008-05-31T01:30:16.461+07:00</updated><title type='text'>RINGKASAN  UU  No. 19/2003 tentang BUMN</title><content type='html'>Pada tanggal 19 Juni 2003. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mensahkan UU No. 19/2003 tentang BUMN. Undang-undang terakhir tentang BUMN adalah UU No. 9/1969 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1/1969 No. 1/1969 tentang Bentuk-bentuk Usaha Negar menjadi Undang-Undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada UU No. 9/1969, BUMN dibagi menjadi tiga, yaitu Perusahaan Jawatan (perjan), Perusahaan Umum (Perum), dan Perseroan (Persero). Pada penjelasannya, UU No. 9/1969 telah memberikan ancangan kedepan, bahwa bentuk BUMN kelak hanya Perum dan Persero. Amanat ini dilaksanakan oleh UU No. 10/2003 dengan menegaskan bahwa bentuk BUMN adalah Perum dan Persero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persero BUMN adalah perusahaan yang modalnya terbagi ke dalam saham yang minimal 51% sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dengan tujuan mencari keuntungan, sementara Perum adalah BUMN yang mempunyai misi pentyediaan barang dan jasa untuk kemanfaatan umum dan mencari keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Disamping itu, terdapat empat hal yang dapat dinilai sebagai dukungan terhadap BUMN Persero, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; dinyatakan : Terhadap Persero berlaku Undang-undang No. 1/1995, tentang Perseroan Terbatas, dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Persero adalah RUPS. Kebijakan ini memberikan arah pada Profesionalisasi pengelolaan BUMN.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(UU No. 1/1995 sudah di ganti dengan UU No. 40/2007  tentang Perseroan Terbatas)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua,&lt;/strong&gt; tidak secara spesifik disebutkan Menteri BUMN melainkan hanya Menteri yang ditunjuk dan/atau diberi kuasa mewakili pemegang saham. Dengan demikian, ideal pengelolaan BUMN dapat dicapai, di mana pada suatu masa, ketika BUMN sudah mempunyai pengelolaan yang profesional, baik dalam arti penerapan prinsip-prinsip korporasi yang termuat dalam UU No. 1/1995, juga dalam arti telah mengalami privatisasi, dapat juga lembaga kementerian BUMN tidak cukup relevan lagi keberadaannya. Kebijakan ini memungkinkan bagi peniadaan lembaga kementerian BUMN, karena misi dari kementerian ini memang mempersiapkan BUMN untuk menjadi korporasi kelas dunia yang dikelola secara profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga,&lt;/strong&gt; secara khusus pada pasal 64 (1) dan 65 (1) pada intinya menekankan bahwa perombakan BUMN yang bersifat mendasar, baik dalam bentuk penggabungan, peleburan, pengambilalihan, dan pembubaran, diatur dengan kebijakan di tingkat Presiden, yaitu Peraturan Pemeritah. Dengan demikian, kebijakan ini mengacu pada makna keberadaan BUMN sebagai badan usaha milik negara sehingga perubahan yang mendasar dilakukan oleh Kepala Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat,&lt;/strong&gt; dicanangkannya sisi-sisi teknis yang penting bagi peningkatan kualitas pengelolaan BUMN. Pertama adalah dalam hal penerapan prinsip &lt;em&gt;Good Corporate Governance (&lt;/em&gt; Tata Kelola Perusahaan yang Baik) dengan dicantumkannya Satuan Pengawasan Intern dan Komite Audit. Kedua, pencatuman cara peningkatan performa BUMN dengan metode restrukturisasi, yaitu upaya penyehatan, dan metode privatisasi, yaitu pelepasan kepemilikan negara kepada privat.****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-3744805373920788349?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/3744805373920788349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/3744805373920788349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/ringkasan-uu-no-192003-tentang-bumn.html' title='RINGKASAN  UU  No. 19/2003 tentang BUMN'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-2671865980014950190</id><published>2008-05-29T10:21:00.003+07:00</published><updated>2008-05-29T10:26:04.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><title type='text'>"ISO 9001 – 2000" VS "ISO JARKONI" (ISO NGAJARI ORA ISO NGELAKONI)</title><content type='html'>Undang-Undang Dasar 1945 dan perubahannya, selain sebagai konstitusi politik, juga dapat dimaknai sebagai konstitusi pelayanan umum, karena sebagai kontrak sosial UUD 1945 memuat ketentuan pelayanan umum. Dalam pasal 34 ayat ( 3 ), disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas kesehatan dan pelayanan umum yang layak”.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dipandang dari konsepsi untuk menghadapi tantangan globalisasi abad 21, modernisasi perusahaan merupakan suatu proses transformasi (pembaruan) Visi dan Misi perusahaan sehingga harus sesuai dengan tahapan perkembangan masa kini (up to date) terhadap temuan dan teknologi serta lingkungan strategis. Dengan perkataan lain, modernisasi perusahaan dapat dipandang sebagai suatu proses untuk mensejajarkan tahapan pembangunan industri jalan tol di Negara kita dengan industri jalan tol di Negara lain yang lebih maju. Kunci dari keberhasilan modernisasi ini ada pada kesiapan Sumber Daya Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita cermati Misi Perusahaan pada saat ini, terdapat kata-kata mutu dan efisiensi untuk itulah pada artikel kali ini akan membahas pentingnya pengendalian mutu terpadu secara menyeluruh di dalam Perusahaan untuk mengoptimalkan penerapan ISO 9001-2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya penerapan ISO 9001-2000 yang konsisten dan persisten bagi Perusahaan yang modern harus disambut dengan baik oleh karyawan, Dikarenakan kinerja Perusahaan yang modern selalu diamati oleh masyarakat dalam penyelenggaraan layanan publik, antara lain berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pembentukan opini publik, berupa pendapat, penilaian dan evaluasi dalam&lt;br /&gt;layanan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Melakukan pengawasan (Public Control) terhadap layanan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menyampaikan keluhan (Public Complaint) terhadap jasa layanan publik yang&lt;br /&gt;dirasa kurang atau tidak memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tidak boleh dilupakan oleh Perusahaan sebagai perusahaan publik adalah hak warga negara (Citizen Rights). Pengaturan hak warga negara terhadap pelayanan publik adalah tidak terbatas pada hak substantif seperti hak atas akses informasi dan hak untuk diperlakukan secara adil, tidak diskriminatif, tetapi juga hak prosedural seperti hak gugat warga negara (Citizen Lawsuit), Legal standing dan Clash action, sehingga tidak terbuka peluang umum bagi masyarakat konsumen yang tidak dilayani dengan baik untuk melakukan langkah hukum meminta pertanggung jawaban hukum kepada Perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KETERLIBATAN MANAJEMEN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manajemen perusahaan wajib dilibatkan dalam pemeliharaan, perbaikan, dan pengembangan mutu. Dengan demikian, manajemen bertanggungjawab dalam mempertahankan status quo sementara pada waktu yang sama menghancurkan status quo tersebut. Pemeliharaan mutu menjadi dasar semua kegiatan lainnya, sebab perbaikan dan pengembangan tidak akan mungkin kalau tidak diketahui status quo yang menjadi dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar mutu yang ditentukan sebelum sebuah produk dibuat dan sifat-sifat mutu yang harus dimasukkan pada sebuah produk dalam proses pembuatan adalah sangat berbeda sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara terpisah karena standar praproduksi disebut mutu desain sedangkan standar produksinya disebut mutu pembuatan. Mutu desain juga dikenal sebagai mutu standar atau mutu spesifikasi. Mutu pembuatan kerap disebut mutu konformasi karena dinilai menurut sejauh mana produk itu sesuai dengan desain awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sering berbicara mengenai mutu yang baik dan biaya yang rendah, tetapi ini hanyalah konsep abstrak dan perlu standar konkrit yang jelas. Kita tidak dapat memiliki mutu standar sampai kita selesai merumuskan apa yang kita maksudkan dengan mutu yang baik dan biaya yang rendah itu. Demikian pula, tidak ada artinya menyebut standar internasional kalau kita tidak mengungkapkan dengan jelas secara tepat apa makna standar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mendefinisikan mutu standar, kita perlu mengingat bahwa mutu standar harus dirumuskan dalam kerangka kemampuan perusahaan kita sekarang ini. Terlalu sering perancang mendesain produk baru dengan sama sekali menghiraukan kemampuan produksi perusahaan kita. Ini bukanlah mutu desain yang baik. Ini merupakan mutu angan-angan. Mutu standar harus jelas dibedakan dengan mutu sasaran penelitian dan pengembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan solusi terhadap permasalahan mutu yang terjadi dengan adanya Gugus kendali mutu ternyata sangat efektif dalam merangsang minat mengenai pengendalian mutu diantara para manajer, para karyawan dan orang-orang di garis depan lainnya. Namun metode statistik dan peralatan pengendalian mutu lainnya hanya bermanfaat jika orang menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun majunya teknologi komputer dan otomatisasi, efektifitas teknologi ini selalu bergantung pada sumber daya manusia yang menggunakannya, itulah sebabnya mengapa unsur manusia begitu penting bagi pemastian mutu. Sistem yang dimana manajemen menciptakan standar untuk diikuti secara buta, tidak membantu menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi. Para karyawan yang acuh tak acuh hanya akan melakukan apa yang diperintahkan dalam jangka waktu yang diberikan pada mereka, tidak akan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Produk yang berkualitas tinggi hanya dihasilkan kalau setiap orang rela mempertaruhkan segala-galanya ke dalam pekerjaannya. Namun peralatan modern yang canggih membuat mustahil bagi setiap orang untuk bekerja menurut kecepatan dan kemauannya sendiri sebagaimana para pengrajin zaman dahulu. Itulah sebabnya gugus kendali mutu muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugus Kendali Mutu dapat mencegah terjadinya program-program dan Key Performance Indicator (KPI) yang kelihatannya tidak terintegrasi, kurang memiliki keterkaitan dan tak saling sinergi, sehingga tidak berdampak bagi perusahaan. Ini mungkin terjadi karena program-program dan KPI-nya disusun secara sendiri-sendiri oleh masing-masing bagian. Akibatnya memang meskipun target dari masing-masing bagian tercapai, dampaknya tidak terasa bagi perusahaan. Bagaimana jika program-program dan KPI yang kita buat sudah terintegrasi dan memiliki keterkaitan, tapi kinerja perusahaan tetap kurang memuaskan, berarti di sini ada masalah dalam hal kolaborasi dan kohesivitas. Mungkin tingkat kolaborasi dan kohesivitas pada perusahaan kita masih rendah. Kondisi ini biasanya tercermin dari rendahnya kesediaan antar karyawan untuk saling bekerja sama. Gugus kendali mutu menyediakan forum bagi karyawan untuk bertukar pikiran dan saling mendorong melakukan pekerjaan dengan lebih baik dalam rangka optimalisasi ISO 9001-2000 berupa pemastian mutu bagi konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Meningkatkan Kesadaran Mutu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran karyawan terhadap mutu perlu diteliti dan kepentingannya terhadap pengendalian mutu terpadu harus mengakar. Pengecekan ini harus dilakukan serentak bersamaan atau bahkan sebelum pengendalian mutu itu diperkenalkan. Karyawan perlu diyakinkan bahwa pengendalian mutu itu akan bermanfaat bagi dirinya pula sebagaimana akan bermanfaat bagi kepentingan perusahaan. Tidak boleh dan tak pernah boleh ada kepentingan antara keperluan-keperluan pengendalian mutu dengan keperluan-keperluan pribadi karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memajukan kesadaran mutu yang semakin tinggi di antara para karyawan, ada keharusan agar manajemen puncak menunjukkan dedikasinya terhadap pengendalian mutu. Kalau ini dilakukan, tentunya para karyawan akan mengikuti contoh pemimpinnya. Namun, tak peduli bagaimana manajemen puncak merasa yakin terhadap pengendalian mutu tersebut, tidak akan ada gunanya kalau keyakinan tersebut tidak merembes keseluruh perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas manajemen menengah adalah mengasimilasikan kebijakan manajemen puncak dengan sempurna dan menyediakan dukungan yang diperlukan bagi kebijakan-kebijakan ini dan menolong menyampaikan kebijakan-kebijakan ini keseluruh perusahaan. Lazimnya diakui bahwa manajemen menengah akan bekerja keras untuk melakukan perbaikan-perbaikan di dalam unit kerjanya sendiri bahkan meskipun hal ini akan merugikan unit kerja lain. Walaupun semangat bersaing semacam ini diakui dan bahkan didorong, manajemen puncak perlu campur tangan pada saat tertentu untuk menjamin bahwa tuntutan pengendalian mutu dipenuhi secara seragam di seluruh perusahaan dan untuk memastikan setiap orang bekerjasama dalam hal itu. Tetapi dalam perjalanannya perlu diperhatikan agar tidak mematahkan semangat manajemen menengah atau membuat mereka salah mengerti bahwa sasaran mereka sendiri harus dikorbankan untuk mencapai sasaran pengendalian mutu. Sasaran-sasarannya harus sejajar, tidak bertentangan dengan sasaran-sasaran pengendalian mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gugus Kendali Mutu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gugus kendali mutu bisa dibentuk karena banyak alasan, tetapi tujuan utamanya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Memajukan kepemimpinan dan kemampuan pengendalian mutu terpadu&lt;br /&gt;secara menyeluruh diantara para karyawan melalui pendidikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Meninggikan semangat kerja karyawan dan memastikan agar Standardisation&lt;br /&gt;–Implementation – Improvisation dari ISO 9001-2000 dilaksanakan dengan&lt;br /&gt;memajukankesadaran mutu dan mendorong ancangan sukarela serta spontan&lt;br /&gt;terhadap persoalan dan perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Berfungsi sebagai bagian integral pengendalian mutu terpadu dan pusat&lt;br /&gt;perhatian bagi pengendalian mutu serta petunjuk pemastian mutu ISO 9001-&lt;br /&gt;2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berdasarkan tujuan dasar ini, gugus kendali mutu seharusnya :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1) Menjadi Organisasi yang tetap bekerja setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Hendaknya sedapat mungkin sukarela dan spontan, sehingga para anggota&lt;br /&gt;gugus sendirilah yang mengawasi butir-butir pengendalian ISO 9001-2000&lt;br /&gt;sehari-hari dan melakukan penelitian untuk memperbaiki proses dan&lt;br /&gt;memperbaiki hal-hal yang tidak sesuai dengan perkembangan perusahaan&lt;br /&gt;dan tuntutan pelayanan bagi konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menindaklanjuti keputusan yang telah dibuat mengenai catatan masa lampau,&lt;br /&gt;rasionalisasi, keluhan dan cacat produk maupun prosesnya dengan proyek&lt;br /&gt;gugus kendali mutu yang terdaftar dalam perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Mengajak setiap karyawan terlibat dalam menggerakan lingkaran PDCA&lt;br /&gt;dibawah petunjuk pemimpin gugus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Mempelajari pemeliharaan mutu, perbaikan mutu dan pengembangan mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Bertemu dan bekerja sama dengan semua gugus kendali mutu di seluruh unit&lt;br /&gt;kerja di perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Melakukan pertukaran dengan gugus kendali mutu di perusahaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Hanya melalui penerapan tehnik pemeliharaan mutu, perbaikan mutu dan&lt;br /&gt;pengembangan mutu secara kongkrit maka sasaran semacam Zero Defect&lt;br /&gt;(Cacat nihil) dapat dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penyebaran Pengendalian Mutu Terpadu Secara Menyeluruh&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Program-program pelatihan dan pendidikan hanya terbatas pada sejumlah karyawan saja. Oleh karena itu perlu disusun cara-cara tambahan untuk menyebarkan kebijakan perusahaan mengenai pengendalian mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejumlah ancangan yang mungkin ialah :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Slogan-slogan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para karyawan dapat didorong untuk mengirimkan gagasan mereka mengenai slogan pengendalian mutu dan bagi para peserta yang menang diberikan hadiah. Hadiah tersebut mungkin nilainya kecil tetapi itu penting sebagai lambang pengakuan dan sebagai faktor pendorong. Slogan-slogan mutu ini seyogyanya digunakan bukan hanya di dalam perusahaan melainkan juga di luar perusahaan dan untuk mempublikasikan keterlibatan perusahaan untuk meraih mutu produk yang unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Selebaran&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Surat selebaran intern perusahaan merupakan forum ideal untuk mendiskusikan pengendalian mutu. Sebuah kolom tetap dapat disisihkan untuk topik-topik pengendalian mutu dan dapat diterbitkan secara berkala. Idealnya perusahaan secara teratur menerbitkan majalah dan barang cetakan lainnya mengenai pendendalian mutu. Publikasi ini sangat efektif mana kala memuat sumbangan-sumbangan spontan dari karyawan-karyawan garis depan. Sebaiknya perusahaan bahkan mengirimkan bahan pendidikan mengenai pengendalian mutu kepada keluarga karyawannya sebagai cara untuk menimbulkan rasa bangga terhadap pekerjaan perusahaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Pamflet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pamflet yang banyak ilustrasinya dapat berfungsi sebagai tambahan yang efektif pada terbitan berkala dan digunakan sebagai bagian program pendidikan berkala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Poster, Bulletin, dan siaran intern&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diagram pareto, histogram, dan bagian pengendalian yang ditempelkan pada papan pengumuman akan membuat orang memperoleh informasi mutakhir mengenai kegiatan-kegiatan pengendalian mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Seminar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seminar secara teratur mengenai topik-topik pengendalian mutu merupakan sarana yang amat langsung dan efektif untuk menyebarkan konsep-konsep pengendalian mutu namun sedikit sekali kesempatan seperti itu yang tersedia.&lt;br /&gt;Harus disisihkan waktu seminar semacam itu karena banyak karyawan yang biasanya tak pernah memiliki kesempatan untuk mempelajari lebih banyak mengenai pekerjaan mereka di luar pekerjaan rutin mereka sendiri. Film, slide dan peralatan audio visual lainnya dapat digunakan agar penyajiannya lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Sekretariat Pengendalian Mutu Terpadu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kinerja pengendalian mutu terpadu yang efektif dan efisien memerlukan kantor untuk mengelola bank data dan analisa agar dapat terpelihara dengan baik sehingga setiap karyawan dapat dengan mudah mendapatkan data yang diperlukan untuk melakukan berbagai kajian penelitiannya. Tentunya kantor sekretariat pengendalian mutu terpadu ini harus dilengkapi oleh jaringan internet dan intranet yang dengan mudah dapat di akses oleh karyawan perusahaan yang tersebar di beberapa propinsi di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Staf Pengendalian Mutu terpadu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf pengendalian mutu terpadu, ialah : Para karyawan yang mendapat tugas melayani serta menerapkan pengendalian mutu disetiap bagian di perusahaan, sebagai karyawan yang dianggap mirip pakar pengendalian mutu, karyawan ini seharusnya dipilih dengan hati-hati, sebab sikap dan bakat mereka akan memiliki pengaruh yang mendalam pada efektif tidaknya pengendalian mutu dapat diperkenalkan dan dilaksanakan. Tetapi pada tahap awal pertimbangan pertama ialah menemukan karyawan yang tepat, bukan menciptakan kotak baru dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamat mencoba, harapan saya "ISO 9001-2000 tidak berubah menjadi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"ISO Jarkoni" alias (Iso ngajari ora Isi ngelakoni). &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-2671865980014950190?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/2671865980014950190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/2671865980014950190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/iso-9001-2000-vs-iso-jarkoni-iso.html' title='&quot;ISO 9001 – 2000&quot; VS &quot;ISO JARKONI&quot; (ISO NGAJARI ORA ISO NGELAKONI)'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-2372980242779150320</id><published>2008-05-25T13:38:00.004+07:00</published><updated>2008-05-25T14:22:38.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>JALAN TOL DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY</title><content type='html'>Sejarah jalan tol di Indonesia dimulai dari Jagorawi Jalan tol sepanjang 46 km yang menghubungi Jakarta, Bogor dan Ciawi adalah jalan tol pertama yang dibangun di Indonesia yang mulai beroperasi 9 Maret 1978. Hingga tahun 1987, Hingga tahun 2008 seluruh ruas jalan tol yang beroperasi di Indonesia 630,3 km. Sepanjang 496 km (75,5%) diselenggarakan oleh Jasa Marga yang terdiri dari 14 ruas jalan, dikelola oleh 9 kantor cabang dan 1 anak perusahaan sisanya 134,3 km (24,5%) dikelola oleh 5 perusahaan swasta.&lt;br /&gt;Dampak dari pesatnya industri jalan tol adalah semakin tingginya jumlah karbon dioksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, tentunya hal ini akan berakibat kepada pemanasan global yang berujung kepada kerusakan lingkungan secara jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERMASALAHAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Telah menjadi wacana bahwa salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan adalah keadaan masyarakat di sekitar jalan tol yang relatif kekurangan, baik secara ekonomi maupun pendidikan. Masyarakat tersebut juga kurang terlibat ataupun dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan pengelolaan lingkungan. Hal inilah yang menyebabkan kekurang pedulian masyarakat akan lingkungan yang berdampak terhadap meningkatnya kerusakan lingukungan sekitar jalan tol.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, salah satu program yang diusulkan penulis dari penyuluhan sadar lingkungan adalah Peningkatan peran serta Perusahaan dan Kemandirian Masyarakat. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat termasuk peran sertanya dalam kegiatan pengelolaan lingkungan, terutama melalui kegiatan penghijauan dan konservasi alam. Dengan demikian, bisa diharapkan adanya peningkatan kepedulian masyarakat terhadap penghijauan dan kelestariannya, yang pada gilirannya akan mampu mengurangi tekanan terhadap penghijauan di sepanjang jalan tol dan menjamin kelestariannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya pemberdayaan masyarakat ini memerlukan dana yang tidak sedikit, yang tidak mungkin dipenuhi seluruhnya oleh dana yang tersedia pada perusahaan. Untuk itu diharapkan adanya sumber-sumber dana diluar yang mampu disediakan perusahaan, termasuk dari hasil pemberdayaan pembinaan lingkungan masyarakat di sekitar jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembahasan &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kegiatan penghijauan adalah upaya memulihkan atau memperbaiki keadaan lahan kritis di luar kawasan hutan melalui kegiatan tanam menanam dan bangunan konservasi tanah agar dapat berfungsi sebagai produksi dan sebagai media pengatur tata air yang baik serta upaya mempertahankan dan meningkatkan daya guna lahan sesuai dengan peruntukannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Penghijauan di lingkungan Jasa Marga perlu di tata dengan baik&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disadari bahwa peranan manusia begitu besar dalam menentukan kondisi dan kualitas lingkungan. Apabila peran aktif manusia nyatanya tidak peduli terhadap kelestarian mutu dan fungsi lingkungan, maka akan rusaklah lingkungan hidup dan demikian sebaliknya. Bahaya polusi, Bencana banjir dan longsor yang tak-terkendali dari tahun ke tahun adalah contoh akibat dari peran manusia pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jasa Marga sebagai operator yang mengelola jalan tol sepanjang 496 km mempunyai potensi yang sangat besar dalam membantu pemerintah untuk mengurangi dampak dari pemanasan global dan pelestarian lingkungan. Tentunya, program yang mendunia ini perlu didukung oleh manajemen dan SDM yang kompeten di bidang ini. Kewajiban perusahaan untuk menyisihkan 2% dari keuntungannya dalam pengelolaan bina lingkungan dapat menjadi modal yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Perencanaan pengelolaan lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi Karbondioksida&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi total &lt;a title="Bahan bakar fosil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_fosil"&gt;bahan bakar fosil&lt;/a&gt; di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menghilangkan karbondioksida&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Salah satu sumber penyumbang karbondioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak &lt;a title="Revolusi industri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_industri"&gt;revolusi industri&lt;/a&gt; pada abad ke-18. Pada saat itu, &lt;a title="Batubara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batubara"&gt;batubara&lt;/a&gt; menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh &lt;a title="Minyak bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_bumi"&gt;minyak bumi&lt;/a&gt; pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbondioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbondioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam &lt;a title="Pohon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon"&gt;pohon&lt;/a&gt; lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam &lt;a title="Kayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu"&gt;kayunya&lt;/a&gt;. Di seluruh dunia, tingkat perambahan &lt;a title="Hutan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan"&gt;hutan&lt;/a&gt; telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan pengelolaan lingkungan penghijauan di sekitar jalan tol haruslah terencana dan berkesinambungan. Dari berbagai kasus yang terjadi acapkali adanya penebangan pepohonan jenis tanaman keras yang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk tumbuh menjadi rimbun. Pepohonan ini justru sangat berpotensi mengurangi karbondioksida. Penebangan pepohonan ini acapkali digunakan untuk fasilitas Tempat Istirahat atau untuk pelebaran ruas jalan tol. Untuk itulah perlu diganti konservasi lingkungan yang rimbun di lokasi lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mencegah bahaya longsor&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Program penghijauan yang dilakukan perusahaan tentunya dapat mencegah terjadinya bahaya tanah longsor. Pengertian tanah longsor adalah terjadinya pergerakan tanah atau bebatuan dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau berangsur yang umumnya terjadi didaerah terjal yang tidak stabil. Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya bencana ini adalah lereng yang gundul serta kondisi tanah dan bebatuan yang rapuh. Air hujan adalah pemicu utama terjadinya tanah longsor pada lahan yang gundul. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gejala Umum tanah Longsor &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;- Muncul retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing&lt;br /&gt;- Muncul mata air secara tiba-tiba&lt;br /&gt;- Air sumur di sekitar lereng menjadi keruh&lt;br /&gt;- Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wilayah-wilayah yang rawan tanah longsor&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;- Pernah terjadi bencana tanah longsor di wilayah tersebut&lt;br /&gt;- Berada pada daerah-daerah yang terjal dan gundul&lt;br /&gt;- Merupakan daerah-daerah aliran air hujan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pencegahan Terjadinya Bencana Tanah Longsor&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;- Tidak menebang atau merusak hutan&lt;br /&gt;- Melakukan penanaman tumbuh-tumbuhan berakar kuat, seperti nimba, bambu, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;akar wangi, lamtoro dan sebagainya, pada lereng-lereng yang gundul &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Membuat saluran air hujan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;- Membangun saluran air hujan&lt;br /&gt;- Membangun dinding penan di lereng-lereng yang termal&lt;br /&gt;- Memeriksa keadaan tanah secara berkala&lt;br /&gt;- Mengukur tingkat kederasan hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daerah Resapan air&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Penggunaan pepohanan yang tepat guna pada jenis dan kontur tanah yang ada di sekitar jalan tol dapat mencegah terjadinya bahaya banjir. Langkah yang paling tepat adalah dengan membuat daerah resapan air. Metode efektif yang ramah lingkungan untuk mengatasi banjir sekaligus bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kekeringan air di kota .&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh banyak negara, masalah serupa diselesaikan dengan metode retarding basin ramah lingkungan. Filosofi metode ini adalah mencegat air yang mengalir dari hulu dengan membuat kolam-kolam retensi (retarding basin) sebelum masuk ke hilir. Retarding basin dibuat di bagian tengah dan hulu kanan-kiri aliran air yang masuk kawasan yang akan diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Contoh implementasi metode retarding basin untuk penyelesaian banjir di wilayah jalan tol bandara. Jasa Marga harus mulai membuat &lt;em&gt;retarding basin&lt;/em&gt; di sepanjang aliran air di jalan tol bandara.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Retarding basin ini dibangun untuk memotong debit puncak air saat musim hujan mau pun air pasang dari laut. Volume air bah pada puncak banjir akan disimpan di retarding basin selama banjir berlangsung dan akan dikeluarkan setelah banjir reda. Retarding basin ini terbukti efektif menurunkan banjir yang terjadi di sepanjang Sungai Rhine di bagian hilir.&lt;br /&gt;Program pembangunan retarding basin besar-besaran ini terus dikerjakan mengingat keberhasilannya cukup signifikan dan efeknya bagi perbaikan kualitas lingkungan serta konservasi air di daerah tengah dan hulu tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penyimpanan Air&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Fungsi retarding basin selain untuk memangkas puncak banjir, juga sebagai penyimpan air untuk dilepaskan pada saat musim kemarau dan meningkatkan konservasi air tanah karena selama air tertahan peresapan air terjadi. Dengan adanya cadangan di retarding basin, pada musim kemarau air dapat dipakai untuk penggelontoran saluran drainase dan sungai-sungai di daerah hilir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Retarding basin harus didesain ramah lingkungan, artinya bangunannya cukup dibuat dengan mengeruk dan melebarkan bantaran, memanfaatkan sungai mati atau sungai purba yang ada, memanfaatkan cekungan-cekungan, situ, dan rawa-rawa yang masih ada di sepanjang sungai, dan dengan pengerukan areal di tepi sungai untuk dijadikan kolam retarding basin.&lt;br /&gt;Disarankan, dinding retarding basin tidak diperkuat dengan pasangan batu atau beton karena selain harganya amat mahal, juga tidak ramah lingkungan dan kontraproduktif dengan ekohidraulik bantaran sungai. Tebing-tebing itu cukup diperkuat dengan aneka tanaman sehingga secara berkelanjutan akan meningkatkan kualitas ekologi dan konservasi air.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan retarding basin ramah lingkungan dapat diawali dengan inventarisasi lokasi sepanjang alur sungai dengan prioritas dari bagian tengah hingga hulu. Inventarisasi ini dimaksudkan untuk menemukan lokasi-lokasi kanan-kiri sungai yang bisa dijadikan lokasi retarding basin. Setelah lokasi-lokasi yang cocok ditemukan, dapat dilakukan pembebasan tanah dan dimulai pembuatan retarding basin secara bertahap. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan retarding basin ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan pembuatan banjir kanal-banjir kanal. Karena selain lokasinya di luar daerah pusat perekonomian, konstruksinya juga ramah lingkungan dan tidak diperlukan konstruksi-konstruksi tambahan lain, seperti jembatan pelintasan, tanggul, dan perlindungan tebing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. KESIMPULAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hal yang tidak boleh dilupakan oleh PT. Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai perusahaan publik adalah hak warga negara (Citizen Rights). Pengaturan hak warga negara terhadap pelayanan publik adalah tidak terbatas pada hak substantif seperti hak atas akses informasi dan hak untuk diperlakukan secara adil, tidak diskriminatif, tetapi juga hak prosedural seperti hak gugat warga negara ( Citizen Lawsuit), Legal standing dan Class action, sehingga tidak terbuka peluang umum bagi masyarakat konsumen yang tidak dilayani dengan baik untuk melakukan langkah hukum meminta pertanggung jawaban hukum kepada PT. Jasa Marga ( Persero ) Tbk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;E. SARAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam pengelolaan lingkungan hidup di PT Jasa Marga (Persero) Tbk di era good corporate governance haruslah dilakukan secara profesional. Terdapat kendala dalam mewujudkan hal ini yaitu :&lt;br /&gt;1. Belum ada Divisi yang fokus dalam pengelolaan lingkungan Jasa Marga.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;2. Kurangnya SDM yang kompeten dalam pengelolaan lingkungan Jasa Marga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beberapa tahapan untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang profesional, sebaiknya Jasa Marga melakukan hal – hal sebagai berikut ini : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;I. Membentuk Divisi Pengelolaan Lingkungan hidup &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;II. Menciptakan SDM yang kompeten dalam pengelolaan Lingkungan hidup&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;III. Implementasi dari pembinaan lingkungan : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Pembibitan pohon&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Peruntukan pohon disesuaikan dengan kontur tanah di lokasi yang akan di tanami&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Pemeliharaan pohon harus dilaksanakan secara menyeluruh dan berkesinambungan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Pengelolaan Land Clearing (tanah hasil pengerukan pembangunan jalan tol) harus&lt;br /&gt;     di kelola secara profesional.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Program membangun daerah resapan air (retading basin) harus bersinergi dengan&lt;br /&gt;     pemerintah daerah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-2372980242779150320?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/2372980242779150320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/2372980242779150320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/jalan-tol-dan-corporate-social.html' title='JALAN TOL DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1149124499368029518</id><published>2008-05-24T11:48:00.003+07:00</published><updated>2008-05-25T11:16:50.498+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>JALAN TOL DAN DIVERSIFIKASI ENERGI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Inefisiensi BBM&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM selalu melahirkan kontoversi di masyarakat. Namun, apakah perspektif Pemerintah untuk menyelamatkan APBN dapat dibenarkan.? Kebijakan tanpa menyentuh akar permasalahan dari krisis energi akan selalu melahirkan kontroversi.&lt;br /&gt;Adanya perbedaan yang mencolok antara konsumsi BBM yang disinyalir sudah mencapai 1,2 juta barel per hari sementara produksi minyak domestik hanya 980 ribu barel per hari. Jika tidak ingin APBN kebobolan seharusnya pemerintah melakukan diversifkasi dan efisiensi energi secara besar – besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang menyebabkan inefisiensi BBM yang paling signifikan adalah problem kemacetan di jalan. Pada saat kemacetan terjadi dapat dibayangkan adanya ribuan liter BBM yang terbakar sia-sia. Pemerintah memang telah mengakui keterbatasannya untuk menyediakan infrastruktur jalan sehingga mendorong swasta ikut berperan. Alokasi dana pemerintah yang digantikan oleh peran swasta dalam membangun tol, pada gilirannya digunakan pemerintah membangun jalan di pedesaan. Untuk memeratakan pembangunan, demi kesejahteraan saudara-saudara kita di pedalaman dan pelosok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penyesuaian Tarif Tol&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara kasat mata kita tahu bahwa kebijakan industri jalan tol yang selama ini di payungi oleh UU No. 38/2004 tidak sepenuhnya dapat memecahkan permasalahan penyediaan jalan di negeri ini. Walaupun UU ini bertujuan untuk menarik minat investor untuk meramaikan kompetisi penyediaan jalan tol namun dalam pelaksanaannya masih terkendala oleh tidak tegasnya BPJT dan penyediaan lahan yang masih compang camping. Apalagi ditambah satu hal tentang penyesuaian tariff yang selalu tidak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, "Evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan tiap 2 (dua) tahun sekali oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) didasarkan pada tarif lama, yang disesuaikan pengaruh inflasi dengan formula: tarif baru = tarif lama (1 + Inflasi)".&lt;br /&gt;Laju inflasi sebagai acuan penyesuaian tarif tol, didasarkan pada data inflasi Badan Pusat Statistik (BPS). Bagi dua ruas tol itu, penyesuaian tarif tolnya sekitar 12 persen. Patut ditegaskan, persentase kenaikan tarif tol tidak ditentukan Jasa Marga sebagai investor tol, melainkan didapat dari BPS. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Penyesuaian tarif tol harus dipahami sebagai janji pemerintah terhadap industri tol, bukan merupakan kehendak investor tol saja. Janji ini sebaiknya dipenuhi bila pemerintah menginginkan tetap kondusifnya industri tol. Investor tol pun menegaskan, penyesuaian tarif tol tidak layak diperdebatkan karena telah menjadi hak investor untuk menunjang keberlangsungan bisnis ini. Perdebatan mengenai ”angka” dalam industri ini bukan pada penyesuaian tarif, melainkan dalam menentukan tarif awal tol. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan tarif awal tol, dihitung berbagai komponen mulai dari biaya pembangunan berikut biaya bunga, investasi baru seperti penambahan lajur, pembuatan gerbang tol baru, pengaspalan ulang, hingga pembelian peralatan tol. Dihitung pula masa konsesi, asumsi inflasi, lalu lintas, hingga perkiraan pengembalian modal atau &lt;em&gt;internal rate of return&lt;/em&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci dari penyesuaian tarif tol adalah “peningkatan pelayanan”. Sebab dari tiap rupiah yang dibayarkan, akan dikembalikan dalam bentuk pemeliharaan agar pengguna tol nyaman.&lt;br /&gt;Pemeliharaan yang dikerjakan, diantaranya pelapisan ulang aspal jalan tol, penutupan lobang-lobang di jalan tol, hingga pemagaran kembali jalan tol akibat dicurinya pagar-pagar tol oleh warga sekitar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jalan tol harus dipelihara bukan hanya karena pengguna tol telah membayar, tetapi karena memang merupakan kewajiban operator yang juga diatur dalam Undang-Undang. Di Indonesia telah terjadi pergeseran fungsi. Tol bukan lagi sekedar jalan alternatif namun telah menjadi jalan utama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perannya sebagai jalan utama, membuat jalan tol telah menjadi “tulang punggung” perpindahan manusia maupun barang. Bila anda ingin ke Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, jalan tol akan menjadi jalur utama, demikian pula bila ingin ke Bandung.&lt;br /&gt;Jalan tol memang menjadi pilihan utama, bila warga ingin lebih cepat berpindah tempat. Perjalanan pun lebih hemat sebab konsumsi bahan bakar saat melintasi ruas tol lebih rendah, karena minim pengereman dan akselerasi. Suspensi pun lebih tahan lama, karena tidak ada lobang di jalan tol. Ini efisiensi bagi pemilik kendaraan.&lt;br /&gt;Tidak kalah penting dari pergerakan manusia, adalah pergerakan barang. Tol Jakarta-Cikampek, misalnya menjadi urat nadi infrastuktur jalan dari kawasan industri ke pelabuhan Tanjung Priok. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila tarif tol tidak disesuaikan kemudian pemeliharaan berkurang sehingga terjadi kerusakan pada ruas tol di sana-sini, apa jadinya dengan daya saing produk Indonesia? Sebab barang-barang itu harus tiba di pelabuhan tepat waktu, dikapalkan tepat waktu, dan tiba di tangan pembeli tepat waktu. Hal ini jelas akan mengakibatkan kemacetan dimana- mana yang akan mengakibatkan inefisiensi BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diversifikasi Energi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna jalan tol merupakan konsumen BBM yang cukup besar, namun penggunaan BBM yang sumbernya tidak dapat diperbaharui harus di hemat. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan penyelenggara jalan tol untuk melakukan &lt;em&gt;diversifkasi&lt;/em&gt; dari energi, namun masih terkendala oleh UU.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh yang dapat dilakukan adalah dengan membangun energi listrik dengan sumber daya matahari yang sangat melimpah di negeri ini.&lt;br /&gt;Kita ambil contoh Jasa Marga sebagai &lt;em&gt;leader &lt;/em&gt;dalam industri jalan tol yang mengelola +/- 490 km dapat membentangkan solar sel sepanjang 1470 km.&lt;br /&gt;(Jalur A + Median + Jalur B) = (490 + 490 + 490 ) = 1470 km.&lt;br /&gt;Jumlah listrik yang dihasilkan oleh tenaga matahari sangat besar untuk konsumsi perumahan rakyat dan Industri disepanjang jalan tol sehingga BBM yang selama ini digunakan untuk pembangkit listrik dapat dialihkan ke konsumen yang lebih membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin sumber daya manusia yang ada di Jasa Marga dapat mewujudkan hal ini dengan menggandeng BPPT serta BUMN yang terkait dengan Energi. &lt;em&gt;Diversifikasi&lt;/em&gt; ini dapat terwujud jika adanya &lt;em&gt;good wi&lt;/em&gt;ll dari Pemerintah dan DPR untuk mereformasi beberapa UU yang terkait dengan hal tersebut di atas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Insya Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1149124499368029518?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1149124499368029518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1149124499368029518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/bbmooohhhbbm.html' title='JALAN TOL DAN DIVERSIFIKASI ENERGI'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-8404153859382833082</id><published>2008-05-17T23:37:00.003+07:00</published><updated>2008-05-18T19:18:46.824+07:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI VALUE CREATION ALA COW BOY DI MASA LALU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kata efisiensi dalam pola pengembangan SDM seolah menjadi mantra sakti bagi para manajer di jajaran yang terkait dengan SDM pada masa lalu Salah satu jurus sakti yang dipakai "mereka"  yakni dengan mengadakan test penjenjangan kelas jabatan, Tujuannya sungguh mulia yakni untuk memberikan apresiasi untuk karyawan. Untuk merealisasikan ini, "mereka" terpaksa mengikat kontrak kerja dengan sejumlah perusahaan konsultan pengembangan SDM yang biayanya sangat mahal akibat adanya kebijakan yang keliru dari petinggi di Direktorat SDM.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, di sinilah letak persoalannya karena ditemukan dugaan penerapan &lt;em&gt;value creation ala Cow boy&lt;/em&gt; dalam proyek test penjenjangan kelas jabatan. Pengadaan proyek ini sungguh tidak rasionil karena dari banyaknya karyawan yang mengikuti test, hanya segelinter karyawan yang dinyatakan lulus. Hal ini sungguh menyedihkan sekaligus menggelikan. Efisiensi dalam pola pengembangan SDM yang seharusnya untuk berhemat, malah justru menyebabkan pemborosan. Sungguh di luar logika akal sehat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lucunya lagi, di tengah kebobrokan di masa yang lalu ini, karyawan yang telah dinyatakan lulus harus menerima nasib sial dari urusan kasak – kusuk ini dengan menghilangkan baris dan ruang pada pola remunerasi yang baru (diskonto). Disinilah saatnya para pimpinan Perusahaan membenahi hal-hal yang ganjil di jajaran "mereka". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai dalih "mereka" perlu merevisi sistem remunerasi yang ada agar para oknum manajer di jajaran manajemen SDM yang sudah dapat di duga untuk memainkan proyek baru dengan mengadakan test ulang dengan pola yang berbeda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para oknum ini rupanya lebih suka mencari peluang di tengah kesengsaraan karyawan di lapisan bawah ketimbang mengutamakan mutu pelayanan kepada sesama karyawan yang nota bene telah diproklamirkan Pimpinan Perusahaan yang tertinggi sebagai etalase dari Perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Mereka” lebih senang melempar kesalahan daripada melakukan koreksi internal. Maka, tidak mengherankan jika kinerja "mereka" selalu dinilai abu - abu. Inilah potret buruk kinerja sebagian besar oknum di jajaran ini  di masa yang lalu, mereka sepertinya lebih suka mencari tender kontrak ketimbang memenuhi kontrak sosial dengan memberikan pencerahan kepada sesama karyawan yang berada di lini depan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bukan rahasia umum lagi jika &lt;strong&gt;&lt;em&gt;inefisiensi &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;terjadi di Perusahaan karena ada borok di jajaran ini yang ironisnya, mereka malah yang selalu berteriak tentang efisiensi. Dan borok tersebut berujung pada kata dugaan adanya penyelewengan dan penyalahgunaan jabatan dan wewenang. Ibarat manusia, borok di jajaran manajemen SDM sudah menjalar dari ujung kaki sampai ke kepala akibat adanya sistem yang keliru ini. Tapi, borok tetaplah penyakit. Sekecil apa pun jika dibiarkan bisa mematikan. Apalagi, jika penyakit itu sudah mewabah. Borok di jajaran manajemen SDM karenanya perlu segera dibasmi dan bila perlu "sumbernya" pun diamputasi……!!!!!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang harus segera dijawab jajaran Direksi adalah apakah jajaran manajemen yang terkait dengan pengembangan SDM ini mampu menghapus inefisiensi ? Mampukah menciptakan dan menjaga kebutuhan SDM yang handal untuk Perusahaan di masa depan ? &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jika tidak&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, jangan ada lagi proyek-proyek pengembangan SDM yang hanya menghabiskan keuangan perusahaan untuk kepentingan kelompok atau pribadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap tulisan ini dapat menjadi otokritik untuk kita semua agar kehidupan kita lebih baik di masa yang akan datang. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari penerapam &lt;em&gt;value creaton ala cow boy&lt;/em&gt; di masa yang lalu. Semoga Direktur SDM yang baru lebih hati - hati dalam menentukan kebijakan di masa yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Insya Allah....&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-8404153859382833082?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/8404153859382833082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/8404153859382833082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/belajar-dari-value-creation-ala-cow-boy.html' title='BELAJAR DARI VALUE CREATION ALA COW BOY DI MASA LALU'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-6148636317015694942</id><published>2008-05-16T23:11:00.003+07:00</published><updated>2008-05-16T23:54:13.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>MENGAMATI KEMANA ARAH BUMN (Part – 1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saat ini beberapa perusahaan BUMN masih signifikan untuk memberikan kontribusi di dalam memberikan sumber pendapatan APBN dan &lt;em&gt;multiplier effect&lt;/em&gt; bagi bergeraknya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Apalagi jika mengingat bahwa dengan adanya gagasan cemerlang Pemerintah dalam &lt;em&gt;infrastructure&lt;/em&gt; &lt;em&gt;summit&lt;/em&gt; untuk mencapai ekspektasi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 – 7% maka dibutuhkan biaya sebesar + 1500 Trilyun untuk pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat memberikan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan kemampuan pembiayaan investasi infrastruktur dari dana internal perusahaan – perusahaan BUMN yang bersumber dari &lt;em&gt;capital expenditure&lt;/em&gt; maupun dari &lt;em&gt;money market&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;capital market&lt;/em&gt; akan memberikan peluang bagi masuknya investasi luar negeri untuk terlibat di dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan paradigma penyelenggaraan infrastruktur yang tidak lagi sebagai hak eksklusif BUMN berdasarkan amanah Pasal 33 UUD 1945 dan perubahan berbagai regulasi yang sangat ekstrem sehingga sektor swasta dalam dan luar negeri dapat berkiprah dalam penyelenggaraan bisnisnya. Perubahan paradigma inilah sebagai salah satu cara untuk memberikan stimulan agar investor luar negeri mempunyai gairah untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Mulailah kita memasuki liberalisme dan kesetaraan baik di dalam regulasi maupun kesempatan antara BUMN dan swasta (&lt;em&gt;equality before the law dan equality the opportunity).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama bangsa pula akhirnya BUMN juga memberikan keikhlasan dan ketulusannya untuk memberikan privelage yang dimilikinya untuk maksud yang mulia. Padahal &lt;em&gt;privelage&lt;/em&gt; yang dimilikinya itu merupakan kompensasi dari &lt;em&gt;paradox mission&lt;/em&gt; yang diemban oleh BUMN yaitu antara &lt;em&gt;company/corporate&lt;/em&gt; mission (pendekatan &lt;em&gt;profit oriented&lt;/em&gt;) dan &lt;em&gt;social mission&lt;/em&gt; (tidak semata-mata mengejar keuntungan.). Untuk itu pelaksanaan liberalisasi pengelolaan usaha oleh BUMN apapun tentunya jangan dikemas melalui justifikasi globalisasi dan tekanan pasar internasional tetapi juga memperhatikan keberlangsungan usaha BUMN, dampak ekonomi pemerintah daerah serta keadaan internal BUMN pasca liberalisasi. Kajian ini harus dibuat yang terkait dengan tanggung jawab pihak ketiga, &lt;em&gt;Pay Service Liability&lt;/em&gt; dan lainnya, Analisa ini harus diperhitungkan akibat adanya liberalisasi usaha seperti jalan tol, migas, listrik, bandar udara, pelabuhan, telekomunikasi dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LIBERALISASI PENGELOLAAN USAHA OLEH PERUSAHAAN BUMN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pelaksanaan liberalisasi berbagai sektor usaha yang selama ini di kelola BUMN melalui perubahan kran regulasi tentunya harus membawa suasana kompetisi yang &lt;em&gt;fair &lt;/em&gt;dengan tidak mengorbankan keberlanjutan usaha yang saat ini dikelola oleh BUMN. Pelaksanaan privatisasi sebagai &lt;em&gt;&lt;strong&gt;ibu liberalisasi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; tidak menghasilkan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;anak rasionalisasi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; di kalangan pegawai yang akan menimbulkan keresahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Liberalisasi nantinya juga tidak boleh menjadikan BUMN yang dianggap produktif menjadi rebutan pemilik modal khususnya kapitalisme asing yang semata-mata mengejar keuntungan sehingga kepentingan publik dan peran BUMN akan semakin termarginalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERGANTIAN DIREKSI DAN KOMISARIS&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan BUMN harus dilakukan secara professional dalam prinsip-prinsip &lt;em&gt;Good Corporate Governance (GCG),&lt;/em&gt; hal ini harus dilakukan untuk mengeliminir kebuasan akibat dari liberalisasi. BUMN jangan dijadikan sapi perah untuk kepentingan partai politik tertentu dan praktek-praktek kotor yang selama ini disinyalir banyak dilakukan sehingga berdampak terjadinya pembusukan secara sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan dan penempatan direksi dan komisaris perusahaan di bumn sudah seyogyanya tidak diletakkan dalam ranah politik dan penempatan isu atau berita tidak menimbulkan sentimen pasar yang negatif serta ketidakjelasan alat ukur yang jelas dalam &lt;em&gt;bentuk balance score card&lt;/em&gt; ataupun &lt;em&gt;fit and proper test&lt;/em&gt; tidak lantas menjadi &lt;em&gt;fee and property cash.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga adanya inpres 8 dan 9 dengan adanya &lt;em&gt;Tim Penilai Akhir&lt;/em&gt; semakin menambah kerunyaman dan ketidakjelasan di lapangan dalam tataran pragmatis cukup menghambat adanya &lt;em&gt;reposisi&lt;/em&gt; di organ direksi dan komisaris karena semakin banyaknya jalur birokrasi yang harus dilalui serta dalam konteks yuridis tidak memenuhi kaidah prinsip-prinsip perseroan terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PROGRAM PENYELAMATAN PERUSAHAAN&lt;br /&gt;DI LINGKUNGAN BUMN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sungguhpun demikian adanya paparan angka yang sangat menakjubkan dan membikin keterpanaan sesaat adanya asset BUMN di atas 1300 Trilyun serta laba diatas 25 Trilyun sangat ironis dengan keadaan di beberapa BUMN yang berada dalam kondisi sekarat misalnya PPD, Soda, Garam, Iglas, Damri, Merpati dan lainnya sementara tidak ada penanganan yang bersifat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahapan pemberdayaan BUMN.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perlunya upaya pemberdayaan BUMN secara optimal dan merespon positif adanya peningkatan dan perluasan kemampuan memperluas ketersediaan prasarana infastruktur yang dikelola oleh BUMN melalui upaya kemampuan BUMN secara mandiri untuk mengelola tanpa harus menyerahkan asset dan usaha yang menjadi hak &lt;em&gt;privelege&lt;/em&gt; kepada modal asing dan pemilik modal yang tidak jelas dananya (money laundry). Adapan pemberdayaan tersebut yaitu dengan memberikan relaksasi kredit pendanaan di dalam perluasan investasi dan usaha melalui sinergi lintas BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus adanya proteksi yang berkeseimbangan dan proporsional terhadap BUMN yang mempunyai &lt;em&gt;paradox mission&lt;/em&gt; (antara &lt;em&gt;company mission versus public servic&lt;/em&gt;e ) karena di dalamnya ada komponen biaya penugasan, &lt;em&gt;public service&lt;/em&gt; &lt;em&gt;obligation&lt;/em&gt; dan stabilitas ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liberalisasi yang di dalamnya adalah privatisasi agar dicari skema yang paling menguntungkan bagi BUMN ybs melalui pengumpulan atau mobilisasi dana masyarakat dari sekedar menjual kepada partikelir maupun asing, baik dalam privatisasi di bidang jalan tol, pembangkit listrik dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian BUMN agar mempunyai &lt;em&gt;greget &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;bargaining position&lt;/em&gt; di dalam upaya yang bersifat &lt;em&gt;feed back&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;two way traffic&lt;/em&gt; di dalam pembahasan mengenai perubahan regulasi yang bersifat membuka kran pengelolaan usaha yang selama ini dikelola oleh BUMN dan di dalam pemberdayaan BUMN serta menjauhkan usaha BUMN yang dipolitisir, menciptakan peraturan yang terang dan jelas dari sekedar peraturan abu-abu serta tidak menjadikan BUMN sebagai sasaran tembak aparat hukum sehingga pengelolaan BUMN menjadi tertatih-tatih karena harus menghadapi masalah hukum yang belum jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khusus mengenai peningkatan akselerasi pemberdayaan BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Upaya percepatan pergantian direksi dan komisaris BUMN secara definitif bagi yang sudah habis masa waktunya, atau mereka yang menjadi kareteker karena adanya status demisioner atau transisi di beberapa BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya Inpres 8 Tahun 2005 diharapkan tidak adanya duplikasi dan &lt;em&gt;overlapping &lt;/em&gt;terhadap kewenangan Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham sehingga proses akselerasi pergantian manajemen di BUMN dapat segera terealisir dengan memperhatikan adanya &lt;em&gt;fit and proper test&lt;/em&gt; (bukan &lt;em&gt;fee and property cash), moral obseravation, sosiologis, reward and punishment, balance score card dan key performance indicator, data intelijen, feed back&lt;/em&gt; dari serikat pekerja masing-masing dan memperhatikan kebutuhan dalam perusahaan serta &lt;em&gt;career planning&lt;/em&gt; dari pekerja masing-masing perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus dibentuk semacam lembaga &lt;em&gt;recovery&lt;/em&gt; yang bertugas untuk menyediakan &lt;em&gt;funding,&lt;/em&gt; restrukturisasi, penyertaan modal dimana dana tersebut diambil dari sekian persen laba BUMN secara &lt;em&gt;holistik&lt;/em&gt; untuk penyembuhan BUMN-BUMN yang berada dalam kondisi tidak sehat sehingga ada upaya yang bersifat URC (unit reaksi cepat) dalam bentuk pemberian dana talangan, &lt;em&gt;cross funding&lt;/em&gt; dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuntut adanya ketegasan Master Plan BUMN tahun 2005-2009 tentang adanya &lt;em&gt;stand alone, focus holding dan roll-up&lt;/em&gt; di lingkungan BUMN sehingga tidak menimbulkan keresahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya bereaksi dan menuntut adanya ketegasan Kementerian BUMN agar segara mempunyai sikap yang jelas terhadap nasib BUMN-BUMN yang berada dalam kondisi kritis baik dalam bentuk pemberian transfusi atau amputasi dengan kompensasi yang paling baik bagi kepentingan karyawan perusahaan BUMN yang bersangkutan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-6148636317015694942?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6148636317015694942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6148636317015694942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/mengamati-kemana-arah-bumn-part-1.html' title='MENGAMATI KEMANA ARAH BUMN (Part – 1)'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1695151690950972944</id><published>2008-05-16T01:45:00.007+07:00</published><updated>2008-05-16T02:13:37.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><title type='text'>BERPIKIR JERNIH DALAM MENSIKAPI PERILAKU KARYAWAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Sering kita menjumpai di Perusahaan swasta mau pun BUMN terdapat “karyawan yang cenderung sulit di atur”. Pada umumnya hasil kerja “mereka” sebenarnya tidak terlalu bermasalah. Cuma, “mereka” seringkali jadi provokator dan punya cukup banyak fans di unit kerja kantor karena berkat kesenangannya mengumpulkan massa yang pernah terluka oleh kebijakan perusahaan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Kepiawaiannya “mereka” dalam berargumentasi membuat pimpinan perusahaan sulit mencari kesalahannya, namun “mereka” cenderung mempunyai perspektif yang negatif. Ciri-cirinya dapat kita temukan pada saat rapat, “mereka” sangat kritis, tapi kritisnya tidak konstruktif dan mengganggu rekan kerja yang lain di saat rapat berlangsung. Padahal “mereka” ini , rata-rata posisinya sudah cukup lumayan di perusahaan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Salah satu alasan mengapa seorang karyawan terus bermasalah adalah karena perilakunya selama ini justru mendapatkan &lt;em&gt;reward.&lt;/em&gt; Mungkin bukan dari pimpinan perusahaan. Namun, dari teman-temannya. Sama seperti seorang anak kecil yang menangis supaya diberikan permen, maka lain kali jika dia ingin permen, maka dia akan nangis lagi. Kesimpulannya, seorang karyawan akan menghentikan perilakunya kalau dia merasa sikapnya tidak lagi efektif. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam menghadapinya kita harus bijak mengelola persoalan ini. Sebaiknya, jangan cepat-cepat memberikan julukan "sulit" pada seorang karyawan yang sulit diatur. Jangan-jangan hanya salah paham atau perbedaan gaya kepemimpinan antara atasan dan bawahan.&lt;br /&gt;Misalnya, gaya kepemimpinan atasan lebih otoriter, bawahan lebih demokratis. Akhirnya perbedaan ini menjadi pemicu perbedaan pendapat. Bagaimana hal ini dapat dikatakan sulit ? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Definisi karyawan sulit adalah: Suatu perilaku yang menyimpang dari standar, menjadi kebiasaan dan pola serta merugikan orang lain ataupun organisasi. Kadang, setiap orang bisa jadi sulit suatu waktu. Misal kalau beban kerja tinggi. Tapi, ini hanya bersifat situasional. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Perlulah berpikir tenang dengan pandangan positif atas segala peristiwa. Pikirkan dulu mengapa dia jadi sulit. Jangan langsung bertindak, tetapi pikirkan dulu apakah dia pernah diberikan saran sebelumnya ? Apakah dia tahu harapannya ? Tanyakan pada rekan kerja yang lain dan mintalah pertimbangan mereka. Tanyakan juga pada yang bermasalah dalam suasana dialog secara pribadi. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Kebanyakan pimpinan perusahaan tidak merasa nyaman dalam menghadapi situasi ini, lalu pemecahan persoalan ini sering kali ditunda. Dengan begitu masalah tidak akan selesai. Maka pimpinan perusahaan seharusnya langsung mencari akar permasalahannya. Namun, pimpinan perusahaan harus jelas dan tegas dalam bersikap dengan “mereka”. Harus di ingat juga pimpinan perusahaan hanya boleh tidak menghendaki perilakunya “mereka” dan bukan membenci orangnya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam memulai pembinaan terhadap “mereka” harus ada data yang jelas mengenai perilakunya. Jangan emosional, lakukan secara profesional. Api tidak bisa dilawan api. Jelaskan dampak dari perilakunya. Sebaiknya pakai "Pernyataan saya", bukan "Pernyataan anda", misalkan jangan bilang, "Anda ini orangnya sulit diatur...." tetapi lebih baik pakai kalimat, "Saya merasa sulit untuk memberitahukan sesuatu kepada anda..." &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Buatlah rencana dan melakukan kegiatan untuk menindak lanjuti persoalan ini agar dia mau berubah. Ada baiknya jika pimpinan perusahaan tahu alasannya mengapa dia berperilaku seperti itu. Lalu, pimpinan perusahaan seharusnya mencoba membantu memecahkan akar masalahnya. Namun, jika akar masalahnya terlalu sukar, mungkin kita bisa menyarankan dan membantu “mereka” bertemu dengan seorang ahli psikology. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Langkah selanjutnya, pimpinan perusahaan tidak harus mendapatkan hasilnya yang &lt;em&gt;instant &lt;/em&gt;maka berikanlah waktu untuk “mereka” berubah. Tetapi, harus jelas apa yang pimpinan perusahaan inginkan adalah suatu perubahan pada perilakunya. Usahakanlah pimpinan perusahaan sesering mungkin melakukan dialog dan pertemuan agar perilakunya membaik. Kalau tidak membaik, maka kita harus siap dengan hal yang paling tidak dikehendaki semua pihak.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Kalau tidak berubah, maka pimpinan perusahaan harus rela melepaskan “mereka”. Lakukan analisa keuntungan dan kerugian. Jika “mereka” tetap berada dalam unit kerja perusahaan, berapa kerugiannya ke depan. Kalau “mereka” dimutasikan berapa yang harus dikeluarkan ? Pastikan bicara juga dengan “mereka” dengan dialog yang konstruktif dan tidak &lt;em&gt;arogan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Insya Allah….&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1695151690950972944?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1695151690950972944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1695151690950972944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/berpikir-jernih-dalam-mensikapi.html' title='BERPIKIR JERNIH DALAM MENSIKAPI PERILAKU KARYAWAN'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-6683808347361108389</id><published>2008-05-12T23:18:00.003+07:00</published><updated>2008-05-12T23:26:00.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>RITUAL  MACET  TAHUNAN  (Part - 1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Carut marutnya sistem transportasi jalan di Ibu kota yang selalu menimbulkan dampak efek domino kemacetan arus lalu lintas. Acapkali dapat kita lihat di ruas jalan tol dalam kota Jakarta dari tahun ke tahun sepertinya masyarakat sudah dapat menduga ritual kemacetan yang akan terjadi. Disamping kemacetan yang disebabkan jam sibuk, saat dimana masyarakat pengguna jalan tol melintasi ruas jalan tol dalam waktu yang bersamaan. Ada juga kemacetan yang disebabkan demonstrasi dari elemen masyarakat yang tidak puas terhadap kebijakan Pemerintah maupun kebijakan para Wakil rakyat yang ada di gedung DPR/MPR. Belum lagi ritual banjir tahunan kota Jakarta di beberapa daerah rawan banjir. Banjir yang tidak jarang merendam ruas jalan vital Ibu kota , tentu saja akan menyebabkan kemacetan total di mana – mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah seringkali dibantu oleh masyarakat luas saling membantu untuk mengatasi masalah ini. Namun, tindakan yang diambil sering kali hanya pada saat kemacetan dan musibah itu sudah terjadi.&lt;br /&gt;Berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kemacetan dan akar masalah dari musibah belum optimal dilakukan. Kerugian yang ditimbulkan akibat kemacetan ini, tidak hanya kerugian waktu dan BBM yang terbakar sia-sia tapi juga kerugian psikologis warga Jakarta yang sering stress dan mudah emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi hal ini tentunya perlu upaya yang terpadu dari seluruh lapisan masyarakat Jakarta. Upaya tersebut diantaranya adalah membentuk satuan tugas yang terpadu. Satuan tugas ini dapat dibentuk oleh Pemerintah dengan mendapatkan dana dari program-program &lt;em&gt;Corporate Social Responsibility &lt;/em&gt;(CSR) perusahaan-perusahaan swasta mau pun BUMN.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-6683808347361108389?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6683808347361108389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6683808347361108389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/ritual-macet-tahunan-part-1.html' title='RITUAL  MACET  TAHUNAN  (Part - 1)'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-8120477311907770131</id><published>2008-05-10T02:22:00.000+07:00</published><updated>2008-05-10T02:25:28.245+07:00</updated><title type='text'>JALAN</title><content type='html'>Teringat ungkapan kasih ibu sepanjang jalan, sepanjang jalan kenangan dan banyak jalan menuju Roma ? Mungkin sebagian di antara kita sering kali mendengarnya dan ungkapan ini layak juga untuk di abadikan sebagai motto dalam mewujudkan tantangan dan peluang memajukan JM sebagai pemain utama dalam industri jalan tol di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna yang terkandung di dalam ungkapan ini dapat di artikan bahwa industri jalan tol yang di kembangkan JM akan terus tumbuh sepanjang masa. Tantangannya, justru dari kita semua, dapatkah kita mengelola JM secara lebih professional dan layak untuk di percaya sebagai leader dalam industri ini ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-8120477311907770131?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/8120477311907770131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/8120477311907770131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/jalan.html' title='JALAN'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-2842081464179713547</id><published>2008-05-09T22:22:00.007+07:00</published><updated>2008-05-09T23:18:24.164+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><title type='text'>MENANG UNTUK SIAPA ?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Arti sebuah kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Arti terpilihnya Ketua rukun tetangga (RT) dapat diartikan pula sebagai kemenangan kita bersama namun kemenangan ini bukanlah tujuan utama. Makna sesungguhnya terdapat pada sejauh mana Ketua rukun tetangga (RT) dapat mengkolaborasikan semua sumber daya seluruh warganya untuk menuju tujuan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut anda apakah arti sebuah kemenangan? Bila kita mungkin membayangkan sebuah olah raga yang menang adalah yang bagaimana ? sementara yang kalah adalah yang bagaimana ? bisa jadi kita akan dengan mudah mendefinisikan sebuah kemenangan. Kita akan dengan mudah tahu sebuah pertandingan sepak bola dimenangkan oleh kesebelasan yang memiliki skor lebih tinggi dari lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan sepak bola sangatlah berbeda dengan tujuan dari pemilihan Ketua rukun tetangga (RT) . Tujuannya bukan untuk mencari siapa yang menang dan kalah namun makna sesungguhnya adalah siapa yang terpilih saat ini dan siapa yang belum terpilih untuk menjadi Ketua rukun tetangga (RT) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan bukanlah hanya ketika kita berhasil mengalahkan lawan di suatu pertandingan. Dan bukan hanya ketika kita berhasil mencapai prestasi terbaik. Bahkan, bukan hanya ketika kita berhasil mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup ini.Tapi, kemenangan adalah saat di mana kita dapat melawan suatu kegagalan secara bersama-sama. Saat di mana kita dapat mengatasi musibah secara bersama-sama. Saat dimana kita dapat bangkit dari suatu keadaan yang menyedihkan secara bersama-sama. Dan, saat di mana kita merasa sangat terpuruk namun kita mampu berjuang menghancurkan semua cobaan itu secara bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemenangan adalah saat di mana kita dapat menjadikan itu semua sebagai pertanda betapa sayangnya Allah Swt kepada kita. Saat dimana kita menyadari betapa kita dapat belajar banyak dari semua kegagalan yang kita alami.Dan, kemenangan adalah saat di mana kita secara bersama-sama melangkah begitu mantap dan yakin bahwa kita begitu hebat untuk sekedar melawan suatu kegagalan kecil. Saat dimana kita dapat mengalahkan diri kita sendiri, sehingga kadang-kadang kita merindukan sebuah kegagalan. Karena kegagalanlah yang membuat kita sadar di mana kita berada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kesuksesan bagi sebagian orang mungkin sebuah kemenangan hidup, tapi saya pun kenal pada sebagian orang yang lain yang melihat sebuah kesuksesan adalah sebuah keresahan. Apakah arti sebuah kemenangan, ketika saat menang kita justru merasa was-was.&lt;br /&gt;Menjadi Ketua rukun tetangga (RT) pun demikian. Sebagian besar dari kita melihat bahwa menjadi Ketua rukun tetangga (RT) adalah sebuah kemenangan hidup. Tapi kita tidak jarang mendengar para Ketua rukun tetangga (RT) , justru terjerumus ke dalam hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan seperti adanya perasaan resah, terjebak dalam problema yang dilematis dengan warganya dan sebagainya. Apalah arti kemenangan menjadi Ketua rukun tetangga (RT) ketika dengan kemenangan itu kita menjadi buta dan tuli mana yang benar dan mana yang salah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Makna kemenangan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya masih ingat sebuah momen yang bagi saya menarik dan menjadi contoh akan hal ini adalah ketika menjelang final Thomas Cup beberapa tahun yang lalu. Ketika itu berhadapan musuh bebuyutan yaitu atlit bulu tangkis Indonesia dan Cina saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Malam menjelang pertandingan, manajer kedua team mengadakan jumpa pers. Menarik sekali, apa yang disampaikan saat itu bahwa masing masing team memang akan bermain untuk mencapai kemenangan yang akan dipersembahkan bagi negara mereka masing-masing. Tapi ada pernyataan yang menarik dari mereka bahwa kemenangan buat mereka adalah ketika mereka bisa menyuguhkan pertandingan bulu tangkis bermutu yang akan dipersembahkan kepada seluruh penonton di dunia dan menjadi catatan sejarah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dan ini semua mungkin bisa menjadi pelajaran bagi seluruh warga terutama dalam memberdayakan diri kita untuk hidup rukun dalam lingkungan yang sama. Sebuah kemenangan tidak harus dicapai dengan cara mengalahkan. Sebuah kemenangan justru terjadi ketika kita mampu berpikir untuk menang dan membuat semua orang juga merasa menang. Tidak dengan cara ‘menipu’ mereka akan arti sebuah kemenangan, tapi dengan cara memberdayakan mereka agar mampu bersama-sama melihat sebuah ‘kemenangan hidup bersama dalam wadah organisasi Rukun tetangga yang sama” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Insya Allah……&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-2842081464179713547?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/2842081464179713547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/2842081464179713547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/menang-untuk-siapa.html' title='MENANG UNTUK SIAPA ?'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1591953914188753649</id><published>2008-05-01T10:55:00.007+07:00</published><updated>2008-05-02T00:57:01.074+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>UPAYA MENGELOLA PERUBAHAN DI ERA GOOD CORPORATE GOVERNANCE</title><content type='html'>Memperingati hari buruh yang jatuh pada tahun 2008, pada artikel ini penulis mengulas beberapa hal yang terkait dengan adanya arus perubahan yang akan berdampak terhadap nasib karyawan di Jasa Marga di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reorganisasi, restrukturisasi, dan pengurangan karyawan akan menjadi kecenderungan yang akan terus dihadapi oleh para praktisi SDM dan para Pemimpin Serikat Karyawan Jasa Marga. Kondisi tersebut seringkali menimbulkan dampak yang besar terhadap tenaga kerja, seperti: hilangnya sistim kerja sepanjang hidup (long life employment), tingginya pengangguran, berkurangnya keamanan kerja, berkurangnya keterampilan kerja yang bersifat tradisional, pengurangan jumlah karyawan dan sebagainya. Contoh nyata yang mungkin belum hilang dari ingatan kita adalah penggabungan beberapa bank milik pemerintah menjadi Bank Mandiri beberapa waktu yang lalu. Penggabungan ini mengakibatkan banyak pegawai dari bank-bank pemerintah yang bersangkutan kehilangan pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi akhir-akhir ini merebak wacana dari Kementerian BUMN untuk merestrukturisasi beberapa BUMN, namun kita bersyukur dengan adanya kebijakan Direksi untuk tidak merasionalisasi jumlah karyawan yang ada, malah adanya kebutuhan karyawan baru untuk mengoperasikan ruas jalan tol yang akan dibangun yaitu ruas Bogor Ring road, ruas Semarang-Solo, ruas Gempol-Pasuruan dan penambahan jumlah Gerbang Tol akibat di relokasinya ruas Gempol-Porong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel ini penulis hanya membahas antisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi 5 – 10 tahun yang akan datang setelah Jasa Marga di Privatisasi. Privatisasi yang dilakukan Jasa Marga adalah sangat penting karena akan menjadikan Jasa Marga lebih efisien, transparan dan mempunyai nilai akuntabilitas yang dipersyaratkan dalam penerapan GCG. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Pendorong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang mendorong munculnya kebutuhan untuk melakukan perubahan. Pakar Perilaku di Dalam Perusahaan , Robert Kreitner dan Angelo Kinicki (2001) dalam bukunya Organizational Behavior, menyatakan bahwa ada 2 kekuatan yang dapat mendorong munculnya kebutuhan untuk melakukan perubahan di dalam perusahaan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Kekuatan eksternal, yaitu kekuatan yang muncul dari luar perusahaan, seperti : karakteristik demografis (usia, pendidikan, tingkat ketrampilan, jenis kelamin, imigrasi, dsbnya), perkembangan teknologi, perubahan-perubahan di pasar, tekanan-tekanan sosial dan politik. Dalam kasus yang dihadapi Jasa Marga,  kekuatan eksternal (persaingan yang ketat di pasar) setelah di berlakukannya UU No. 38/2004, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Kekuatan internal, yaitu kekuatan yang muncul dari dalam perusahaan, seperti : masalah-masalah prospek Sumber Daya Manusia (kebutuhan yang tidak terpenuhi, ketidak-puasan kerja, produktifitas, motivasi kerja, dsb-nya), perilaku dan keputusan manajemen. Dalam kasus yang dihadapi Jasa Marga pada saat ini adalah change managemen yang merupakan sebuah tuntutan adanya perubahan karena telah dicanangkannya Visi Jasa Marga untuk menjadi Perusahaan yang modern. Ciri dari Perusahaan yang modern adalah manajemen yang di pimpin oleh para manajer yang mempunyai team work yang solid. Tuntutan ini mengharuskan adanya perubahan struktur organisasi perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan Perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Menurut Raymond J. Stone seorang konsultan SDM  dalam bukunya Human Resources Management (1998), ada sejumlah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mengelola perubahan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menetapkan kebutuhan untuk melakukan perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa perubahan yang akan digulirkan benar–benar sesuai dengan kebutuhan nyata yang ingin dicapai perusahaan. Kebutuhan akan adanya perubahan dapat muncul bila ada kesenjangan antara sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan dengan kondisi nyata di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus  yang di alami Jasa Marga saat ini, kebutuhan untuk melakukan perubahan muncul saat terjadi perubahan peran perusahaan yang tidak lagi sebagai Regulator Industri jalan tol di Indonesia seiring dengan diberlakukannya UU No. 38/2004. Peran Jasa Marga yang hanya sebagai operator industri jalan tol di Indonesia maka kedudukannya sama dengan investor lainnya maka Jasa Marga saat ini berupaya untuk tetap menjadi leader dalam industri jalan tol di Indonesia.  Hal ini menuntut Jasa Marga untuk menerapkan Good Corporate Goevernance,  tujuannya agar produk yang dihasilkan menjadi lebih kompetitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengenali hal-hal potensial yang  dapat menghambat proses perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang praktisi perubahan harus mampu mengenali hal-hal yang secara potensial dapat menghambat proses perubahan yang akan digulirkan oleh perusahaan. Dari kasus yang terjadi di Jasa Marga saat ini, hal-hal  potensial yang  diramalkan dapat menghambat perubahan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ketidak-bersediaan karyawan  untuk di PHK karena sulitnya mencari pekerjaan baru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ketidak-sesuaian antara harapan karyawan tentang besarnya paket yang diinginkan&lt;br /&gt;   dan besarnya paket yang ditawarkan oleh perusahaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Adanya kemungkinan keterlibatan pihak di luar perusahaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Adanya friksi antar sesama karyawan di bagian operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Perubahan dapat diperkenalkan baik oleh para manajer yang ada di dalam perusahaan itu sendiri atau dengan menggunakan konsultan. Masing-masing pendekatan mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Bila manajer internal menjadi agen perubahan, kelebihannya adalah bahwa ia memahami dengan baik operasi bisnis perusahaan dan orang – orang yang ada di dalamnya. Sedangkan kelemahannya adalah yang bersangkutan biasanya mempunyai wawasan dan cara pandang yang terbatas mengenai pengelolaan perubahan, dan tak jarang terlalu dipengaruhi oleh budaya perusahaan yang ada. Sedangkan kelebihan dari konsultan adalah yang bersangkutan bersifat netral dan mempunyai wawasan yang luas terhadap pengelolaan perubahan perusahaan. Kekurangannya adalah bahwa yang bersangkutan kurang memahami operasi bisnis perusahaan dan orang-orang yang bekerja di dalamnya. Melihat kelebihan dan kekurangan ini, maka banyak perusahaan yang melakukan kombinasi dari kedua hal tersebut  dalam memperkenalkan perubahan. Yang dilakukan oleh  Jasa Marga diharapkan yang berkaitan dengan fase ini adalah membuat tim perubahan yang dipimpin oleh Pimpinan Puncak perusahaan, yang anggota-anggotanya terdiri dari para manajer terkait (termasuk Manajer SDM) dan Konsultan Hubungan Industrial yang sangat memahami kondisi perusahaan serta Serikat Karyawan Jasa Marga (SKJM). Tim inilah yang bertindak sebagai agen-agen perubahan, yang bertugas untuk memperkenalkan, melaksanakan, dan mengevaluasi perubahan yang dilakukan kepada seluruh karyawan terkait. Dengan pendekatan ini, proses perubahan yang dilakukan relatif berjalan lancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengevaluasi perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengukur efektifitas perubahan, perusahaan harus membandingkan situasi sebelum dan sesudah dilaksanakannya perubahan. Beberapa indikator dapat digunakan untuk mengukur pengaruh dari perubahan tersebut, seperti : produktivitas karyawan, kepuasan kerja, hasil survey pendapat karyawan, hasil penjualan, pengurangan biaya produksi, dan sebagainya. Dari  evaluasi kualitatif yang dilakukan terhadap perubahan yang dilakukan perusahaan, sepatutnya menunjukkan hal – hal sebagai berikut  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.      Kordinasi kerja menjadi lebih baik karena struktur perusahaan menjadi lebih  &lt;br /&gt;        sehingga dapat mengurangi birokrasi kerja yang tidak perlu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Kerjasama antar karyawan menjadi lebih baik di bawah kepemimpinan yang baru yang&lt;br /&gt;        lebih terbuka dan komunikatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.      Suasana kerja menjadi  kondusif untuk menunjang bisnis perusahaan, karena &lt;br /&gt;        terbangun kepercayaan yang lebih baik diantara manajemen dan karyawan, karena &lt;br /&gt;        tidak adanya lagi persepsi terhadap perlakuan yang berbeda antara Biro dan Divisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Mengelola Perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kegagalan yang dialami perusahaan saat melakukan perubahan, yang mengakibatkan kerugian yang dialami oleh perusahaan. Kegagalan itu terjadi akibat kesalahan-kesalahan yang dibuat saat mengelola perubahan, seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengabaikan aspek manusia dalam mengelola perubahan&lt;br /&gt;       Timothy J. Galpin menyatakan  dalam bukunya The Human Side of Change (1996) bahwa selama proses penggabungan perusahaan, penurunan besarnya ukuran perusahaan, maupun restrukturisasi yang dilakukan perusahaan, kebanyakan dari mereka lebih memusatkan perhatiannya  kepada aspek-aspek teknis, finansial dan operasional, daripada aspek manusia. Akibatnya upaya perubahan yang dicanangkan mengalami kegagalan. Hal ini tampak dalam bentuk terjadinya masalah perburuhan, keluarnya tokoh-tokoh kunci dan orang-orang berbakat dari perusahaan, dan tidak diperoleh manfaat atau sangat sedikit manfaat yang diperoleh dari perubahan yang dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perubahan tidak direncanakan dengan baik&lt;br /&gt;         Banyak perusahaan yang memperlakukan perubahan seperti sebuah peristiwa kebetulan atau hal rutin  yang akan dapat diselesaikan dengan baik secara otomatis, tanpa sebuah perencanaan yang baik. Perubahan seharusnya merupakan sebuah aktivitas yang terencana,  disengaja dan berorientasi pada  tujuan. Tujuan dari sebuah perubahan menurutnya ada 2, yaitu : (1) Untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di dalam lingkungannya, (2) Untuk merubah tingkah laku dari para karyawan. Akibat tidak direncanakannya perubahan dengan baik, maka tak jarang perubahan bergulir tanpa kendali atau berjalan tidak sesuai dengan rencana yang diharapkan, karena mendapat perlawanan dari para karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktisi perubahan gagal membangun koalisi yang cukup kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab kegagalan yang dialami oleh perusahaan dalam melakukan perubahan adalah tidak terbentuknya koalisi yang cukup  kuat diantara orang-orang yang  mempunyai wewenang dan kemampuan untuk mendorong perubahan. Upaya perubahan yang dilakukan tanpa dukungan koalisi yang cukup mungkin akan mengalami kemajuan untuk sementara waktu. Namun  cepat atau lambat, akan muncul perlawanan-perlawanan yang dapat merusak inisiatif perubahan yang sudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak utama dari kesalahan yang dilakukan dalam mengelola perubahan adalah munculnya resistensi dari para manajer atau para karyawan  yang terkait terhadap perubahan yang dilakukan oleh perusahaan. Definisi dari resistensi terhadap perubahan adalah sebagai suatu reaksi emosional/tingkah laku yang muncul sebagai respon terhadap munculnya  ancaman, baik nyata atau  imajiner bila terjadi perubahan pada pekerjaan rutin.   Resistensi terhadap perubahan ini dapat muncul dalam berbagai macam bentuk reaksi. Bentuk-bentuk resistensi terhadap perubahan kedalam 4 kelompok yang semuanya berada dalam sebuah kontinum, yaitu :   resistensi aktif (mis : sabotase, memperlambat kerja), resistensi pasif (mis: bekerja sesedikit mungkin, tidak ingin mempelajari tugas baru), reaksi yang tidak dapat dibedakan (bekerja hanya berdasarkan perintah, kehilangan minat terhadap pekerjaan), dan penerimaan (mis : mau bekerja sama, antusias).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai hal yang  telah di ulas setidaknya dapat menjadi input untuk para Pemimpin Perusahaan mau pun para Pemimpin Organisasi Serikat Pekerja agar lebih solid lagi dalam menentukan berbagai kebijakan yang terkait dengan kesejahteraan karyawan mau pun keberlangsungan usaha Perusahaan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1591953914188753649?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1591953914188753649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1591953914188753649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/05/upaya-mengelola-perubahan.html' title='UPAYA MENGELOLA PERUBAHAN DI ERA GOOD CORPORATE GOVERNANCE'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-5118548685813182156</id><published>2008-04-29T20:48:00.000+07:00</published><updated>2008-04-29T21:08:38.489+07:00</updated><title type='text'>PENTINGKAH AKU ?</title><content type='html'>Bacalah dengan tenang dan amatilah setiap kalimat2 yang ada.....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan semu dimulai dengan sebuah senyuman, membesar dalam genggaman dan berakhir dengan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah pernah menangis untuk seseorang&lt;br /&gt;Yang tidak mampu menangis untuk kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang baik, susah untuk  dicari dan susah juga untuk di lupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan lebih banyak berarti dari pada kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling menyakitkan adalah jika seseorang yang kita banggakan&lt;br /&gt;menghempaskan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan masa lalumu menghancurkan hidupmu&lt;br /&gt; Jika tidak, kamu akan kehilangan hal-hal baik dalam hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang membuat dunia ini seperti sebuah "Surga". &lt;br /&gt;Tanpa mereka, dunia ini seperti tidak ada artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mengingat masa lalu adalah satu hal yang menyakitkan, dan kamu&lt;br /&gt;takut untuk melanjutkan "Perjalananmu" sendiri, lihatlah di&lt;br /&gt;sekelilingmu dan kamu akan menemukan TEMAN SEJATI-mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Trust Friendship, tidak akan pernah selesai, itu akan terus&lt;br /&gt;berlanjut sampai kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang baik seperti bintang-bintang, kamu tidak selalu&lt;br /&gt;bisa melihatnya, tapi mereka akan selalu ada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan kamu lakukan jika seseorang yang biasanya membantu&lt;br /&gt;kamu untuk berhenti bersedih, menjadi seseorang yang membuatmu&lt;br /&gt;bersedih ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun sempurna, sampai saat dimana kamu membutuhkannya sebagai teman sejati kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang masuk dan keluar dari hidupmu, tapi hanya TEMAN SEJATI yang akan meninggalkan suatu bekas indah dalam hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Jalan Sahabat….&lt;br /&gt;Semoga Allah Swt memberikan pahala yang setimpal  dengan jerih payah mu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-5118548685813182156?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5118548685813182156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5118548685813182156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/04/pentingkah-aku.html' title='PENTINGKAH AKU ?'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-5395110366101310172</id><published>2008-04-26T21:45:00.005+07:00</published><updated>2008-04-28T11:21:35.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><title type='text'>MENGAMATI FENOMENA "CONGKAK" DI SEKITAR KITA</title><content type='html'>Pernahkah Anda melihat seseorang yang tengah mabuk ekstasi? Jika seseorang berada di bawah pengaruh obat tersebut, ia akan tripping, geleng-geleng kepala sambil tersenyum happy. Bukan hanya itu, dia pun menjadi tidak sadar penuh dengan apa yang sedang terjadi di sekelilingnya.  Dari sinilah kemudian muncul istilah – istilah yang ada disekitar kita seperti congkak, narsis atau ngambul.  Istilah itu merujuk kepada kondisi mabuk tadi. Persisnya, congkak adalah suatu keadaan ketika seseorang tengah mabuk “ekstasi”, dan yang menjadi ekstasinya adalah kepuasan ego dari orang itu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku para "Boss" itu mirip orang yang tengah mabuk, lupa daratan, dininabobokan oleh rasa tersanjung, tergoda oleh peluang untuk terus meninggikan gengsinya. Kondisi demikian bisa dijelaskan dengan istilah congkak itu tadi. Celakanya, ini semua terjadi tanpa ada orang dekat yang berani atau berhasil mengubah keputusan fatal yang akan diambil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak congkak ialah seseorang menjadi “buta” atau “kebal” terhadap aspek lain dari keberadaan dia, seperti logika, kearifan, maupun perasaan orang lain. Superego-nya kalah, dan yang penting baginya adalah memuaskan gengsi dalam dirinya. Nah, kalau seseorang sedang dikuasai kepentingan memuaskan id di atas segalanya, orang itu akan mengekspose dirinya pada satu bahaya: ia menjadi mudah dikerjain atau dimanipulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya itu biasanya datang dari orang lain yang tahu bahwa orang tersebut sedang mengalami congkak. Orang lain itu biasanya orang dekat sekaligus ia percaya. Mereka dapat dengan mudah memanfaatkan situasi. Caranya? Orang yang sedang terserang congkak itu dibuat bertambah mabuk dengan berbagai pujian dan elu-eluan. “Hebat! Luar biasa! You’re the best!” Setelah orang itu tambah mabuk, dia akan makin mudah dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kombinasi yang berbahaya, yaitu ketika seseorang yang tengah mengalami congkak lalu mendapat kekuasaan. Kekuasaan itu akan menjadi alat yang memperlama rasa bahagia semu yang dialami oleh ego yang tengah tripping. Misalnya, seseorang yang tengah dimabuk ego-nya tiba-tiba memperoleh banyak uang atau kekuasaan. Maka, dengan mudah orang yang tahu kelemahannya akan memanfaatkan pengidap congkak tadi dan menguras uangnya atau memanfaatkan kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, seseorang yang baru saja mendapat jabatan yang strategis lalu terpicu congkak-nya, maka dia akan menjadi individu yang berbahaya. Segala kebijakan dan rasionalitas akan mengalami distorsi. Dengan mudah dia akan dipengaruhi oleh orang yang hanya menginginkan sesuatu dari kekuasaannya. Bukankah sejarah penuh dengan penguasa mutlak yang terus dimanfaatkan oleh orang-orang dalam, inner circle, untuk kepentingan kelompok kecil mereka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah dibutuhkan seorang teman sejati yang harus menyadarkan kita. Kalau tak ada teman yang menyadarkan, yang akan membangunkan kita adalah satu perkembangan yang menyakitkan akibat kelalaian ataupun keputusan yang kita buat selagi mengalami congkak. Alangkah bahagianya seseorang kalau memiliki kawan tulen yang bisa ngomong apa adanya. Di sinilah letaknya kita butuh kawan. Adalah kawan yang tulus, yang akan mengingatkan kita terhadap bahaya congkak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lalu, bagaimana kita tahu bahwa kita sedang mengalami congkak atau tidak ? Untuk mengetahuinya, ada sejumlah pertanyaan yang kalau dijawab dengan jujur akan dapat mengindikasikan apakah kita sedang mengalami congkak atau tidak.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; kapan terakhir Anda ingat ada seseorang yang tulus ikhlas memberikan kritik demi kebaikan Anda ? Kalau sudah lama, itu tanda-tanda Anda mengalami congkak, karena mungkin orang cenderung menjilat Anda ketimbang mengatakan apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kalaupun ingat ada kritikan buat Anda, &lt;strong&gt;pertanyaan kedua&lt;/strong&gt;,  seberapa sering kritikan dari kawan atau orang dekat menghampiri Anda. Kedua hal itu menunjukkan mutu lingkungan di mana seseorang berada. Kalau dia berada di lingkungan orang-orang  yang tulus terhadapnya, maka mestinya dia sering mendapat kritik atau paling tidak masukan berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga,&lt;strong&gt; kalau memang ada kritikan dan cukup sering, seberapa berbobot masukan yang disampaikan oleh kawan tersebut ? Kalau masukannya sekadar saran pada penampilan, boleh jadi itu hanya bagian dari basa-basi pergaulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin menyakitkan kritik atau masukan itu, maka bisa dikatakan makin berbobotlah masukan tersebut. Maka, Jika nanti Anda menjadi Pemimpin Perusahaan atau Pemimpin Organisasi Serikat Pekerja, jangan kelilingi diri Anda dengan ”yes man”. Carilah kawan sejati. Dialah yang akan menyelamatkan Anda dari bahaya congkak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-5395110366101310172?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5395110366101310172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5395110366101310172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/04/mengamati-fenomena-congkak-di-sekitar.html' title='MENGAMATI FENOMENA &quot;CONGKAK&quot; DI SEKITAR KITA'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-260858423813247111</id><published>2008-04-24T22:48:00.002+07:00</published><updated>2008-04-24T22:56:15.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><title type='text'>PESAN UNTUK PARA PEMIMPIN</title><content type='html'>Massa yang mencari Pemimpin atau Pemimpin yang mencari Massa ? Kalimat di atas adalah dua hal yang terdengar hampir sama namun mempunyai makna yang sangat berbeda. Mencari Pemimpin yang mau dan mampu memimpin suatu Organisasi Serikat Pekerja atau pun memimpin Perusahaan bukanlah hal yang mudah. Namun, seorang Pemimpin akan dibentuk oleh proses alamiah yang kadang berliku – liku dan membutuhkan waktu yang lama. Proses yang panjang inilah akan membentuk kualitas kepemimpinan seseorang. Acapkali, saya menyebutnya sebagai  pemimpin yang dewasa&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemimpin yang dewasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Istilah adult berasal dari bahasa latin yang diambil dari kata adultus berarti telah tumbuh menjadi kekuatan  dan ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa (Hurlock, 1992). Oleh karena itu seorang yang disebut dewasa adalah individu yang telah siap menerima kedudukan dalam masyarakat.  Sedangkan kedewasaan atau kematangan adalah suatu keadaan bergerak maju ke arah kesempurnaan. Kedewasaan bukanlah suatu keadaan yang statis, tetapi merupakan suatu keadaan menjadi.... (&lt;em&gt;a state of becoming). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak ada seorangpun yang sanggup untuk bertindak dan bereaksi terhadap semua situasi dan semua aspek-aspek kehidupan, dengan kedewasaan yang penuh. Tapi bagaimanapun juga, dalam dunia kerja seorang pimpinan akan dituntut untuk menangani permasalahan-permasalahan secara lebih dewasa. Oleh karena itu, ia setidaknya harus memiliki beberapa ciri yang menunjukkan kedewasaan tersebut. Kesuksesan dan kegagalan seseorang untuk memimpin dan mengarahkan bawahannya akan sangat tergantung pada kedewasaan sikap dan tindakan yang akan diambilnya. Bagaimana bentuk kedewasaan yang dituntut untuk dimiliki tersebut ? Dibawah ini akan diungkapkan beberapa kualitas yang sepatutnya dimiliki seorang pimpinan agar ia dianggap dapat bersikap dewasa. Setiap kualitas yang satu menjadi kewajiban untuk mencapai kualitas yang lainnya, dan menjadi bagian dari diri sang pemimpin dalam menunaikan tugas sebagai seorang yang dianggap sudah dewasa penuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adapun ciri-ciri kedewasaan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah sebagai berikut:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang dewasa dapat belajar menerima kenyataan bahwa untuk beberapa permasalahan memang tidak ada penyelesaian atau pemecahan yang mudah. Ia tidak akan dengan mudah menerima pemecahan masalah pertama yang disarankan. Ia akan menghargai fakta dan akan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi sebelum memberi saran pemecahan. Bukan saja ia bersedia sabar, tetapi ia tahu benar perlunya beberapa alternatif untuk mengambil suatu keputusan dalam pemecahan masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sanggup Mengambil Keputusan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dewasa, disamping kesabaran dan ketabahannya untuk mencari pemecahan masalah, juga harus mampu untuk mengambil suatu keputusan, walaupun hanya menggunakan data atau informasi yang sangat minim, kurang lengkap atau masih kabur. Setelah menimbang fakta yang ada, ia akan segera menyadari bahwa dalam suatu waktu suatu tidakan harus segera diambil. Dengan menyadarkan dirinya terhadap keyakinan dirinya dan terhadap orang-orang disekitarnya ia harus sanggup untuk mengambil dan memikul resiko yang sudah diperhitungkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyenangi Pekerjaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang memiliki emosi yang sehat atau memiliki kepribadian dewasa akan mengetahui bagaimana menikmati pekerjaannya. Apapun jenis pekerjaannya seseorang yang dianggap dewasa akan jarang bermalas-malasan. Ia mengetahui bagaimana menemukan kepuasan dalam melakukan tugas dengan baik dan ia merasa bangga melaksanakan tugas tersebut. Para pemimpin yang dewasa akan memperoleh kepuasan dalam menangani suatu pekerjaan dan  tidak menggagap pekerjaan sebagai beban hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menerima Tanggung Jawab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak dewasa akan mengeluh dan menyesal tentang kegagalan yang mereka alami. Mereka akan merasa bahwa kegagalan yang mereka alami merupakan kesalahan orang lain dan nasib baik sedang menjauhi mereka. Untuk menghindari kegagalan, mereka cenderung untuk tidak menerima tanggung jawab.  Sebaliknya bagi mereka yang berkepribadian dewasa segala kesuksesan dan kegagalan merupakan tanggungjawab diri sendiri. Mereka menyadari bahwa setiap orang memerlukan ketabahan dan kekuatan serta tempat berlindung pada saat-saat sulit, dan yang bertanggung jawab untuk menangani hal tersebut adalah diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penuh Daya Tahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Semua mahluk hidup pasti pernah mengalami sakit, kesulitan dan kekecewaan. Begitupun dengan seorang pemimpin tidak akan pernah luput dari permasalahan seperti itu. Biarpun demikian seorang pemimpin yang dewasa akan bangkit lagi dan sehat lagi setelah diterpa kemalangan yang bertubi-tubi dengan harapan dan daya tahan yang dimilikinya. Ia akan berusaha jujur dan tidak akan berpura-pura semua keadaan baik-baik saja. Ia menerima kenyataan bahwa rasa sakit harus dipikul, kesalahan-kesalahan diperbaiki dan ia tidak akan membuang waktu untuk menyesali dan meratapi kesalahan yang sudah berlalu. Kegagalan akan meremukan dan menghancurkan orang yang lemah, sedangkan seorang dengan kepribadian dewasa akan mengambilnya sebagai pelajaran dari pengalaman yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Percaya Pada Diri Sendiri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang pimpinan yang dewasa akan  menyambut baik partisipasi orang lain, walaupun menyangkut pengambilan keputusan yang sulit. Hal tersebut terjadi karena mereka sangat yakin dan percaya terhadap kemampuan mereka sendiri sehingga tidak ada rasa takut untuk berkompetisi. Mereka akan mudah melihat dan mengenal bahwa orang lain yang memiliki ide-ide dan fikiran yang berharga. Bagi mereka kekuatan orang lain hanya akan menjadi ancaman bagi orang yang tidak merasa aman, dan yang tidak ada kepercayaan terhadap dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Seorang pimpinan yang dewasa akan memperoleh kepuasan berdasarkan prestasi yang dilakukan oleh bawahannya. Ia akan merasa bangga dalam keyakinan dan kesadaran bahwa bawahannya adalah tanggung jawabnya. Sebaliknya bagi seorang pimpinan yang tidak dewasa akan merasa sebagai suatu hal yang pahit dan menyakitkan apabila diberikan situasi yang serupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memiliki Rasa Humor&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tertawa adalah sehat. Orang yang dewasa atau matang setuju dengan ucapan itu. Namun demikian orang yang dewasa tidak akan membuat orang tertawa dengan cara merugikan atau melukai perasaan orang lain. Mereka juga tidak akan tertawa jika orang lain dalam keadaan susah atau terluka perasaannya&lt;br /&gt;Orang yang sehat emosinya akan selalu mengingat bahwa humor itu harus baik sifatnya dan menyebarkan kebahagiaan bagi yang mendengarkannya. Orang yang dewasa akan menggunakan humor bukan sebagai alat pemukul atau menjatuhkan orang lain, tetapi sebagai alat untuk melicinkan suasana dan mengendorkan ketegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memiliki Kepribadian yang Utuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dewasa, bukanlah orang yang membuang-buang dan menyia-nyiakan energinya dengan memakai dan menggerakkan seluruh energinya ke berbagai arah yang tidak menentu, bahkan sering bertentangan arah. Pada umumnya mereka adalah orang yang teratur dan sudah terorganisir serta dapat menangani problemnya dengan efektif. Mereka bukan orang yang mudah beralih perhatian atau menyimpang dari rencana oleh karena keinginan-keinginan yang muncul dengan tiba-tiba, tetapi mereka dapat dengan mudah beralih dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain tanpa kebingungan dan kekacauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seimbang&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Seorang pemimpin yang dewasa akan hidup dalam suatu kehidupan yang seimbang. Ia merasa bangga menjadi bagian dari Organisasi Serikat Pekerja dan perusahaan serta tahu persis posisi dan peranannya di dalam perusahaan.  Ia pintar menempatkan diri sehingga tidak menyulitkan dirinya dan perusahaan. Ia  sanggup untuk bekerja keras dan selalu siap mengatasi tekanan yang diterimanya serta dapat menikmati masa senggangnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menerima Diri Sendiri &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin yang efektif  mempunyai pandangan dan penilaian yang baik terhadap kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Pada kenyataannya hal ini sangat menentukan kesuksesan seorang pemimpin. Namun hanya pemimpin yang memiliki kedewasaan yang dapat memilih dan mengumpulkan pembantu-pembantu dan orang-orang dekatnya untuk saling menutupi kekurangan dan kelemahan. Karena ia dapat melihat dan menilai diri sendiri dengan baik secara objektif dan realistis, maka ia akan sanggup untuk menggunakan kelebihan dan bakatnya secara efektif. Ia juga akan terbebas dari rasa frustrasi yang mungkin timbul karena kegagalan mencapai suatu hal yang diluar  kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menghargai Orang Lain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang pimpinan yang baik harus bekerja bersama dengan orang lain. Hal ini berarti bahwa ia harus bekerja dengan kekuatan- kekuatan, kelemahan-kelemahan, kesanggupan, dan  kekurangan-kekurangan dari orang lain itu. Jika dia dewasa, dia akan menghargai perbedaan yang ada tersebut dan tidak akan mencoba untuk membentuk orang lain agar sesuai dengan keinginannya sendiri dan tidak memperalat bawahan untuk kepentingannya sendiri. Ia sanggup untuk menerima kenyataan yang ada, bahwa setiap orang memiliki andil terhadap hasil akhir suatu pekerjaan yang dikerjakan secara bersama-sama (&lt;em&gt;teamwork&lt;/em&gt;). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti bahwa seorang pemimpin yang dewasa mempunyai hati yang lemah. Ia menerima orang lain, bukan berarti memanjakan mereka untuk selamanya termasuk jika kekurangan mereka (bawahan) akan mengganggu dan mempengaruhi tujuan secara keseluruhan. Seorang pimpinan yang dewasa harus mampu memberhentikan atau memecat seseorang yang tidak lagi memberikan sumbangan terhadap kemajuan atau kebaikan organisasi. Hal ini penting sebab merupakan suatu ketidakadilan bagi perusahaan dan orang lain jika orang yang tidak lagi mampu memberikan kontribusi masih tetap dipertahankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memiliki Prinsip yang Kuat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemimpin yang sungguh-sungguh melihat perusahaan sebagai suatu mahluk hidup yang harus dijaga dan dipelihara. Mereka memandang dirinya sebagai pengawal bagi keselamatan dan kebaikan perusahaan. Mereka menganggap dirinya berperan sebagai pengasuh dan pelindung perusahaan yang kemudian meneruskan dan menyerahkan pengawalan dan fungsi mengasuh tersebut kepada penerusnya.&lt;br /&gt;Hal tersebut pula yang menjelaskan mengapa pemimpin tidak akan segan-segan untuk bersikap keras dan tegas dalam menghadapi orang lain bila menyangkut keselamatan dan kelangsungan hidup perusahaan. Mereka memegang teguh prinsip-prinsip yang telah ditanamkan dalam perusahaan dan tidak akan kenal kata menyerah jika dihadapkan paa soal hidup matinya Organisasi Serikat Pekerja dan Perusahaan. *****&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-260858423813247111?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/260858423813247111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/260858423813247111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/04/pesan-untuk-para-pemimpin.html' title='PESAN UNTUK PARA PEMIMPIN'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-5141718919593730800</id><published>2008-04-17T18:51:00.001+07:00</published><updated>2008-04-22T20:00:40.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>APAKAH HOLDING COMPANY JM MERUPAKAN SOLUSI ?</title><content type='html'>Petinggi di Perusahaan kita belum lama ini merencanakan pembentukan 1 (satu) &lt;em&gt;holding company&lt;/em&gt; (induk perusahaan) yang akan memayungi lebih dari 9 ruas jalan tol yang ada. Struktur pengelola perusahaan induk itu akan diisi manajer profesional. Sistem yang diterapkan juga sistem korporat, sebagaimana yang lazim pada perusahaan bisnis komersil. Sekarang pertanyaannya, Apakah &lt;em&gt;holding company &lt;/em&gt;JM merupakan solusi tepat untuk membenahi carut-marutnya pengelolaan industri jalan tol di negeri ini. Atau, justru akan menimbulkan masalah yang lebih besar&lt;span class=”fullpost”&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana itu, selain menunjukkan bahwa rencana dari Mentri Negara BUMN untuk menuju &lt;em&gt;Indonesia Incorporated &lt;/em&gt;belum sepenuhnya terkubur dari benak sebagian masyarakat dan pejabat di negeri ini, juga menandakan pergeseran strategi penyehatan setelah JM di privatisasi ke korporatisasi. Dengan privatisasi JM, pemerintah menyerahkan sebagian kepemilikan JM kepada masyarakat. Sementara itu, pada korporatisasi -yang biasanya diiringi pembentukan &lt;strong&gt;holding&lt;/strong&gt; perusahaan maka selanjutnya pemerintah menyerahkan pengelolaan JM kepada para profesional. Penerapan mekanisme korporat ini pada prinsipnya tetap mempertahankan kepemilikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan utama korporatisasi adalah peningkatan kinerja dan tanggung jawab pengelolaan JM sebagai perusahaan negara, yang selama ini dirasakan belum optimal, meski privatisasi telah dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan korporatisasi serta merta terhilangkan keharusan privatisasi lebih lanjut &lt;em&gt;(Right issue)&lt;/em&gt; ? Jawaban pertanyaan tersebut amat tegas: tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Namun, benarkah strategi korporatisasi itu mampu meningkatkan tata kelola di JM ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa argumen yang disintesiskan dari wacana ekonomi dan pengalaman objektif di Indonesia untuk menopang pendapat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; korporatisasi akan memberikan &lt;em&gt;definisi property rights &lt;/em&gt;yang lebih tegas pada JM, di satu sisi yaitu berupa pemisahan batas-batas antara kepemilikan (negara) dan kepengelolaan,  hal itu akan menciptakan iklim lebih kondusif bagi tata kelola perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, pembentukan &lt;em&gt;holding company &lt;/em&gt;akan mengakibatkan terpusatnya kendali pertangungjawaban dan pengawasan yang rawan penyelewengan dalam skala lebih besar. Terutama, bila pembentukan lembaga sentral tersebut sejak awal dimotivasi aspirasi politik dan semangat yang jauh dari rasionalitas ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan ke arah terakhir itu dapat disimak dari pengalaman pemerintah mendirikan institusi sejenis, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Sebab, konsep BPPN tidak jauh berbeda dengan konsep perusahaan induk JM yang akan dibentuk, walau memiliki perbedaaan tujuan. Ide dasar kedua badan tersebut adalah pembentukan lembaga super yang menjadi sentral pengelolaan aset negara. Keduanya juga menerapkan mekanisme korporat dan memakai jasa profesional di luar birokrasi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, BPPN sarat dengan berbagai isu tak sedap, mulai suap, kolusi, penyalahgunaan wewenang, hingga penghamburan uang negara. Mekanisme korporat yang diterapkan berikut strategi mempekerjakan para profesional sama sekali tidak berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji selangit dan fasilitas memadai, bahkan melebihi yang diberikan perusahaan publik papan atas, tidak berbanding lurus dengan kinerja badan tersebut. Itu terlihat dari tingkat recovery rate yang hanya sebesar 28%, bahkan perhitungan lain dari Center for Banking Crisis (CBC) menunjukkan tingkat yang lebih rendah lagi sekitar 1% hingga 2,9%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ, korporatisasi terbukti bukan jaminan perbaikan kinerja lembaga yang mengelola aset negara. Sebaliknya, korporatisasi yang diiringi sentralisasi pengelolaan justru bisa mendatangkan kerugian dalam skala yang lebih tidak terperikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua,&lt;/strong&gt; keberhasilan strategi korporatisasi akan sangat bergantung pada kemampuan menciptakan satu struktur &lt;em&gt;reward and punishment&lt;/em&gt;, yang setara antara perusahaan negara dan perusahaan publik, sehingga dapat menghapuskan perbedaan insentif yang berkaitan dengan kepemilikan. Sebab, dalam perusahaan yang sahamnya dimiliki publik, terdapat insentif dan pengawasan pasar bagi pengelola untuk meningkatkan nilai aset dan menekan biaya perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada perusahaan negara, yang kepemilikan saham mayoritasnya ada pada pemerintah dan pengelola (Direksi dan Karyawan) sebatas pekerja yang tidak memiliki klaim terhadap aset serta untung-rugi perusahaan, ada keterbatasan insentif dan pengawasan pemerintah yang mengakibatkan kurangnya motivasi pengelola untuk meningkatkan kinerja perusahaan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, sulit bagi pemerintah merancang satu struktur insentif dan pengawasan yang dapat secara penuh menjembatani perbedaaan tersebut. Sebab, ada ketimpangan informasi antara pengelola dan pemerintah, sehingga mustahil diciptakan satu bentuk pengawasan memadai bagi pengelola yang lebih mengetahui isi perusahaan berikut seluk-beluk permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, langkah pembentukan perusahaan induk akan menyebabkan munculnya masalah &lt;em&gt;collective action problem &lt;/em&gt;(persoalan tindakan kolektif) baru pada beberapa ruas tol yang akan diprivatisasi sebagian. Pemegang saham JM minoritas akan semata-mata mengandalkan (&lt;em&gt;free ride&lt;/em&gt;) pengawasan perusahaan induk, tanpa aktif berpartisipasi dan mengeluarkan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, sebagaimana yang kerap diamati dalam banyak konteks ekonomi, ketika bombardir peran pemerintah menggusur mekanisme alami yang ada, akan terdapat satu efek pendesakan keluar &lt;em&gt;(crowding-out effect)&lt;/em&gt; mekanisme pasar dengan pembentukan perusahaan induk JM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu selain memberatkan beban pemerintah, mengingat tidak mudah dan murah untuk mengawasi JM dengan berbagai spefikasi bidang dan lapangan usaha, juga menihilkan berbagai upaya &lt;em&gt;restrukturisasi&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;privatisasi parsial &lt;/em&gt;yang telah dilakukan. Sebab, bukankah salah satu tujuan &lt;em&gt;restrukturisasi&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;privatisasi parsial &lt;/em&gt;selama ini ialah menyerahkan sebagian tanggung jawab dan biaya pengawasan kepada pasar ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terakhir,&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;korporatisasi&lt;/em&gt; selain tidak menjamin bebas &lt;em&gt;&lt;strong&gt;intervensi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;dari "mereka" yang mempunyai kepentingan tertentu di negeri ini, hal ini akan menimbulkan permasalahan ekonomi politik baru. Korporatisasi dan pembentukan induk di JM bisa mengakibatkan terkooptasinya kementerian BUMN dan pihak legislatif (DPR/DPRD) sebagai penetap berbagai perundang-undangan bila tidak diwaspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena itu dikenal sebagai &lt;em&gt;regulatory capture &lt;/em&gt;dan bisa terjadi bila pengelola perusahaan induk di JM, sebagai pihak yang lebih mengetahui duduk persoalan dan detail kondisi JM di &lt;em&gt;&lt;strong&gt;intervensi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; untuk memanipulasi kalangan birokrat di kementerian BUMN serta pihak legislatif untuk membuat peraturan yang akan menguntungkan tujuan "mereka", walau merugikan rakyat dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik tersebut, setidaknya pada kalangan DPR, berpeluang cukup besar mengingat masih kurangnya lembaga pendukung wacana di industri jalan tol pada anggota legislatif. Selain itu, seperti ditengarai banyak pihak, maraknya budaya amplop dalam berbagai sidang komisi disebabkan rentannya anggota dewan terhadap penyuapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, patut diduga upaya penyehatan JM melalui pembentukan &lt;em&gt;holding company &lt;/em&gt;bukan hanya akan gagal, tapi juga bisa menjerumuskan. Sebab, selain sukar menciptakan satu struktur insentif dan mekanisme pengawasan yang sempurna, juga karena lemahnya institusi pendukung seperti hukum dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bila pemerintah berkeras mengadopsi strategi tersebut, setidaknya proses privatisasi terhadap masing - masing ruas tol yang telah dioperasikan harus tetap dilakukan. Sebab, meski privatisasi terhadap ruas - ruas tersebut mungkin kompleks dan sarat berbagai isu, bila diimplementasikan dengan benar, sejatinya itu masih merupakan solusi paling tepat untuk persoalan JM yang masih menjerat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan artikel ini diharapkan Direksi baru yang akan menempati posisinya di JM berasal dari kalangan dalam yang lebih memahami JM secara detail. Setidaknya hal positif yang bisa dilakukan oleh Direksi tersebut adalah lebih memahami karyawan dan budaya korporat yang ada di JM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Insya Allah &lt;/em&gt;bermanfaat.........&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-5141718919593730800?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5141718919593730800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5141718919593730800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/04/holding-company-jm.html' title='APAKAH HOLDING COMPANY JM MERUPAKAN SOLUSI ?'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-7444596116805273569</id><published>2008-04-15T21:23:00.001+07:00</published><updated>2008-04-22T23:27:56.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><title type='text'>NETRAL</title><content type='html'>Menjadi karyawan sebuah BUMN yang telah di Privatisasi ternyata tidak mudah menghindari diri dari berbagai intrik &lt;strong&gt;politik kantor&lt;/strong&gt;. Apalagi pada beberapa BUMN yang acapkali "diobok - obok" dengan campur tangan "Birokrat Pemerintah" dan "Segelintir Anggota DPR". Hal ini tentu saja akan menyulitkan kalangan Direksi di beberapa BUMN untuk menjalankan &lt;em&gt;Good Corporate Governance&lt;/em&gt;. Seprofesional apa pun jajaran Direksi dan para manajer di BUMN akan terganggu kinerjanya karena banyak waktu yang tersita untuk meladeni "mereka". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Carut marut ini pun akan berdampak pula terhadap budaya kerja para karyawan di beberapa BUMN.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Namun, Politik kantor sebenarnya tak selamanya jelek. Berpolitik di kantor sebenarnya sah-sah saja. Karena bagaimanapun, setiap karyawan pasti memiliki ambisi dan tujuan karier sendiri-sendiri yang ingin dicapainya. Bukankah ada yang bekerja karena ingin meraih kekuasaan (power), ada yang ingin meraih gaji yang tinggi (money), ada yang lebih untuk aktualisasi diri (self actualization), ataupun penghargaan diri (self respect). &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah, berpolitik di kantor sebenarnya lebih pada kelihaian mewujudkan tujuan yang disesuaikan dengan budaya kantor. Jadi, sah-sah saja kalau seorang berpolitik dan mengatur strategi untuk mencapai ambisinya itu, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;asalkan dalam mewujudkan ambisinya itu tidak membawa dampak negatif bagi lingkungannya atau memakai cara-cara kotor&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jika dilakukan dengan baik Politik di kantor akan positif :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-  Memberikan efek menumbuhkan dan memacu semangat karyawan untuk &lt;br /&gt;    selalu memberikan kinerja yang baik.&lt;br /&gt;-  Sesuai aturan dan budaya perusahaan. Atau, perbuatannya masih tergolong&lt;br /&gt;    sesuai norma. &lt;br /&gt;-  Tidak menciptakan kompetisi jahat yang menghalalkan segala cara. Misalnya,&lt;br /&gt;   untuk mencapai jabatan manager, maka para kandidat berlomba    menunjukkan kinerja yang baik, bukan saling melontarkan intrik dan mendiskreditkan saingannya di hadapan bos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SEKEDAR GOSIP ATAU INFO?&lt;/strong&gt;Desas-desus yang beredar memang bisa saja membingungkan. Apakah itu benar sekadar gosip yang beredar ataukah memang berupa info berdasarkan fakta yang ada. Untuk mengetahuinya, gampang saja, kok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tetaplah waspada dan berpikir jernih&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Dengarkan semua informasi yang masuk. Jangan keburu memutuskan atau “menerima” begitu saja apa yang Anda dengar tersebut. Pikirkan apakah gosip itu dapat dipercaya. Apakah ada data atau fakta yang jelas menyertainya. Apa akibatnya jika gosip ini menyebar. Apakah akan melukai seseorang. Apakah orang yang menceritakan gosip itu tak punya motif tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konfirmasi ke atasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hal terbaik untuk menentukan apakah itu sekadar gosip ataukah benar-benar info yang beredar, ada baiknya dikofirmasikan pada atasan atau orang yang berwenang. Tanyakan apakah gosip yang beredar itu ada benarnya. Mungkin saja sebenarnya pihak perusahaan mempunyai informasi yang lebih mengenai hal itu, hanya saja tidak memberikannya pada semua karyawan. Walaupun info itu masih bersifat rahasia, biasanya kalau kita menanyakan hal itu dengan baik-baik, atasan atau orang berwenang akan memberitahukan kenyataan sebenarnya sebatas yang patut kita ketahui. Dengan demikian, kita pun tak terjebak pada rumor yang tak jelas dan mungkin telah dibumbui di sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bila gosip yang beredar itu bukan mengenai manajemen, melainkan tentang seseorang. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya Anda pun tak menelan info yang beredar mentah-mentah, tapi telaah berdasarkan apa yang Anda ketahui tentang orang tersebut. Apakah memang apa yang dikemukan gosip itu ada benarnya ataukah hanya ungkapan ketidaksenangan orang pada si bersangkutan. Bila memang Anda tak mengetahui dengan pasti tentang orang tersebut, ada baiknya tak usah ditanggapi gosip yang ada. Belum tentu apa yang digosipkan itu benar. Dengan demikian orang pun akan melihat Anda bersikap objektif dan tak memihak mana pun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika pun hubungan Anda cukup dekat dengan orang yang jadi sasaran gosip tersebut, Anda bisa mengkonfirmasikannya langsung padanya. Tentunya tak usah memberitahukan narasumber Anda, sebab hal ini hanya akan menambah runyam. Dengan mendengarkan dari kedua belah pihak, Anda pun bisa lebih memahami apa yang sebenarnya terjadi. Walaupun demikian, ada baiknya Anda tetap menjaga sikap kenetralan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Right is right, even if everyone is againts it, and wrong is wrong, even if everyone is for it" &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-7444596116805273569?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/7444596116805273569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/7444596116805273569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/04/netral.html' title='NETRAL'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-6733623338540841228</id><published>2008-04-13T18:57:00.001+07:00</published><updated>2008-04-25T22:43:35.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><title type='text'>PESAN UNTUK PARA "SAHABAT KAMI" YANG MENUJU PUNCAK</title><content type='html'>Bercermin pada kebanyakan perusahaan yang sukses dari skala kecil, waktu yang mereka butuhkan untuk meraih keberhasilan saat ini bukanlah dalam hitungan tiga, lima, atau tujuh tahun. Waktu yang mereka habiskan bisa mencapai sepuluh tahun atau lebih. Keberhasilan mereka adalah murni dari upaya operasional, bukan karena matang dikarbit melalui merger dan akuisisi atau teknik manajemen lainnya yang sifatnya membesar seketika. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita amat mudah terkesima oleh keberhasilan yang dirayakan secara gegap gempita dan menyangka bahwa itu tercapai dalam waktu beberapa tahun saja. Dari situ kita mengerti bahwa memerlukan waktu yang panjang untuk mencapai prestasi cemerlang, yang tidak sekadar baik &lt;em&gt;(good), &lt;/em&gt;tetapi mulia (&lt;em&gt;great).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Insya Allah &lt;/em&gt;bermanfaat untuk kita semua. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-6733623338540841228?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6733623338540841228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6733623338540841228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/04/pesan-untuk-yang-menuju-puncak.html' title='PESAN UNTUK PARA &quot;SAHABAT KAMI&quot; YANG MENUJU PUNCAK'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-3716460843287359116</id><published>2008-04-07T22:35:00.001+07:00</published><updated>2008-04-25T22:44:14.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>SMS UNTUK PUSAT PELAYANAN INFORMASI JALAN TOL</title><content type='html'>SMS (&lt;em&gt;Short Message Service)&lt;/em&gt; pertama kali digunakan pada tahun 1991 di Eropa, di tempat dimana teknologi ponsel pertama kali berkembang. Saat ini, SMS merupakan layanan yang umum pada jaringan global &lt;em&gt;standard for mobile &lt;/em&gt;(GSM). Layanan ini menjadi sangat popular karena biayanya yang relatif murah dan sifat-sifatnya yang khas.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SMS merupakan layanan pengiriman teks dari dan ke perangkat bergerak &lt;em&gt;(mobile device)&lt;/em&gt;. Misalnya untuk mengirimkan pesan tertulis dari suatu ponsel ke ponsel yang lain. Pesan yang dikirim maksimal sebanyak 160 karakter &lt;em&gt;alfa numerik &lt;/em&gt;(tipe ASCII 7 bit). Pada perkembangannya, sistim layanan SMS dapat dihubungkan dengan sistim layanan lain seperti &lt;em&gt;e-mail server, voice-mail server, paging, database server dll.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengimplementasikan layanan SMS, operator telepon genggam menyediakan &lt;em&gt;SMS Center (SMSC&lt;/em&gt;). SMSC ini berfungsi untuk menerima dan mengirim pesan melalui jaringan SMS. Jadi sebenarnya SMS yang dikirimkan seseorang tidak langsung dikirimkan antar telepon genggam. SMSC inilah yang merupakan pusat lalu lintas aliran SMS dalam satu operator GSM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya seseorang sedang mengirim SMS melalui ponsel-nya ke nomor ponsel lain yang dituju, maka data SMS akan dikirim lebih dahulu ke nomor SMSC yang bersangkutan, sesuai operator kartu GSM yang digunakan oleh ponsel pengirim. Dari SMSC ini lalu data SMS dikirimkan ke nomor ponsel tujuan. Jika nomor ponsel tujuan sedang tidak aktif, maka untuk sementara data SMS disimpan di SMSC sampai ponsel tujuan aktif atau sampai data SMS kadaluarsa (&lt;em&gt;time out&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ada beberapa karakteristik menarik yang dimiliki oleh sistim SMS, antara lain yaitu :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pesan SMS dapat diterima sekaligus dalam waktu berurutan. Hal yang membatasi banyaknya SMS yang dapat diterima adalah memori ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berbeda dengan panggilan telepon, pengiriman SMS tidak mesti gagal walaupun ponsel tujuan tidak aktif. SMS akan masuk ke antrian dulu dan selama belum kadaluarsa (&lt;em&gt;time out&lt;/em&gt;), SMS akan segera dikirimkan jika ponsel sudah aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;Bandwidt&lt;/em&gt; yang digunakan rendah, dan biaya relative lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Sekilas tentang Mesin SMS-gateway&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;SMS-Gateway &lt;/em&gt;adalah perangkat yang mempunyai kemampuan untuk mengirim dan menerima SMS, yang menghubungkan sistim SMS dengan sistim yang lain. Dengan tambahan perangkat ini, kemampuan ponsel yang terbatas dapat ditingkatkan. Misalnya kemampuan menyimpan SMS dapat dipindahkan dari ponsel ke PC sehingga kapasitas penyimpanannya menjadi besar sekali, ribuan bahkan ratusan ribu SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementasi paling sederhana dari &lt;em&gt;SMS-Gateway &lt;/em&gt;ini adalah dengan menghubungkan suatu ponsel yang mempunya &lt;em&gt;modem data &lt;/em&gt;dengan sebuah &lt;em&gt;computer&lt;/em&gt; &lt;em&gt;personal (PC&lt;/em&gt;). Ponsel berfungsi untuk mengirim dan menerima SMS yang dikendalikan melalui komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa aplikasi yang memanfaatkan kemampuan ini, misalnya: &lt;em&gt;SMS Banking &lt;/em&gt;yang menghubungkan jaringan SMS dengan jaringan &lt;em&gt;database&lt;/em&gt; suatu bank, &lt;em&gt;SMS-Quiz &lt;/em&gt;menghubungkan jaringan SMS dengan komputer penyimpan &lt;em&gt;data Quiz&lt;/em&gt;. Dengan bantuan PC, SMS yang diterima dapat disimpan dan di organisir secara lebih baik. Juga tersedia &lt;em&gt;browser&lt;/em&gt; yang nyaman untuk membaca SMS yang telah diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Aplikasi &lt;em&gt;SMS-Gateway &lt;/em&gt;sebagai Pusat Pelayanan Informasi Tol&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Tol adalah jalan alternative yang memberikan layanan bebas hambatan, aman dan nyaman bagi penggunanya. Pelayanan pengelola jalan tol kepada konsumennya dituntut lebih professional lagi, apalagi setelah menjadi Perusahaan Terbuka dan adanya penyesuaian tarif tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang menyebabkan ketidaknyamanan pengguna tol seperti kemacetan karena kecelakaan, kerusakan/mogok mobil pada suatu ruas tol, harus dapat diantisipasi dan secepat mungkin diatasi oleh petugas dilapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu petugas lapangan, Pusat Sentral Komunikasi dapat bertindak sebagai administrator yang membantu dan mengatur distribusi informasi tentang keadaan suatu ruas jalan tol kepada petugas lapangan. Informasi yang diperoleh oleh kantor pusat, baik dari petugas lapangan ataupun partisipasi masyarakat, kemudian disebarkan ke unit mobil patroli dan Gerbang Tol yang telah dilengkapi dengan &lt;em&gt;LED display&lt;/em&gt;. Oleh perangkat &lt;em&gt;reciver&lt;/em&gt; di mobil patroli tersebut, pesan SMS tadi akan ditampilkan &lt;em&gt;LED Display &lt;/em&gt;secara otomatis atau manual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Display informasi ini akan sangat berguna bagi pengguna jasa jalan tol yang menuju ke ruas tersebut, supaya mengambil langkah-langkah antisipatif sehingga tidak berlama-lama terjebak dalam kemacetan dan merasa dirugikan.&lt;br /&gt;Pengaduan yang disampaikan melalui SMS oleh masyarakat atau petugas tol di lapangan, langsung diterima oleh &lt;em&gt;SMS Gateway &lt;/em&gt;di komputer dan ditampilkan dilayar monitor, kemudian operator yang bertugas saat itu dapat dengan mudah mengamati, memilah, menganalisa dan mengkordinasikan dengan unit terkait untuk menentukan langkah/tindakan lebih lanjut yang tepat sasaran. Setelah itu, informasi tadi disampaikan ke Patroli Jalan Tol yang terdekat dan ditampilkan ke LED Display.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan sms ini dapat pula djadikan sms Quiz guna memasyarakatkan berpartisipasi kepada masyarakat untuk tertib lalulintas di jalan tol. Tentunya, Quiz dengan hadiah yang menarik dapat ditutupi biaya operasionalnya dengan menetapkan tarif yang wajar bagi peserta Quiz. Semoga bermanfaat..... &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-3716460843287359116?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/3716460843287359116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/3716460843287359116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/04/sms-untuk-pusat-pelayanan-informasi.html' title='SMS UNTUK PUSAT PELAYANAN INFORMASI JALAN TOL'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-78582676380083904</id><published>2008-04-03T21:28:00.001+07:00</published><updated>2008-04-25T22:44:57.014+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><title type='text'>MENCARI AKAR MASALAH (Part-2) Habis</title><content type='html'>Saya pada artikel sebelumnya banyak memberikan perspektif tentang bagaimana timbulnya budaya perusahaan yang menyebabkan kinerja Perusahaan kita turun dan pentingnya kedewasaan seorang pemimpin dalam menghadapi kinerja Perusahaan yang sedang menurun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mewujudkan Visi Bersama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka melengkapi artikel yang lalu, saat ini saya hanya mengulas dari perspektif tentang bagaimana selayaknya agar visi perusahaan menjadi milik bersama ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada banyak perusahaan, visi ini kerap datangnya &lt;em&gt;top down&lt;/em&gt;, yakni dari manajemen puncak ke bawahan. Cobalah hal ini di imbangi dengan yang &lt;em&gt;bottom up.&lt;/em&gt; Maksudnya, untuk tahap awal silakan datang dari pemimpin, lalu di diskusikan dengan jajaran manajemen lapis tengah dan para karyawan guna mendapatkan umpan balik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larry Bosidy, dalam bukunya &lt;em&gt;Execution&lt;/em&gt; menyebutkan dengan istilah &lt;em&gt;"robust discussion". &lt;/em&gt;Maksudnya adalah diskusi yang mendalam, bertingkat-tingkat &amp; dash yang melibatkan &lt;em&gt;top&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;middle management&lt;/em&gt;, serta karyawan &amp; dash dengan tuntas. Setelah memiliki visi yang sama, baru ini diturunkan lagi dalam bentuk program, strategi dan dalam tataran operasional &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak perusahaan yang terjebak dalam pola membuat perencanaan dan menghitung biayanya, lalu jadilah mata anggaran. Nah, sebaiknya kita jangan menempuh cara ini. Sebaiknya cobalah lagi lakukan &lt;em&gt;"robust discussion". &lt;/em&gt;Memang semua ini membuat prosesnya menjadi melelahkan. Di Jepang, umumnya perusahaan-perusahaan melakukan cara ini. Mereka lama sekali dalam membuat perencanaan. Ini karena harus melibatkan semua pihak sekaligus membahas aspek integrasi dan merumuskan KPI-nya. Di sana dibahas betul dalam perencanaan, misalnya, jika kita menempuh strategi tertentu, bagaimana dampaknya buat perusahaan. Perinciannya harus betul-betul detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya perencanaan yang berkualitas, saling terkait dan terintegrasi, serta memiliki kesamaan visi, hal ini akan membuat eksekusinya menjadi lebih mudah. Langkah ini, menurut saya, layak kita tempuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai menyusun planning, lakukan &lt;em&gt;review&lt;/em&gt; secara berkala. Di sini sekaligus kita bisa mengamati tingkat &lt;em&gt;kolaborasi dan kohesivitas &lt;/em&gt;orang-orang di dalam perusahaan. Jika ada penyimpangan yang cukup signifikan antara target-target dan pencapaian, hal ini harus dibahas secara mendalam. Apakah masalahnya menyangkut hal yang pertama tadi, yaitu program-program dan KPI yang tidak terintegrasi, tidak terkait dan tidak sinergi, atau lemahnya kolaborasi dan kohesivitas perusahaan dalam mengeksekusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galilah masalah sampai akarnya, sebab di sini pasti ada masalah yang serius. Pada umumnya banyak orang yang biasanya melakukan review secara dangkal. Sebaiknya langkah ini jangan ditempuh. Saya melihat perusahaan kita mempunyai masalah yang cukup serius dalam hal kualitas review. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa perusahaan yang telah mendunia untuk membuat visi, &lt;em&gt;planning&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;review,&lt;/em&gt; mereka lewati dengan diskusi yang bertingkat-tingkat dan mendalam, sekali lagi, memang membutuhkan waktu lama. Akan tetapi itu semua akan membuat perusahaan kita menjadi kian &lt;em&gt;smart&lt;/em&gt;, dan pada tahun-tahun berikutnya tentu pembuatan visi, planning dan review akan jauh lebih mudah, lebih cepat dan efisien. Bahkan bukan tidak mungkin kelak kita tak lagi membutuhkan bantuan konsultan yang berbiaya sangat mahal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sanggup Mengambil Keputusan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kedewasaan pemimpin yang mumpuni harus sanggup mengambil keputusan untuk mewujudkan visi bersama. Pemimpin yang dewasa, disamping kesabaran dan ketabahannya untuk mencari pemecahan masalah, ia juga harus mampu untuk mengambil suatu keputusan. Walaupun hanya menggunakan data atau informasi yang sangat minim, kurang lengkap atau masih samar. Setelah menimbang fakta yang ada, ia akan segera menyadari bahwa dalam kondisi tertentu suatu tidakan tegas harus segera diambil. Dengan mawas diri terhadap keyakinannya dan orang-orang disekitarnya, ia harus sanggup untuk mengambil dan memikul resiko yang sudah diperhitungkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam menutup artikel ini saya meminjam istilah Pak Dion, bahwa ”Superman” di perusahaan kita ini sudah mati maka saat ini kita sangat membutuhkan budaya “Super Team” untuk meningkatkan kinerja Perusahaan kita&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-78582676380083904?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/78582676380083904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/78582676380083904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/04/saya-pada-artikel-sebelumnya-banyak.html' title='MENCARI AKAR MASALAH (Part-2) Habis'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-7530973734227329715</id><published>2008-03-29T20:03:00.001+07:00</published><updated>2008-04-22T23:29:16.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Labor Union'/><title type='text'>KONGRES SKJM  DAN ILUSI DEMOKRASI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="”fullpost”"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Artikel ini hanya untuk wacana, Keputusan dalam pemahaman ada di masing-masing pembaca&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kongres SKJM dianggap sebagai corong utama demokrasi karena melibatkan partisipasi Karyawan seperti yang di amanatkan dalam &lt;strong&gt;Azas Organisasi&lt;/strong&gt; SKJM. Namun demikian, apabila ditelaah lebih lanjut, partisipasi ini ternyata hanyalah sebuah ilusi dari demokrasi, karena karyawan tidak pernah bisa benar-benar menentukan jalannya kinerja organisasi SKJM. Ini bisa dipahami karena Demokrasi Perwakilan bukanlah sebuah konsep yang &lt;strong&gt;&lt;em&gt;sui generis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Bahkan, konsep &lt;em&gt;“perwakilan”&lt;/em&gt; pada hakekatnya merupakan konsep feodal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hakekat Demokrasi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi adalah konsep yang sangat tua yakni Abad ke 6 sebelum Masehi sampai dengan pertengahan abad ke 4 sebelum Masehi dan di praktekkan di polis-polis (Negara kota) di Athena dan sekitarnya. “People” dalam konteks Yunani Kuno adalah warga Negara laki-laki. Budak, warga pendatang dan wanita tidak tergabung memiliki hak pilih. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di Polis-polis itu, seluruh warga negara laki-laki berkumpul di ruang lapang membentuk &lt;em&gt;Assembly &lt;/em&gt;dan menetapkan suatu keputusan (sebagai rujukan, pada abad ke 6 populasi di Athena adalah 300.000 orang). &lt;em&gt;Voting &lt;/em&gt;diambil dengan cara manual, dimana penyelenggara meminta warga Negara yang menyetujui suatu pilihan-- katakanlah “pilihan A”-- untuk pindah ke sisi sebelah kanan. Kadang-kadang, kotak suara juga dipergunakan dalam pemilihan . &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi demokrasi di Athena merupakan sebuah &lt;em&gt;direct democracy&lt;/em&gt; dimana seluruh warga Negara yang memiliki hak pilih menyuarakan secara langsung aspirasinya. &lt;em&gt;Elected Officials&lt;/em&gt; tidak memutuskan masalah publik. Bagi orang Yunani Kuno, memilih segelintir orang dan kemudian memberinya mandat untuk memutuskan kepentingan umum adalah &lt;em&gt;Oligarchy. Demokrasi&lt;/em&gt;, bagi mereka, adalah kesejajaran dalam memberikan keputusan.&lt;br /&gt;Bagi filsuf seperti Aristoteles, demokrasi seperti yang kita alami sekarang, dimana kita memilih orang-orang untuk diberi mandat mengurusi kehidupan publik bukanlah demokrasi sama sekali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Demokrasi Perwakilan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi yang dikenal sekarang adalah perpaduan dari dua konsep yang sama sekali berbeda. Pertama, konsep demokrasi (demos dan cratein) yang memang berakar dari tradisi Yunani Kuno dan Kedua, konsep representasi yang berakar dari sistem feodal. Kedua hal ini menghasilkan apa yang disebut dengan &lt;em&gt;Representative Democracy&lt;/em&gt; atau demokrasi perwakilan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat feodal, tanah hanya dimiliki oleh para bangsawan. Sedangkan, rakyat jelata dianggap menyewa tanah dan diharuskan memberi upeti atas hasil garapan tanah tersebut. Konsep representasi timbul ketika kalangan rakyat jelata &lt;em&gt;(peasant)&lt;/em&gt; protes karena kaum bangsawan menaikkan pajaknya (biasanya untuk biaya peperangan). Karena tidak mungkin mereka semua bicara satu persatu dengan sang raja, terpaksa aspirasi mereka harus disalurkan lewat wakil-wakilnya &lt;em&gt;(representatives).&lt;/em&gt; Proses tawar menawar mereka dengan bangsawan kemudian menjadi lembaga perwakilan &lt;em&gt;(representation).&lt;/em&gt; Dalam perkembangan selanjutnya, lembaga ini berkembang menjadi salah satu kamar dalam parlemen negara-negara, seperti kelihatan nyata-nyata dalam parlemen tertua di dunia, yakni &lt;em&gt;House of Commons&lt;/em&gt; dalam Parlemen Inggris. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan ilustrasi di atas maka penggabungan dua konsep ini sebenarnya melahirkan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“ilusi demokrasi”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Ilusi demokrasi ini dapat terjadi dalam kongres SKJM. Yang dimaksud dengan “ilusi demokrasi” di SKJM adalah perasaan keikutsertaan seluruh karyawan terhadap kinerja organisasi SKJM karena mereka telah berpartisipasi dalam Kongres untuk Menilai dan meminta pertanggung jawaban DPP SKJM, Menilai pelaksanaan peraturan perusahaan yang merupakan Kesepakatan Kerja Bersama dan penyempurnaannya, Menetapkan atau mengubah AD dan ART, Menetapkan Program Kerja dan Program Umum, Memilih, mengangkat dan memberhentikan Ketua Umum dan atau Sekertaris Jenderal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, karyawan beranggapan bahwa setelah ikut Kongres, mereka telah menentukan jalannya kinerja organisasi SKJM. Padahal, pada kenyataannya aspirasi karyawan akan selalu mengalami distorsi. Pada demokrasi perwakilan yang akan kita praktekkan dalam kongres SKJM 2008, logikanya 1 orang dipilih untuk mewakili –misalnya-- 100 konsituennya. Artinya, 1 orang karyawan yang berhak hadir di kongres tersebut seharusnya bisa menyerap dan menyuarakan aspirasi dari sejumlah 100 orang karyawan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada prakteknya, kita tidak pernah sekalipun mendengar bahwa secara faktual, aspirasi dari 100 orang tersebut disalurkan kepada wakilnya. Tidak pernah, seorang karyawan yang hadir di kongres sebagai utusan organisasi tingkat cabang ketika akan membuat kebijakan dan peraturan organisasi SKJM, kembali kepada daerah pemilihannya dan menanyakan kepada konstituennya, apakah para pemilihnya itu menyetujui pasal-per-pasal apa dari rancangan kebijakan dan peraturan organisasi SKJM yang akan di sah kan itu. Realitanya, mereka hanya akan duduk untuk membahas berbagai hal di ruangan rapat – rapat pembahasan tentang Serikat Pekerja dan mengasumsikan bahwa karyawan yang mereka wakili menyetujui apa-apa yang mereka bahas. Suara satu orang perwakilan karyawan yang hadir di kongres dianggap sebagai penjelmaan dari suara 100 karyawan pemilihnya. Padahal, apabila ditanyakan kepada karyawan yang diwakili, belum tentu mereka setuju terhadap apa-apa yang tertulis dalam kebijakan dan peraturan organisasi SKJM. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The Ruling Class &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Gaetano Mosca&lt;/em&gt; menggambarkan secara jelas gejala ini dalam bukunya &lt;em&gt;The Ruling Class&lt;/em&gt;. Menurutnya, dalam struktur masyarakat selalu ada dikotomi antara yang diatur dan yang mengatur. Kelas yang mengatur, &lt;em&gt;The Ruling Class&lt;/em&gt;, baik berupa golongan bangsawan pada zaman foedal atau elit politik dan pemilik modal pada zaman demokrasi modern selalu berjumlah lebih sedikit dan lebih pintar daripada kelas yang diatur. Sebaliknya, kelas yang diatur selalu berjumlah lebih banyak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kelas yang diatur adalah kelas yang selalu dijadikan pion dalam mempertahankan kekuasaan. Pada zaman feodal mereka merupakan kalangan prajurit rendahan dan petani. Prajurit hidup dari gaji dan petani hidup dari tanah garapannya. Kelas yang mengatur &lt;em&gt;(the ruler)&lt;/em&gt; pada zaman feodal menyebarkan propaganda kekuasaan dalam bentuk legenda, mitologi dan bahkan agama formal. Caranya adalah dengan membuat kepercayaan bahwa raja dan bangsawan merupakan keturunan, atau titisan dari dewa-dewa tertentu. Dengan menyebarkan paham demikian, kalangan bangsawan dan kerajaan akan memperoleh legitimasi kekuasaan. Rakyat yang diperintahnya memang ditanamkan untuk bersikap inferior terhadap keluarga kerajaan, karena menentang kerajaan berarti menentang keyakinan mereka sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman demokrasi modern, kelas yang diatur adalah kalangan buruh dan pekerja. Eksploitasi yang dilakukan kalangan elit atas buruh dan pekerja secara jelas diterangkan oleh Marx dalam karya-karyanya, yang kurang relevan apabila dibahas disini. Yang jelas, faktor-faktor Ruling Class seperti yang terjadi pada masyarakat feodal tetap dapat ditemukan pada masyarakat demokrasi modern. Salah satunya adalah faktor keturunan (&lt;em&gt;hereditary).&lt;/em&gt; Seperti halnya pada masyarakat feodal yang memperoleh status ruler karena keturunan, pada masyarakat demokrasi modern pun banyak dijumpai individu-individu yang memasuki kancah perpolitikan karena hal ini. Memang, dalam masyarakat demokrasi modern, faktor keturunan bukanlah faktor langsung yang menentukan seperti dalam masa feodal. Artinya, apabila bapaknya presiden, tidak otomatis anaknya menjadi presiden. Tapi, faktor keturunan mengambil bentuk yang lain, yakni timbulnya dinasti-dinasti politik. Hampir di semua negara terdapat dinasti-dinasti politik. Dinasti Bush dan Kennedy di Amerika, Dinasti Gandhi di India, Dinasti Bhutto di Pakistan, Dinasti Aquino di Filipina dan Dinasti Soekarno-Wahid di Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ilusi Demokrasi dalam Kongres SKJM 2008&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi Kongres untuk Pemilihan Ketua Umum DPP SKJM 2008, instrument yuridis yang dipergunakan adalah AD/ART SKJM 2005. Dalam AD/ART SKJM 2005 tersebut, “Ilusi demokrasi” dan kemungkinan distorsi aspirasi terlihat sangat jelas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; dengan adanya otoritas yang diberikan Anggaran Rumah tangga Pasal 8, DPC yang akan mensortir orang-orang yang mereka anggap “layak”. Dewan Pimpinan Cabang akan mensortir sederetan nama (biasanya dengan kriteria orang yang menjadi utusan Organisasi tingkat cabang dianggap mengetahui kinerja SKJM ) dan menyuguhkan nama-nama tersebut sebagai “daftar menu” bagi pemilih di arena Kongres. Jadi, pemilih hanya bisa memilih menu yang ada dalam daftar. Seringkali konstituen terheran-heran ketika tokoh karyawan yang idealis ternyata tidak ada dalam “daftar menu”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua,&lt;/strong&gt; kemungkinan terjadi setelah penghitungan suara, calon yang mendapatkan suara banyak pada pemilhan calon utusan, kemudian “digeser” oleh DPC dan digantikan oleh calon yang dinilai lebih kompeten.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, Anggaran Dasar Pasal 12 dan tidak mengatur mengenai pencalonan karyawan yang berhak hadir di kongres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Dasar Pasal 12 butir (2) hanya mengatur tentang kekuasaan kongres yang terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Menilai dan meminta pertanggung jawaban DPP;&lt;br /&gt;b. Menilai pelaksanaan peraturan perusahaan yang merupakan Kesepakatan Kerja Bersama&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dan penyempurnaannya&lt;br /&gt;c. Menetapkan atau mengubah AD dan ART;&lt;br /&gt;d. Menetapkan Program Kerja dan Program Umum;&lt;br /&gt;e. Memilih, mengangkat dan memberhentikan Ketua Umum dan atau Sekertaris Jenderal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Rumah tangga Pasal 7 tentang Hak Suara dalam Musyawarah,&lt;br /&gt;butir 1 : Yang mempunyai hak suara dalam kongres adalah utusan organisasi tingkat cabang&lt;br /&gt;Anggaran Rumah tangga Pasal 8 tentang Jumlah Peserta&lt;br /&gt;butir 1 : Jumlah peserta dalam Kongres disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dengan memperhatikan komposisi 100 (seratus ) orang 1 (satu) wakil dan atas sisa apabila lebih dari 50 (lima puluh) orang dihitung 1 (satu) wakil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, kalau ada istilah yang cocok untuk menamai gejala ini, adalah &lt;em&gt;two tier representative democracy. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Perwakilan pertama&lt;/strong&gt; adalah “mandat” dari konstituen untuk DPC dalam rangka memilih para karyawan yang menurut kebijaksaaan mereka patut masuk kedalam daftar menu dalam utusan organisasi tingkat cabang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perwakilan kedua&lt;/strong&gt; adalah “mandat” dari konstituen kepada wakil karyawan terpilih, untuk membuat berbagai peraturan dan kebijakan SKJM yang menurut kebijaksanaan mereka diperlukan dan berakibat baik bagi karyawan banyak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak jenjang “mandat-mandat” dan semakin banyak jenjang “perwakilan”, aspirasi karyawan akan semakin terdistorsi. Dalam &lt;em&gt;&lt;strong&gt;two tier representative democracy&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; tadi, distorsi aspirasi pertama terjadi ketika pilihan karyawan dibatasi oleh kebijaksanaan DPC dan distorsi kedua terjadi ketika setelah terpilih wakil karyawan menjadi “baby sitter” bagi konstituennya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyikapi hal tersebut di atas, Alangkah baiknya jika diadakan Rapim untuk mengatur bahwa pencalonan karyawan yang berhak hadir di kongres sebagai utusan organisasi tingkat cabang harus melalui mekanisme pemilihan secara langsung oleh karyawan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beberapa Alternatif Jalan Keluar &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pertanyaannya sekarang adalah, apakah mungkin melaksanakan demokrasi perwakilan di SKJM tanpa distorsi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kompensasi atas Demokrasi Perwakilan: Channeling Aspirasi &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi perwakilan tidak mungkin dapat dilaksanakan tanpa distorsi. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Power tends to corrupt&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Ketika para wakil karyawan sudah duduk di kongres, maka mereka memiliki kepentingan yang relatif berbeda dari kepentingan yang diwakilinya. Seringkali, mereka berpendapat bahwa mereka lebih mengetahui apa yang terbaik untuk para pemilihnya. Hal ini akan mendistorsikan aspirasi.&lt;br /&gt;Namun demikian, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir distorsi aspirasi tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diantaranya yang menjadi pilar utama demokrasi SKJM adalah hal-hal berikut ini: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Inisiatif.&lt;/strong&gt; Salah satu warisan penting demokrasi langsung Yunani Kuno adalah inisiatif. Karyawan menentukan sendiri hal-hal apa penting bagi mereka dan hal-hal apa yang mereka lakukan. Jadi, karyawan tidak semata-mata mempercayakan hajat hidup kepada wakil karyawan dan menyerahkan inisiatif kinerja organisasi SKJM bagi mereka. Contoh Inisiatif dilakukan di Swiss, baik pada tingkat federal perkotaan (cantonal). Inisiatif juga dilaksanakan di Amerika Serikat baik pada tingkat federal, propinsi maupun kota sejak tahun 1777. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Referendum&lt;/strong&gt; adalah kunci utama dalam semi-direct democracy dan merupakan satu satunya mekanisme dalam demokrasi langsung. Melaksanakan kinerja organisasi SKJM dengan referendum memiliki keuntungan dan kerugian. Keuntungannya, aspirasi karyawan dapat diserap secara jelas oleh Pengurus SKJM. Kerugiannya, referendum dapat menciptakan kinerja yang tidak konsisten. Referendum juga tidak dirasa efisien untuk hal-hal yang bersifat teknis. Oleh karena itu, di banyak sistem demokrasi yang melaksanakan referendum hanya dibatasi pada masalah-masalah yang sangat fundamental, seperti perubahan Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Recall.&lt;/strong&gt; Mekanisme recall merupakan pilar ketiga demokrasi modern. Recall adalah mekanisme penggantian seorang wakil karyawan dari jabatannya di kepengurusan SKJM oleh para konstituennya sebelum masa jabatannya usai.&lt;br /&gt;Promulgasi &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang harus dilakukan untuk mengkompensasi distorsi aspirasi dalam Demorasi Perwakilan adalah &lt;strong&gt;lembaga Promulgasi&lt;/strong&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada awalnya, lembaga promulgasi memberikan efek psikologis kepada karyawan akan berlakunya suatu peraturan tertentu. Promulgasi ada karena terdapat fiksi hukum bahwa semua orang dianggap tahu akan berlakunya hukum.&lt;br /&gt;Untuk mengkompensasi hal ini, pengurus SKJM harus dengan segala kemampuannya mengumumkan pemberlakuan peraturan organisasi dan kebijakan tertentu. &lt;em&gt;Promulgasi &lt;/em&gt;adalah kewajiban moral pengurus SKJM. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira, promulgasi itu sama dengan ketika para pengawal raja pada zaman kolonial pergi ke tengah pasar, membunyikan terompet dan membuka gulungan kertas serta mengumumkan titah raja kepada khayalak ramai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Indonesia, Promulgasi diinkorporasi kedalam Lembaga Berita Negara lewat UU Darurat No. 2 Tahun 1950 tentang penerbitan Lembaran Negara Republik Indonesia dan Berita Negara Republik Indonesia. Disetiap akhir Undang-Undang, selalu terdapat kata-kata agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan penempatan undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2 UU Darurat No. 2 Tahun 1950 memerintahkan agar Lembaran Negara (State Gazette) dibuat dalam kertas Oktavo dan Berita Negara (State Report) dibuat dalam ukuran folio. Pasal 3 nya mengharuskan agar LNRI ini dikirimkan ke alat-alat Negara lainnya. Maksud dari kedua pasal ini adalah jelas, agar khayalak ramai mengatahui hukum-hukum apa saja yang telah ditetapkan. Karena pada prinsipnya, pemberlakuan setiap undang-undang adalah pengurangan hak bagi warga Negara. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Praktek Promulgasi sudah ada di dalam Pasal 76 PKB SKJM 2005 – 2008 tentang pembagian buku PKB. Namun hal ini perlu tindakan yang konsisten dengan membentuk jaringan organisasi kehumasan SKJM yang solid.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anarkisme &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berlainan dengan anggapan umum bahwa anarkisme adalah keadaan kacau balau, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;a-narchos&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; berarti tanpa penguasa. Dalam filosofi anarkisme, istilah ini dipergunakan secara positif untuk menggambarkan masyarakat tanpa penguasa dan tanpa hukum yang segala sesuatunya diusahakan bersama secara sukarela. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kaum anarkis menolak mentah-mentah Demokrasi Perwakilan (lebih jauh lagi, mereka menolak Negara). Alasannya, mereka menolak adanya external authority diluar diri mereka. Parlemen dan Anggotanya adalah &lt;em&gt;external authority.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Hal yang penting dari anarkisme adalah karena anarkisme mengkonsepsikan suatu masyarakat yang teratur tanpa harus dipaksakan oleh hukum. Hukum adalah suatu bentuk paksaan, dan apabila masyarakat bisa teratur tanpa hukum tentu menjadi sebuah civil society. Argentina 2001-2002, Revolusi Hungaria dan Revolusi Spanyol sering disebut sebagai contoh keberhasilan anarkisme. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain kritiknya atas demokrasi perwakilan, hal baik yang dapat kita ambil dari anarkisme adalah dukungannya terhadap demokrasi langsung. Hampir sama dengan Yunani Kuno Abad ke-4, kaum anarkis menyokong demokrasi langsung hanya saja, tidak seperti Yunani Kuno, tanpa diskriminasi. Sistem yang dipergunakan adalah &lt;em&gt;Consensus Decision Making.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Dalam musyawarah untuk mufakat &lt;em&gt;(consensus decision making)&lt;/em&gt; masyarakat duduk bersama dan membicarakan masalahnya. Keputusan diambil bukan berdasarkan suara terbanyak melainkan berdasarkan pendapat ilmiah atas riset. Menurut para pendukungnya, kekuatan daripada sistem ini adalah kondisi ketidak berpihakan dan penggunaan rasio serta pengetahuan atas fakta-fakta yang relevan. Semakin kondisi ini terpenuhi, semakin tinggi nilai kebenaran moral suatu keputusan yang diambil. Diskusi dipimpin oleh seorang fasilitator yang tidak bertindak sebagai pemimpin, dan tidak pula membawa diskusi ke arah tertentu. Mungkin, deliberative democracy itu sama dengan musyawarah para &lt;em&gt;Ent&lt;/em&gt; di sebuah lembah di hutan &lt;em&gt;Derndingle&lt;/em&gt; pada film &lt;em&gt;Lords of the Rings,&lt;/em&gt; &lt;em&gt;The Two Towers.&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Kritik bagi sistem ini adalah lamanya pengambilan keputusan. Sistem ini juga tidak akan jalan apabila taraf intelektual masyarakatnya rendah.&lt;br /&gt;Namun demikian, consensus decision making bisa diterapkan dengan menggunakan teknologi. Open Directory Project &lt;a href="http://www.dmoz.org/"&gt;&lt;em&gt;http://www.dmoz.org&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; adalah komunitas yang menentukan bagaimana sebaiknya internet di indeks. Dalam memutuskan website mana yang terindeks, mereka menggunakan consensus decision making. Wikipedia, &lt;a href="http://www.wikipedia.org/"&gt;&lt;em&gt;http://www.wikipedia.org&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; situs ensiklopedi terbesar, juga menggunakan consensus decision making. Ketika netralitas content diperdebatkan, mereka menaruh symbol NPOV (neutrality point of view) dan mendebatkan dahulu sampai tuntas content yang bersangkutan. Kalau disetujui, baru diupload. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Proyek-proyek &lt;em&gt;open source&lt;/em&gt; seperti &lt;em&gt;freesoftware movement,GNU/Linux, dan Usenet atau situs&lt;/em&gt; tukar lagu menggunakan consensus decision making ketika mengambil keputusan. Bagi kaum Sosialis Liberal (salah satu cabang “anarkisme”) informasi bukanlah komoditi perdagangan. Mereka menginginkan informasi bagi semua orang, gratis. Di Internet, komunitas-komunitas demokrasi langsung, tanpa external authority, tanpa ruling class, dimana semua diperlakukan sama tumbuh berjamuran. Kalau melihat perkembangan ini, kelihatan sekali bahwa kaum anarkis sudah semakin mendapatkan realisasi dari impiannya, walau baru di internet. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Demokrasi Perwakilan memiliki dampak yang tidak terhindarkan berupa terdistorsinya aspirasi karyawan. Ini adalah resiko menggunakan sistem itu.&lt;br /&gt;Kecuali, kita mau menggunaan sistem lain, dan mengimplementasikan direct democracy, yang dengan keterbatasan sumber daya manusia serta teknologi yang dimiliki SKJM dirasa tidak mungkin. Alternatif kedua adalah menggunakan sistem semi direct democracy, dengan memperbanyak referendum untuk pengambilan keputusan. Tapi sistem ini bisa mengakibatkan voter’s fatigue karena pemilih harus bolak balik ke TPS. Mungkin ketika seluruh karyawan yang memiliki hak pilih punya internet, system ini bisa dipakai, tetapi dengan kondisi saat ini, dirasa tidak mungkin. Alternatif ketiga adalah memboikot kongres supaya kinerja organisasi SKJM yang baru mendapat suara yang sangat minimal sehingga kinerja organisasi SKJM tidak mendapat legitimasi dan tidak efektif dengan maksud menciptakan masyarakat anarki. Tetapi eksperimen ini hanya akan menyulut perpecahan di antara karyawan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, untuk beberapa tahun ke depan mungkin kita tidak punya banyak pilihan lain kecuali “demokrasi perwakilan”. Tetapi, setidak-tidaknya, untuk mengkompensasi distorsi aspirasi, &lt;em&gt;“channeling&lt;/em&gt;” seperti &lt;strong&gt;&lt;em&gt;inisiatif, referendum terbatas dan recall harus benar-benar difungsikan. yang tidak kalah pentingnya juga optimalisasi lembaga Promulgasi. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Sebenarnya, biaya untuk mempublikasikan peraturan di internet yang dapat diakses umum secara gratis tidaklah terlalu mahal. Dan ini sudah menjadi kewajiban moral pengurus SKJM. Namun sayang, lembaga ini kurang berfungsi. Dengan tidak berfungsinya lembaga Promulgasi, maka distorsi Demokrasi Perwakilan bertambah satu lagi, menjadi tiga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; karyawan hanya memilih apa yang ada dalam “daftar menu” kongres,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt; karyawan tidak bisa langsung berpartisipasi menyetujui peraturan dan kebijakan organisasi SKJM dan hanya bisa berharap agar wakil karyawan diberikan bimbingan Tuhan dalam melihat apa yang terbaik bagi karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga,&lt;/strong&gt; setelah peraturan dan kebijakan organisasi SKJM di sah kan, karyawan tahu namun tidak memahaminya secara detail. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika Ini terjadi maka akan menyedihkan karena kita tidak benar-benar memilih karyawan yang membuat hukum, tidak terlibat dalam pembuatan hukum dan tidak tahu hukum apa yang mengikat kita. Benar apa kata Mosca, orang – orang yang mengatur (&lt;em&gt;Ruling Class&lt;/em&gt;) selalu lebih sedikit dan lebih pintar, sedangkan kelas yang diatur selalu lebih banyak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;(Artikel tentang Implementasi dari Demokrasi diambil dari &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www1.bpkpenabur.or.id/kps-jkt/berita/9807/artikel1.htm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.wikipedia.com/"&gt;&lt;strong&gt;http://www.wikipedia.com&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;, dengan sedikit perubahan dan penyesuaian yang tidak mengurangi inti yang ingin disampaikan)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-7530973734227329715?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/7530973734227329715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/7530973734227329715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/03/kongres-skjm-dan-ilusi-demokrasi.html' title='KONGRES SKJM  DAN ILUSI DEMOKRASI'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-2655917048293404665</id><published>2008-03-29T19:31:00.003+07:00</published><updated>2008-04-25T22:42:08.230+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Labor Union'/><title type='text'>KONGRES SKJM KE - 4 2008</title><content type='html'>A. PERSIAPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMITE PENJARINGAN CALON (KPC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dan tujuan dari KPC untuk menata proses pemilihan Ketua Umum, Sekjen dan MPP agar lebih demokratis dan transparan di dalam kongres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPP SKJM mempunyai kewenangan untuk membentuk Komite Penjaringan Calon berdasarkan Anggaran Dasar pasal 4, 11 dan Anggaran Rumah Tangga pasal 16 serta Berita Acara Rapim SKJM Nomor : 01/BA.DPPSKJM/III/2008 tentang Komite Penjaringan Calon.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Dasar Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;Azas Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi ini berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang mandiri, demokratis, bebas, tidak berafiliasi pada partai politik, suku agama, ras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Dasar Pasal 11&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;Wewenang Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Pengurus Pusat memegang wewenang pelaksana tertinggi organisasi dalam memperjuangkan tujuan organisasi baik kedalam maupun keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Rumah Tangga &lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat Kelengkapan Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas Pengurus Tingkat Pusat dan Pengurus&lt;br /&gt;tingkat Cabang dapat membentuk alat kelengkapan organisasi sesuai&lt;br /&gt;kebutuhan masing-masing dan ditetapkan sesuai dengan Peraturan &lt;br /&gt;Organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Alat perlengkapan sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini antara lain&lt;br /&gt;Sekretariat Umum dan lembaga lainnya sebagai pembantu penyelenggara&lt;br /&gt;teknis operasional organisasi di tingkat Pusat tingkat Cabang yang diatur &lt;br /&gt;dan ditetapkan dengan Peraturan Organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan dan Kewenangan dalam pemilihan pemilihan Ketua Umum, Sekjen dan MPP ada di Kongres mengacu pada Anggaran Rumah Tangga pasal 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Rumah Tangga Pasal 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Pengurus dan Anggota Majelis Pertimbangan Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemilihan Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan Anggota Majelis Pertimbangan Pusat&lt;br /&gt;dipilih dan ditetapkan oleh Kongres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemilihan Ketua, Sekertaris dan Anggota Majelis Pertimbangan Cabang dipilih dan &lt;br /&gt;ditetapkan oleh Musyawarah Tingkat Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tata cara pemilihan dan penetapan Pengurus dan Anggota Majelis&lt;br /&gt;Pertimbangan baik Pusat dan Cabang diatur dalam Tata Tertib Kongres/Musyawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. URUTAN KEGIATAN PROSES KONGRES KE- 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SIDANG PARIPURNA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Ke-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pemilihan Ketua Sidang dipimpin oleh Ketua Panitia Kongres.&lt;br /&gt;b. Serah terima sidang dari Ketua Panitia Kongres ke Ketua Sidang terpilih dipimpin oleh Sekretaris Panitia Kongres.&lt;br /&gt;c. Pembacaan Tata Tertib Kongres dan Jadwal pelaksanaan serta pengesahan Tata Tertib Kongres oleh Ketua Sidang terpilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Ke-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Laporan pertanggung-jawaban DPP periode 2005-2008 oleh Ketua Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pandangan umum serta evaluasi terhadap Laporan Pertanggung jawawaban DPP (bersifat&lt;br /&gt;memberi masukan bukan menilai diterima /ditolak) oleh masing- masing DPC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pengesahaan Laporan pertanggungjawaban dan pernyataan Demisioner oleh Ketua Sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pembagian materi, pembagian Komisi oleh Ketua Sidang.&lt;br /&gt;Komisi dibagi 3 bagian &lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;• Komisi A : AD-ART.&lt;br /&gt;• Komisi B : Tatib Organisasi &amp; Evaluasi Laporan Pertanggungjawaban &lt;br /&gt;• Komisi C : Program Kerja Umum Pengurus Th 2008 – 2011 &amp; Rekomendasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SIDANG KOMISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Ke-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pemilihan Ketua Sidang Komisi dipimpin dilakukan secara aklamasi&lt;br /&gt;b. Pembacaan TATIB, jadwal dan pengesahan materi oleh Ketua Komisi terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Ke-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pembahasan materi sidang dipimpin oleh Ketua Komisi.&lt;br /&gt;b. Pengesahan hasil sidang Komisi dan rekomendasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. SIDANG PARIPURNA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Ke-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pembacaan hasil sidang Komisi (A,B, dan C) dipimpin oleh Ketua Sidang.&lt;br /&gt;b. Pengesahaan hasil Komisi dipimpin oleh Ketua Sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Ke-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan KETUA UMUM , SEKRETARIS JENDERAL, MPP periode 2008-2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pembacaan TATIB pemilihan&lt;br /&gt;b. Pembacaan nama bakal calon (Balon) Ketua Umum, Sekjen. MPP hasil dari Kinerja KPC&lt;br /&gt;c. Presentasi (visi dan misi) dan dialog interaktif untuk calon Ketua Umum, Sekjen, MPP&lt;br /&gt;d. Proses Pemilihan langsung Ketua Umum, Sekjen, MPP &lt;br /&gt;e. Pengukuhan Ketua Umum, Sekjen, MPP terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Ke-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pidato pertama Ketua Umum SKJM didampingi Sekjen terpilih.&lt;br /&gt;b. Penyerahan hasil sidang komisi dari ketua sidang ke Ketua umum terpilih didampingi&lt;br /&gt;Sekjen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Ke-4 (Penutupan Sidang PARIPURNA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sidang Paripurna secara resmi ditutup oleh Ketua Sidang dengan membacakan hasil-hasil&lt;br /&gt;sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Ke-5 (Lain-lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sambutan dari Manajemen&lt;br /&gt;b. Ramah tamah peserta konggres dengan Manajemen&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-2655917048293404665?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/2655917048293404665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/2655917048293404665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/03/kongres-skjm-ke-4-2008.html' title='KONGRES SKJM KE - 4 2008'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-890484016299391688</id><published>2008-03-27T16:55:00.001+07:00</published><updated>2008-04-25T22:42:56.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><title type='text'>MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SDM</title><content type='html'>Undang-Undang Dasar 1945 dan perubahannya, selain sebagai konstitusi politik, juga dapat dimaknai sebagai konstitusi pelayanan umum, karena sebagai kontrak sosial UUD 1945 memuat ketentuan pelayanan umum. Dalam pasal 34 ayat ( 3 ), disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas kesehatan dan pelayanan umum yang layak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandang dari konsepsi untuk menghadapi tantangan globalisasi abad 21, modernisasi perusahaan merupakan suatu proses transformasi (pembaruan) Visi dan Misi perusahaan sehingga harus sesuai dengan tahapan perkembangan masa kini (up to date) terhadap temuan dan teknologi serta lingkungan strategis. Dengan perkataan lain, modernisasi perusahaan dapat dipandang sebagai suatu proses untuk mensejajarkan tahapan pembangunan industri jalan tol di Negara kita dengan industri jalan tol di Negara lain yang lebih maju. Kunci dari keberhasilan modernisasi ini ada pada kesiapan Sumber Daya Manusia.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita cermati Misi Perusahaan pada saat ini, terdapat kata-kata mutu dan efisiensi untuk itulah pada artikel kali ini akan membahas pentingnya pengendalian mutu terpadu secara menyeluruh di dalam Perusahaan untuk mengoptimalkan penerapan ISO 9001-2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya penerapan ISO 9001-2000 yang konsisten dan persisten bagi Perusahaan yang modern harus disambut dengan baik oleh karyawan, Dikarenakan kinerja Perusahaan yang modern selalu diamati oleh masyarakat dalam penyelenggaraan layanan publik, antara lain berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pembentukan opini publik, berupa pendapat, penilaian dan evaluasi dalam layanan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Melakukan pengawasan (Public Control) terhadap layanan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menyampaikan keluhan (Public Complaint) terhadap jasa layanan publik yang dirasa kurang &lt;br /&gt;atau tidak memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tidak boleh dilupakan oleh Perusahaan sebagai perusahaan publik adalah hak warga negara (Citizen Rights). Pengaturan hak warga negara terhadap pelayanan publik adalah tidak terbatas pada hak substantif seperti hak atas akses informasi dan hak untuk diperlakukan secara adil, tidak diskriminatif, tetapi juga hak prosedural seperti hak gugat warga negara (Citizen Lawsuit), Legal standing dan Clash action, sehingga tidak terbuka peluang umum bagi masyarakat konsumen yang tidak dilayani dengan baik untuk melakukan langkah hukum meminta pertanggung jawaban hukum kepada Perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETERLIBATAN MANAJEMEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen perusahaan wajib dilibatkan dalam pemeliharaan, perbaikan, dan pengembangan mutu. Dengan demikian, manajemen bertanggungjawab dalam mempertahankan status quo sementara pada waktu yang sama menghancurkan status quo tersebut. Pemeliharaan mutu menjadi dasar semua kegiatan lainnya, sebab perbaikan dan pengembangan tidak akan mungkin kalau tidak diketahui status quo yang menjadi dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar mutu yang ditentukan sebelum sebuah produk dibuat dan sifat-sifat mutu yang harus dimasukkan pada sebuah produk dalam proses pembuatan adalah sangat berbeda sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara terpisah karena standar praproduksi disebut mutu desain sedangkan standar produksinya disebut mutu pembuatan. Mutu desain juga dikenal sebagai mutu standar atau mutu spesifikasi. Mutu pembuatan kerap disebut mutu konformasi karena dinilai menurut sejauh mana produk itu sesuai dengan desain awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sering berbicara mengenai mutu yang baik dan biaya yang rendah, tetapi ini hanyalah konsep abstrak dan perlu standar konkrit yang jelas. Kita tidak dapat memiliki mutu standar sampai kita selesai merumuskan apa yang kita maksudkan dengan mutu yang baik dan biaya yang rendah itu. Demikian pula, tidak ada artinya menyebut standar internasional kalau kita tidak mengungkapkan dengan jelas secara tepat apa makna standar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mendefinisikan mutu standar, kita perlu mengingat bahwa mutu standar harus dirumuskan dalam kerangka kemampuan perusahaan kita sekarang ini. Terlalu sering perancang mendesain produk baru dengan sama sekali menghiraukan kemampuan produksi perusahaan kita. Ini bukanlah mutu desain yang baik. Ini merupakan mutu angan-angan. Mutu standar harus jelas dibedakan dengan mutu sasaran penelitian dan pengembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan solusi terhadap permasalahan mutu yang terjadi dengan adanya Gugus kendali mutu ternyata sangat efektif dalam merangsang minat mengenai pengendalian mutu diantara para manajer, para karyawan dan orang-orang di garis depan lainnya. Namun metode statistik dan peralatan pengendalian mutu lainnya hanya bermanfaat jika orang menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun majunya teknologi komputer dan otomatisasi, efektifitas teknologi ini selalu bergantung pada sumber daya manusia yang menggunakannya, itulah sebabnya mengapa unsur manusia begitu penting bagi pemastian mutu. Sistem yang dimana manajemen menciptakan standar untuk diikuti secara buta, tidak membantu menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para karyawan yang acuh tak acuh hanya akan melakukan apa yang diperintahkan dalam jangka waktu yang diberikan pada mereka, tidak akan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Produk yang berkualitas tinggi hanya dihasilkan kalau setiap orang rela mempertaruhkan segala-galanya ke dalam pekerjaannya. Namun peralatan modern yang canggih membuat mustahil bagi setiap orang untuk bekerja menurut kecepatan dan kemauannya sendiri sebagaimana para pengrajin zaman dahulu. Itulah sebabnya gugus kendali mutu muncul.&lt;br /&gt;Gugus Kendali Mutu dapat mencegah terjadinya program-program dan Key Performance Indicator (KPI) yang kelihatannya tidak terintegrasi, kurang memiliki keterkaitan dan tak saling sinergi, sehingga tidak berdampak bagi perusahaan. Ini mungkin terjadi karena program-program dan KPI-nya disusun secara sendiri-sendiri oleh masing-masing bagian. Akibatnya memang meskipun target dari masing-masing bagian tercapai, dampaknya tidak terasa bagi perusahaan. Bagaimana jika program-program dan KPI yang kita buat sudah terintegrasi dan memiliki keterkaitan, tapi kinerja perusahaan tetap kurang memuaskan, berarti di sini ada masalah dalam hal kolaborasi dan kohesivitas. Mungkin tingkat kolaborasi dan kohesivitas pada perusahaan kita masih rendah. Kondisi ini biasanya tercermin dari rendahnya kesediaan antar karyawan untuk saling bekerja sama. Gugus kendali mutu menyediakan forum bagi karyawan untuk bertukar pikiran dan saling mendorong melakukan pekerjaan dengan lebih baik dalam rangka optimalisasi ISO 9001-2000 berupa pemastian mutu bagi konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan Kesadaran Mutu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran karyawan terhadap mutu perlu diteliti dan kepentingannya terhadap pengendalian mutu terpadu harus mengakar. Pengecekan ini harus dilakukan serentak bersamaan atau bahkan sebelum pengendalian mutu itu diperkenalkan. Karyawan perlu diyakinkan bahwa pengendalian mutu itu akan bermanfaat bagi dirinya pula sebagaimana akan bermanfaat bagi kepentingan perusahaan. Tidak boleh dan tak pernah boleh ada kepentingan antara keperluan-keperluan pengendalian mutu dengan keperluan-keperluan pribadi karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memajukan kesadaran mutu yang semakin tinggi di antara para karyawan, ada keharusan agar manajemen puncak menunjukkan dedikasinya terhadap pengendalian mutu. Kalau ini dilakukan, tentunya para karyawan akan mengikuti contoh pemimpinnya. Namun, tak peduli bagaimana manajemen puncak merasa yakin terhadap pengendalian mutu tersebut, tidak akan ada gunanya kalau keyakinan tersebut tidak merembes keseluruh perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas manajemen menengah adalah mengasimilasikan kebijakan manajemen puncak dengan sempurna dan menyediakan dukungan yang diperlukan bagi kebijakan-kebijakan ini dan menolong menyampaikan kebijakan-kebijakan ini keseluruh perusahaan. Lazimnya diakui bahwa manajemen menengah akan bekerja keras untuk melakukan perbaikan-perbaikan di dalam unit kerjanya sendiri bahkan meskipun hal ini akan merugikan unit kerja lain. Walaupun semangat bersaing semacam ini diakui dan bahkan didorong, manajemen puncak perlu campur tangan pada saat tertentu untuk menjamin bahwa tuntutan pengendalian mutu dipenuhi secara seragam di seluruh perusahaan dan untuk memastikan setiap orang bekerjasama dalam hal itu. Tetapi dalam perjalanannya perlu diperhatikan agar tidak mematahkan semangat manajemen menengah atau membuat mereka salah mengerti bahwa sasaran mereka sendiri harus dikorbankan untuk mencapai sasaran pengendalian mutu. Sasaran-sasarannya harus sejajar, tidak bertentangan dengan sasaran-sasaran pengendalian mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugus Kendali Mutu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugus kendali mutu bisa dibentuk karena banyak alasan, tetapi tujuan utamanya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Memajukan kepemimpinan dan kemampuan pengendalian mutu terpadu&lt;br /&gt;secara menyeluruh diantara para karyawan melalui pendidikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Meninggikan semangat kerja karyawan dan memastikan agar Standardisation&lt;br /&gt;–Implementation – Improvisation dari ISO 9001-2000 dilaksanakan dengan&lt;br /&gt;memajukankesadaran mutu dan mendorong ancangan sukarela serta spontan&lt;br /&gt;terhadap persoalan dan perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Berfungsi sebagai bagian integral pengendalian mutu terpadu dan pusat&lt;br /&gt;perhatian bagi pengendalian mutu serta petunjuk pemastian mutu ISO 9001-&lt;br /&gt;2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tujuan dasar ini, gugus kendali mutu seharusnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Menjadi Organisasi yang tetap bekerja setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Hendaknya sedapat mungkin sukarela dan spontan, sehingga para anggota&lt;br /&gt;gugus sendirilah yang mengawasi butir-butir pengendalian ISO 9001-2000&lt;br /&gt;sehari-hari dan melakukan penelitian untuk memperbaiki proses dan&lt;br /&gt;memperbaiki hal-hal yang tidak sesuai dengan perkembangan perusahaan&lt;br /&gt;dan tuntutan pelayanan bagi konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menindaklanjuti keputusan yang telah dibuat mengenai catatan masa lampau,&lt;br /&gt;rasionalisasi, keluhan dan cacat produk maupun prosesnya dengan proyek&lt;br /&gt;gugus kendali mutu yang terdaftar dalam perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Mengajak setiap karyawan terlibat dalam menggerakan lingkaran PDCA&lt;br /&gt;dibawah petunjuk pemimpin gugus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Mempelajari pemeliharaan mutu, perbaikan mutu dan pengembangan mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Bertemu dan bekerja sama dengan semua gugus kendali mutu di seluruh unit&lt;br /&gt;kerja di perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Melakukan pertukaran dengan gugus kendali mutu di perusahaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Hanya melalui penerapan tehnik pemeliharaan mutu, perbaikan mutu dan&lt;br /&gt;pengembangan mutu secara kongkrit maka sasaran semacam Zero Defect&lt;br /&gt;(Cacat nihil) dapat dicapai. Penyebaran Pengendalian Mutu Terpadu Secara Menyeluruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program-program pelatihan dan pendidikan hanya terbatas pada sejumlah karyawan saja. Oleh karena itu perlu disusun cara-cara tambahan untuk menyebarkan kebijakan perusahaan mengenai pengendalian mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah ancangan yang mungkin ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Slogan-slogan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para karyawan dapat didorong untuk mengirimkan gagasan mereka mengenai slogan pengendalian mutu dan bagi para peserta yang menang diberikan hadiah. Hadiah tersebut mungkin nilainya kecil tetapi itu penting sebagai lambang pengakuan dan sebagai faktor pendorong. Slogan-slogan mutu ini seyogyanya digunakan bukan hanya di dalam perusahaan melainkan juga di luar perusahaan dan untuk mempublikasikan keterlibatan perusahaan untuk meraih mutu produk yang unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Selebaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat selebaran intern perusahaan merupakan forum ideal untuk mendiskusikan pengendalian mutu. Sebuah kolom tetap dapat disisihkan untuk topik-topik pengendalian mutu dan dapat diterbitkan secara berkala. Idealnya perusahaan secara teratur menerbitkan majalah dan barang cetakan lainnya mengenai pendendalian mutu. Publikasi ini sangat efektif mana kala memuat sumbangan-sumbangan spontan dari karyawan-karyawan garis depan. Sebaiknya perusahaan bahkan mengirimkan bahan pendidikan mengenai pengendalian mutu kepada keluarga karyawannya sebagai cara untuk menimbulkan rasa bangga terhadap pekerjaan perusahaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pamflet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamflet yang banyak ilustrasinya dapat berfungsi sebagai tambahan yang efektif pada terbitan berkala dan digunakan sebagai bagian program pendidikan berkala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Poster, Bulletin, dan siaran intern&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagram pareto, histogram, dan bagian pengendalian yang ditempelkan pada papan pengumuman akan membuat orang memperoleh informasi mutakhir mengenai kegiatan-kegiatan pengendalian mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Seminar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar secara teratur mengenai topik-topik pengendalian mutu merupakan sarana yang amat langsung dan efektif untuk menyebarkan konsep-konsep pengendalian mutu namun sedikit sekali kesempatan seperti itu yang tersedia.Harus disisihkan waktu seminar semacam itu karena banyak karyawan yang biasanya tak pernah memiliki kesempatan untuk mempelajari lebih banyak mengenai pekerjaan mereka di luar pekerjaan rutin mereka sendiri. Film, slide dan peralatan audio visual lainnya dapat digunakan agar penyajiannya lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sekretariat Pengendalian Mutu Terpadu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja pengendalian mutu terpadu yang efektif dan efisien memerlukan kantor untuk mengelola bank data dan analisa agar dapat terpelihara dengan baik sehingga setiap karyawan dapat dengan mudah mendapatkan data yang diperlukan untuk melakukan berbagai kajian penelitiannya. Tentunya kantor sekretariat pengendalian mutu terpadu ini harus dilengkapi oleh jaringan internet dan intranet yang dengan mudah dapat di akses oleh karyawan perusahaan yang tersebar di beberapa propinsi di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Staf Pengendalian Mutu terpadu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf pengendalian mutu terpadu, ialah : Para karyawan yang mendapat tugas melayani serta menerapkan pengendalian mutu disetiap bagian di perusahaan, sebagai karyawan yang dianggap mirip pakar pengendalian mutu, karyawan ini seharusnya dipilih dengan hati-hati, sebab sikap dan bakat mereka akan memiliki pengaruh yang mendalam pada efektif tidaknya pengendalian mutu dapat diperkenalkan dan dilaksanakan. Tetapi pada tahap awal pertimbangan pertama ialah menemukan karyawan yang tepat, bukan menciptakan kotak baru dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba, harapan saya "ISO 9001-2000 tidak berubah menjadi ISO Jarkoni alias (Iso ngajari ora Iso ngelakoni).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-890484016299391688?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/890484016299391688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/890484016299391688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/03/meningkatkan-keunggulan-kompetitif-sdm_27.html' title='MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SDM'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-3511961937462583573</id><published>2008-03-27T01:00:00.001+07:00</published><updated>2008-04-25T22:45:33.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>MASIH ETISKAH ”OUTSOURCHING’ ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="”fullpost”"  style="font-family:arial;"&gt;Pada umumnya kesalahan utama regulasi di Indonesia adalah mengandaikan mimpi yang keliru. Kelirunya regulasi undang-undang akan berdampak ke manajemen perusahaan, hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan usaha, termasuk di dalamnya kesejahteraan karyawan yang jumlahnya sangat banyak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="”fullpost”"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="”fullpost”"  style="font-family:arial;"&gt;Apalagi kalau pemimpin dan pengusaha itu melakukan tindak yang non-etis, yakni mengalihkan keuntungan dari karyawan &lt;em&gt;outsourcing &lt;/em&gt;model begini ke bidang lain yang lebih &lt;em&gt;prospektif&lt;/em&gt; tanpa menyisakan jumlah yang berarti guna meningkatkan kompetensi perusahaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="”fullpost”"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="”fullpost”"  style="font-family:arial;"&gt;Ini kejahatan korporasi yang jauh lebih kejam dibandingkan dengan Korupsi, Kolusi, Nepotisme material, karena mengorbankan kehidupan karyawan dan keluarganya di masa depan. Sebuah kejahatan amoral yang tak pantas dilakukan oleh pengusaha yang memiliki wawasan nilai-nilai moral dan agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="”fullpost”"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Siapa lagi yang mau sharing pendapatnya ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-3511961937462583573?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/3511961937462583573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/3511961937462583573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/03/masih-etiskah-outsourching.html' title='MASIH ETISKAH ”OUTSOURCHING’ ?'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-5125989195627039974</id><published>2008-03-25T15:52:00.001+07:00</published><updated>2008-04-25T22:46:24.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>AKU DAN PERUSAHAAN KU TERCINTA</title><content type='html'>Genap 20 tahun aku menjadi karyawan di Perusahaan ini tentunya banyak sukanya dari pada dukanya selama berkarya di Perusahaan ini. Sekelumit aspirasi (uneg-uneg) aku tuangkan dalam artikel ini. Tentunya, artikel ini jauh dari kesempurnaan karena aku melhatnya hanya dari sudut pandang pribadi guna memberikan masukan kepada pihak – pihak yang dapat memberikan perubahan kearah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu aku baru masuk bekerja di Perusahaan ku ini yang bernaung di bawah BUMN. Sahamnya 100% dimiliki Pemerintah, kesejahteraan aku termasuk cukup lumayan dibandingkan rata-rata BUMN lainnya. Namun, dengan berjalannya waktu dan banyaknya pergantian Pemerintahan maka tempat aku bekerja pun melakukan banyak perubahan. Perubahan untuk lebih efisien dan tuntutan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik kerap kali didengungkan oleh Pemerintah mau pun petinggi di Perusahaan aku bekerja.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang paling mendasar terjadi karena diberlakukannya UU No: 38/2004 tentang jalan. Berdasarkan UU No: 38/2004, Pengelolaan jalan Tol di Indonesia baik pembangunan dan pengoperasiannya akan diatur oleh BPJT (Badan Pengelolaan Jalan Tol). Perusahaan ku sebagai BUMN mengalami perubahan peran dari regulator menjadi hanya peran operator saja di bidang pengelolaan jalan tol. Dengan berlakunya UU jalan yang baru, maka Perusahaan ku menjadi perusahaan Operator Jalan Tol yang sama kedudukannya dengan Operator Tol lainnya, seperti : CMNP, MMS, Marga Bumi Matra Raya, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya dengan menjadi operator Perusahaan ku harus bekerja dengan tingkat persaingan yang ketat dibandingkan operator Tol yang lain. Oleh karena itu maka Perusahaan ku harus membangun asset produktif dan Perusahaan ku telah membuktikannya walaupun investasinya sangat besar dengan dibangunnya Cipularang, JORR, Bogor Ring Road, Semarang –Solo dan Gempol – Pasuruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Perusahaan ku harus membangun ruas jalan tol baru ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam pelaksanaannya UU No : 38/2004 menyatakan ruas jalan tol yang Perusahaan ku dahulu kelola tidak dihitung dengan sistim one basket, maka satu persatu ruas tersebut akan lepas dari pengelolaan Perusahaan ku (sebagai sumber nafkah Perusahaan ku) karena kalah bersaing dalam tender operasional jalan tol dengan pihak swasta. Perusahaan ku tentunya tidak menginginkan bahwa sumber nafkah Perusahaan ku itu satu per-satu hilang dari asset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari beralihnya fungsi perusahaan ku ini akan menciptakan tekanan luar biasa agar terus menghasilkan pendapatan yang lebih besar untuk membuat investasi dalam membangun ruas tol yang baru. Ujung-ujungnya, tuntutan pertumbuhan tingkat laba melampaui kapasitas Perusahaan ku untuk menghasilkannya, hal ini akan menciptakan tekanan luar biasa pada bisnis perusahaan maupun pada para karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG IMPIAN PERUSAHAAN KU DALAM MENYIKAPI PERUBAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus Perusahaan ku lakukan dalam menyikapi perubahan ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang tidak Perusahaan ku sadari, Perusahaan ku telah terlena selama 27 tahun menjadi regulator yang memegang kekuasaan besar dalam menentukan pembangunan jalan tol dan sekarang keadaan harus berbalik arah dimana “Only The Strong Survive”. Tantangan Perusahaan ku dalam hal ini adalah melakukan Reenginering Company. Perusahaan ku harus membangun budaya dengan memfokuskan pada apa yang sungguh penting. Perusahaan ku harus menciptakan Team yang terdiri dari para karyawan di seluruh organisasi dari semua tingkatan. Perusahaan ku minta mereka untuk menciptakan rasa terarah ke sebuah Visi untuk menjadi Leader didalam membangun dan mengoperasikan jalan tol di Indonesia. Mewujudkan Misi Perusahaan ku untuk menjadi perusahaan Global yang mempunyai Intangible Asset yang kuat dan mempunyai Corporate Image yang tidak bisa disaingi oleh siapapun dibidang pengelolaan jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kuncinya “Perusahaan ku harus konsolidasi dalam menyikapi perubahan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan ku harus konsolidasi dengan segera untuk melihat kembali bagaimana sikap hidup Perusahaan ku selama ini yang telah terlena sekian lama menjadi Regulator dengan merubah filosofi (Reengineering The Company). Hendaknya Perusahaan ku menyadari bahwa Perusahaan ku mampu menghadapi masalah ini dengan keyakinan yang kuat bahwa tanggung jawab kedepan adalah tanggung jawab seluruh karyawan dan Dewan Direksi dalam menjaga perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG TUJUAN UTAMA SDM DALAM MENYIKAPI PERUBAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana konsep tentang pemberdayaan karyawan untuk menyikapi berlakunya UU No : 38/2004 ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyawan harus meningkatkan profesionalisme dalam mengelola perusahaan agar dapat menjadi lembaga kontrol yang baik dalam memberi masukan kepada manajemen, sehingga arah dan kebijakan perusahaan yang akan dibuat juga didasari dari pemikiran-pemikiran karyawan yang di formulasikan lewat sistem organisasi Perusahaan yang solid dan terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang paling penting adalah mengambil langkah proaktif untuk mengetahui apa yang diinginkan para karyawan dari perusahaan, mendengarkan dan menindaklanjuti keluhan dan keinginan mereka. Tindakan tersebut dapat dipastikan akan memotivasi para karyawan untuk lebih produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menangani situasi ini dengan lebih baik dalam hal Sumber Daya Manusia, Perusahaan ku harus membangun budaya unggulan dengan moto “Research Makes The Difference”, Perusahaan ku harus mengadakan survey terhadap sikap karyawan atas berbagai hal kebijakan perusahaan dengan mendirikan semacam lembaga Center for Values Research. Tujuan dari membangun budaya unggulan adalah meningkatkan Reputasi dan Building Self Confidence terhadap arus perubahan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan ku harus memulai budaya baru, seperti melalui dengar pendapat tentang Reenginering The Company, para karyawan harus dijadikan subyek bukan hanya obyek dari sistem pengembangan SDM. Sistem ini sebaiknya mempersilakan para karyawan untuk mengambil inisiatif serta memperlihatkan kualitas proaktifnya untuk meninjau organisasi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, Perusahaan ku memuji para karyawan yang memadamkan api, tetapi Perusahaan ku ingin melampaui itu, Perusahaan ku ingin mendorong sikap proaktif, maka Perusahaan ku harus memberikan imbalan dan harus mempromosikan para karyawan yang mencegah timbulnya masalah maupun para karyawan yang memadamkan apinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG STRATEGY PEMBERDAYAAN SDM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan efisiensi karyawan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kira semua bisa melihat sendiri, khususnya karyawan-karyawan penunjang operasional yang berada di kantor-kantor cabang dan di kantor Pusat untuk melihat efesiensi antara beban pekerjaan administratif terhadap jumlah karyawan yang tersedia. Hal tersebut secara kasat mata dapat dilihat bahwa jumlah SDM indoor dirasakan over capacity, namun Perusahaan ku tidak ada niat untuk melakukan rasionalisasi dan tentunya empowering menjadi kunci utama, dan distribusi beban kerja yang merata harus mendapat perhatian sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan logika sederhanapun, kalau pekerjaan itu berkurang tentunya tidak logis kalau output tidak berimbang dengan beban belanja karyawan. Dengan kata lain akan terjadi kelebihan karyawan. Harus ada pengalihan karyawan ke ruas tol yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan ku harus menangani tugas ini dengan tegas, karena Perusahaan ku masih bekerja dalam lingkungan yang relatif masih ragu-ragu, di mana para karyawan masih bersikap reaktif, untuk mempertanyakan apakah Perusahaan ku atau kebijakan Pemerintah yang mempengaruhi masa depan ? Dalam hal ini Perusahaan ku harus melakukan perubahan-perubahan tersebut dengan sangat hati-hati selangkah demi selangkah, dan secara bertahap membangun keyakinan organisasi terhadap komitmen-komitmen serta memperlihatkan ketangguhan mental yang berdisiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG STRATEGY MEMBANGUN ASSET PRODUKTIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan ku selama ini membiayai investasinya melalui penerbitann obligasi yang telah berlangsung sejak tahun 80-an dan telah memiliki pendapatan operasional atas ruas-ruas yang ada sebagai jaminan atas terselenggaranya investasi baru. Di tahun 2007 Perusahaan ku mulai melakukan Perivatisasi dengan menjual 30% sahamnya ke publik. Tentunya, dengan menjadi Perusahaan Terbuka di tuntut adanya transparansi dan pengelolaan yang profesional dari para karyawannya. Tentunya, seluruh karyawan siap menjadi profesional dengan harapan seluruh karyawan dikembangkan oleh Manajemen Perusahaan untuk menjadi asset terpenting dalam Perusahaan ku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Bank Nasional berat untuk membiayai permodalan investasi di jalan tol ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpendapat bahwa investasi infrastruktur khususnya jalan tol dengan konsep Long term Investment sulit di implementasikan oleh pihak swasta di negara yang sedang berkembang khususnya Indonesia karena kapasitas permodalan swasta nasional sangat terbatas. Namun dalam hal ini pendapat aku, pihak perbankan sulit memberikan kepercayaannya kepada pihak Swasta untuk memberikan pinjaman modal dalam jumlah sangat besar. Kendala utama membangun ruas jalan tol baru yaitu pada masalah pengadaan lahan. Pengadaan lahan tidak dapat dijadikan pegangan, baik waktu pembebasannya maupun nilai total seluruh ganti rugi. Perbankan nasional umumnya dapat membiayai kalau terdapat unsur kepastian dalam nilai investasinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak swasta akan cenderung memilih investasi berjangka pendek karena untuk negara yang sedang berkembang Country Risk sangat besar mengingat berjalannya pemerintahan kurang stabil karena struktur budaya masyarakat Indonesia yang heterogen. Pihak swasta beranggapan yang terpenting stabilitas pemerintahan adalah kunci utama untuk menjalankan roda bisnisnya. Namun aku tidak perlu khawatir karena aku yakin Perusahaan ku akan menjadi Leader dalam membangun jalan tol di Indonesia dan tetap mendapat dukungan dari masyarakat dan perbankan nasional untuk terus maju dan berkembang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG KEPERCAYAAN PEMERINTAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika Pemerintah Menilai swasta gagal membangun (default) dan menunjuk Perusahaan ku untuk membangun ruas jalan tol baru ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya kedudukan Perusahaan ku sama dengan investor lainnya namun yang membedakan adalah Perusahaan ku saat ini saham mayoritasnya sebesar 70% masih milik Negara. Tentunya Perusahaan ku tidak menolak apabila pemerintah menunjuk Perusahaan ku membangun jalan tol yang gagal dibangun pihak swasta dan merupakan suatu kepercayaan besar dan bukti nyata bahwa Perusahaan ku merupakan leader. Peluang ini harus digunakan sebaik-baiknya sebagai bargaining dengan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategy membangun asset produktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara berkelakar aku sering mengartikan IDC adalah Income During Construction yang arti sebenarnya Interest During Construction, dimana biasanya untuk memenuhi modal diperoleh secara tekhnis dari pengaturan pembiayaan dilapangan selama investasi berlangsung. Dari kondisi keuangan yang ada, apabila struktur permodalan tidak mengalami peningkatan maka beban keuangan Perusahaan ku semakin bertambah berat dengan meroketnya beban bunga dan Perusahaan ku tidak akan mampu memangkas biaya-biaya lainnya sebesar naiknya beban bunga apabila laba perusahaan tidak diperkenankan menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kepentingan Perusahaan ku yang telah Go public dengan kondisi laba menurun tentunya akan menyulitkan atas penilaian kinerja perusahaan, maka perlu dicarikan alternatif lain apabila pemerintah tidak dapat menambah struktur permodalann yaitu dengan meminta fasilitas keringanan pajak dan keringan setoran deviden kepada Pemerintah serta perpanjangan masa konsesi atas ruas-ruas yang ada dengan kata lain sembilan ruas jalan tol yang Perusahaan ku kelola selama ini masa konsesinya berlaku tidak normatif. Dalam hal ini perlu dilakukan negosiasi dengan Pemerintah.. Tentunya hal ini harus di antisipasi oleh Perusahaan ku dalam hal pihak swasta nasional gagal membangun jalan tol di Indonesia dan pemerintah menugaskan kepada Perusahaan ku untuk membangun ruas baru sebagai misi pembangunan dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG KENDALA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa beberapa ruas jalan tol yang sudah direncanakan Pemerintah gagal di bangun swasta nasional ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat aku, “SDM yang ada di BPJT belum sepenuhnya memahami dua akar penyebab utama dalam membangun jalan tol di negara yang sedang berkembang khususnya di Indonesia”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama suatu keputusan yang sangat mendasar memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat menjadi suatu kebijakan dan kedua belum dapat mengukur dengan pasti kemampuan dan kesungguhan pihak swasta nasional untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal adanya bantuan permodalan untuk Perusahaan ku dari perbankan milik pemerintah untuk membantu pembangunan ruas jalan tol yang baru, semua itu sebenarnya tergantung sikap pemerintah sendiri dalam dukungannya terhadap pembangunan jalan tol. Pihak perbankan nasional belum dapat sepenuhnya membantu mendanai pembangunan jalan tol sebagaimana termuat dalam media cetak karena kebijakan dan Syarat investasi yang ditentukan BPJT terlalu berat untuk diimplementasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut aku pemerintah kurang bersikap tegas dalam mencari kebijakan-kebijakan terobosan agar jalan tol dapat di bangun dengan segera. Untuk memberikan solusi terhadap hal tersebut maka perlu diberikan fasilitas-fasilitas dan kemudahan bagi Perusahaan ku dimana pemberian fasilitas ini harus dibicarakan terlebih dahulu dengan DPR. **** &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-5125989195627039974?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5125989195627039974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5125989195627039974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/03/aku-dan-perusahaan-ku-tercinta.html' title='AKU DAN PERUSAHAAN KU TERCINTA'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-7351153355337843119</id><published>2008-03-22T03:46:00.001+07:00</published><updated>2008-04-26T13:30:07.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Capital'/><title type='text'>UPAYA MENCARI AKAR MASALAH (Part1)</title><content type='html'>Akhir-akhir ini kita semua memahami betul apa beban yang kita rasakan. Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, memang mengerikan jika harus memimpin sebuah perusahaan besar yang kinerjanya ternyata berada dibawah rata-rata, tanpa tahu apa yang menjadi penyebabnya. Saya ikut prihatin. melihat perkembangan dan fluktuasi harga saham kita yang sering merosot, saya berpendapat bahwa kita memang harus mencari akar masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada artikel kali ini saya terinspirasi tulisan Pak Hasanudin yang berjudul Everybody – Somebody – Anybody – Nobody dan Kompetisi Ogaah aaah...Iyaa deeeHHH!. Saya pikir analogi yang di gambarkan oleh beliau pada artikel yang berjudul Everybody – Somebody – Anybody – Nobody dengan jelas terlihat kecenderungan pekatnya aroma office politic yang menyelusup menjadi suatu budaya dalam tubuh Perusahaan yang berakibat menurunnya efektifitas Perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tanda yang mencuat diantaranya adalah bagaimana orang-orang di dalam Perusahaan berpikir berdasarkan agenda mereka sendiri-sendiri. Ujung-ujungnya, intrik dan kemelut melanda Perusahaan. Akibatnya, fokus perhatian lebih mengarah ke dalam lingkungan internal Perusahaan saja dan cenderung mengabaikan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada beberapa budaya yang tidak layak dipertahankan selain yang digambarkan diatas. Di antaranya adalah, dictator culture, cost cutting culture, blame culture, bureaucratic and process culture, they culture dan inside out culture&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari namanya kita tentu sudah dapat meraba budaya macam apa yang tersirat dari sebutan-sebutannya. Inside out culture lebih mementingkan kebutuhan Perusahaan daripada pelanggan. Cost cutting culture hanya berorientasi untuk menekan biaya. Dalam Blame culture kita akan melihat banyaknya orang yang berburu kambing hitam, tanggung jawab adalah barang langka. Ini tentu masih bersaudara dengan They culture, mereka yang sibuk menyalahkan sehingga merasa aman dan segala sesuatu berjalan lancar-lancar saja. Budaya-budaya ini tentu saja lebih sering tidak muncul secara formal. Bahkan, keberadaannya seringkali diingkari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mencari akar masalahnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada uraian selanjutnya dibawah ini saya terinspirasi dari artikel Pak Hasan yang berjudul Kompetisi Ogaah aaah...Iyaa deeeHHH! Tentunya dalam hal berkompetisi haruslah mempunyai etika namun sering kali dalam memenangkan kompetisi ini kita acapkali lupa untuk berkolaborasi dan mempunyai keterpaduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jelasnya mengapa kinerja kita turun yang menyebabkan pula harga saham kita turun karena ada beberapa akar masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saya merasa bahwa program-program dan Key Performace Indicator (KPI) yang kelihatannya tidak terintegrasi, kurang memiliki keterkaitan dan tak saling sinergi, sehingga tidak berdampak bagi perusahaan. Ini mungkin terjadi karena program-program dan KPI-nya disusun secara sendiri-sendiri oleh masing-masing direktorat. Akibatnya memang meskipun target dari masing-masing direktorat tercapai, dampaknya tidak terasa bagi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, program-program dan KPI yang di buat perusahaan sudah terintegrasi dan memiliki keterkaitan, tapi kinerja perusahaan tetap kurang memuaskan, berarti di sini adalah masalah dalam hal kebersamaan (kolaborasi) dan keterpaduan (kohesivitas) . Mungkin tingkat kolaborasi dan kohesivitas pada perusahaan kita masih rendah. Kondisi ini biasanya tercermin dari rendahnya kesediaan antar karyawan untuk saling bekerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dua hal tadi bisa terjadi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kelihatannya ada masalah menyangkut Visi perusahaan. Visi itu sederhananya begini. Mau ke mana perusahaan kita dalam lima atau sepuluh tahun mendatang ? Adakah visi ini cukup menantang dan menjadi milik bersama dari orang-orang yang bekerja di dalamnya, sehingga mereka terpikat untuk merealisasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membutuhkan Kedewasaan Pemimpin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya dalam menyikapi turunnya kinerja Perusahaan yang berakibat pula terhadap turunnya harga saham. Dibutuhkan kedewasaan seorang pimpinan yang baik dan harus bisa bekerja bersama dengan orang lain. Hal ini berarti bahwa ia harus bekerja dengan kekuatan- kekuatan, kelemahan-kelemahan, kesanggupan, dan kekurangan-kekurangan dari orang lain itu. Jika dia menjadi pemimpin yang dewasa, dia akan menghargai perbedaan yang ada tersebut dan tidak akan mencoba untuk membentuk orang lain agar sesuai dengan keinginannya sendiri dan tidak memperalat bawahan untuk kepentingannya sendiri. Ia sanggup untuk menerima kenyataan yang ada, bahwa setiap orang memiliki andil terhadap hasil akhir suatu pekerjaan yang dikerjakan secara bersama-sama (teamwork).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti bahwa seorang pemimpin yang dewasa mempunyai hati yang lemah. Ia menerima orang lain, bukan berarti memanjakan mereka untuk selamanya termasuk jika kekurangan mereka (bawahan) akan mengganggu dan mempengaruhi tujuan secara keseluruhan. Seorang pimpinan yang dewasa harus mampu mereposisi seseorang yang tidak lagi memberikan sumbangan terhadap kemajuan atau kebaikan Perusahaan. Hal ini penting sebab merupakan suatu ketidakadilan bagi perusahaan dan orang lain jika orang yang tidak lagi mampu memberikan kontribusi masih tetap dipertahankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-7351153355337843119?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/7351153355337843119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/7351153355337843119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/03/upaya-mencari-akar-masalah-part1.html' title='UPAYA MENCARI AKAR MASALAH (Part1)'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-1654692805506505404</id><published>2008-03-18T19:24:00.001+07:00</published><updated>2008-04-26T13:30:45.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>Functionality Website Kita.</title><content type='html'>Terinspirasi artikel dari Pak Dion tentang &lt;em&gt;Functionality &lt;/em&gt;maka pada artikel kali ini saya mengimpikan suatu saat nanti kita dapat membangun &lt;em&gt;website corporate&lt;/em&gt; terbaik Indonesia yang &lt;em&gt;Full flash&lt;/em&gt; dengan penuh hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan website ini mempunyai segmen anak muda, sehingga bersifat &lt;em&gt;fun&lt;/em&gt;, ceria dan penuh dengan &lt;em&gt;feature-feature &lt;/em&gt;hiburan seperti &lt;em&gt;game &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;wallpaper &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Full flash&lt;/em&gt;, sehingga menarik untuk dilihat, seperti adanya &lt;em&gt;feature&lt;/em&gt; hiburan &lt;em&gt;highway&lt;/em&gt; &lt;em&gt;tour &lt;/em&gt;yang mengajak kita seperti melakukan kunjungan ke seluruh jalan tol yang masih dalam proyek penyelesaian mau pun yang telah di operasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Web site&lt;/em&gt; ini idealnya berbasis PHP dan Mysql, untuk lebih menarik dari &lt;em&gt;website&lt;/em&gt; ini adalah bisa melakukan &lt;em&gt;ordering via&lt;/em&gt; kartu kredit yang jarang bisa dilakukan oleh &lt;em&gt;website &lt;/em&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Web site&lt;/em&gt; ini diharapkan mampu melakukan &lt;em&gt;ordering electronic toll collection&lt;/em&gt; via kartu kredit dengan konsep &lt;em&gt;e-commerce&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;e-procurement&lt;/em&gt;. Ini adalah terobosan karena tidak banyak &lt;em&gt;website&lt;/em&gt; BUMN Indonesia yang melakukan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga harapan bisa menjadi kenyataan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-1654692805506505404?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1654692805506505404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/1654692805506505404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/03/fungsionality-website-kita.html' title='Functionality Website Kita.'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-3673759170414338322</id><published>2008-03-15T00:42:00.001+07:00</published><updated>2008-04-26T13:31:21.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>BANJIR AIR DI JALAN TOL BANDARA VS  BANJIR LUMPUR DI LAPINDO</title><content type='html'>Misteri mundurnya Direktur Operasi Jasa Marga tidak terlepas dari berbagai kontroversi dari nuasa politisasi Jasa Marga sebagai korporasi.&lt;br /&gt;Nuansa politisasi dari penunjukan Direksi pengganti sampai dengan mundurnya Direktur operasi Jasa Marga secara kesatria kerap mewarnai head line news berbagai media cetak dan elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya masyarakat bertanya-tanya ada apa di balik mundurnya Direktur Operasi tersebut. Jika alasannya hanya banjir di jalan tol bandara tentunya alasan ini tidaklah logis. Banjir di berbagi daerah akibat musim hujan memang kerap terjadi di mana – mana. Acapkali kita sering menyalahkan alam yang tidak bersahabat atau kurangnya kepedulian lingkungan sehingga alam menjadi marah di buatnya. Namun, banjirnya jalan tol bandara tidak sepnuhnya akibat kesalahan Jasa Marga, apalagi langsung menghakimi kesalahan Direktur Operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita cermati, banjirnya jalan tol bandara tidak terlepas dari carut marutnya tata ruang kota oleh pemerintah daerah mau pun pemerintah Pusat. Pembangunan Perumahan Pantai Indah Kapuk dan berbagai kawasan pergudangan yang seharusnya menjadi daerah resapan air di seputar hutan bakau adalah sumber biang keladinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa hubungannya Banjir di jalan tol bandara dengan Banjir Lumpur di Lapindo ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia kejanggalannya. masyarakat harus di berikan informasi yang sebenarnya. Banjirnya jalan tol Bandara ternyata bukan kali ini saja terjadi. Pada tahun sebelumnya sudah kerap kali terjadi namun tidak ada upaya dari Pemerintah daerah mau pun Pemerintah Pusat mencarikan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta tidak hanya ada bandara Soekarno – Hatta ternyata semua orang pun tahu kalau ada bandara Halim Perdana Kusuma yang dapat di fungsikan untuk gerbang Internasional mau pun domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih anehnya lagi, Pemerintah Daerah mau pun Pemerintah Pusat tidak meninjau kembali keberadaan kawasan elit Pantai Indah Kapuk dan kawasan pergudangan. Lebih mengherankan lagi tidak adanya subsidi pemerintah kepada Jasa Marga untuk membangun jalan layang sebagai pengganti jalan tol bandara yang ada sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketersediaan pompa air yang ada tidak akan sanggup menghalau datangnya curah hujan yang tinggi dan datangnya air laut yang pasang. Kerugian yang terjadi akibat banjir di jalan tol bandara sering kali di buat bombastis dan tidak berimbang. Pemerintah cenderung mendengung-dengungkan rasa malu yang luar biasa karena Jalur bandara merupakan jalur VIP yang menjadi cerminan harga diri bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Pemerintah juga lupa bahwa cerminan harga diri bangsa ini bukan terletak pada masyarakat internasional. Cerminan harga diri justru ada pada hati rakyatnya yang di buat terbengkalai akibat ulah Lapindo Brantas yang menyebabkan kesengsaraan masyarakat Sidoarjo. Berapa pun kerugian yang di akibatkan banjir air di jalan tol bandara tidaklah sebesar kerugian yang di timbulkan oleh banjir lumpur di Lapindo. Kerugian yang diakibatkan Lapindo sangatlah besar, apalagi ada asset Jasa Marga yang tidak lagi bisa di operasikan di Sidoarjo.  Belum lagi kerugian akibat hilangnya potensi pendapatan tol dari ruas Surabaya – Gempol yang sudah tidak terhitung jumlahnya. Lebih mirisnya lagi, yaitu jalan tol yang terendam banjir tidak ada kompensasi penggantian dengan jalan tol yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian yang terjadi pada masyakat Sidoarjo dan Jawa Timur pada umumnya juga sudah tidak terhingga lagi. Perekonomian macet dan biaya produksi distribusi barang dan jasa menjadi tinggi. Lantas kemana saja hati nurani Pemerintah ini ? Mengapa Jasa Marga sangat di politisir ? Tentunya kita boleh saja menduga, mundurnya Direktur Operasi Jasa Marga akan di ikuti skenario selanjutnya untuk mengamputasi Jasa Marga sebagai korporat oleh pihak-pihak tertentu di negeri ini. Nuansa mengobok-obok Jasa Marga oleh Pemerintah yang menjadikan alasan banjir air di jalan tol bandara, tidak terlepas dari niatan segelintir elit politik negeri ini untuk menjadikan Jasa Marga sebagai ATM untuk pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Haruskah kita hanya menunggu skenario selanjutnya tanpa melakukan aksi nyata untuk menyelamatkan asset bangsa ini ?&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-3673759170414338322?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/3673759170414338322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/3673759170414338322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/03/banjir-air-di-jalan-tol-bandara-vs.html' title='BANJIR AIR DI JALAN TOL BANDARA VS  BANJIR LUMPUR DI LAPINDO'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-511963907144860655</id><published>2008-03-14T22:39:00.002+07:00</published><updated>2008-04-26T13:47:47.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>DI BALIK BERITA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Walaupun artikel ini di tulis 10 (sepuluh) bulan yang lalu namun masih layak untuk kita cermati bersama.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Bacalah dengan tenang dan amatilah setiap kalimat-kalimat yang ada.....!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;APA PENDAPAT ANDA TENTANG ISI ARTIKEL INI YANG DI RILIS BISNIS.COM ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 21/06/2007 11:07 WIB&lt;br /&gt;Siapkan mental menanti maraknya obral aset Jasa Marga&lt;br /&gt;oleh : M. Syahran W. Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda masih ingat pada awal Maret 2007 muncul gagasan dari pemerintah agar PT Jasa Marga (Persero) hanya bertindak sebagai pembangun jalan tol, tidak perlu mengelolanya ketika telah siap dioperasikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu harian ini dengan segera mengingatkan semua pihak terkait, termasuk masyarakat luas, agar mewaspadai kemungkinan dilepasnya aset milik pemerintah yang dikuasai Jasa Marga dengan harga miring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin harian ini menginformasikan bahwa saham Jasa Marga di PT Lintas Marga Sedaya (LMS), investor pemegang konsesi jalan tol ruas Cikampek-Palimanan di Jawa Barat, senilai 15% dilepas kepada mitra konsorsiumnya, PT Bhaskara Utama Sedaya, dengan harga hanya Rp1,12 miliar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, 15% saham dari proyek dengan nilai investasi sekitar Rp7 triliun, dihargai dengan hanya Rp1,12 miliar. Itu baru dihitung dari investasi, bagaimana bila dibandingkan dengan nilai prospeknya yang terpaksa dilepas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang menjadi kekhawatiran tiga bulan lalu itu sudah mulai muncul, meski bentuknya berupa penjualan saham, bukan jual-beli jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang demikian murah mungkin bisa dianggap wajar saja lantaran saham Jasa Marga 15% dalam konsorsium LMS bukan representasi penyetoran modal, melainkan masuk dalam posisi sebagai regulator ketika itu. Tetapi, hal itu juga bisa dibantah, masuknya Jasa Marga pada saat itu berperan semacam penjamin yang memudahkan segala urusan LMS dalam proses menuju perealisasian proyek sepanjang 116 km tersebut. Jadi, bukan tak ada harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dianggap sebagai saham kosong yang tidak berarti, sebaliknya bisa digugat: kenapa persentase saham mewakili sampai 15%? Tentu, dinilai sampai 15% karena goodwill Jasa Marga demikian berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pernyataan itu ditolak, tinggal pilih mana yang mau dipermasalahkan: penjualan murah saham Jasa Marga saat ini atau saham (yang dianggap) kosong saat pembentukan LMS namun dinilai hingga 15%?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langsung untung&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sudah hampir dapat dipastikan, Bhaskara tidak akan bodoh menjual 15% saham itu kepada calon mitra barunya, Plus Expressway Bhd Malaysia, dengan harga yang sama dengan ketika mendapatkannya dari Jasa Marga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plus direncanakan memiliki 55%, tapi apakah dia hanya akan membayar senilai 40% dengan 'harga utuh', sementara 15%-nya dihargai Rp1,12 miliar? Nyaris mustahil Bhaskara menempuh langkah seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bisa kita dikatakan bahwa Jasa Marga menjual begitu murah sahamnya dan dalam waktu yang terlalu lama Bhaskara meraup untung dari penjualan 15% itu ke Plus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dari Bhaskara sempat berkilah bahwa dana dari Plus akan masuk ke proyek, bukan jual-beli saham, karena LMS menerbitkan saham baru, Plus mengambil hingga 55%, setelah itu Bhaskara dengan mitra barunya bersama-sama menaikkan modal. Tetapi pertanyaannya sederhana saja, siapa bisa menjamin prosesnya akan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik Bhaskara bercokol nama-nama besar. Proses yang demikian kentara-membeli murah saham BUMN, lantas menjualnya dengan harga (hampir pasti) jauh lebih tinggi-akan memerosokkan reputasi dan nama baik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil untung wajar saja, tapi kalau sudah di batas kewajaran, apalagi Jasa Marga yang BUMN itu yang jadi korban, persoalannya sudah berkembang menjadi 'tak enak didiamkan lagi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak masalah Bhaskara yang menjadi pembeli yang lebih disukai terhadap saham Jasa Marga, karena konsorsium milik sejumlah pengusaha kondang itu memegang konsesi tol Cikampek-Palimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, persoalan muncul manakala Jasa Marga 'kehilangan' dana yang semestinya layak diperoleh dan bisa dialokasikan untuk membangun ruas jalan tol baru. Artinya, hak rakyat untuk memiliki beberapa kilometer jalan tol terampas akibat penjualan murah saham Jasa Marga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kewenangan Menteri PU&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Satu hal lagi yang menarik. Perubahan komposisi pemegang saham LMS dimungkinkan oleh adanya persetujuan Menteri Pekerjaan Umum (PU). Namun, ternyata Menteri PU tak sanggup mengontrol penjualan saham hingga akhirnya demikian murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, bukankah lebih baik bila pemenang tender investasi jalan tol sama sekali tak diizinkan mengubah komposisi sahamnya. Belajar dari ketidakmampuan kontrol atas penjualan saham dua hari lalu itu, siapa berani menjamin Menteri PU sanggup mengontrol bahwa dana hasil masuknya Plus memang dialokasikan ke proyek, bukan ke pemegang saham lainnya.&lt;br /&gt;Kewenangan memberi izin seyogianya diikuti dengan kemampuan yang cukup untuk mengontrol atas apa yang diizinkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hari ke depan, saya ingin melihat apakah wakil rakyat di Senayan akan bersuara atau tidak terhadap penjualan murah saham Jasa Marga ini.&lt;br /&gt;Jika tak ada respons dari DPR, boleh jadi masyarakat kelak menemui kenyataan pahit aset-aset Jasa Marga terus dilepas dengan harga miring dan percepatan pembangunan jalan tol omong kosong belaka. (&lt;a href="mailto:syahran.lubis@bisnis.co.id"&gt;syahran.lubis@bisnis.co.id&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#1 - &lt;strong&gt;siapa yg bermain dalam carut marut jalan tol trans jawa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jasa Marga Dijual, Masa Depan Karyawan Terjungkal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Melansir dari berita yang beredar dari berbagai media cetak dan elektronik tentang rencana Pemerintah untuk menjual seluruh asset Jasa Marga yang di lontarkan Wapres M Yusuf Kalla dan beberapa orang anggota DPR pada akhir-akhir ini guna mendapatkan dengan cepat dana segar untuk membiayai pembangunan jalan tol Trans Jawa hanya melihat dari sisi bisnisnya saja yang hanya akan menguntungkan investor dan para perantara (broker) tanpa harus berupaya untuk membangun ruas tol baru.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak hanya akan merugikan Jasa Marga sebagai Korporasi tapi juga akan berdampak pada hilangnya sistim kerja sepanjang hidup &lt;em&gt;(long life employment),&lt;/em&gt; tingginya pengangguran, berkurangnya keamanan kerja, pengurangan jumlah karyawan dan akan berujung pada terjadinya PHK besar-besaran terhadap karyawan Jasa Marga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perbankan lebih percaya Jasa Marga di bandingkan Investor Swasta &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rencana penjualan hak konsesi jalan tol yang di kelola Jasa Marga karena di picu oleh Pemerintah yang mengharapkan seluruh investor tol Trans Jawa dapat menyelesaikan proses financial closing dengan perbankan sehingga pembangunan konstruksi tol sepanjang 1.150 kilometer dapat diselesaikan sesuai jadwal pada 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dari 16 ruas yang telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), baru lima ruas yang merampungkan financial closing dengan bank. Setelah enam bulan penandatanganan PPJT, investor diminta segera memastikan pendanaan untuk proyek tol yang dimenanginya. Setelah batas waktu itu, pemerintah masih memberi toleransi hingga tiga bulan. Namun, jika dalam waktu tersebut tak juga memperoleh pendanaan, investor ruas tersebut dinyatakan gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total investasi pembangunan Tol Trans Jawa mencapai Rp. 92 triliun. Dari jumlah tersebut diharapkan Rp. 56 triliun berasal dari kredit perbankan. Hingga saat ini perbankan nasional sudah menyalurkan kredit sebesar Rp. 17.2 triliun kepada para investor jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait sulitnya perbankan di Indonesia untuk membiayai proyek ambisius Pemerintah dalam membangun jalan tol trans Jawa di sinyalir karena Perbankan kurang percaya akan kemampuan investor dalam membangun ruas tol walaupun mereka sudah mendapatkan tender PPJT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat di pungkiri jika Perbankan lebih percaya kepada Jasa Marga untuk memberikan modalnya dalam membangun Ruas Tol Trans Jawa karena Jasa Marga mempunyai struktur modal yang kuat dan di samping itu Jasa Marga mempunyai SDM yang telah terbukti mampu membangun dan mengoperasikan jalan tol dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan perbankan kepada Jasa Marga telah terbukti dengan di berikannya kredit sebesar 7,2 triliun dari Bank Mandiri, BNI, BRI untuk membiayai Jalan tol Semarang-Solo dan Gempol-Pasuruan yang merupakan bagian dari rencana Pemerintah membangun trans Jawa yang ditargetkan selesai tiga tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya kepercayaan yang sudah di tunjukan pihak perbankan nasional tidak berbanding lurus dengan kepercayaan Pemerintah, seharusnya Pemerintah tidak perlu ragu untuk memberikan penambahan modalnya kepada Jasa Marga dengan menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dan mendukung penuh rencana Jasa Marga untuk melakukan Privatisasi tanpa harus menjual hak konsesi jalan tol yang di kelola Jasa Marga. Jika rencana ini terwujud dapat di pastikan SDM Jasa Marga sanggup menjalankan tugas dari Pemerintah untuk mengambil alih PPJT yang gagal di bangun investor swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjualan Hak konsesi Jasa Marga hanya menguntungkan Investor Swasta. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pihak investor dapat dengan mudah mendapatkan pendapatan tol sejak penandatanganan pembelian ruas jalan tol yang di kelola Jasa Marga. Sedangkan sebaliknya Jasa Marga harus menanggung beratnya biaya proses pembebasan lahan, biaya beban bunga bank dan biaya pajak dengan rata-rata lamanya waktu pembangunan ruas jalan tol 3 (Tiga) tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ruas jalan tol yang baru jadi, itu pun belum mendapatkan volume traffic lalulintas yang bagus. Penjualan dengan paksa ruas jalan tol yang di kelola Jasa Marga dapat di pastikan investor swasta tidak akan mempekerjakan karyawan Jasa Marga yang ada sekarang ini, mereka para investor pasti akan mempekerjakan karyawan &lt;em&gt;outshourching&lt;/em&gt; yang biaya belanja pegawainya lebih murah di bandingkan dengan mempekerjakan karyawan Jasa Marga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat di pastikan investor swasta akan berusaha dengan semaksimal mungkin untuk mendapatkan dengan cepat titik impas pengembalian modalnya (&lt;em&gt;break event point).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sesat pikir Pemerintah atas penjualan hak konsesi Jasa Marga.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pengertian dari Pelepasan aset Jasa Marga bukan berarti akan menjual jalan tol kepada pihak lain. Tapi, penjualan hak sebagai operator jalan tol karena jalan tol adalah "milik Negara" Yang di miliki Jasa Marga adalah hak penyelenggaraan, bukan tanah atau jalan. Tentunya hal ini merupakan hak Pemerintah namun kebijakan ini juga hendaknya memperhatikan SDM dan Jasa Marga sebagai korporasi dalam jangka panjang dan menjadi kebijakan Negara secara jangka panjang bukan hanya pada suatu masa pemerintahan saja untuk mendapatkan simpati politik yang sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana penjualan ruas jalan tol yang di kelola Jasa Marga yang di lontarkan Wapres Yusuf Kalla tanpa adanya kajian yang mendalam tentang fungsi, Tugas, Wewenang dan tanggung jawab Jasa Marga yang telah diamanatkan beberapa Undang-undang dan prinsip-prinsip &lt;em&gt;Good Corporate&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Governance &lt;/em&gt;yang menjadi landasan operasional Jasa Marga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut bisnis sah-sah saja Pemerintah dan segelintir anggota DPR mengambil langkah tersebut. Teori ekonomi memang mengajarkan demikian, namun bagi Wapres M Yusuf Kallla yang mengaku handal dalam pengelolaan bisnis di Indonesia mestinya Implementasi dari prinsip ekonomi tidak menjadi suatu keharusan, terutama jika akhirnya akan mengorbankan &lt;em&gt;core competence&lt;/em&gt; SDM Jasa Marga yang selama ini di kenal sebagai &lt;em&gt;leader&lt;/em&gt; dalam hal mengoperasikan dan mengembangkan jalan tol di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan politik Wapres M Yusuf Kalla untuk mempercepat pembangunan jalan tol trans jawa sah-sah saja untuk di lontarkan ke publik namun keinginan yang &lt;em&gt;prematur&lt;/em&gt; yang hanya menguntungkan segelintir orang di negeri ini patut untuk di kaji kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinyalir niatan ini di tunggangi oleh para investor dan perantara (broker) yang hanya ingin cepat meraup untung tanpa adanya perjuangan untuk membangun ruas jalan tol yang baru.&lt;br /&gt;Wapres M Yusuf Kalla "mengamputasi" fungsi Jasa Marga sebagai Korporasi&lt;br /&gt;Sampai kapan pun negeri ini tidak akan mempunyai BUMN yang mumpuni untuk bersaing di tingkat global jika pemimpin negeri ini tidak meletakakan BUMN sebagai korporasi sesungguhnya, terlalu campur tangannya Pemerintah dan segelintir anggota DPR justru akan menghambat Jasa Marga untuk menggerakan laju pertumbuhan industri jalan tol di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan hak konsesi yang dimiliki Jasa Marga tentunya akan banyak beresiko terjadinya kejanggalan-kejanggalan yang akan menguntungkan segelintir orang di Negeri ini, belum lagi dengan pengelolaan dana yang cenderung menjadi tidak transparan karena hanya mempertahankan Jasa Marga sebagai Perusahaan Milik Negara. Sedangkan pengertian dari "Milik Negara" pun menjadi kabur, terkesan Jasa Marga tanpa pemilik. Ini akan mempertahankan Jasa Marga sebagai entitas politik bukan menjadikan Jasa Marga sebagai entitas bisnis sesungguhnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu sudah saatnya bagi Wapres M Yusuf Kalla dan segelintir anggota DPR untuk mengurungkan niatnya menjual hak konsesi Jasa Marga dan tetap konsisten melanjutkan rencananya untuk melakukan privatisasi Jasa Marga agar pengelolaan Kinerja Jasa Marga lebih transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan Privatisasi dalam jangka panjang untuk Jasa Marga adalah siapa pun dapat melakukan audit secara mendalam terhadap aktivitas proyek yang dikerjakan Jasa Marga. Jangan lagi tercium aroma tidak sedap seperti pada masa pemerintahan yang lampau dari dalam berbagai praktek penyelewengan penjualan BUMN. Bahkan akhir-akhir ini merebak banyaknya kasus penyelewengan ter-anyar yang diungkap berbagai pihak yang berkompeten yakni dugaan adanya penyelewengan penjualan asset di berbagai BUMN pada pemerintahan masa yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrol publik harus dilakukan karena kita tidak mau hal serupa terjadi pada Jasa Marga yang selama ini selalu setia menyumbangkan industri infrastruktur jalan dan jembatan tol di Indonesia tanpa mendapatkan empuknya dana subsidi dari pemerintah. Kita tidak ingin terjadi sama dengan pengalaman pemerintahan di masa lalu yang terjadi penyelewengan dan krisis di saat Direksi dan para karyawan melakukan efisiensi, pemborosan dan penyelewengan malah terjadi di lingkar kekuasaan Pemerintahan dan segelintir anggota DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang harus Karyawan lakukan ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika hal ini terjadi tidak ada jalan lain untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh karyawan Jasa Marga maka kita harus menekan Pemerintah untuk membatalkan rencananya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita seluruh karyawan harus mengadakan aksi turun ke jalan dan menutup seluruh operasional jalan tol yang kita kelola agar tejadi kemacetan lalulintas yang luar biasa. Tindakan kita ini bisa di pastikan akan mendapat sorotan dari berbagai media cetak dan elektronik dalam dan luar negeri yang akan menekan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi wajar jika Meneg BUMN, Direksi dan Serikat Karyawan Jasa Marga menolak langkah "sesat" Pemimpin Negeri ini yang menjual retorika politik demi pembangunan industri jalan tol untuk rakyat namun sesungguhnya yang terjadi hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok politiknya saja tanpa melihat peraturan dan perundang-undangan yang menjadi landasan operasional Jasa Marga*****&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:arya_andik4@yahoo.com"&gt;heri&lt;/a&gt; - indonesia @ 22/06/2007 - 22:48 WIB dari 222.124.68.180 (180.subnet222-124-68.speedy.telkom.net.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sekarang Pertanyaannya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah artikel yang di rilis bisnis.com terkait dengan mundurnya Direktur operasi Jasa Marga ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-511963907144860655?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/511963907144860655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/511963907144860655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/03/di-balik-berita.html' title='DI BALIK BERITA'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-6736771216963645420</id><published>2008-03-13T13:17:00.001+07:00</published><updated>2008-04-26T13:32:50.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>Budaya dan Kepemimpinan Korporat , Apaan Sich....?</title><content type='html'>Saya banyak terinspirasi dari berbagai artikel yang di tulis Pak Dion, Pak Adit dan Pak Hasan. Tentunya dengan kedalaman makna tulisan-tulisan beliau banyak tersirat pesan bagaimana selayaknya kita secara bersama-sama membangun budaya korporasi dan kepemimpinan korporat di era &lt;em&gt;Good Corporate&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Governance&lt;/em&gt;. Artikel ini saya tulis sebagai bagian dari urun rembug dalam wacana yang sedang hangat di perusahaan kita ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BUDAYA KORPORAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap organisasi, sebagai lazimnya institusi, mempunyai nilai budaya yang baik di dalamnya. Apabila nilai-nilai budaya ini dibiarkan tenggelam, dan dikalahkan oleh nilai-nilai yang negatif maka proses transformasi sebesar apa pun akan mengalami kendala yang sangat besar. Jasa Marga memerlukan Corporate Culture untuk menjadikannya kuat dalam menghadapi perubahan dan mendukung setiap upaya transformasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini Jasa Marga cenderung belum mempunyai budaya perusahaan melainkan hanya peraturan perusahaan yang terdiri dari penggabungan Visi – Misi – Strategi organisasi perusahaan yang berpola &lt;em&gt;Top-Down&lt;/em&gt;, dan kemudian dijadikan sebagai aturan main bersama yang bersifat formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dari membangun budaya perusahaan adalah upaya menggabungkan nilai-nilai kehidupan bersama antara seluruh karyawan kemudian disemaikan dalam ke setiap sel organisasi perusahaan yang harus muncul dalam bentuk perilaku formal dan informal setiap anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya korporasi yang saya makudkan berkenaan dengan pengembangan Jasa Marga yang “berbudaya”, dan kemudian “berbudaya kuat”. Untuk menjadi perusahaan kelas dunia, tidak cukup hanya dengan berbekal manajemen profesional, melainkan budaya yang unggul. Banyak contoh perusahaan kelas dunia yang menunjukkan keunggulannya karena di samping kepiawaian manajemennya juga menjaga budaya perusahaannya secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya perusahaan di Jasa Marga hendaknya secara konsisten mendorong seluruh karyawan mengimplementasikan nilai-nilai :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Profesionalisme, Spirit , Proaktif, Team Work&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Profesionalisme&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Profesionalisme adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh orang yang memenuhi syarat sebagai berikut : &lt;em&gt;Science Competence&lt;/em&gt; : mengharuskan orang untuk menguasai ilmu yang akan menjadi titik berpijak kegiatannya. &lt;em&gt;Technical Competence&lt;/em&gt; : menuntut orang untuk mampu melaksanakan ilmu yang dikuasai. &lt;em&gt;Experience Competence&lt;/em&gt; : menuntut orang untuk memecahkan problema yang dihadapi karena pengalamannya yang luas. &lt;em&gt;Dedicatif &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Consistent &lt;/em&gt;: Kemampuan orang dalam melaksanakan pekerjaannya sampai dengan berhasil secara tekun, konsisten dan ikhlas. &lt;em&gt;Independence &lt;/em&gt;: suatu sikap untuk bertindak secara obyektif disertai Integritas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Spirit&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Spirit atau semangat adalah perilaku yang melekat pada setiap tindakan yang akan diambil setiap karyawan. Tanpa adanya semangat setiap upaya untuk membangun Jasa Marga yang “berbudaya” yang kemudian “berbudaya yang kuat” tidak akan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Proaktif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Setiap karyawan sebaiknya mengembangkan budaya proaktif secara konsisten dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berakronim SMILE, yang terdiri dari : Satisfy, Morale, Integrity, Leadership, Entrepreneurship..&lt;br /&gt;Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa yang akan datang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Karyawan yang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Setiap karyawan melakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik – kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas - dan menggunakan pendekatan dari dalam ke luar untuk menciptakan perubahan. Setiap karyawan bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan yang paling mendasar yang bisa diambil setiap orang.&lt;br /&gt;Akumulasi dari budaya perusahaan di Jasa Marga diharapkan dapat menghasilkan sebuah lingkungan publik yang berbudaya. Pada saat ini Jasa Marga memiliki kurang lebih 5,700 karyawan, artinya ada potensi bagi Jasa Marga untuk membangun budaya pada 5,700 warga Indonesia. Jumlah yang cukup signifikan untuk menciptakan critical mass dalam membangun Indonesia yang berbudaya dan mengelola total asset perusahaan sebesar +/- Rp. 7 Triliun untuk tumbuh dan berkembang bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Team Work&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Team Work atau kerjasama adalah suatu bentuk komitmen bersama antar karywan dalam membangun budaya perusahaan. Bentuk kerjasama yang handal adalah dengan tercerminnya perilaku transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan kewajaran dalam setiap kebijakan yang diputuskan oleh perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEPEMIMPINAN KORPORAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kepemimpinan CEO Jasa Marga yang unggul harus memiliki tiga serangkaian kepemimpinan, yaitu Visi, Nilai, dan Berani mengambil keputusan. Sebagai pemimpin, tuntutan pertama yang harus dimilikinya adalah ia harus punya visi ke mana Jasa Marga akan dibawa dan selanjutnya bagaimana strategi serta implementasinya.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah visi itu ? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Visi mencerminkan kedalaman dan keluasan pemahaman yang memungkinkan untuk mendeteksi dan membentangkan pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan di masa depan yang membimbing pemimpin untuk membawa Jasa Marga memasuki masa depan. Tanpa visi, maka manusia akan lenyap. Jika Jasa Marga dimasa depan mempunyai pemimpin yang tidak mempunyai visi maka Jasa Marga tinggal menunggu waktu untuk lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah nilai itu ? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nilai dari seorang pemimpin akan menentukan apakah ia dapat menjadi pemimpin yang efektif atau tidak. Sesungguhnya ada dua jenis nilai pemimpin, yaitu pemimpin yang berorientasi pada diri sendiri dan pemimpin yang berorientasi pada Jasa Marga. Pemimpin yang naik menjadi pemimpin karena hubungan kekerabatan, kolusi, suap, atau melalui proses yang “tidak wajar” cenderung menjadi pemimpin yang menguntungkan diri sendiri dari pada perusahaan karena jabatan itu “dibeli” dan tidak “diamanahkan” kepadanya. Pemimpin yang naik melalui proses yang wajar-seleksi, kompetisi, &lt;em&gt;valuasi, fit and proper&lt;/em&gt;-cenderung menjadi pemimpin yang lebih berorientasi pada perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keberanian mengambil keputusan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keberanian mengambil keputusan adalah inti dari kepemimpinan. Tugas pemimpin adalah meminimalisir kerugian dari kesalahan dalam mengambil keputusan dan memaksimalisir keuntungan dalam mengambil keputusan. Setiap keputusan pasti mengandung kesalahan di dalam dirinya. Hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak pernah salah dalam membuat keputusan. Manusia-selama ia manusia-pastilah mempunyai sejumlah kelemahan. Pemimpin adalah manusia, dan harus sadar bahwa apa yang diputuskan ada unsur benar dan salahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tantangan kepemimpinan bagi para CEO Jasa Marga di masa depan adalah mentransformasikan diri dari kepemimpinan yang birokratis menjadi kepemimpinan yang korporatis. Kepemimpinan yang birokratis adalah kepemimpinan yang menjadikan aturan atau prosedur sebagai tujuan yang harus dicapai. Kepemimpinan korporatis adalah kepemimpinan yang berpola kewirausahaan, semangat untuk mencari peluang dan menggunakan aturan serta prosedur sebagai wahana, bukan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses transformasi kepemimpinan ini tidak semata-mata didasarkan pada adanya proses &lt;em&gt;fit and proper&lt;/em&gt;, melainkan pada proses pembelajaran untuk mengubah dari seorang pemimpin yang ada menjadi pemimpin profesional, yaitu pemimpin yang mengetahui di mana ia memimpin dan memimpin organisasi itu sesuai dengan karakter organisasionalnya. Jadi, bagi pemimpin Jasa Marga masa depan, ia harus memahami bahwa organisasi yang dipimpinnya adalah sebuah korporasi dan bukan birokrasi. Oleh karena itu, jiwa kewirausahaan menjadi nilai yang “wajib” di dalam profesi kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan korporasi &lt;em&gt;is a must&lt;/em&gt;, karena pada akhirnya &lt;em&gt;leader matters&lt;/em&gt;. Pemimpinlah yang &lt;em&gt;make things happen&lt;/em&gt;. Tantangan bagi kita adalah menemukan pemimpin-pemimpin korporasi yang mampu membawa Jasa Marga ke wahana korporasi kelas dunia. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;****HS 5258&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-6736771216963645420?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6736771216963645420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/6736771216963645420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/03/budaya-dan-kepemimpinan-korporat-apaan.html' title='Budaya dan Kepemimpinan Korporat , Apaan Sich....?'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-5997507629582912737</id><published>2008-03-12T22:45:00.001+07:00</published><updated>2008-04-26T13:33:39.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>MUNGKINKAH MEWUJUDKAN SISTEM  REMUNERASI YANG ADIL DAN BERTANGGUNGJAWAB UNTUK SEMUA PIHAK DI PERUSAHAAN INI ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perusahaan dengan &lt;em&gt;Good Corporate Governance&lt;/em&gt; seharusnya dapat memastikan bahwa tingkat dan komposisi dari remunerasi mencukupi dan masuk akal. Yang dimaksud disini adalah perusahaan harus mengadopsi kebijakan remunerasi yang mampu menarik dan memelihara komisaris, direksi, dan karyawan yang berpotensi untuk mendorong perbaikan kinerja perusahaan. Selain itu juga harus terdapat hubungan yang jelas antara remunerasi dengan kinerja perusahaan maupun kinerja individu karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan bahwa Perusahaan menggunakan praktek terbaik dalam sistem penggajian dan pemberian tunjangan serta kompensasi bagi Komisaris dan Direksi serta karyawan, perusahaan sudah selayaknya memiliki komite remunerasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komite remunerasi bertugas menyusun pokok-pokok sistem penggajian dan pemberian tunjangan serta kompensasi bagi komisaris, direksi serta karyawan dengan membuat rekomendasi terhadap keputusan-keputusan yang menyangkut remunerasi/kompensasi untuk karyawan , dan kebijakan-kebijakan kompensasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan juga memaparkan remunerasi yang diterima direksi dalam laporan tahunan. Pemaparan gaji direksi dalam laporan tahunan merupakan salah satu usaha perusahaan untuk memberikan kesempatan kepada investor perusahaan menilai kelayakan dan kewajaran kompensasi direksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem remunerasi di Perusahaan sudah selayaknya menekankan penyelarasan kepentingan pemegang saham dengan kepentingan direksi dan karyawannya. Dengan mendasarkan kompensasi atas keberhasilan pencapaian kinerja korporat, direksi dan karyawannya akan memiliki sistem kompensasi yang mendorong ke arah perbaikaan kinerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dengar Pendapat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini saya ingin mengajak kita semua untuk berdiskusi dan mengemukakan pendapat tentang beberapa pertanyaan di bawah ini.&lt;br /&gt;Tentunya saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Anda untuk meluangkan waktu anda yang sangat berharga dalam menjawab pertanyaan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;APA PENDAPAT ANDA ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah prioritas Anda yang nomor satu dalam berkarir di Perusahaan ini ?&lt;br /&gt;2. Mengapa Anda menganggap hal itu prioritas nomor satu ?&lt;br /&gt;3. Apa resiko yang anda hadapi kalau anda tidak mendapatkan hal tersebut ?&lt;br /&gt;4. Mengapa hal itu membuat Anda khawatir ?&lt;br /&gt;5. Bagaimana anda mewujudkannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERTANYAAN   TENTANG  REMUNERASI &amp;amp; MEMBANGUN NILAI PERUSAHAAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apa syarat utama untuk menciptakan nilai perusahaan ?&lt;br /&gt;2. Bagaimana rencana jangka pendek dan jangka panjang manajemen untuk menciptakan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;     nilaiperusahaan secara optimal ?&lt;br /&gt;3. Mengapa pada sistem remunerasi terkesan tidak ada “Prinsip pemberian insentif yang &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    menganut keberhasilan kelompok kerja dan pencapaian prestasi individu” ?&lt;br /&gt;4. Bagaimana metode yang digunakan dalam penentuan target unit kerja ?&lt;br /&gt;5. Bagaimana caranya untuk monitoring dan evaluasi pencapaian performa unit kerja ?&lt;br /&gt;6. Bagaimana caranya untuk monitoring dan evaluasi pencapaian performa individu ?&lt;br /&gt;7.   Apa yang menjadi prinsip dalam pemberian insentif ?&lt;br /&gt;8.    Bagaimana penjabaran dari dampak insentif bagi perilaku karyawan ?&lt;br /&gt;9.    Apa bentuk dari insentif non-keuangan ?&lt;br /&gt;10. Bagaimana evolusi sistem remunerasi  di perusahaan ini ?   &lt;br /&gt;11   Apa Dreams dari Anda untuk menyikapi perubahan peran Jasa Marga dalam   kaitannya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;      dengan UU : 38/2004  ?&lt;br /&gt;12.   Mengapa Dreams itu penting menurut anda ?&lt;br /&gt;13.   Apa Goals Anda ?&lt;br /&gt;14.   Bagaimana strategy untuk mewujudkan goals tersebut ?&lt;br /&gt;15.   Bagimana aktivitas program yang akan dijalankan ?&lt;br /&gt;16.   Apa resiko yang karyawan hadapi kalau Manajemen tidak dapat mewujudkan hal tsb  ?&lt;br /&gt;17.   Apa karakteristik hasil dari strategy perusahaan yang diinginkan dan tidak diinginkan ?&lt;br /&gt;18.  Apa kriteria untuk pemantauan, pengukuran, dan analisis dari strategy  perusahaan ?&lt;br /&gt;19.  Bagaimana kita dapat memasukkan atau menggabungkan kriteria untuk pemantauan,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;       pengukuran, dan analisis dari strategy perusahaan ke dalam proses-proses perencanaan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;       sistem pembinaan SDM ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;20.  Apa isu-isu efisiensi yang dominan ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;21.  Apa metode yang cocok dalam pengumpulan data untuk menjamin efektivitas operasional&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;        dan pengendalian dari proses sistem pembinaan   SDM&lt;br /&gt;22. Bagaimana menerapkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil-hasil yang&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;      direncanakan dari sistem pembinaan SDM ?&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1444494428525959367-5997507629582912737?l=comfortarea01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5997507629582912737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1444494428525959367/posts/default/5997507629582912737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://comfortarea01.blogspot.com/2008/03/mungkinkah-mewujudkan-sistem-remunerasi.html' title='MUNGKINKAH MEWUJUDKAN SISTEM  REMUNERASI YANG ADIL DAN BERTANGGUNGJAWAB UNTUK SEMUA PIHAK DI PERUSAHAAN INI ?'/><author><name>Heri Susanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06229438536513104322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_CsHXpDwTkeM/SnWYHWJmfiI/AAAAAAAAAHA/ZvFZXF65muE/S220/Foto(684).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1444494428525959367.post-8411086232148904846</id><published>2008-03-11T13:36:00.001+07:00</published><updated>2008-04-26T13:36:05.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><title type='text'>Mungkinkah kita menjadi Leader dalam industri jalan tol di negeri ini ?</title><content type='html'>PT Jasa Marga (Persero) Tbk dipersiapkan untuk menjadi ‘&lt;em&gt;Leader’ &lt;/em&gt;dalam industri jalan tol di negeri ini dan diharapkan bisa bersaing secara global. Sekedar informasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk adalah bumn pengelola industri jalan tol terbesar di negeri ini dengan panjang jalan lebih dari 500 km&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Dalam berbagai kesempatan sering kali kita mendengar rencana pembentukan ’holding Jasa Marga’. penegasan itu dikemukakan sendiri oleh Petinggi di perusahaan ini yang bercita-cita menjadikan holding Jasa Marga tersebut seperti ‘&lt;a title="temasek" href="http://www.temasekholdings.com.sg/" target="_blank"&gt;Plus’&lt;/a&gt; nya Malaysia. Nantinya &lt;em&gt;holding &lt;/em&gt;Jasa Marga ini akan terbagi menjadi beberapa anak perusahaan yang mengelola ruas tol yang ada sekarang dan membangun ruas - ruas jalan tol baru bekerjasama dengan investor swasta lainnya dengan kepemilikan saham mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi kedua cita-cita diatas sangat bagus dengan catatan bukan sekedar ilusi semata melainkan benar-benar bisa terwujud. Dari berita diatas memang terlihat hubungan yang jelas yakni rencana perwujudan beberapa cabang menjadi anak perusahaan yang nantinya digabung lagi menjadi 1 unit &lt;em&gt;holding&lt;/em&gt; company. Jadi ada kesinambungan rencana dengan kebijakan sebagai ‘Leader’ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan anak perusahaan tersebut diharapkan mempunyai daya saing kelas global sehingga tidak jadi sekedar jago kandang mentang-mentang diberi fasilitas kemudahan dalam pengelolaan ruas tol yang siap dioperasikan. Kalau nanti benar-benar terwujud maka kita bisa buktikan apakah &lt;em&gt;holding&lt;/em&gt; Jasa Marga bisa bersaing dengan “Plus” dari Malaysia di level regional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pembentukan holding Jasa Marga salah satu faktor ’x’ yg menurut saya penting adalah soal bagaimana kecanggihan para petinggi di perusahaan ini untuk mengeliminasi intervensi politis (baik dari pemerintah sendiri selaku pemegang saham mayoritas dan partai politik hingga parlemen). Sebagus apapun &lt;em&gt;holding&lt;/em&gt; Jasa Marga, jika masih ada intervensi sepertinya akan tetap susah berkembang. Dalam arti holding Jasa Marga tersebut tidak akan fokus dan bertindak profesional sebagai &lt;em&gt;profit center&lt;/em&gt; karena sedikit-sedikit sudah diganggu dari luar &lt;em&gt;(external),&lt;/em&gt; mulai dari penunjukan Direksi dan Komisaris serta pembagian deviden hingga sumbangan-sumbangan siluman ke instansi atau parpol menjelang pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain juga adalah soal pemisahan aset Jasa Marga dan aset negara yang terpisah secara jelas dan pasti secara hukum sehingga para &lt;em&gt;decision maker&lt;/em&gt; Jasa Marga tidak takut dalam mengambil keputusan terkait penggunaan asset. Terlepas dari itu semua, semangat pembentukan &lt;em&gt;holding &lt;/em&gt;Jasa Marga ini patut didukung dan mudah-mudahan bisa terwujud. Semoga nanti akan muncul ‘Plus’ atau ‘Khazanah’ versi indonesia yang menanam saham di perusahaan – perusahaan jalan tol di negara-negara tetangga (Asean).&lt;br /&gt;Dan yang terpenting juga adalah semoga pernyataan rencana diatas bukan sekedar &lt;em&gt;statement &lt;/em&gt;untuk mengangkat pamor dan publisitas yang keluar dari seorang petinggi di perusahaan ini yang akan mengakhiri masa jabatannya atau petinggi di perusahaan ini yang baru diangkat ..Semoga harapan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&l
